The Chocolate Girl

The Chocolate Girl
momy marah


__ADS_3

Rubby berjalan mengendap–endap, ia menyusuri rumahnya yang sudah gelap karna lampu rumah dimatikan jika ia menghidupkan lampu takutnya momy nya akan bangun. Ketika kaki kirinya akan melangkah menaiki tangga sebuah cahaya tiba–tiba hidup.


Itu adalah lampu rumahnya yang di hidupkan oleh seseorang, Rubby membalikkan badannya yang mendapati Momy nya.


“Momy” ucap Rubby sedikit gelagapan “Kok belum tidur? Mau ambil minum ya?” Rubby mencoba mengalihkan perhatiannya.


“Darimana kamu? Jam segini baru pulang. Lihat itu sekarang jam berapa?”


Rubby melihat jam dinding yang sudah menandakan pukul 12.30


“Momy ngapain nanya jam, kan sekarang setengah satu” Rubby mencairkan keadaan tapi nihil, Lisa menatap tajam anak gadisnya.


“Jangan mengalihkan perhatian momy Rubby! jawab mama! Dari mana kamu?” suara Lisa kian menjadi tinggi.


“A–anu m–mom, a–ku dari..” Rubby mengehentikan perkataannya.


“Dari mana Rubby?”

__ADS_1


“Balapan” pandangan Rubby saat ini tidak menatap wajah Lisa, ia tau jika Lisa sudah emosi berubah.


“APA” teriak Lisa, sampai membuat Martin keluar kamar.


“Ada apa sih mom?” tanya Martin masih kriyip–kriyip.


“Ini ni anak gadis mu, malam–malam baru pulang, katanya habis pulang balapan. Padahal momy sudah bilang jangan lagi balapan, tapi apa, Rubby sama sekali tak mendengarkan ucapan momy nya entahlah dulu seperti apa aku melahirkan dia” keluh momy berkacak pinggang dengan Rubby.


Melihat Lisa marah hati Rubby sangat sakit, apalagi di marahi momy nya ia sangat tidak suka. Siapa juga yang suka dimarahi!. Kini Rubby mendekati Lisa memeluknya dari belakang.


“Momy, jangan marah! Rubby janji nggak akan lagi balapan deh, tapi momy jangan marah” ucap Rubby memelas. Lisa sebanarnya tidak bisa marah, ia hanya memberi peringatan saja untuk Rubby.


“Siap ibu negara” ucap Rubby sambil hormat pada momy nya.


“Sekarang kamu tidur!, momy masuk kamar! Ganggu tidur dady aja” celetuk Martin kembali menguap. Segera Rubby berlari ke atas menuju kamarnya.


🍫🍫🍫

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 06.20 dengan santainya Rubby belum bangun ia masih bermimpi indah, sampai pada akhirnya suara teriakan menghancurkan segalanya.


Spontan Rubby mendengar langsung beranjak ke kamar mandi takut jika Lisa akan mengguyur nya dengan air lagi. Kekuatan ibu memang tiada duanya.


“Rubby” teriak Lisa sambil menggedor–gedor pintu kamar Rubby.


“Rubby, bangun sudah pagi. Kamu harus sekolah!” kembalinya teriakan Lisa.


“Iya mom, bentar lagi selesai” jawab Rubby, Lisa menarik nafas lega tanpa menghabiskan energi buat membangunkan Rubby.


25 menit kemudian Rubby sudah cantik dengan baju sekolah yang ia kenakan ditambah rambut yang terurai, dan tas coklat yang terpasang manis di punggung Rubby.


“Pagi momy, dady, kak El” sapa Rubby, ia langsung duduk berhadapan dengan kakaknya. Ia segera menyeruput susu coklatnya dan melahab roti berselai coklat miliknya.


Rubby suka sekali dengan warna coklat, intinya yang berhubungan dengan warna coklat, Rubby selalu suka. Tak salah jika ia dijuluki princess chocolate ya itulah yang menggambarkan Rubby.


“Rubby duluan ya momy, dady, kak El.. Papay” pamit Rubby mencium tangan Martin, Lisa dan tak lupa dicium oleh El kakaknya. Itulah menjadi kebiasaan antara El dan Rubby.

__ADS_1


“Assalamualaikum”


“Waalaikumsalam, hati–hati sayang jangan ngebut–ngebut!” ujar Lisa, Rubby hanya membalas dengan sebuah jempol.


__ADS_2