
Giska pergi tanpa sepengetahuan Reno, pergi dengan tangisan yang memilukan. sesampainya di kos Gino masih tidur, Giska duduk dipinggir tempat tidur mengusap kepala Gino tanpa berkata apa-apa. kembali ke kamarnya dan tidur lagi, tidak lupa mematikan ponselnya.
Sebelum ke kosan nya, Giska sempat WA Winda untuk mematikan ponselnya dan dia juga mengambil data-data cctv club tanpa sepengetahuan Frank.
Giska cukup pintar di bidang IT, kerna dia DO di akhir semester pada saat kedua orang tuanya meninggal.
Gino pergi ke sekolah dengan motor Giska, kerena hari ini dia gak kerja. dia mengganti kartu lalu langsung menelpon frank bos nya.
hallo bos,, ini saya tri G,,, sssstttt diam-diam please."mohon Giska.
iya Giska kamu dicari Aellino, gawat Giska Aellino menuduh kamu menjebaknya."dia bahkan sudah melaporkan ke polisi.
iya gak papa nanti saya, menyerahkan diri. " ucap Giska.
kamu serius kenapa kamu tidak selesaikan baik-baik, tri G??" tanya Frank.
nggak papa, kak Frank aku tau club' mu diambang kehancuran. pasti idiot itu mengancam Kaka kan?"omong Giska menangis.
tidak Giska Kaka akan membawa kamu, walaupun sesalah-salahnya kamu. tetap kamu dan Gino adek kita." sambung istri Frank , colastika.
__ADS_1
baiklah kak, aku akan ke kantor polisi. tapi usai Gino pulang sekolah,"jawab Giska.
ok baiklah Giska, kamu santai saja tetap kakak bantu kamu." ucap frank dan mematikan Hp.
Di sebuah kamar hotel Johana menangis sejadi-jadinya, ahhh siall benar. coba gak ngebantu pasti gak gini jadinya, Giska Giska lihatlah sekarang aku jadi apa. dipikirkan Johan Giska dan Winda tidak terjadi apa-apa, padahal jika dia tau pasti mereka akan menyesal juga. huh huh, mana laki-laki sialan itu menuduh aku menjebaknya, jelas-jelas dia yang peluk aku erat-erat ahhhh aku Uda gak perawan lagi. "Johana menangis meraung tidak jelas.
tiba-tiba pintu kamar hotel diketuk, muncul Aellino dan dua orang polisi dan juga Jhonatan.
melihat mata bengkak Johana, Jhonatan merasakan hatinya seperti tersayat pisau tajam.
maafkan saya, sudah melibatkan kamu bermasalah dengan Aellino. akan aku tanggung jawab jika Aellino meninggalkan mu."dalam hati Jhonatan.
ayo nona, ikut kami ke kantor polisi sekarang."ucap sala satu polisi. pada saat polwan itu menarik kasar, Johana kaget menjerit nyeri dipangkal pahanya berdenyut hebat hingga air matanya jatu.
refleks Jhonatan suda menggendongnya namun Aellino dengan cepat mengambil alih dari gendongan Jhonatan laluh mereka berangkat bareng. kasusnya suda menghebohkan warga net, sehingga banyak wartawan meliput mereka namun Aellino kekeh untuk lanjut perjalanan mereka tanpah menghiraukan wartawan-wartawan itu.
sampai di kantor polisi Johana melihat Giska disana, tidak sepenuhnya Giska yang kemarin dia lihat. wanita itu terlihat tenang dan cantik dengan dandanan sedih elegan, Johana melihat sorot mata Giska ada sesuatu yang lain. Johana langsung menghamburkan dirinya memeluk Giska dan menangis tersedu-sedu, diselah tangisan giska membisikan sesuatu pada Johana dan dia hanya mengangguk pasrah .
usai dari kantor polisi Aellino, dan ke-tiga sahabatnya cukup merasa puas dengan pengakuan Giska, tapi tidak dengan Jhonatan dia akan mencari cara untuk membebaskan Giska kerna dia paling tahu apa yang sebelumnya terjadi.
__ADS_1
kesepakatan akhir Giska menjadi tersangka, lalu orang yang bermain dibelakang itu sedang emosional kerna rencana penjebakan tidak sesuai ekspektasi dia. Alexandre Tan Wardana alias sepupunya Aellino Hendrlist woedjaja seperti orang tidak waras, bahkan asistennya sendiri pun pergi meninggalkan dia dengan kekacauan.
Alena kamu harus jadi milikku, aku akan menghancurkan mu sehancur-hancurnya Aellino Hendrlist woedjaja. "teriak Alex..
malam ini Giska meringkuk di sell itu, bersama beberapa tahanan lainnya. Giska diam dalam hatinya "Tuhan Yesus selalu bersamaku, aku akan kembali ke awal" lalu tertidur.
sedangkan Johana harus berangkat dengan keempat pria itu kota J, diatas pesawat Jhonatan terus memperhatikan Johana apapun yang Johana lakukan tidak luput dari mata Jhonatan.
tidurla jika kamu capek"pinta Jhonatan pada Johana.
aku tidak bisa tidur"menggelengkan kepala lalu melap ujung matanya yang basa.
Giska tidak apa-apa, nanti saya akan membantunya keluar. kamu tenang saja" ucap Jhonatan tau isi pikiran Johana.
Alvin semakin curiga, setelah mendengar pembicaraan ke-dua manusia itu.
aku Semakin yakin jika Jhonatan dalang dibalik ini, dendam apa dia sama kita"pikir Alvin sendiri.
sampaila di rumah besar itu, Johana di antar oleh kepala pelayan rumah itu dikamar yang suda ditunjukkan nyonya rumah itu. kamar berukuran 3x4 itu,
__ADS_1
silahkan beristirahat, besok bagun pagi sebab pernikahan di percepat pagi."ucapa bi wang lalu pergi.
flashback off