The Born Of Swordsman_Code: Honor

The Born Of Swordsman_Code: Honor
Chapter 39: Istirahat


__ADS_3

sementara itu prime dan tiga bersaudara mrmbawa sei ke dalam istana kerajaan rexus yang hampir runtuh setengahnya


sei pun berbaring di sebelah raja leon agar prime dan tiga bersaudara gampang untuk mengawasi mereka...


"jadi device berhasil membunuh thorax sei apa tidak ya?" tanya prime dengan cemas


"semoga saja dia bisa mengakhiri kejahatan thorax sei" ucap nia


"tapi kenapa sei dibiarkan saja, dan thorax sei itu siapanya sei???" tanya prime


"hal itu hanya bisa dijawab oleh device karena saat ini dia saja yang tahu" ucap kia


prime dan tiga bersaudara pun merawat raja leon dan sei agar bisa kembali pulih


"apakah kamu berhasil membunuhnya??" tanya nia


"ya, aku berhasil"


"dunia ini akan kembali pulih dan damai" ucap device dengan muka yang sedih


menyadari ada hal yang aneh, prime langsung bertanya kepada device


"kamu kenapa, kok sedih?" tanya prime


"mungkin karena ada sedikit hal yang belum kita ketahui..." jawab device


"emang apa itu?, jelaskanlah..." tanya kia


dan device pun mengatakan semua yang dialaminya, mulai dari thorax sei yang berubah menjadi wujud manusia...


"dan yang terakhir aku bertanya kepada thorax sei kenapa kau mau dirimu dibunuh..."


"dan dia menjawab karena aku sudah tahu bahwa aku akan mati ditangan device dan aku bisa merasakan kematianku sendiri akibat aku yang terlalu serakah..." ucap device

__ADS_1


"dan dia memberikan sebuah buku yang awalnya kita cari." ucap device


"berarti sei adalah anak dari thorax sei?" tanya lia


"ya, dan rasanya aku seperti menyesal karena telah membunuh ayah dari anak yang tidak tahu apa apa tentang masalah ini" jawab device


"emang tidak ada cara lain untuk menyembuhkan sifat jahatnya?" tanya kia


"tidak ada, karena sifat serakah thorax sei sudah mendarah daging jadi jika dia berubah menjadi baik maka tak lama kemudian sifat jahat tersebut langsung merasukinya kembali" jawab device


"lalu, prioritas kita sekarang ngapain?" tanya prime


"yang pertama kita sembuhkan dulu raja leon dan sei, lalu kita baca buku sejarah tentang keluarga sei, terus jika sei bangun kita jelaskan apa yang terjadi dengan simpel..." jawab device


"masih belum ngerti..." ucap nia


"singkatnya kita disembuhkan dulu raja leon dan sei hingga pulih" ucap device


keesokan harinnya raja leon pun bangun dan menanyakan tentang pertarungan kemarin


"hmmm, apa yang terjadi..." ucap raja leon


"akhirnya anda sadar juga" ucap device


"jadi bagaimana pertarungannya?" tanya raja leon


"kita menang, tapi mungkin sebagian dari istana ini butuh di renovasi total..." jawab device


"syukurlah, pasti kamu sedikit mengalami tekanan emosional saat membunuh thorax sei" ucap raja leon


"kok tahu?" tanya device


"seperti ada perasaan bahwa kamu sedih akibat membunuh thorax sei..."

__ADS_1


"oh ya, bagaimana dengan sei???" tanya raja leon


"sampai saat ini dia belum bangun, tetapi dia sudah pulih jadi mungkin besok dia akan bangun" jawab device


"baguslah kalau begitu, tapi saat menjawab semua pertanyaan sei jangan sampai membuat dia sedih ya" ucap raja leon


"tenang saja, semuanya sudah saya siapkan" ucap device


tak lama kemudian nia membawakan beberapa sup untuk raja leon agar bisa kembali sehat seperti semula


"apakah anda sudah pulih?" tanya nia


"ya sejauh ini sudah membaik, tapi untuk kekuatanku belum kembali seperti semula" jawab raja leon


"jika pedang excalibur diberikan kepada prime, lalu anda pakai senjata apa?" tanya device


"gampang itu, nanti akan saya tunjukkan saat semuanya sudah normal..."


"oh ya, katanya setelah semuanya sudah normal kamu akan mengajari kita hal yang ada di dunia kamu..." ucap nia ke device


"eh, hal apa?" tanya device


"hal seperti black hole, simbiosis parasitisme dan lain lain" jawab nia


"masih inget ternyata"


"ya besoklah saya akan kasih tahu" ucap device


"yakin..." ucap nia


"kalo nggak besok ya lusa" jawab device


"hmmph" ucap nia dengan sedikit kesal

__ADS_1


__ADS_2