THE BOSS

THE BOSS
Chapter 6


__ADS_3

"Kak Anna suka ailon men tidak?" Maksudnya iron man. Tapi karena lidah cadelnya jadi yaa begitu..


"Suka, dia keren dan kuat kan?" balas Anna.


Kini mereka sedang bermain di ruangan khusus yang dibuat Jeffrey untuk bermain Mark. Ruangan ini di dominasi dengan warna merah. Penuh dengan berbagai macam mainan. Dari bola bergambar semangka sampai figur-figur iron man ada.


Mark mengajak Anna bermain iron man. "Eung!" Mark mengangguk. "Ailon men sangaaat kuat. Dia bisa mengalahkan olang-olang jahat".


"Mark suka sekali iron man ya?" tanya Anna.


Mark mengangguk sambil terus memainkan robot iron man di tangannya.


"Kenapa?" tanya Anna lagi.


"Kalena ailon man sangat kuat dan baik. Malk ingin jadi kuat juga kalau sudah nesal Kak. Melindungi papa dan glanny. Dan Bibi Joe, dan Paman Meks dan juga Kak Anna".


Anna terkesiap, "Lho kok Kak Anna juga?"


"Kak Anna kan baik sama Malk".


Anna tersenyum, tangannya terangkat mengusap sayang kepala Mark.


"Baiklah, baiklah".


Mereka melanjutkan acara bermain bersama. Sampai tanpa sadar jam sudah nenunjykkan waktu makan siang.


'Tok tok tok'


Suara ketukan pada pintu ruang main terdengar. Mark dan Anna menoleh ke arah pintu.


"Masuk" kata Anna.


Seorang maid masuk ke dalam dengan membawa troli berisi makanan di atasnya. Ada dua piring pasta berbeda porsi, sepiring potongan buah semangka, semangkuk sosis goreng, segelas air minum dan botol minum bergambar iron man untuk Mark.


"Waktunya makan siang" katanya singkat.


"Mark waktunya makan siang. Mainnya kita hentikan dulu okay?" pinta Anna pada Mark.


Mark mengangguk, kemudian menaruh mainan iron man-nya di tempat asalnya. Anna merapikan mainan Mark yang lain. Membuat lantai berlapis matras itu bersih tanpa mainan.


Maid itu meletakkan makanan yang di bawanya di meja kecil yang tersedia di ruangan itu. Anna dan Mark menghampirinya. Duduk di hadapan meja yang penuh dengan makanan itu.


Maid itu membungkuk sebelum keluar bersama trolinya.


"Mark mau kakak suapi?"

__ADS_1


Mark menggelengkan kepalanya. "Malk kan sudah besal. Jadi halus mandili".


Anna terkekeh pelan, "Mandiri? Mark tahu apa itu mandiri? Wah pasti papa yang ajari yaa?".


"Iya.. Mandili. Makan dan mandi sendili". Mark mengambil garpunya, bersiap memakan pastanya.


Anna menahan tawanya dengan menggigit bibir bawahnya. Merasa gemas dengan anak majikannya ini.


"Ayo makan kakak.. habis ini kita main di lual".


"Iya iya sayang" Anna mengelus lembut kepala Mark, lagi.


Mark terdiam ketika Anna mengelus kepalanya dengan sayang. Rasanya berbeda dengan tangan papanya yang biasa menyentuh kepalanya. Membuatnya ketagihan. Ingin selalu di sayang Anna.


Mengalihkan atensinya dari pasta, Mark menatap Anna di sampingnya yang sedang lahap makan pasta. Kapan lagi coba makan makanan enak dan gratis?


Merasa diperhatikan, Anna menoleh setengah menunduk menatap Mark. "Oh. Ada apa Mark?"


Mark menggeleng. Dia diam tak mengeluarkan suara. Membuat Anna khawatir. Anna menyentuh pipi anak itu, "Kenapa Mark?"


Pipi Mark tanpa sadar memerah. Dilihatnya Anna sangat cantik. Cepat-cepat Mark menunduk. Menggulung pasta dengan garpunya dan menyuap banyak-banyak ke dalam mulutnya. Tampaknya Mark sudah jatuh dalam pesona Anna.


Anna menatap aneh Mark dan memilih melanjutkan makannya.


...----------------...


