The Last Zenova

The Last Zenova
Chapter 5: Kerajaan Rulid


__ADS_3

Pasukan penyidikpun tersentak akan apa yang mereka saksikan itu. Dengan mudahnya Mayra, yakni salah satu pasukan penyidik terbaik unit 2 dikalah oleh seseorang yang mereka anggap asing.



Akibat kejadian tersebut membuat sang kapten, Herman. Sangat teramat kesal dan marah. Lantas Mayra bukan hanya bawahannya saja namun sekaligus kekasihnya juga.



“be-beraninya kau.... AKAN KUBUNUH KAU SEKARANG JUGA..!!” teriak histeris Herman. “Teknik terlarang Blood-C” lanjutnya.



“a-apa..?! ka-ka-kapten akan menggunakan teknik terlarangnya...”



“i-ini gawat..!! kita akan matii..!!”



Semua bawahan Hermanpun seketika panik dan ketakutan akan teknik terlarang tersebut. Karena ketakutan, mereka semuapun memutuskan untuk lari. Tapi, mereka terlambat karena dengan cepat segerombolan nyamuk yang akan haus darah tersebut. Menyerang mereka semua dan menghisap habis darah hingga mereka mati dalam keadaan kering.



Ternyata darah yang nyamuk-nyamuk itu hisap ditransfer ketubuh Herman. Sehingga membuat bentuk Beastnya berevolusi. Kini ia menjadi siluman nyamuk dengan penuh warna merah. Menjadikannya semakin kuat dan cepat.



“hahaha... kau takan bisa mengalahkanku sekarang!” angkuhnya.



“hhmmm..., ternyata teknik terlarangmu itu mengorbankan seluruh bawahanmu?!. Kau ini sungguh tak berperasaan yah.” Singgung Shin.



“cih... aku tak peduli dengan nyawa orang-orang lemah itu. Karena sekarang aku akan menghabisimu sekarang juga!” sikap Herman yang arogan itu sedikit membuat kesal Shin.



Sebab, efek dari ia yang telah menjadi seorang Zenova. Membuat dirinya merasakan rasa sakit dari bawahan Herman yang tersiksa. Namun, anehnya meski ia bisa merasakan kepedihan tersebut. Ia merasa ada suatu energi yang mengalir pada dirinya.



Karena Khawatir akan keselamatan Shin. Stelapun memintanya untuk lari saja. Tetapi, Shin tak menanggapi permintaannya itu dan malah berjalan mendatangi Herman yang telah siap utuk menyerang Shin secara brutal.



“haahh..!! kau berani sekali yah. Baiklah, akan ku cabik-cabik tubuh mu itu...” Herman terbang dengan sangat cepat kearah Shin. Kemudian menyerangnya bertubi-tubi.



Stela yang tak tega melihatnya hanya bisa memejamkan kedua matanya. Disisi lain Herman menyerang dengan tertawa terbahak-bahak.



Namun, seketika ia menyadari akan satu hal. Bahwasannya semua serangan yang ia lancarkan secara bertubi-tubi tersebut. Tak melukai sedikitpun Shin. Sebab dengan cepatnya juga Shin menangkis semua serangan Herman menggunakan kedua tangannya yang kosong.



Herman menjadi sangat terkejut. Begitu juga dengan Stela yang telah membukakan matanya dan melihat hal tersebut.



“ke-kenapa kau dengan mudahnya menangkis seranganku hanya dengan tanganmu saja?, pa-padahal, kaki dan tangan nyamukku ini sangat tajam sekali.” Tanya Herman.



“entahlah... aku hanya mengeluarkan sedikit Gear ku saja!” jawab Shin.



“jangan bercanda... hanya Gear tingkat tinggi saja yang mampu menahan seranganku ini!” Seru Herman.



“Gear tingkat tinggi yah.., maksudmu yang ini..” seketika Shin melepas Gear Dewa Penguasanya itu. Sehingga menciptakan gelombang dan aura yang sangat kuat. Bahkan tanah, batu dan pohon disekitaran hancur dan retak.



Hermanpun tak menyangka bahwa orang yang ia lawan itu adalah orang yang kekuatan levelnya jauh diatas dirinya.



“Mu-mustahil..., kau bisa menggunakan Gear tingkat tinggi.”



“apakah Cuma ini?, dimana kesombonganmu yang sebelumnya..!!” ejek Shin tersenyum mengin-timidasi.



“be-berengsek, MATI SAJA KAU!!”



Tanpa fikir panjang, Herman menyerang Shin dengan membabi buta.



Shin pun mengambil ancang-ancangnya dan bersiap untuk melakukan serangan balik.



“barusan kau dengan mudahnya menyia-nyiakan nyawa dari rekan-rekanmu sendiri demi ambisimu. Jadi akan ku ajarkan kepadamu, bagaimana pentingnya menjaga nyawa itu.” Shinpun mengepal-kan tangan dan kemudian menghantam Herman dengan tinjuannya itu “Black Panzer!!”



