The Last Zenova

The Last Zenova
Chapter 2: Mutiara Suci (Axcel)


__ADS_3

“apaa..?!, pimpinan akan memberikan tugas itu kepada mereka berdua?” seru Alisa.


“iya benar, apa ada masalah?” tanya balik Kakek.


“apakah kakek yakin memberikan tugas yang sepenting ini pada mereka. Jika aku sih, aku merasa tidak yakin mereka akan sanggup menyelesaikan tugas itu!” Alisa menganggap rendah Shin dan Ashura.


Karena tak terima dengan pendapat Alisa tersebut. Membuat Shin beserta Ashura kesal.


“apa maksudmu Alisa!, apakah kau meragukan aku?”


“benar, aku dan Kakak. Adalah anggota Ras Lucifer yang paling terkuat.” Protes mereka berdua.


Alisa adalah teman dekat Shin dan Ashura sejak kecil. Mereka bertiga selalu bersama-sama setiap saat, terkadang mereka juga sering berpetualang dihutan dekat desa sembari mengasah kemampuan. Sejak kecil mereka sudah berlatih keras, Shin beserta Ashura dengan Gear nya dan Alisa dengan kemampuan pengobatannya.


Semenjak itulah mereka disebut 3 anak emas Ras Lucifer oleh warga desa.


“Alisa, apa kau tau. Aku memberikan tugas ini kepada mereka. Agar meraka belajar untuk bertanggung jawab. Sebab tak lama lagi mereka berdua akan menjadi pemimpin dari Ras Lucifer.” Jelas Kakek.


“tapii..., seharusnya pimpinan juga memberikan tugas kepadaku bersama mereka berdua!. Karena kita adalah 3 anak emas, jadi jika kami bertiga pasti dapat menyelesaikan-nya dengan mudah.” Kata Alisa dengan berusaha meyakinkan Kakek.


Setelahnya Kakekpun berusaha tuk memberikan sebuah pengertian pada Alisa. Namun, terdahului oleh Shin.


“Alisa, aku tau Kau hanya Khawatir kepada kami berdua. Kami mengerti itu. Tapi.., jika kau juga ikut dengan kami. Lantas siapa yang akan menjaga desa nanti?”


Alisa terenung, ia pun memikirkan hal yang serupa dengan Shin. “kau benar, baiklah kalau begitu. Besok pagi aku akan mempersiapkan bekal kalian untuk diperjalanan nanti.”


“benarkah...?!, kalau begitu aku ingin daging yang banyak..!” seru Ashura.


“aku juga ingin sup Jamur yang banyak..!” seru Shin juga.


Akibat permintaan yang sangat berlebih dari mereka berdua. Sontak membuat Alisa sangat kesal dan seketika itu juga menghajar mereka berdua hingga terpental.


“JANGAN MEMINTA SEENAKNYA PADAKU DASAR DUA BERSAUDARA PAYAHH...!!” amukan Alisa.


Sang kakek hanya tertawa melihat tingkah laku dari mereka bertiga yang tak pernah berubah sedikitpun.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Sebelum esok harinya, dimalam hari Alisa dan Shin tengah berjalan berdua berkeliling menelusuri jalanan desa yang saat itu sangat ramai. Pada malam itu bertepatan dengan hari raya dimana Ras Lucifer berdiri. Sekaligus perayaan 15 tahun berakhirnya perang antar Ras yang memakan banyak korban.


“disini indah sekali yah..” kata Alisa.

__ADS_1


“benar, bagiku desa ini adalah sebuah harta karun yang harus aku jaga dengan sebaik mungkin.”


“a-apa kah itu juga termasuk aku?” tanya Alisa dengan gugup.


“hah..?!, apa yang kau bicarakan. Tentu saja aku juga akan menjagamu. Karena kau itu sangat berharga untukku!”


Alisapun tiba-tiba menjadi gugup dan malu-malu pada Shin. Bahkan sesekali ia juga menjadi salah tingkah dihadapan Shin.


Shin yang menyadari sikap Alisa yang aneh itu pun bertanya padanya.


“kau kenapa?, apa kau sedang tidak enak badan?” Shinpun mengecek suhu Alisa dibagian jidatnya.


Alisa sangat terkejut dan saat itu juga ia meninju perut Shin dengan begitu kerasnya tanpa ia sadari.


“aaahhh~, maaf aku tak sengaja maaf..”


Dengan menahan rasa sakit yang begitu hebat pada bagian perutnya. Shin pun berusaha berbicara “ti-tidak apa-apa a-aku ba-baik-baik saja...”


Merekapun melanjutkan tuk berkeliling kembali. Setelah waktu yang panjang mereka duduk dipinggiran sungai dekat desa. Mereka begitu menikmati malam yang damai tersebut.


“disini damai sekali. Aku merasa sangat sulit untuk pergi besok. Pasti didalam perjalanan nanti akan banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadang!” keluh Shin.