"Walaupun kau sahabatku setidaknya ketuk pintu dulu John. Lihat kita berada dimana" kata Jeffrey, merasa terganggu.


"Ayolah, pekerjaan kita sudah selesai Jeff". Johnny duduk di kursi seberang Jeffrey. Terhalang sebuah meja kerja milik Jeffrey.


"Mark sudah menelpon hari ini?" tanya Johnny.


Jeffrey menggeleng. Kembali menyeruput kopinya. "Tidak ada".


"Tumben sekali, biasanya dia meneleponmu"


"Yah, dia pesan buah semangka tadi pagi. Padahal di rumah juga ada. Tapi apapun itu aku akan bawakan untuknya".


"Ya ya.. kau ayah idaman. Tapi langka sekali Mark tidak meneleponmu. Sudah lewat jam makan siang pula".


"Mungkin dia sedang asyik bermain dengan teman barunya".


"Baiklah. Tidak ada jadwal meeting atau apapun lagi hari ini. Aku pulang duluan" Johnny beranjak dari duduknya.


Baru saja akan keluar, Johnny kembali berbalik. "Ah ya, tentang babysitter baru Mark, datanya sudah ku kirim ke email-mu. Aku malas mencetaknya".

__ADS_1


"Sekretaris macam apa, cih" gerutu Jeffrey begitu Johnny menghilang dari ruangannya.


Kembali menyeruput kopinya, Jeffrey memikirkan sesuatu. Tentang anaknya yang tumben sekali tidak meneleponnya. Biasanya setiap hari dengan ada atau tidaknya yang Mark minta belikan, anak semata wayangnya itu pasti meneleponnya. Entah ketika ia sedang makan siang atau sedang meeting.


"Ah sudahlah.. Mark pasti baik-baik saja. Lagipula mana mungkin gadis itu berani mencelakai anakku di rumahku sendiri" monolognya.


Meskipun Jeffrey mengatakan itu, hati dan pikirannya tidak tenang. Tanpa menghabiskan kopinya yang tinggal setengah, Jeffrey berdiri sambil menyambar jas yang tersampir di sandaran kursi kerjanya.


Berjalan terburu-buru keluar dengan menenteng tas kerjanya. Menemui Mark lebih baik dari pada diam dengan pikiran tak karuan.


...----------------...


Suara tawa Mark begitu menggema di heningnya suasana mansion. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, tapi mereka berdua; Anna dan Mark masih asyik bermain kejar-kejaran di taman belakang mansion.


"Ayo tangkap aku.. Hahahaaa, Kak Anna tidak menangkap Malk, wleee" ejek Mark pada Anna yang mengejar di belakangnya.


"Rawwrr monster akan menangkap Mark sebentar lagi" Anna berlari kecil mengejar Mark. Sengaja memelankan langkah kakinya.


"Tidaakk.. jangan tangkap Malk" Mark berteriak keras. Ia terus berlari menghindari Anna.


"Masa Iron Mark menghindari Monster Anna? Takut yaaa.." Anna mencoba memprovokasi Mark.


Bingo! Mark menghentikan larinya lalu berbaik. Ia menatap Anna dengan tajam. Mark mengangkat sebelah tangannya dan membuka telapak tangannya, khas iron man.


"Hiyaaat" teriak Mark lagi. "Kalah kau Monstaa".


Anna menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri seolah menghindari serangan dari Mark.


"Tidak kena bweee" ejek Anna.


"Hh-" Mark menangkat sebelah tangannya lagi, membuka tangan khas iron man lagi. "Kali ini kau akan kalah... Hiyaaaat".


"Akh-" Anna memegang dadanya seolah terkena serangan dari Mark. "Khh- awas kau ya. Rawrrrr".


Anna berjalan kembali, akan mengejar Mark di depan saja. Mark berbalik kembali berlari menghindari kejaran Anna. Mark berlari ke arah kolam renang.


"Pelan-pelan Mark jangan berlari terlalu cepat" kata Anna memperingati Mark.


Mark tidak terlalu mendengarkan Anna. Dia terus berlari. Anna mengejar Mark lebih cepat. Pijakan kaki Mark tidak stabil karena licinnya pinggiran kolam renang berasal keramik itu.


Anna berhasil menggapai baju Mark ketika kaki Mark menginjak genangan air. Terpeleset akan jatuh. Anna menarik baju Mark dan-


BRUGH !!!


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2