Serangan Shin itu sangatlah kuat hingga Herman terpental jauh. Stela yang melihat kekuatan itu menjadi sangat terkagum pada Shin.



“kuatnya..., dia benar-benar luar biasa.” Gumam Stela. Shinpun menoleh ke arah Stela dan tersenyum.



“aku berhasil..!!”


...\=\=\=∆\=\=\=...


Dengan hanya satu pukulan, Herman pun dapat dikalahkan oleh Shin.



Setelah itu Shin membawa Stela ketempat yang lebih aman. “terimakasih. Kau, sudah mau menolongku.” Ucap Stela.



“ti-tidak, tidak apa-apa. Lagi pula barusan aku tak sengaja mendengar suara teriakan.” Balas Shin. “oh iya, sebenarnya apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?” lanjutnya.



“kami sedang dalam perjalanan pulang. Tetapi, tiba-tiba kami diserang oleh pasukan penyidik kekaisaran.” Jelas Stela.



“tapi...., kenapa kekaisaran mengincarmu?” tanya Shin penasaran.



“karena, kerajaan kami tengah berselisih dengan kekaisaran. Shin, apakah kau mau mengantar-kanku pulang..??”



“haahhh...?! ke-kenapa tiba-tiba kau meminta kepadaku?” Shin terkejut. Mengingat ia juga harus segera kembali ketempat pertemuan dengan adiknya sesuai janji. Tapi, iapun juga merasa khawatir pada Stela. Jika harus pulang sendirian.

__ADS_1



Shinpun kembali teringat dengan perkataan mendiang ibunya “Shin. Jika ada orang yang tengah kesulitan, kau harus menolongnya. Meskipun itu sangat sulit bagimu.”



Setelah teringat itu, Shinpun mau mengantar-kan Stela kembali pulang. “baiklah... baik. aku akan mengantarmu pulang.”



Dengan sangat gembiranya Stelapun memeluk Shin “terimakasih...~”



“aarrrgghh..~, bisa kau tidak memelukku terlalu erat seperti ini..”



Saat sadar bahwa dirinya tengah memeluk pria yang ia tidak kenal dengan tiba-tiba. Stelapun melepaskan pelukannya. “ma-maafkan aku.. aku terbawa suasana..” wajah Stela memerah karena merasa malu.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Mereka berduapun memulai perjalanannya.



Diperjalanan yang panjang itu, mereka menghabiskan waktu dengan saling bercerita. Ya meskipun saat itu Stela lah yang paling banyak bicara. Akan tetapi dengan baiknya Shin mendengarkannya.



Mereka juga menyempatkan diri untuk mampir kedesa-desa. Hanya untuk sekedar membeli bekal mereka saat diperjalanan.



“hey lihat-lihat, ada kedai makanan. Bagaimana kalau kita mencobanya. Hhmmm... pasti itu sangat enak!” ujar Stela.



Dengan cepat Shin menolaknya “tidak..!!”



“yaahhh...., padahal aku ingin mencicipi sup jamur merah yang terkenal itu. Tapi.....”



“ayo kita kekedai itu.” Potong Shin dengan berjalan cepat meninggalkan Stela.



“cepat sekali..!!” seru Stela.


Akhirnya mereka berdua istirahat dan makan dikedai tersebut.



“hhmm... enaknya~. Ternyata benar, sup ini benar-benar enak. Benar bukan Shin.. eehhh....” Stela cukup terkejut saat melihat Shin makan. Shin tampak sangat rakus ketika menyantap sup tersebut.



Itu bisa dilihat dari tumpukan mangkuk yang telah dihabiskan olehnya sendirian.



“ternyata kau sangat menyukai sup ini yah..” ujar Stela tersenyum.



“ya begitulah, karena aku sangat menyukai jamur.” Balas Shin.



“begitu yah... baguslah kalau kau suka.”




Singkat cerita, merekapun telah berada diwilayah kerajaan Rulid



“akhirnya kita telah berada wilayah kerajaan..” kata Stela dengan leganya.



“siapa sangka kau ternyata putri kerajaan Rulid.” Gumam Shin.



“memangnya kenapa?” tanya Stela.



“kau masih bertanya juga?!, apa kau tau Rulid itu sangat jauh dari tempat kita bertemu tadi pagi.” Shin protes karena sebelumnya Stela tidak memberitahu bahwa tujuan mereka menuju kerajaan Rulid yang bisa dibilang cukup jauh.



“a-aku minta maaf..”



“sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi. Sekarang lebih baik kita berkemah terlebih dahulu disini, karena hari mulai gelap.” Ujar Shin.



