The Chocolate Girl

The Chocolate Girl
Pengakuan Haru.


__ADS_3

Sepulang sekolah Rubby langsung pulang biasanya dia masih mampir ke suatu tempat merilekskan sejenak pikirannya. Tapi sekarang karena ancaman Lisa ia tak bisa berkutik apa–apa.


Rubby melihat jam dinding yang sudah memasuki petang, Rubby malas, gabut, dan mager itulah yang mendominasi dirinya saat ini.


Ceklek..


“Sayang tolong bantuin momy masak! Kamu kan nggak ngapa-ngapain” seru Lisa, Rubby beranjak dari kasur mengikuti langkah Lisa dari belakang.


“Momy mau masak apa?”


“Momy malam ini mau masak ayam bumbu kare sama udang goreng, emangnya kamu mau makan apa sayang?nanti momy buatin” ucap Lisa pada Rubby.


“Nggak usah mom, Rubby makan apa yang momy masak aja” Lisa tersenyum sambil mengelus pucuk rambut Rubby.


Ting nong... Ting nong..


“Sayang tolong bukain, mama lagi goreng udang” Rubby berjalan ke arah pintu.


ting nong..ting nong..


“Iya gue buk–ain” suara Rubby terpotong karena melihat siapa yang datang “Lo lagi lo lagi, ngapain kesini.. Lo nguntitin gue ya” Haru mendengus sebal.


“Nih” Haru memberikan sekotak tupperware berisikan Brownis kesukaan Rubby.


“Tumben lo baik, thanks ya” Rubby membuka tupperware  itu lalu memakannya didepan Haru tanpa ada rasa malu.


“Et.. Tunggu dulu, dalam rangka apa lo ngasih gue? Dan, tau dari mana lo rumah gue? Lo ngikutin gue ya” Rubby mengintrogasi Haru dengan berbagai pertanyaan.


“Enak aja gue ngikutin lo, gue baru pindah rumah dan gue nggak tau kalo rumah lo itu di depan rumah gue, ini dari nyokap gue suruh kasih ke tetangga gue juga nggak tau lo itu tetangga gue sekarang” ketus nya


“Ga usah ngegas bisa gak! Jadi lo tetangga baru gue? Nggak bener ini” Rubby menggeleng-gelengkan kepalanya. Haru merasa cewek yang didepannya ini konslet.

__ADS_1


“Gimana brownis dari gue? Enak kan?”


“Enak sih, tap–” sebelum menyelesaikan perkataannya sudah dipotong Haru.


“Jelas lah enak, orang brownis dari orang manis kek gue. Pasti enak” Haru benar benar mudah besar kepala.


“Hah elo manis, yang ada butek kalik” sinis Rubby.


“Mata lo buta ya, orang ganteng kek gini dibilang butek”


“Aduh sakit mata gue ngelihat orang kelebihan narsis kek lo”


“Dasar cewek ga jelas”


“Lo yang nggak jelas”


“Lo”


Mendengar keributan diluar, Lisa merasa terganggu ia melihat apa yang terjadi.


“Ada siapa By?” tanya Lisa.


“Saya Haru tante, tetangga baru sekaligus pacarnya Rubby” Haru menyalimi tangan Lisa. Mendengar perkataan Haru yang aneh sekaligus ngelantur Rubby melotot ke arah Haru. Lisa terkejut mendengar ucapan Haru bahwa ia pacar anak gadisnya.


“Rubby gitu ya, punya pacar nggak bilang momy”


“Dia bukan pacar ku mom, dia nipu” bela Rubby.


“Mana mungkin saya nipu tante, buktinya saya bawain makanan kesukaannya Rubby, brownis ” Haru sudah yakin dirinya akan menang.


“Tu bener kata nak Haru, memang kamu kan suka brownis sayang sudahlah tidak usah malu momy setuju kok, kelihatannya nak Haru juga anaknya baik, sopan, nak Haru besok malam tante undang makan malam di rumah tante ya bilang sama orangtuanya juga suruh datang”  seru Lisa, membuat Rubby semakin kesal dengan Haru.

__ADS_1


“Pasti kami datang tante ”


“Loh kok masih panggil tante sih, panggil momy dong kan calon mertua”


Sepetinya momy nya benar benar menyetujui dirinya dengan Haru.


“Haru pergi dulu ya mom, sudah mau malam. Haru pamit, Assalamualaikum” ucap Haru sopan.


“Waalaikumsalam nak Haru”


Rubby masuk kedalam rumah dengan raut wajah lesu sambil memakan sisa brownis. Saat makan malam terlihat sepi hanya tautan sendok dan garbu yang mengisi suara.


“Kemana El?” tanya Martin.


“Dia sedang menginap di rumah temannya yang dekat dengan kampus dia menginap 2 hari karena jadwalnya masuk pagi” jelaskan Lisa, Martin hanya mengangguk faham.


“Oh ya Sayang, anak gadis mu itu ternyata sudah punya pacar apakah kamu tau dia siapa? Tetangga baru kita entah itu sebuah kebetulan apa memang mereka berjodoh” ucap Lisa kegirangan melihat Rubby mempunyai pacar.


Tidak seperti orang tua pada umumnya yang melarang anaknya mempunyai pacar. Berbeda dengan Lisa, ia lebih suka melihat Rubby akrab dengan laki-laki, selama ini memang Rubby tak suka pacaran. Kok pacaran, melirik laki-laki saja dia ogah.


lisa hanya takut jika Rubby terus-menerus seperti itu akan membuat dirinya dijauhi laki-laki. Maka dari itu Lisa tidak mempermasalahkan tentang status Rubby yang pacaran selagi tidak mengganggu sekolah.


“mom, I'm not dating our new neighbor!” pekik Rubby kesal melihat Lisa lebih percaya dengan Haru ketimbang anaknya.


“Rubby sayang kamu tidak usah malu dengan mommy sama daddy” goda Lisa.


“Aku memang nggak pacaran sama Haru, daddy percaya kan sama Rubby?”


“No problem sayang jika kamu memang benar-benar pacaran. Daddy setuju saja tapi ingat, nilai tidak boleh turun.. Daddy percaya kamu tidak akan macam macam”


“Ihh nyebelin banget sih daddy sama mommy nggak percaya an sama Rubby” kini Rubby menekuk mulutnya, Martin dan Lisa hanya tersenyum melihat tingkah laku lucu Anaknya.

__ADS_1


__ADS_2