
Takdirku masih menjadi sebuah rahasia, tapi aku yakin, tak ada yang bernama kebetulan di dunia ini --Ellena--
Pagi yang sangat padat di kota Jakarta. Hari ini hari pertama Ellena mulai magang di OS Grup.
Ellena sudah sampai di depan gedung OS Grup. Dilihatnya gedung pencakar langit yang seakan tidak ada ujungnya itu. Ada beberapa
gedung berjejer dengan pembagian fungsi yang berbeda.
Hari ini Ellena memakai kemeja putih dengan blezer berwarna abu-abu tua, rok pendek selutut yang senada dengan blezer dan sepatu hitam, khas model anak magang. Begitu juga dengan Vanya.
Tiba di sana Ellena dan Vanya langsung menuju ke resepsionis untuk menanyakan ruang HRD.
"Ellenaaaa..." Teriak suara yang tidak asing
"Eh, Aldo?" eits, kali ini bukan Ellena yang menjawab tapi Vanya
"eh.. sejak kapan lu syukuran ganti nama?" ketus Aldo
hmm.. mulai deh drama kesayangan batin Ellena
"eits... udah udah" sebelum mereka berniat melangkah yang lebih jauh untuk melanjutkan drama ikan terbang, Ellena menengahi mereka.
"lu baru dateng do? ini kita mau ke ruang HRD buat minta surat laporan magang"
"Aku barengan ya?" jawab Aldo
Merekapun memasuki lift menuju ruang HRD lantai 9.
Ellena, Vanya, Aldo sampai di ruang HRD
"selamat pagi bu, saya Ellena, kami mahasiswa magang dari universitas Pelita Jaya"
"selamat pagi, perkenalkan saya Erni HRD di perusahaan ini, jadi kalian mahasiswa magang dari Universitas Pelita Jaya dan bla..blaa..blaa" Bu Erni menjelaskan semua aturan dan tugas tugas untuk mereka bertiga
"ini untuk surat laporan magang kalian, setelah ini silahkan meminta tanda tangan kepada asisten Presdir di lantai 25, apa ada pertanyaan??"
" Tidak Bu, terimakasih atas penjelasannya" jawab Ellena ramah.
Setelah mereka mendapatkan tanda tangan dari asisten Presdir mereka langsung menuju ke ruangan masing-masing.
Aldo di lantai 10 bagian perencanaan, Vanya di lantai 9 bagian HRD dan Ellena di lantai 14 bagian keuangan. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan real estate terbesar di negara ini, memilih 34 anak cabang yang tersebar di berbagai kota dan 5 negara.
Pemilik dari perusahaan ini diketahui adalah seorang pengusaha muda yang juga seorang aktor, penyanyi sekaligus model yang berasal dari negara ginseng, yups negara yang juga terkenal dengan K-Pop nya. Selama ini, perusahaan di pegang oleh orang kepercayaan Presdir jika Presdir sedang sibuk dengan aktivitas lainnya.
Dan disinilah, di lantai 14, bagian keuangan Ellena menjalankan tugasnya.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Ellena
__ADS_1
"Kamu anak magang dari universitas Pelita Jaya ya? kenalkan aku Lia, panggil Lia aja, belum nikah haha"
"okeh Lia, aku Ellena, ada yang bisa aku bantu?"
" ini kamu ketik ya, kalau udah selesai kasih ke aku"
"okeh??" jawab Ellena bersemangat
Tak terasa sudah empat jam, Ellena menjalankan tugasnya.
#####
Jam menunjukkan pukul 12:00 yang artinya sudah waktunya karyawan perusahaan untuk mengistirahatkan pikirannya dan mengisi amunisi untuk siap bertemu kembali.
uh akhirnya, tadi kan kata Bu Erni kalau sudah jam 12:00 aku boleh istirahat dulu, sebaiknya aku WhatsApp si Vanya dulu deh, sekalian bareng buat makan siang
"Van.. Lu dimana?? Makan siang yuukk..."
tak lama ponsel Ellena berdering
"okeh, ketemu di kantin lantai 7 ya"
"okeh"
kira-kira begitu isi pesan WhatsApp Ellena dan Vanya
####
Ellena menyapu pandangannya mencari seseorang.
"Ellena" Teriak Vanya melambaikan tangannya.
Ellena menghampiri Vanya
"Udah lama?"
"Barusan kok, gue udah pesen sekalian sama lu"
"ihhh to tweet bnget sihhh" jawab Ellena cengar cengir. "eh, lu pesenin gue jus stroberi kan?"
"iya Tuan putri" "Eh Aldo mana ya??" tanya Vanya
"Bentar lagi juga nongol tu bocah"
tak lama Aldopun datang
"Eh.. gue gak diajak sih"
__ADS_1
"lu gak diajak aja udah dateng" jawab Ellena enteng.
belum juga mereka selesai makan tiba-tiba ponsel Ellena berbunyi.
"halo Lia?"
"Elle cepet kesini, lima menit lagi ada kunjungan mendadak Presdir, dan biasanya akan meminta laporan keuangan dari divisi kita?"
"okeh Lia, gue ke sana"
Sepersekian detik panggilan terputus, buru-buru Ellena memasukkan ponselnya.
"Guys, gue duluan ya.. Presdir katanya mau dateng, trus biasanya minta laporan keuangan, gue disuruh bantuin ngumpulin laporan-laporan"
"Apa???" jawab Vanya tak kalah terkejutnya "lha... makanan lu?"
"buat Aldo aja, gue bawa jus stroberi nya aja" teriak Ellena setelah menyambar jus stroberi yang ada di meja.
Dengan sedikit berlari Ellena segera ke menuju ruangnya dengan membawa jus stroberi dan..
Bruukkk
Ellena tak sengaja menabrak seseorang
"Ka.. kau??" ucap Ellena terbata. Dengan mulut yang masih menganga, sang idol ada di depan mata.
"Gunakan matamu nona, ketika berjalan" sungut Sehun kesal melihat kemejanya yang sudah terdapat corak merah stroberi.
"Ma.. maafkan saya tuan" balas Ellena
"Kau kira maaf bisa membuat bajuku bersih lagi hah??" sungut Sehun dengan nada yang sudah meninggi "Siapa yang berani mempekerjakan orang ceroboh seperti dia di perusahaan ini"
"maaf tuan, saya benar-benar tidak sengaja, saya akan membersihkannya tuan" balas Ellena berusaha membersihkan kemeja milik Sehun, namun ditepis oleh sehun.
Kriingg...
"hallo?? ada apa Kim"
"apa kau sudah sampai Indonesia, kenapa kau tidak kasih kabar ke hyungmu ini!"
"iya, aku sudah sampai Kim, tak usah mencemaskanku, ahh kau sungguh crewett sekali"
dengan perasaan emosi Sehun menatap Ellena yang masih tertunduk
"kita masih belum selesai!!!!" dengan langkah kesal Sehun meninggalkan Ellena yang masih tertunduk lemas.
itu tadi...
__ADS_1
Sehun? oh Sehun? Bener Sehun? hanya itu yang mampu diucapkan Ellena. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu sosok yang di kaguminya dengan cara yang seperti ini.