“yaahh~ kau benar. Terlebih lagi aku harus mendapat-kan mutiara suci dan memperoleh Axcel..”


Mutiara suci, adalah sebuah mutiara yang tumbuh disebuah bunga pada pohon suci. Setiap mutiara terdapat berbagai kekuatan yang unik-unik. Seseorang akan mendapatkan kekuatan itu hanya dengan cara menelan mutiara tersebut. Seseorang yang mendapatkan kekuatan mutiara suci disebut Axcel.


“aku yakin. Setelah kau memiliki Axcel kau akan menjadi lebih kuat.” Kata Alisa. “jadi.., berjanjilah. Setelah kau telah menjadi lebih kuat kembalilah kedesa!” lanjutnya.


“iya..., pasti aku kembali.” Balasnya dengan tersenyum kepada Alisa.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Keesokan paginya.


Semua warga desa berkumpul didepan gerbang desa untuk mengantar sekaligus berpamitan dengan Shin dan juga Ashura. Yang akan berkelana beberapa minggu bahkan bisa lebih, untuk menyelesaikan sebuah misi.


“kalian berdua berhati-hatilah diperjalanan nanti..”


“jangan sampai gagal yah anak emas!”


“kami yakin, kalian dapat menyelesaikan tugas ini dengan mudah.”

__ADS_1


Shin dan Ashura merasa senang dan ber-semangat setelah semua warga desa menyema-ngatinya.


“kalian berdua jangan mengkhawatirkan desa, karena akan ada aku yang selalu menjaga desa dengan sekuat tenaga..” ujar Alisa.


“baiklah aku percayakan desa kepadamu, Alisa.” Balas Shin.


Mereka berduapun berangkat meninggalkan kampung halaman tercinta demi menyelesaikan misi penting dan demi Ras Lucifer.


setelah berjalan dengan cukup jauh, akhirnya mereka pun telah keluar dari kawasan pegunungan Aldous. Dari situlah perjalanan yang sesungguhnya dimulai.


“baiklah, kita mulai berspisah disini. Jaga dirimu baik-baik, Ashura.”


“oke..!!, setelah selesai kita bertemu lagi disini.” Seru Ashura. Iapun mulai berjalan kearah selatan sesuai dengan misinya tersebut.


Jalankan Shin ia menuju utara.


Seperti dalam misi yang mereka terima, dimana misi Ashura adalah untuk menuju gunung Thamuz yaitu salah satu gunung berapi yang sangat panas dan berbahaya. Tujuan ia kesana tidak lain adalah pohon Suci.


Kabarnya didalam kawah gunung berapi tersebut terdapat sebuah pohon yang tetap kokoh dan rimbun meskipun disekelilingnya terdapat baraan api dan lahar yang panas. Tetapi, pohon tersebut tidaklah berpengaruh sama sekali.


“aarrgghhh~, aku sudah tidak sabar untuk memiliki Axcel itu. Kira-kira...., kekuatan seperti apa yang akan aku dapatkan?!” gumam Ashura.


Dengan penuh semangat Ashurapun berjalan menuju gunung Thamuz tanpa rasa takut akan bahaya yang telah menanti dirinya disana.


Setelah beberapa hari perjalanan. Iapun telah sampai dikawasan gunung Thamuz. Namun, jaraknya masih sangatlah jauh untuk kekaki gunung tersebut. Sekitar 8 kilo meter lagi.


Akan tetapi, Gunung tersebut telah terlihat dari sana. “waahhh~ besar sekali!. Inikah gunung Thamuz itu?, kakek bilang disekitaran kawasan gunung tersebut banyak sekali hewan buas berkeliaran..” ucap Ashura.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Hewan buas adalah seekor hewan yang sangatlah berbahaya. Berbeda halnya dengan hewan pada umumnya, hewan buas tersebut berukuran sangat besar hingga 4kali lipat bahkan lebih. Yang lebih mengerikan lagi adalah dimana hewan tersebut memiliki tubuh yang berbeda. Contohnya Lionhard, berupa singa tetapi memiliki satu tanduk didahinya dan memiliki 3 ekor dengan dipenuhi kobaran api.


Bisa dibilang hewan buas itu sudah seperti seekor monster.


“meskipun disini terdapat banyak hewan buas. Tapi, dengan senang hati aku akan melawannya.. ya itung-itung proses latihan untuk semakin kuat.”


Tak lama dari itu, munculah seekor Lionhard tepat dihadapan Ashura dan siap untuk mema-ngsanya. “akhirnya kau muncul juga...” seekor Lionhard itupun berlari dengan cepat kearah Ashura. Tubuhnya yang sangat besar itu membuat tanah bergetar ketika hewan tersebut berlari.


“baiklah mari kita lihat..!!, siapa yang akan kalah!!.” Lanjutnya.


Dengan cepat iapun berlari dan melompat kearah Lionhard tersebut dengan berani.

__ADS_1


__ADS_2