
“Lo itu siapa? Tanpa lo, gue bisa dengan mudah ngasih tau bokap gue nyuruh nyabut beasiswa dia” enteng Rachel membuat Afni ketakutan.
“By biarin gue bakal lakuin ini” Afni takut, benar-benar takut jika hal itu terjadi.
Rubby sudah tak bisa menahan amarahnya lagi “Kalo beasiswa lo di cabut, gue bakal biayain sekolah lo sampe lulus. Lo tenang aja, temen Rubby nggak boleh ngejatuhin harga diri buat cewek munafik kayak dia” kata Rubby sangar lalu merebut paksa botol minuman di tangan Caca dengan cepat menyiramkan ke wajah Rachel lalu mendekatinya.
“Hah berani banget lo sama gue” ketus Rachel melihat badannya disiram air.
“Gue nggak takut sama lo Rachel Pradita Glenn, lo itu cuma sebatas debu yang nempel di baju bagi gue, jadi ga usah macem macem sama gue,heh” ucap Rubby sambil mencekal kerah baju Rachel menatap bak iblis yang akan menerkam Rachel.
Melihat tatapan tajam Rubby Rachel sedikit ketakutan. Lalu Rubby menjatuhkan Rachel, Rachel terduduk di lantai Rubby mendekatkan bibirnya ke daun telinga Rachel.
“Lo ga usah cari masalah sama gue, kalo lo masih sayang nyawa lo” bisik Rubby, Rachel merinding mendengar ucapan Rubby. Rubby berdiri mendekati Afni dan Selin tak lupa ia juga mengatakan.
“Buat kalian yang ada disini, kalo ada yang berani sama temen-temen gue, kalian akan berakhir sama seperti dia” tunjuk Rubby pada Rachel lalu pergi ke kantin.
Di sisi lain..
“Kucing kecil yang liar” ucap Haru sudah melihat kejadian itu.
“Baru kali ini gue ngelihat ada yang berani sama Rachel dkk” seru Julio.
“Gue suka gayanya Rubby, menarik njirr” kata Kevin langsung dapat pelototan Haru.
“Lo ngga usah ganggu mainan gue deh.. Nyari sendiri sono”ketus Haru, teman temannya tertawa.
__ADS_1
“Ya elah, diembat juga tu cewek. Lo kan udah banyak bagi bagi napa sih” kata Ken menaikkan alis ke Haru.
“Lo ngajak gue duel”
“santai men, becanda ”
Melihat tingkah laku Haru. Kevin, Julio dan Ken tertawa geli.
🍫🍫🍫
Kantin...
Rubby memesan Es chocolatos dan somai seperti biasa banyak tatapan kagum, takut dan sinis ke Rubby namun yang ditatap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.
Ya begitulah Rubby jika di ganggu kehidupannya, meskipun hanya teman baginya seperti keluarga yang harus dilindungi jika mereka lemah.
“Makasih buat apa?” seolah Rubby langsung melupakan kejadian tadi.
“Soal yang tadi, makasih udah belain gue”
“Santai aja kalik lo kan temen gue, nggak tega gue kalo harus diam aja. Seharusnya lo itu ngelawan bukan malah dilawan makin ngelunjak dia kalo ditakutin” seru Rubby menasehati Afni.
“Tapi kita semua bisa apa By, di paling berkuasa di sekolah kita” sahut Selin.
“Apalagi gue, cuman rakyat rendahan mana berani ngelawan dia” Afni tertunduk malu dengan keadaannya.
__ADS_1
“Emangnya nyokap sama bokap lo dimana?” tanya Rubby pada Afni.
“Bokap gue udah meninggal 3 tahun yang lalu, nyokap gue udah nikah lagi sama orang kaya. Tapi suami barunya nggak nerima gue sama adik gue, gue dititipin ke nenek gue yang sudah tua. Mungkin gue dikirimin sebulan hanya cukup buat makan dan biaya sekolah adik gue jadi gue giat belajar supaya dapat beasiswa full tapi sekarang kayaknya bakalan dicabut” Afni seperti mengeluarkan uneg-uneg nya, Rubby dan Selin prihatin melihat keadaan teman satunya itu.
“Yang sabar ya, Ni. Gue tau lo kuat kok” Selin mencoba memberi semangat.
“Seandainya beasiswa lo di cabut gue bakal biayain sekolah lo sampek lulus, gue nggak pernah main-main sama omongan gue” Afni menatap sendu Rubby lalu memeluknya.
“Makasih By, tapi nggak perlu. cukup lo ada disaat gue butuh itu udah buat gue seneng” Afni menangis di pelukan Rubby, tak tega dengan Afni Selin juga memeluk kedua sahabatnya terjadilah ketiganya berpelukan.
Bukan Rubby namanya jika ia tak menepati omongannya, apa yang Rubby katakan tidak akan pernah dusta. Ia selalu menepatinya meskipun dirinya baru kenal dengan Afni.
Karena ucapan adalah harapan, itu pikirnya selama ini, mangkanya kenapa Rubby selalu menepati omongannya karena tanpa sengaja ia sudah menjanjikan sesuatu ke orang lain dan janji harus di tepati tidak boleh sampai diingkari. Itu ajaran Orang tua Rubby.
“Gue bakal tepatin omongan gue” paksa Rubby.
“Nggak perlu Rubby” tolat Afni, ia tak mau membebani sahabatnya.
“Gue pernah janji sama diri gue sendiri, akan selalu nepatin setiap perkataan gue ataupun janji yang gue omongin. Gue bakalan tepatin, itu pendirian gue, lo juga harus punya pendirian supaya lo nggak gampang di jatuhin kalo gue nggak ada di sisi lo” ucapan Rubby membuat Afni benar-benar bungkam.
“Makasih ya, gue akan balas saat gue udah mampu”
“Lo nggak perlu balas, cukup kalian jadi temen gue, itu semua balasan terbesar bagi gue”
“Best friend forever” ucap Selin sambil memeluk kembali Rubby dan Afni.
__ADS_1
Mereka bertiga berpelukan di kantin, ada yang melihat ada juga yang cuek.. Mereka lebih mementingkan urusannya dari pada ikut campur masalah nggak penting.