The Chocolate Girl

The Chocolate Girl
Kemenangan


__ADS_3

Remaja itu berjalan pelan sambil menoleh ke kanan ke kiri, dirinya sudah seperti maling yang takut di tangkap. Setelah berhasil melewati pintu ia bernapas lega karena bisa keluar tanpa teriakan dari sang momy.


Ya dia adalah, Zafanya Rubby Rieger. Anak dari Martin Rieger dan Bellisa lexania, tak lupa ia juga mempunyai kakak laki–laki bernama Zaferkiano Elnato Rieger, mereka hanya terpaut 2 tahun.


Rubby gadis yang sangat cantik dan anggun tak luput kecantikan yang ia dapatkan adalah keturunan mamanya yang memang asli orang German.


Rubby memiliki badan yang ramping,seksi tinggi semampai, mempunyai rambut sebahu, kulit putih susu, hidung mancung, mempunyai mata coklat ke abu–abuan, bulu mata lentik membuatnya semakin diincar oleh lelaki siapa saja.


Malam ini Rubby mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata–rata menuju area balapan. Balapan memang hobinya, ia bahkan bisa mengalahkan siapa saja yang berani menantangnya.


Sesampainya ia turun, ia dengan cepat menangkap keberadaan teman–temannya Vio, Andin, Windy dan Dyra. Yang juga teman sekolahnya.


“Hai” sapa Rubby, ke-empat temannya langsung tersenyum sumringah akan kedatangan Rubby.


“Lama banget lo, darimana aja sih? Kita pada nungguin lo” celetuk Dyra. Andin, Windy dan Vio hanya mengangguk mengiyakan perkataan Dyra.


“Maaf maaf, gue takut momy tau jadi harus pelan–pelan keluarnya maka dari itu lama” jawab Rubby.


“Udah sono, katanya mau balapan. Tapi inget ya By harus hati–hati harus pentingin keselamatan” ceramahnya Windy, membuat semua orang terkekeh.

__ADS_1


“Iya, makasih udah diingetin” dengan segera Rubby berjalan ke arah mobilnya lalu melakukannya di start balapan.


Acara balapan liar itu sangat memanas, teriakan demi teriakan terdengar bergemuruh. Rubby yang saat itu santai tak terburu–buru, ia tahu siapa. Lawannya, Zen. Cowok yang sering menantang Rubby tapi hasilnya tak pernah berubah, selalu Rubby yang menang.


Kemudian saat Rubby terlihat santai ia sudah tersalip oleh Zen, melihat kesantaian Rubby, hal itu membuat peluang bagi Zen untuk menang.


“Huh, lo nggak akan menang Rubby”


Zen yakin dirinya akan menang, tetapi tidak semudah itu untuk melewati Rubby. Cewek yang suka dipanggil The Queen Devil oleh orang–orang termasuk temannya.


Rubby akan sangat kejam ketika ia berkelahi ataupun balapan. Ya itulah kebiasaan buruk seorang Rubby PC saat dirinya sudah emosi.


Santainya Rubby mengklakson memberi isyarat jika Zen sudah tidak akan bisa menang lagi lalu Rubby menyalip mobil Zen hingga menuju Finish.


“Ck, sial” umpat Zen.


Dan, yeyyyyyy..... Itulah suara teman–teman Rubby memberi selamat .. Lagi–lagi dia menang lagi. Rubby menang yang entah keberapa kalinya.


“Gue udah pernah bilang sama lo, jangan macem–macem sama gue. Lo bakalan tau akibatnya” ucap Rubby, ia sudah memperingati Zen agar tidak berani mencari masalah tapi apa, tetap saja ia mencari gara–gara.

__ADS_1


“Nggak usah sok deh lo, pasti lo curang kan” ucap Zen tak terima atas kemenangan Rubby.


“Kalah–kalah aja, nggak usah ngefitnah temen gue juga, bisa kan” sahut Vio emosi melihat Zen yang tak terima.


“Untung lo cewek” ketus Zen.


“Kenapa emang? Lo mau mukul? Mending mainnya sama gue aja, mau baku hantam ayok gue ladenin kok” celetuk Rubby habis kesabaran meladeni Zen, ia sudah menerima tantangan tapi dia masih kurang terima.


Zen gemetar “Awas ya kalian, gue bakal bales” Zen berlari menghindari Rubby, ia tidak mau memancing amarah Rubby.


“Dasar cemen lo” teriak Windy.


“Takut sama lo By, memang benar–benar kamu the Queen devil kuh banget deh” Dyra memberi jempol dua ke depan wajah Rubby.


“Gue balik ya, takut momy keburu bangun” seru Rubby.


“Oke hati hati”


Rubby hanya membalas sebuah ibu jari yang menyatu dengan telunjuk membentuk lingkaran👌lalu berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2