The Born Of Swordsman_Code: Honor

The Born Of Swordsman_Code: Honor
Chapter 24: Rehat


__ADS_3

malam harinya prime dan device pun berjaga agar keadaan menjadi aman...


prime pun kembali membahas mimpi device yang masih membuatnya bingung


"hmmm, jadi sei benar benar masih hidup ya?" tanya prime


"ya, dan kali ini sei benar benar niat untuk membunuh kita, termasuk raja leon..." ucap device


"jadi, sehabis dari kerajaan fraucht kita harus apa???" tanya prime


"setelah itu kita harus berdiskusi masalah ini dengan kerajaan lain tentunya, karena visi misi sei adalah ingin menguasai dunia chors ini..." ucap device


lalu prime pun curhat bahwa ia rindu dengan rumahnya


"aduh bahas kaya gini, malah jadi rindu rumah..." ucap prime dengan rindunya


"emang kita punya rumah??" tanya device dengan bercanda


"maksudnya rumah yang dititipkan ayah untuk kita..."


"jadi pengen kesana lagi, sama pengen ketemu ayah lagi...." ucap prime dengan rindu


"ya sama saya juga rindu, tapi apa yang harus kita kerjakan sekarang itulah yang harus diprioritaskan"


"setelah masalah sei ini sudah selesai, kita baru akan memikirkan cara kembali ke rumah..."


"ya walaupun mungkin setelah masalah sei ini akan ada masalah lain, tapi kita pasti akan pulang ya kan." ucap device sengan meyakinkan prime


setelah beberapa lama berbicara akhirnya tiga bersaudara pun bangun dan memberitahu bahwa sebentar lagi akan sampai ke kerajaan fraucht...


"lah udah bangun, jadi fungsinnya kita jaga disini ngapain, btw itu tidur apa bukan?" tanya prime

__ADS_1


"ya nggak apa apa, cuma jaga kereta kuda ini biar aman" ucap kia


"btw kita nggak tidur sih, cuma istirahat." ucap lia dengan tersenyum


"hmm yasudah berarti giliran kita yang istirahat..." ucap prime


saat prime bersiap untuk tidur, tiba tiba device menarik baju prime dan mengingatkan bahwa tidak ada waktu untuk beristirahat.


"oy, enak amat bisa tidur..."


"tidak ada waktu untuk beristirahat bagi laki laki, apa lagi dikondisi seperti ini..." ucap device


"maksudnya kondisi aptanya prime


"ya kondisi dimana kita sedang dihantui musuh, dan kita tidak tahu kapan musuh menyerang" ucap device


"ya betul itu, jadi jangan lupa ada wanita juga harus dijaga disini.." ucap nia


1 hari kemudian mereka pun sampai di kerajaan fraucht.


saat memasuki kota tresk prime lagi lagi kagum dengan kota tersebut karena banyak sekali senjata sihir yang berkualitas tinggi...


"woah bagus juga, banyak senjata berkualitas pula..." ucap prime dengan kagum


"oh tentu, mau cari gelang sihir, tongkat sihir dan jimat semua ada disini dengan kualitas tinggi dan terpercaya jadi nggak ada tipu tipu..." ucap nia


"jadi kita disini beli apa??" tanya prime


"ya terserah silahkan, tapi jangan mahal mahal karena kita hanya disediakan 5000 koin emas dari raja leon.."


"dan karena kualitasnya tinggi pasti hargannya juga tinggi, iya kan?" ucap device

__ADS_1


"ya, jadi walaupun kualitas tinggi dan terpercaya, tapi tetap harus pilih pilih dengan harga..."


"tapi tenang aja kok pedagang disini kalo diajak nego juga ramah, asalkan nawarnya yang masuk akal" ucap nia


"oh ya katannya ini tempat kelahiran kalian, kenapa nggak pulang kampung dulu???" tanya device


"ah itumah gampang..." ucap kia


mereka pun akhirnya membeli peralatan senjata sihir mereka sendiri dan uang yang diberikan raja leon dibagi rata.


sore harinnya mereka pun berkumpul setelah membeli senjata untuk pergi ke rumah orang tua dari tiga bersaudara


"oke jadi kalian beli apa aja?" ucap kia


"aku beli cincin demon ring harganya pas 1000 koin emas"


"lah, langsung dihabisin uangnya buat beli satu cincin..." ucap device dengan heran


"yoi, katanya ini yang terbaik..." ucap prime


"kalau aku beli red chain shuriken..." ucap lia


"hmm kalau yang lain..." ucap device


"aku dan kia belum beli apapun" ucap nia


"sama sih aku juga belum beli apapun"


"yosh sekarang mari kita pergi ke rumah orang tua tiga bersaudara...." ucap device


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2