
Haripun menjelang sore, gelapnya malam sebentar lagi akan menyelimuti seluruh langit. Meski begitu, Ashura tetap bergerak melanjutkan per-jalanannya menuju pohon suci didalam kawah gunung berapi itu.
Disetiap perjalanannya ia terus dihadang oleh hewan buas dan tanpa kesulitan sedikitpun Ashura mampu mena-nganinya.
“aarrgghh~ capek sekali!! Sesuai perkataan kakek. Disini banyak sekali hewan buas berkeliaran. Terlebih lagi disinilah habitat Lionhard..”
Kawasan gunung Thamuz. Merupakan habitat dari beberapa hewan buas seperti halnya Lionhard. Selain itu masih terdapat banyak sekali hewan buas yang berhabitat dikawasan yang panas tersebut.
Saat ini, Ashura telah sampai dikaki gunung Thamuz.
“baiklah hanya tinggal naik keatas sana dan misiku akan selesai..”
Namun, setelah Ashura naik terdapat sekelompok orang yang juga tengah menuju pohon suci tersebut.
“siapa kau...!!” teriak salah satu dari kelompok tersebut.
“ada apa ini?” tanya Ashura.
Seketika kelompok tersebut menodongkan senapan dan juga pedang kearah Ashura.
“ada keperluan apa kau kemari, bocah.” Tanya pemimpin kelompok tersebut.
“sudah jelas untuk mengambil Mutiara Suci diatas sana.!” Balas lantang Ashura.
“jika seperti itu....., takan ku biarkan!!” serunya. Kelompok itupun menembaki Ashura tanpa henti.
Untung saja, berkat latihan selama ini Ashura berhasil menghindari semua tembakan tersebut dengan cepat.
“oy..!! apa-apaan kalian?!” protes Ashura sembari terus menghindari lesatan peluru.
“demi kejayaan kekaisaran Welt dan juga demi kehormatan angkatan Laut. Aku, Laksamana Pertama Norman. Takan membiarkanmu mengambil harta milik Kekaisaran..!!” serunya.
Ternyata kelompok tersebut adalah angkatan laut kekaisaran. Seperti halnya Ashura, mereka berusaha untuk mendapatkan Axcel.
“cihh...!! ternyata mereka dari kekaisaran.” Gumam Ashura.
“kalian semua.. hadang dia. Jangan sampai dia mendapatkan Axcel sebelum aku!!” seru Norman.
“siap laksanakan..!!” teriak kompak para angkatan laut.
Norman beserta sebagian pasukannyapun bergegas menuju kawah gunung berapi. Lalu sebagian besar pasukannya mencoba menghadang Ashura agar ia tak dapat menuju kawah tersebut.
“sial!!, dia sangat licik!” kesal Ashura.
“berani-beraninya kau membicarakan Laksa-mana pertama..!!”
“lihat saja, kau akan menyesal seumur hidupmu!”
Mendengar ucapan dari angkatan laut kekaisaran itu, membuat Ashura tersenyum menyeringai.
“begitu yah... baiklah. Mari kita lihat siapa yang akan menyesal..” ujar Ashura.
Dengan cepat Ashurapun menyerang pasukan itu. Satu demi satu dari pasukan tersebutpun ia tumbangkan hanya dengan tangannya sendiri.
“a-apa-apaan orang ini..!!”
“padahal ia tidak menggunakan senjata, tapi ia dengan mudahnya menumbangkan pasukan kita.”
“bukan hanya itu saja, bahkan pedang pun dengan mudahnya ia hancurkan berkeping-keping bagaikan kaca.”
Dengan sangat brutal Ashura bertarung diiringi gelakan tawa. sehingga membuat mental dari Angkatan laut tersebut tergoyahkan.
“hahaha~ kenapa? Apa hanya segini kekuatan kalian!” Ashura merendahkan mereka.
“si-sial... beraninya kau..”
__ADS_1
“maaf saja sebelumnya. Tapi, aku tidak ada waktu untuk kalian semua. Jadi...” seketika Ashurapun melepaskan kekuatan Gear tahap 3. Atau disebut dengan...
“mu-mustahil...?! i-itu, tidak salah adalah Gear Dewa penguasa!” kaget salah satu angkatan laut.
“sial..!! ternyata ia memiliki Gear yang setara dengan tiga komandan kekaisaran!” Norman terkejut. Karena ia menyadari bahwa Ashura memiliki Gear Dewa Penguasa yang sangat berbahaya. Ia segera memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menghabisi Ashura. “OOYY KALIAN SEMUA!! CEPAT MUSNAHKAN ORANG ITU DEMI KEBAIKAN KEKAISARAN.”
Karena perintah telah dikeluarkan. Semua anak buah dari Norman itu langsung menyerbu Ashura dengan berbagai senjata yang mereka pegang.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Sayang, semua itu hanya sia-sia saja. Dengan sigap Ashura menggunakan Gear Dewa Penguasanya dan akibatnya semua anak buah Norman terhempas dan terpental cukup keras. Sehingga sebagian besar anak buahnya tumbang.
