The Born Of Swordsman_Code: Honor

The Born Of Swordsman_Code: Honor
Chapter 13: Kembali


__ADS_3

"jadi kenapa kalian menangkap kita, bukan yang lain???" tanya prime


"hoh, itu karena pedang yang dimiliki kakakmu itu.." ucap raja sei


"pedang itu harusnya menjadi milikku, akan tetapi karena sudah diambil oleh kalian maka aku harus merebutnya kembali" ucapnya


"yaelah cuma itu doang, kan masih ada yang lain yakan..." ucap device dengan santai


"APA!!!, ADA YANG LAIN!!, justru pedang legendaris itu hanya ada dua di dunia ini..." ucap raja sei


"lah mana saya tahu kan saya tiba tiba nemu dua pedang yang menancap itu di gua, karena aneh ya makannya saya cabut... nggak salah kan?" jawab device dengan santai


"justru karena aneh kamu jangan mencabutnya agar pedang tersebut menjadi milik saya..." jawab raja seei dengan kesal


"sudahlah tuan, perdebatan ini tidak akan menghasilkan apapun, lebih baik kita langsung fokus ke intinya saja" ucap denis


"hmm baiklah kau benar, sekarang karena kalian sidah mencuri pedangku yang legendaris itu kalian berdua HARUS DIHUKUM MATI!!!" ucap raja sei


"aduh device gimana nih???" tanya prime dengan cemas


"tenang saja semua ini masih bagian dari rencana..." ucapnya


"yakin??"


"yoi" jawab device


tanpa pikir panjang mereka langsung dibawa ke tempat eksekusi mati di penjara bawah tanah kota albatros


didalam perjalanan mereka melihat para tahanan yang sangat sengsara karena mereka berada didalam penjara bawah tanah albatros yang terkenal menyeramkan itu

__ADS_1


"nah untuk tempat eksekusinnya berada di lantai paling bawah di penjara ini... saya sudah tidak sabar ingin melihat kalian mati" ucap raja sei


setelah sampai di tempat eksekusi, mereka langsung disambut oleh para algojo yang siap membunuh mereka kapan saja...


"hey nak, sudah siap mati?" tanya salah satu algojo tersebut


para algojo disana pun tertawa dengan ucapan tersebut, sementara prime san device hanya bisa terdiam.


setelah semua sudah siap, raja sei pun mempersilahkan device dan prime untuk mengucapkan kata kata terakhir...


"jadiii, ada kata kata terakhir?" tanya raja sei


"tolong aku jangan dibunuh, mana aku belum nikah..." ucap prime dengan memohon


"oh kata kata yang klasik, nah sekarang giliran sang pencuri pedangku untuk memberikan kata kata terakhir..."ucap raja sei


"kata kata terakhirku adalah, dimana pedang tersebut disembunyikan?" tanya device


"oh jadi begitu, btw aku ada 1 kata terakhir..." ucap device


"silahkan..." ucap raja sei dengan senang


"mana ada ada orang yang ingin menyerahkan nyawanya dengan mudah" ucap device sambil memanggil kedua pedangnya kembali


"a-apa kok bisa hal itu terjadi, SEHARUSNYA AKU YANG BEGITU..." jawab raja sei sambil menyerang device


"slow motion..." ucap device sambil memperlambat waktu


"untuk sekarang mari kita melarikan diri dahulu, untuk masalah menyerang kita akan bahas nanti..." ucap device

__ADS_1


"b-baiklah" jawab prime


setelah itu device langsung mengeluarkan kekuatan teleportasi agar bisa selamat dari sana...


"teleport scale" ucap device sambil membuka portal teleportasi


"JANGAN PERGI KAU!!!" ucap raja sei sambil berlari menuju portal


raja sei pun berusaha menghentikan device dan prime, namun semua itu sudah terlambat karena portal tersebut sudah tertutup


"AWAS KAU PASTI AKAN KU BUNUH..., DENIS LACAK DIA SAMPAI DAPAT!!!" ucap raja sei dengan marah


"baik tuan, akan ku laksanakan" jawab denis


sementara itu device dan prime berhasil teleport ke hutan yang berada di dekat sekolah dan asrama mereka


"apakah kita selamat?" tanya prime


"ya, setidaknya untuk sekarang..." jawab device


"lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya???"


"yang pertama kita harus mengecek keadaan tiga bersaudara di pusat kerajaan rexus yaitu kota vier"


"bagaimana kau tahu nama ibukota kerajaan rexus??" tanya prime


"anda ingat peta yang diberikan nia, saya masih menyimpannya"


"baiklah ayo kita berangkat, tidak ada waktu untuk bersantai selama masalah ini belum selesai."

__ADS_1


...BERSAMBUNG....


__ADS_2