
beberapa jam setelah mereka sampai dirumah, tiga bersaudara masih kebingungan dengan barang barang yang ada disekitarnya...
sementara itu device menyuguhkan teh untuk tiga bersaudara
"silahkan diminum dulu teh nya" ucap device
karena masih diselimuti beberapa pertanyaan tiga bersaudara pun menanyakan beberapa hal
"desain rumahnya benar benar berbeda ya, btw itu apa??" tanya kia sambil menunjuk ke arah tv
"gimana jawabnya ya, masalahnya kalian nggak terlalu paham" ucap device
"tidak apa apa, lagian kita juga senang dengan barang barang yang belum pernah kita temui" ucap nia
"itu televisi, anda bisa melihat orang yang sedang melakukan berbagai hal..." ucap device sambil menyalakan tv
"orangnya terlihat walaupun itu hanya kaca" ucap lia dengan terkejut
beberapa jam kemudian, tiga bersaudara masih belajar hal hal yang ada dirumah device dan prime
"didalam kotak ini isinya apa, kok seperti ada airnya?" tanya lia dengan polos
"oh, itu susu kotak..."
"jadi didalam kotak itu berisi susu yang bisa kamu minum" jawab device sambil menuangkan susu untuk lia
"kok bisa ada gambar sapi didalam kotak ini..." ucap lia dengan kebingungan
"entahlah, ada caranya tapi aku tidak terlalu mengerti" ucap device
"kenapa tidak tahu, bukanya kamu selalu berada didunia ini?" tanya nia
"Karena hal yang ada di dunia ini itu terlalu banyak, jadi orang tidak bisa mengetahui semuanya." jawab device
sementara itu prime menanyakan device tentang senjata yang tidak sengaja terbawa pulang
"btw pedang yang kamu bawa gimana kondisinya??" tanya prime
"aman aman saja, tapi aura pedangnya seperti hilang entah kemana"
"jadi lebih kaya buat pajangan aja sih daripada perang..." ucap device
"iya juga sih..." jawab prime
sehari setelahnya, tiga bersaudara masih beradaptasi dengan barang barang yang ada disekitarnya
"oh jadi ini ac biar ruangan lebih dingin..." ucap nia
"dan ini remote nya" ucap kia
namun saat melihat tombol yang berada di remote ac tersebut, tiga bersaudara merasa kebingungan dengan fitur remote tersebut
"jadi kalo ini dipencet nanti bakal gimana?" tanya lia
"entahlah, aku masih bingung dengan arti di tombol remote ini..." ucap nia dengan kebingungan
setelah itu device muncul dan terkejut karena tiga bersaudara berada di kamar device
"eh, ngapain kalian disini?" tanya device
"cuma memeriksa sekeliling..."
__ADS_1
"nggak boleh kah???" tanya nia
"ya, gimana ya..."
"sebaiknya sih jangan" ucap device dengan malu
malam harinya tiga bersaudara pun makan bersama device dan prime...
"enak sekali rasa ayam ini...." ucap kia
"bikinan device kah?" tanya lia
"enggak, beli..." ucap device
"kok beli?" tanya nia
"device itu nggak mampu masak kalau buat orang banyak" ucap prime
"oh, kalau gitu dibikin sama aku aja..." ucap nia
"ya kapan kapan" jawab device
pagi harinya, device pun pergi keluar untuk berbelanja
"aku belanja dulu..."
"nanti kalau ada apa apa tinggal minta bantuan sama prime" ucap device
"oke, tapi kapan kita bisa berbelanja bersama?" tanya nia
"kalau sudah tahu semua fungsi barang barang yang ada rumah ini, nanti saya ajak pergi" jawab device
1 jam kemudian, tiga bersaudara seperti tidak punya kerjaan yang harus dilakukan sehingga hanya membaca buku, menonton tv dan bermain puzzle
"bosan sekali..." ucap kia
"iya, kita hanya bisa dirumah dan menghafalkan fungsi benda benda ini..." ucap nia
setelah itu prime datang sambil membawa beberapa snack
"bosan?" tanya prime
"iya..." ucap lia
tiba tiba nia bertanya kepada prime tentang orang tua device dan prime
"oh ya, orang tua mu dimana?"
"ibu kami meninggal saat aku berumur 3 tahun akibat penyakit kanker..."
"sementara itu, ayah kita menjadi peneliti dan hanya pulang 1 bulan sekali." ucap prime
"oh begitu" ucap kia
tak lama kemudian, device pulang sambil memberitahukan sesuatu
"aku pulang"
"aku ada sedikit info..."
"apa itu?" tanya prime
__ADS_1
"setelah berbincang dengan ayahku lewat handphone, ternyata kita bisa kembali lagi ke dunia chors!" jawab device
"benarkah!!!" ucap kia dengan bersemangat
"ya, dan jika ingin kembali ke dunia ini lagi kita tinggal menggunakan remote yang sebelumnya kita gunakan" ucap device
"berarti kita bisa pergi ke dunia chors dengan sesuka hati..." ucap prime
"betul, dan kita bisa menjaga dunia chors dengan lebih serius dan aman" ucap device
setelah itu mereka bersiap siap untuk kembali pergi ke rumah misterius agar bisa masuk kedunia chors
setelah sampai disana, prime menutup pintunya agar kembali gelap dan menyuruh agar memejamkan mata...
"semua siap!!!"
"tutup mata kalian semua!!" ucap prime
mereka pun kembali berada di langit dan terjun bebas...
"waduh gimana ini?" tanya nia dengan panik
"tenang, sekarang kan kita punya sihir jadi turun kesini tidak akan mati..." ucap device
sementara itu raja leon melihat mereka kembali dari jendela kamar istana
"terlihat ya..."
"selamat datang kembali prime, device dan semuanya"
"pasti mereka ingin melindungi dunia ini lagi..."
sementara itu, device dan lainnya berhasil turun menggunakan parasut
"oh, jadi ini alasannya kamu membawa dan menyuruh kami menggunakan tas ini..." ucap prime
"Ya, dan maaf aku sudah berbohong"
"seharusnya aku membeli makanan, tetapi karena ada info dari ayahku jadinya aku langsung membeli tiga parasut ini..." ucap device
"tidak apa apa, dan berkat informasi dari ayahmu, kita bisa kembali ke dunia ini lagi dan bisa kembali ke dunia mu kapan saja..." ucap kia
"Ya begitulah..."
"seperti ditempat semula ya" ucap device kepada prime
"betul, jadi rindu saat pertama kali kita kebingungan karena belum tahu apa apa tentang dunia ini." ucap prime
"yosh, sekarang mari kita lindungi dunia chors ini kembali...." ucap device
"oh ya, jadi alasan kita berlatih sihir bersamamu saat itu karena kami menyukai mu walau kita belum saling kenal saat itu" ucap nia
"jadi begitu..." ucap device
"jadi kita menikah kapan?" tanya prime
"idih, masih sekolah sudah menikah..." ucap device
seketika itu semua orang langsung tertawa dan melanjutkan perjalanannya menuju istana kerajaan rexus.
...TAMAT UNTUK KEDUA KALINYA....
__ADS_1