
Hiruk pikuk pengunjung bagaikan lautan manusia benar-benar sangat ramai, sebab ini ivent Lima tahun sekali pastinya banyak orang akan datang ke A club.
hallo Jho loe dimana, kita udah di club niw mau reservasi room. entar lagi mulai acaranya, buruan bro." ucap Aell
"......." Jhonatan
gimana, dia suda dimana??." tanya Reno.
Jho udah di parkiran ren, bentar lagi nyampe kok."jawab Aell.
naw itu dia" ucap Alvin menunjukan tangan ke arah datangnya Jho.
ayukk let's go,,"ajak Jho.
upsss wait, kata Frank VVIP room over load. jadi dapat di cave saja" ucapa Alvin
loh kok bisa, kenapa baru sekarang."kaget Aell.
Alvin buruan telpon Frank, gue gak mau tau."ujar Aell.
aku sih gak masala, "ujar Jho
iya gue juga Aell," sambung Reno.
tunggu bentar, Frank on the way" Alvin meminta untuk menunggu Frank.
Lima menit kemudian Frank datang,
Hay sorry Aell, aku pikir di barr bukan VVIP room."dengan rasa bersalah Frank berbicara pada rekannya Aell.
hummm kamu gak bisa bantu dapatkan VVIP room, Frank aku gak mau tau. kalo gak bisa putus kontrak yang sudah kita sepakat"ancam Aell.
__ADS_1
loh gak gitu bro, sayakan suda minta maaf. please jangan gini lagi ada ivent" mohon Frank sambil mengotak-atik hp nya.
iya terus sampai kapan kita berdiri terus,??" kesal Reno.
oke ketemu, tapi ini ada seorang perempuan suda booking dan hanya dia sendiri. di room 305 A dan view nya langsung ke ivent itu, jika bro mau gue nego sama perempuan itu." jelas Franknpada Aell daan kawan-kawannya.
iya negoh sana , cepat bro jangan ngerusak mood gue"kesel Aell.
hallo Giska, tolong nego ledies yang di VVIP room 305 A. bisa gak ada empat orang teman gue gabung sama dia, mereka baik tidak sembarangan orang. please Giska batu aku "mohon Frank
Telpon dimatikan sebelah pihak saja, ada seorang sangat terkejut mendengar nama itu. dia tidak lain orangnya adalah Reno Reynaldi Ribero
apa jangan-jangan benar dia, hummm lagian ngapain aku memikirkan dia. "dalam hati Reno
hallo gimana Giska Gabriella Graditya."tanya Frank Sinatra penu kepastian
........"Giska
........"Giska
ok, terimakasih tri G, berhati-hatilah banyak mata memandang mu lapar dek,,(3G)" perhatian Frank pada Giska seperti adiknya sendiri.
bukan hanya Reno tapi ketiga sahabatnya kaget bukan main.
nama yang disebut Frank itu apalagi ada ucapan perhatikan dan panggilan dek di akhir kata.
sontak buat Frank bingung pada keempat sahabat itu..
why guys " bingung Frank.
serentak mereka menjawab
__ADS_1
tidak apa-apa, bagaimana bisa gak??." to the point Aell.
bisa sekarang kita langsung kesana, tapi dia bukan ledies. dia adalah seorang gadis yang sedang liburan dan mau menonton ivent ini. bos dia yang membooking kan VVIP room itu."ungkap Frank agar teman-temannya tidak menanggapi hal diluar dari itu.
sampaila mereka dilantai VVIP room 305 A, semua mereka melihatnya sosok berpakaian feminim namun mukanya terlihat sangar. Dia adala tri G alias Giska Gabriella Graditya, dengan senyum hematnya Waja cantik dan jutek itu mempersilahkan bosnya dan keempat rekannya yang tidak lain mantan kekasih dan sahabatnya.
di dalam ruangan itu Johana begitu tidak nyaman kerna dalam pikirannya yang datang sosok tua-tua keladi, tiba-tiba bunyi gesekan pintu terdengar ternyata muncul dibalik itu pria-pria berkarisma. Johana sadar diri jika dia seperti apa, cukup dengan senyum manisnya gadis hitam itu untuk menyapa mereka.
namun penglihatan keempatnya pria itu semenjak ditinggal pergi Frank mereka asik ngobrol dengan bahasa Inggris. Tiba-tiba muncullah wanita **** membawa diri mereka untuk menemani pria-pria itu. Johana sepertinya risih lalu dia menghubungi Giska untuk menjemputnya keluar, sebab para wanita-wanita itu terlihat seperti ulat bulu menempel pada daun hijau.
lalu datanglah Giska dari balik pintu itu dengan seragam sekuriti, terlihat glamor dan elegan serta mukanya yang sangar membuat orang-orang disekitarnya bergidik.
seperti dia punya dendam sama kita"ucap Alvin.
aku pikir suda usai lima bulan yang lalu."pungkas Aell
akupun gak ada hubungan sam dia, malah Uda lupa aku" sambung Jhonatan.
entahlah" Reno singkat
Johana pergi tanpa melihat keempat pria dan ulat-ulat bulu itu, Jhonatan terus memperhatikan kemana wanita itu berpindah kaki.
pranggg kaget semua orang tapi tidak dengan Jhonatan sebab dia sedikit curiga pada beberapa ****** itu,
uppsss sorry saya tidak sengaja, "ucap Johana sopan namun tatapan mata ****** itu melotot seolah-olah ingin menerkam Johana.
tidak puas dari sana Giska datang menarik tangan Johana, lalu balik bertanya pada ****** itu.
mau mu apa ?" Tanya Giska dengan wajah yang sangat marah,
langsung pergi kedua wanita itu.
__ADS_1
sedangkan empat pria itu hanya melihat apa yang akan terjadi, namun memang tidak terjadi apa-apa.