
Sesuai janji yang diberikan oleh El kemarin malam untuk diantar dan jemput sekolah kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Rubby.
Rubby keluar mobil, sebelum berjalan ia menghampiri kakaknya untuk ritual sebelum mereka berpisah. Cipika-cipiki mungkin terdengar lucu, tapi itulah kebiasaan kakak adik yang satu ini.
Cup.
“Belajar yang pinter, nanti kakak jemput”
Setelah itu El melajukan mobilnya menuju tempat buku, sedangkan Rubby berjalan gontai menuju kelas.
“Hai pagi gaes, lagi ngapain kalian?” ucap Rubby baru saja datang.
“Benerin tugas”jawab Selin masih fokus ke pr.
“Oh”
🍫🍫🍫
Tringg..
“Kantin yuk!” ajak Afni, Selin dan Rubby mengangguk pertanda setuju.
Mereka berjalan sambil berbincang-bincang riang sampai tanpa sengaja mata Rubby menangkap sebuah pemandangan tak mengenakan.
Entah mengapa dadanya seperti sesak, padahal dia sama sekali tak menyukainya. Yaps, Rubby melihat Haru sedang menggenggam tangan perempuan, apalagi perempuan itu sedang duduk berdempetan dengan Haru.
Rubby berjalan dengan tatapan datar dan dingin.
“Kalian mau pesen apa?” tanya Afni.
“Samain aja”
Selin sedari tadi melihat Rubby bersikap aneh merasa ada yang salah dengan dirinya. Selin menyipitkan matanya melihat Haru dan Viola.
Perlahan lahan Selin faham.
__ADS_1
“Lo cemburu?” tanya Selin tiba-tiba, Rubby menggelengkan kepala.
“Trus kenapa kok kusut gitu? Hayo ngaku aja deh, lo cemburu kan? Kan kan” goda Selin menaik turunkan alisnya.
Rubby hanya diam saja tak menjawab ucapan Selin. Yang menggoda hanya terkekeh melihat tingkah Rubby.
Rubby melihat Haru seolah tak terima dia dekat dengan orang lain. Haru merasa jika dirinya berhasil membuat Rubby marah ia tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah Rubby.
“Lo nggak mau makan By?” tanya Afni.
“Gak nafsu”
“Terus ini gimana?” tunjuk Afni ke somay.
“Makan aja deh, gue masih kenyang”
“Kenapa sih lo?” Rubby tak bergeming.
“Cemburu biasa” jawab Selin, Afni mengerutkan dahi tak paham.
“Jangan kayak gitu dong, kamu harus tetap makan” bujuk Afni.
“Gue minum udah kenyang”
“Sesuka lo deh By” sahut Selin
Disisi lain...
“Lo liat deh Ru, kayaknya rencana lo berhasil deh” ucap Ken.
“Menurut gue sih mendingan jangan kayak gini caranya. Daripada dia nggak mau deket lo lagi karena kecewa” sahut Kevin. Haru langsung melepas genggamannya.
“Kalian lagi bahas apa sih?” tanya Viola.
“Nggak perlu tau”
__ADS_1
“Bener tuh apa kata Kevin, kali ini gue setuju sama dia. Kehilangan baru tau rasa lo”
Haru memikirkan ulang perkataan temannya tapi dirinya sudah bertekad untuk melakukannya karena kejadian tadi pagi, waktu Rubby di cium kakaknya. Pasalnya Haru belum tau jika Rubby memiliki kakak laki-laki.
“Tenang aja gue cuman ngetes dia doang, dia beneran suka apa enggak sama gue” ucap Haru sambil kembali menggenggam tangan Viola.
“Awas lo ye kalo kena balesannya” ketus Julio.
“Tau tuh, lo liat tuh Rubby ngelihatin mulu dari tadi”
“Gue yakin kalo dia suka sama lo”
Haru semakin senang melihat Rubby cemburu ia lebih memanaskan suasana dengan menyuapi Viola makanan. Tapi tiba-tiba Rubby menggebrak meja lalu pergi.
“Noh liat noh, gabur dia lo harus tanggung jawab” ucap Julio. Haru tersenyum penuh kemenangan.
“Entar juga kalo gue udah bertindak dia juga nggak bakal ngambek lagi”
“Ya ya ya, gue percaya sama lo deh.. Sahabat kita kan paling pinter yang namanya ngambil hati cewek”
“Gue nggak percaya kalo lo bisa baikan sama Rubby” ragu Ken.
“Lo ngeraguin gue? Lo gak percaya sama gue?” ucap Haru.
“Bukannya gue nggak percaya dodol maksud gue, lo emangnya bisa bikin dia suka sama lo lagi. Nah pertanyaan sekarang gini, emang dia suka sama lo?” jelaskan Ken.
“Pasti suka lah, nggak ada yang nggak suka sama gue di sekolah ini termasuk dia” ucap Haru percaya diri.
“Serah lo dah, semerdeka lo aja. Puyeng gue mikirin lo”
“Ditinggal baru tau rasa lo”
“Tinggal gue cariin dia”
“Sok tau banget lo sama Rubby, baru juga kenal sok sokan kenal”
__ADS_1
“Diem deh lo, berisik” gertak Haru, ia lagi memikirkannya gimana caranya bisa membuat Rubby mengaku suka sama dirinya.