“ba-baiklah..., eehh..~ tu-tunggu dulu! A-apa maksudmu kita akan tidur berdua dikemah yang sama..?!”



“tentu saja tidak! kau saja yang tidur didalam kemah. Aku hanya akan berjaga diluar.” Sahut Shin dengan tenang.



“oohh..~ begitu yah..” wajah Stela kembali memerah.



“aneh sekali, rambutmu berwarna biru cerah tapi wajahmu sering memerah..” komentar Shin kebingungan.



“sudahlah jangan banyak bicara! Cepat dirikan tenda!”



“sudah jadi..”



“cepat sekali..!!” Stela terkejut.



Malampun datang begitu cepat. hari menjadi gelap dan hanya ada secerca cahaya api unggun yang dibuat oleh Shin. Stela saat itu langsung tertidur dengan lelap. Mungkin karena ia telah sangat kelelahan setelah perjalanan yang panjang itu.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Esok paginya mereka melanjutkan perjalanan.


“bagaimana tidurmu apakah nyenyak?” tanya Shin.



“iya nyenyak sekali..!!, sebelumnya aku belum pernah tidur ditenda biasa seperti tadi.” Jawab Stela dengan gembira.

__ADS_1



“hoho.. ternyata kau adalah seorang putri kerajaan yang manja.” Gurau Shin dengan sesekali menggoda Stela.



“a-apa maksudmu! Aku ini tidak manja tau!” protes Stela.



“baik-baik tuan putri yang cantik.”



Wajah Stelapun kembali memerah.



“haahh..?! wajahmu kembali merah!, apakau tidak apa-apa?” tanya Shin merasa khawatir.



“a-aku tidak apa-apa!” sentak Stela kesal. “oh iya, Terimakasih. Tadi malam kau telah menjagaku semalaman..” lanjutnya.



“tidak apa-apa. Lagipun....”



Tiba-tiba Shin menyadari sebuah serangan yang mengarah kepadanya. Beruntung mereka berhasil menghindarinya.



Kemudian terdengarlah suara seseorang dari atas pohon.



“siapa kalian? Dan mau apa kalian kemari. Aku merasakan aura yang kuat dari kalian..!” introgasinya.



“apa urusannya denganmu?” tanya Shin.



Setelah itu, seseorang yang misterius tersebut turun kebawah dan menodongkan senapannya kepada Shin.



“karena ini adalah wilayah kekuasaan dari sekutuku..!” ujarnya.



Setelah melihat orang tersebut. Stelapun sangat gembira “tuan Ragna.. ini aku..” serunya.



Orang yang bernama Ragna tersebutpun cukup terkejut dan langsung berlutut dihadapan Shin dan Stela “putri Stela... maafkan kelancanganku. Aku tidak tau bahwa itu adalah kau.”



“tidak, tidak apa-apa. Aku senang bisa melihatmu.” Ujar Stela.



“tapi sebelum itu... kenapa anda tidak bersama para pengawal anda?” tanya Ragna.



“sebenarnya....”



Stelapun menceritakan semuanya yang telah terjadi kepada Ragna.



“begitu yah..., maafkan aku. Tadi dengan tiba-tibanya aku menyerangmu.” Ragna meminta maaf pada Shin atas kesalah pahamannya barusan.



“tidak apa-apa, lagipun aku yang salah. Dengan begitu saja masuk kewilayah kerajaan.”



“terimakasih atas pengertiannya..”



“baiklah kalau begitu.. kita berpisah disini.” Ujar Shin.



“apa..?!, kau tidak akan mampir dulu kekota?” Stela kecewa.



“maaf, aku harus kembali kedesaku.”



“kalau boleh tau, kau berasal darimana?” tanya Ragna penasaran.



“desaku berada di daerah pegunungan Aldous. Tepatnya dilembah neraka.” Jawab Shin.



“lembah neraka..?!” seketika Ragna terdiam menatap pada Shin.



“baiklah kalau begitu, hati-hati yah.” Kata Stela dengan tampak sedih.



“iya terimaksih, sampai jumpa..”



Shinpun pergi kembali menuju desanya diiringi dengan ucapan perpisahan dari Stela.



“sampai jumpa Shin.... terimaksih..~” teriak Stela.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Setelah Shin telah pergi jauh. Stela dan Ragnapun bergegas pergi menuju kota yang tak begitu jauh dari sana.



“Shin benar-benar baik sekali yah.. dia mau repot-repot mengantarku pulang..” ucap kagum Stela.



“iya.. anda benar sekali.”



“sepertinya..., kau harus merekrutnya menjadi pasukanmu. Terlebih lagi dia itu sangat kuat.”


__ADS_1


“kurasa masukan anda bagus...” balasnya. “oh iya, setelah anda kembali ke kastil. Aku dan pasukanku akan pergi kesuatu tempat.” Lanjutnya.


__ADS_2