
Dilain tempat seorang pria sedang bertukar pendapat dengan asistennya tidak lain sahabatnya sendiri, Alvin Leonardo Pratama.
Vin langkah selanjutnya apa?? "tanya Aell.
saya rasa ikuti saja apa yang suda direncanakan Tante dan om bos."jawab Alvin.
tapi menurutmu jahat gak si, mau anaknya tapi tidak dengan ibunya?? "tanya Aell lagi.
secara manusiawi cukup sadis bos, soalnya disini dia korban lalu perempuan lagi. Dan satu hal dia tulus ngebantu loe bos. "jawab Alvin cukup panjang.
hmmmmmm loe ada benar juga si, buy the way aku kan uda sering ngingetin loe. gak usa manggil gue bos,,, sebut nama gue kanpa si gak bisa Vin?? loe tau kita ini sahabat Vin. pokonya gue gak mau tau loe haru manggil gue nama saat kita diluar Kantor, ngerti loe Vin? no comen!!" tegas Aell pada Alvin.
ok Aell,, siap" jawab alvin patuh.
Vin lanjut sejujurnya aku masih bingung dengan kejadian ini, sebenarnya apa motif Giska hingga mau ngejebak Jhonatan.
flashback on
kerlap kerlip lampu malam, pantulan cahaya menyoroti orang-orang diruangan itu. ada sepasang manusia sedang memadu kasi ditengah keramaian itu, saking nikmatnya hingga tidak merasa ada yang memperhatikan mereka.
__ADS_1
sepasang mata menyoroti sepasang kekasih itu, sambil meneguk minuman surga dunia itu.
hummm seperti aku mengenal perempuan itu, coba aku lihat lebi dekat lagi." ucap Jhonatan dalam hati, lalu melangkah ke arah dua orang itu.
ohhh dasar wanita ular, aku harus hubungi renoh."bicara Jonatan tidak lupa mengeluarkan benda pipi itu.
hy Jho loe gak pernah tobat yak, ngapain loe disitu."ujar renoh.
sementara Jho mengarah kan HP nya ke dua manusia yang sedang memadu kasi itu. bagaimana reaksi renoh melihat itu, apalagi panggilan video itu sambung dengan Ibunda renoh Marlina Kirana semua orang tercengang tercengang. Tiba-tiba saja brakkkk meja kursi tergeser semua barang jatu peca, banyak orang lari huru hara.
hahahahahaha "tertawa renoh.
lalu bagaimana dengan Giska saat ini,, wajanya seolah-olah terlihat tidak terjadi apa-apa, malah dia santai menjatuhkan bokongnya diatas kursi itu walaupun suasana suda semakin mencekam .
Hay Reno, ini tidak seperti yang kamu lihat. aku bakalan jelaskan tapi tidak disini yuk kita pulang sayang." ajak Giska pada Reno berdiri sambil bergelut manja.
dari kejauhan ada sepasang mata melihatnya,dasar ular betina" desis Marlina.
lepaskan tanganku, mulai hari ini kita putus dan jangan pernah kamu menampakan muka tebalmu dihadapanku lagi." ucap Reno pergi meninggalkan Giska dan lelaki itu.
__ADS_1
Hay bro, ayo pulang. apa kamu baik-baik saja."Tanya Jho pada Reno. Tapi sayangnya Jho tidak direspon sama sekali, renoh pergi begitu saja.
hummmm aneh" gumam Jhonatan.
hahahaha kamu salah jika memikirkan saya masih mencintainya, semenjak hari itu gue uda move on Reno loe sala jika menganggap akula dalangnya."ucapannya dalam hati dan melihat Reno suda pergi semakin jau.
huuftttt lagian ngapain aku mikirin hal itu, bodoh amat bukan urusan gue" bicara sendiri dan melajukan mobilnya.
Terimakasih untuk hari ini" ucap pria itu mengecup tangan Giska.
tidak apa-apa pergilah, maafkan saya suda merusak kenikmatan mu"balas Giska. balas pria itu hanya mengangguk lalu melajukan mobilnya, kini Giska mengambil langkah pergi dari tempat itu dengan senyuman sakit.
memang inilah nasibku, akan aku nikmati alur ini. Jhonatan aku tahu kau masih mencintai ku, aku akan datang kepada mu kali ini membalas cintamu.
Jho Jho jika cintamu tak terbalas oleh Giska jangan kau sering membuat jebakan konyol itu, tapi kali ini saya ikhlaskan Giska buat eloh Jho demi pertemanan kita." ucapannya dalam hati tidak sadar air matanya menetes.
selamat tinggal cinta,,,,
flashback off.
__ADS_1