
hari suda sore kumpulan sosialita telah selesai acaranya, rumah kembar seperti biasa namun tidak dengan dekorasi itu, nyonya Listya melarang untuk mengganti ataupun memindahkan, kerna dekorasi itu terlalu perfek dilihat bahkan semua teman-temannya terpukau dan ingin punya tata ruang seperti ini.
loh mam, kok ruangan makan kita berubah. kaget semua penghuni rumah itu kecuali Listya dia hanya tersenyum simpan, iya jelas emang kalian pikir saya berselera rendah. semua mereka tertawa ria Aellino baru datang bergabung di meja makan, mereka makan tanpa bersuara. disela-sela makan Aell sempet mencari sosok seorang namun tidak dia lihat, aja sudahlah melanjutkan makannya.
selesai makan semua penghuni suda pergi lalu Johana di panggil datang makan terakhir, tidak bisa diibaratkan mending dia makan di belakang sama para pelayan.
Suda seminggu setelah hari pernikahan, hari ini waktunya pemeriksaan kandungan Johana.
Johana kesana kemarin dikamar bagaimana jika aku benar-benar hamil apa mereka akan mengambil anakku, yah Tuhan aku tidak mau. tolong bantu aku jika kamu ada di perut mama, bersembunyila dari orang yang mau memisahkan kita. tetapla bersama yak kesalahan mama, kita perlu banyak bersabar agar Tuhan membatu kita" ucap Johana sambil mengusap perutnya yang rata itu.
bunyi telpon Johana, ada nomor baru entah itu siapa. Johana ragu untuk menerima Panggilan itu, tarik napas pelan akhirnya dia menerima.
......."dari seberang sana.
hallo selamat pagi , maaf ini sama Siapa?." sopan Johan.
saya Jeanette yang kemarin meminta nomer telpon mu, untuk mencari pembantu itu" bohong Jeanette
oh iya nyonya, tapi maaf nanti saya hubungan balik??. saya masi mau ke rumah sakit."ucapnya sopan.
apakah Anda sedang sakit Johana,? sayakan anak teman bos kamu, boleh saya tahu kemana nanti kamu berobat??
lalu kamu di antar siapa sementara disini kamu gak punya keluarga kan??.
"Jeanette bertanya tidak sabar.
diam sejenak Johan berpisah sepertinya Tuhan Meno dia lewat wanita ini,,
ohh iya saya tidak sakit cuma mau check up kandungan untuk berkas nikah nona. "jawab Johana
ohhh Johana kamu bahkan menutupi dengan baik niat buruk mertuamu, dalam hati " Jeanette
ohww begitu, bagusnya di rumah sakit kasih bunda itu dokter andin alhinya," pancing Jeanette.
__ADS_1
oh nona benar dia dokter andin, kata ibu sama pak Aell."ceplos Johana.
oh begitu, baiklah kamu hati-hati dijalan "pamit Jeanette dan mematikannya sambungan telpon.
Sabar Johana dia hanya bertanya tidak menawarkan bantuan, sabar kamu harus sadar dia orang kaya kamu siapa???.
*
*
*
*
*
Suda seminggu Giska menikmati hidupnya didalam jeruji besi itu, setiap hari Winda dan Gino gantian membesuk dia. membawakan makanan berbicaralah lewat selah pagar besi itu. hari ini Gino datang membawaka dia piza kesukaan kakak nya itu, mereka dua makan dan berbagai canda tawa. di pojok sana ada seorang berdiri melihat dari jau, tadinya di juga mau membesuk tapi melihat dua orang itu sedang bahagia akhirnya diberheti sebentar. usai acara makan Gino pamit pulang kerna di harus menjemputnya orang tua Frank baru datang dari Jakarta di bandara. lima menit kemudian setelah perginya Gino, polisi memanggil lagi namanya saudara Giska Gabriella G. silahkan keluar Anda di tunggu seseorang di ruangan penyidik, Giska Langsung kesana dengan borgolan itu.
kerna dia tahanan ringan jadi masih bisa di besuk kapan pun.
Reno pun memulai, hummm apa kabar kamu."tanya Reno pada Giska
iya baik, seperti yang kau lihat." singkat giska.
gis, aku mau tanya kamar berapa kamu antar aku pada saat malam itu??." Reno kembali bertanya
aku lupah."semakin singkat
gis, tolong aku takut wanita itu akan segera hamil anak aku, lalu nanti dia kesulitan kerna tidak ada sosok suami. aku ingin menikahinya apalagi dia pada saat itu masih virgin."tutur Reno panjang lebar dengan raut berempati
Giska hanya diam memandang lurus, "aku benar-benar tidak tahu, dan cari tahu sendiri. aku menjebak mu benar adanya aku ingin tidur bersama mu tapi suda ada perempuan lain di kamar itu, artinya jebakanku pada mu gagal. dan saya menyesali atas perbuatan ku ini, dan tolong jangan datang lagi menemukan ku. sampai jumpa di pengadilan, saya permisi ."menundukkan kepalanya tanda hormat lalu Giska pergi.
sabar-sabar Giska,,"dalam hatinya menguatkan diri.
__ADS_1
gis,,.."panggilnya pelan entah apa Reno jadi terhenyu, sepertinya Giska punya dendam besar sama dia. tapi tetap Giska tidak menoleh sama sekali, lalu Reno pun pamit pada petugas untuk mengakhiri jam besuknya.
dalam perjalanan Reno terus bertanya-tanya kenapa aku merasa pikiran ku hanya pada dia, apa sebenarnya dia. ahhhhh tidak mudah,, tidak bukan dia. dia sekarang murahan buktinya dia kerja sama Frank di club sebesar itu.
Dikediaman wickher Jeanette dan Nathania menjalankan misi dari rumah kebetulan putrinya itu tidak kuliah,
Jen gimana uda dibalas belum?? tanya Nathania pada putrinya
bentar ma sabar..... sabar.... yak mama ku yang cantik."Jen menenangkan mamanya.
gimana gak sabar, mau lihat reaksi manusia itu ."senyum semirik.
derttt derttt.....
hallo...
..................." orang seberang
hmmm,, lalu..."tanya Jen pada orang suruhan itu.
................ begitu "orang seberang
hummm mantap kerja bagus, pastikan dokter andin tidak mengetahui. ok terimakasih.
gimana Jenn, gimana humm"tanya mamanya gak sabar.
entar aku telpon Johana dulu."skip berbicara sama mamanya, Nathania jadi makin penasaran kenapa anaknya ini belum membicarakan hasilnya.
kesana kemarin tidak jelas sampai Jeanette bilang.
"mammm kita berhasil, mom and daughter memang the best.
iya dong, harus so hmgana jadinya jennnnnnn"teriak Nathania.
__ADS_1
ok baik mam, tell me know oke." Jeanette sambil mengedipkan matanya.
gini mam, orang suruhan gue ngerusakin alat USG dok Andin. jadi gak ada hasilnya. tapi aku suda telpon Johana untuk selalu berhati-hati, kerna dia sebenarnya hamil. dan dia bilang mertuanya akan mempercepat perceraian jika Minggu depan Johana gak hamil.