
Keesokan harinya, sei pun bangun dan terlihat seperti orang yang tidak tahu apa apa
"hah, ini dimana?"
"kok saya disini, perasaan aku ada di kamar lain waktu itu..." ucap sei
tiba tiba device pun datang dengan membawa air minum untuk sei
"tepat sekali sesuai dugaanku"
"oh ya ini air hangat untukmu biar cepat sembuh" ucap device
sei yang masih lupa akan ingatannya pun bingung dengan keadaan disekitarnya
"kamu siapa?" tanya sei
"perkenalkan namaku device, aku lah yang menjagamu saat kamu tertidur, dan ada sedang berada istana kerajaan rexus" jawab device
"bentar..."
"APAAAA, AKU BERADA DI ISTANA..."
"kenapa orang sepertiku bisa masuk ke istana ini..."
ucap sei dengan kebingungan
"ya singkatnya kamu adalah orang yang spesial, karena ada beberapa alasan jadinya kamu diundang oleh sang raja..." ucap device dengan berbohong
"oh begitu ya, tapi kenapa raja mengundangku, bukanya aku hanya rakyat biasa" ucap sei
"ada lah alasannya, tapi sekarang kamu minum dulu biar cepat sembuh" ucap device
"(benar benar ini orang tidak tahu apa apa, seperti anak anak saja padahal dia sudah berumur 20 tahun)" ucap device didalam hati
setelah itu device menyuruh sei agar segera makan bersama mereka semua
sesampainya disana, sei kaget karena banyak orang yang menyambutnya walaupun di pikirannya sei hanya manusia biasa
"eh, ada apa ini kok langsung ada berbagai makanan..." ucap sei dengan kebingungan
"sudah dimakan saja, ini buatan nia pasti makannya enak kok" ucap kia
sei pun terpaksa ikut makan bersama mereka
__ADS_1
siang harinya, sei menemui device untuk bertanya lebih lanjut di halaman luar istana
"eh device, kenapa sih aku tiba tiba ada di kerajaan ini"
"tolong jawab dengan jujur ya" ucap sei
dan device pun langsung memberitahukan apa yang terjadi kepadanya dengan lengkap
mendengar semua hal tersebut, sei tidak percaya bahwa ayahnya telah merasukinya untuk berbuat jahat
"kok bisa sih ayahku seperti itu..."
"dia mampir ke kamarku sebentar untuk memberitahukan bahwa besok ayah akan pergi keluar kota"
"tapi ternyata ayahku telah berbuat jahat dengan memanfaatkan tubuhku" ucap sei yang seakan tidak percaya
"jadi, apakah ayahku benar benar jahat?" tanya sei
"tidak sepenuhnya jahat"
"karena dia juga sempat bilang bahwa aku harus merahasiakan kematiannya agar kamu bisa tenang, dan ayahmu juga memberi buku ini sebelum aku membunuhnya" ucap device sambil menunjukkan buku yang dimaksud
"dan setelah saya membaca buku ini, saya jadi tahu perjuangan ayahmu itu seperti apa"
setelah itu sei langsung menangis dengan kencang sehingga membuat yang lain mendengar suara tangisan tersebut
"hei, apa yang kau lakukan?!" tanya nia
"apa kau memberitahukan semuanya?" tanya raja leon
"secara singkat, iya." jawab device
karena itu semua orang jadi menyalahkan device karena memberi tahu semua hal yang belum diketahui sei
"kenapa kau memberitahukan semuanya!!" ucap nia dengan kesal
"bukannya sudah diperingatkan agar tidak memberitahunnya" ucap raja leon
karena suasana tersebut menjadi berisik, device pun menyuruh mereka semua untuk diam
"BISA DIAM NGGAK SIH!!" ucap device dengan
seketika itu keadaan menjadi hening
__ADS_1
"saya kasih tahu semuanya itu karena aku tahu sei itu kuat..."
"makanya saya kasih tahu semuanya..." jawab device
"bukannya itu bisa menyebabkan trauma?" tanya prime
"ya memang benar bisa menyebabkan trauma, tapi saya tahu bahwa sei walaupun seperti terlihat polos namun hatinya sangat kuat untuk menahan berbagai rasa sakit" jawab device
"berarti harus dikasih rasa sakit gitu biar kuat?" tanya kia
"ya, karena jika tidak diberi rasa sakit gimana hatinya mau kuat" ucap device
karena perkataan tersebut, sei langsung berubah wajah menjadi normal seperti biasanya
"btw, terimakasih ya device karena sudah memotivasi ku"
"kalau aku tidak diberi tahu semuanya mungkin aku akan lemah"
"rapi sekarang aku harus bangkit dan menghadapi kenyataan" ucap sei
"sudah dibilang kan..." ucap device
"tapi aku masih tidak suka dengan cara kamu memberitahu kepadanya semua hal itu" ucap raja leon
"ya, saya sendiri juga tidak suka dengan ide tersebut"
"tapi mau bagaimana lagi, itu harus dilakukan"
"dan itulah namanya perjuangan orang dewasa yang penuh dengan rasa sakit" ucap device
setelah itu mereka semua melakukan pekerjaanya masing masing sambil merenungkan kata kata tersebut
saat device berada di kamar, prime menemuinya untuk berbicara lebih lanjut
"jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya, karena sepertinya misi menyelamatkan dunia sudah berhasil dilaksanakan" ucap prime
"pulang kan?"
"sama saya juga merindukan rumah"
"tapi disatu sisi saya senang berada disini, dan saya harus memberikan keputusan secepatnya"
"tapi sebelum itu, kita akan mengajari mereka hal hal yang ada didunia kita"
__ADS_1
"jadi begitu ya..." ucap nia sambil menguping pembicaraan