“padahal..., aku hanya menggunakan secuil kekuatanku saja. Tapi, hampir semua anak buahmu sudah tumbang dengan sekejap.” Ashura meren-dahkan Norman beserta anak buahnya.
“kau ini benar-benar beromong besar yah. Lihat saja, kau akan segera meminta ampun padaku!” ancam Norman.
Dengan santainya Ashura hanya tersenyum karena menemukan lawan yang cukup kuat selain kakaknya Shin. Akan tetapi, ia teringat pada misinya tersebut. Yang harus segera mendapatkan Axcel dan lekas kembali sesuai perjanjian dengan kakaknya.
Karenanya, Ashura dengan cepat menumbangkan beberapa anak buah Norman yang masih berdiri. Setelah ia berhasil melewatinya, secara tiba-tiba Norman menghadang Ashura dan mengayunkan pedangnya kepada Ashura.
Untungnya ia dapat menghindar dengan cepat. Sebab dari hasil latihannya bersama Shin, karena baginya Shin jauh lebih cepat dari Norman. Setelah Ashura berhasil menghindari sekaligus melabuihi Norman. Ia berlari dengan cepat menuju kawah gunung tersebut.
“sial! Dia berhasil melabuihiku. Takan ku biarkan kau mendapatkan kekuatan Axcel itu!” kesal Norman.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Setelah beberapa lamanya Ashura dikejar oleh Norman beserta pasukannya. Pada akhirnya Ashura pun berniat untuk menghambatnya, dengan cara menghancurkan tebing yang berada disisi kirinya.
“kau takan bisa mengejarku semudah itu! Celestial dragon grip!” seketika tebing itupun hancur dan longsor setelah Ashura memukul tebing tersebut dengan keras.
Karena cukup berbahaya, Norman beserta pasukannyapun memutuskan untuk menghindari longsoran batu tersebut dan mundur sejenak.
Norman sangat kesal dibuatnya “sialan kau! Takan ku maafkan..!!”
Disisi lain Ashura dapat berlari menuju kawah tanpa ganguan apapun lagi.
“ternyata itu benar?! Semua kawasan kawah ini dikelilingi oleh api yang besar.” dengan tanpa rasa takut, Ashurapun berjalan melewati api-api yang panas membara itu.
Kemudian ia pun melihat sebuah pohon yang hijau dan bercahaya.
“apakah ini pohon suci yang dimaksud itu?” Ashura bertanya-tanya.
Ashurapun mendekati pohon suci tersebut dan terjadilah suatu keajaiban dimana tepat di atas Ashura. Terdapat sebuah bunga yang tiba-tiba mekar dan menjatuhkansebuah bola kecil bercahaya merah.
“itu kan..?!” Ashura menggapai bola tersebut. Dan ternyata itu adalah sebuah mutiara suci.
“akhirnya kudapatkan juga.”
Tak lama kemudian, Norman dan pasukanya telah sampai. Norman yang melihat Ashura itu langsung sangat teramat marah.
“berani-beraninya kau memegang benda suci itu oleh tanganmu yang kotor itu!”
“hahh..!!, maaf sekali. Tapi, hari ini hingga seterusnya. Kekuatan ini menjadi miliku.” Ashura membukakan mulutnya dan berusaha untuk menelan mutiara tersebut.
“JA-JANGAAAANNN....!!!” teriak Norman.
Pada akhirnya mutiara tersebut berhasil Ashura telan.
“dasar berengsek!, akan ku pastikan kau takan selamat dari tempat ini!” tegas Norman.
Tiba-tiba api yang berada dikawah tersebut merambat ketubuh Ashura dan membakarnya.
“aarrrgghhh...!! apa-apa ini! kenapa tubuhku menjadi terbakar. Tapi tunggu dulu...?!, aku tidak merasa panas.” Gumam Ashura.
“kekuatan Axcelnya telah bangkit!. Kalian semua berhati-hatilah ia menjadi sangat berbahaya!” Norman memperingati semua anak buahnya.
__ADS_1
“percuma saja!, takan ku biarkan kalian selamat dari tempat ini!” ancam Ashura.
“SERAAAAANGG!!” teriak Norman.
Seluruh sisa dari pasukannyapun berlarian me-nyerang Ashura. Mereka menyerang dengan sangat brutal. Ashura hanya berdiri mematung tanpa pergerakan sama sekali. Nampaknya serangan mereka tidak berefek pada Ashura.
“ke-kenapa ini?! semua serangan kita tak berefek padanya!”
“BODOH....!!, serangan kalian semua takan pernah bisa mengenaiku. Karena Axcelku bertipe Mityc.” Ujar Ashura.
Tipe Mityc adalah sebuah Axcel yang dimana, sang pengguna mampu memanipulasi atau mengen-dalikan tubuhnya sendiri menjadi elemen atau benda dari kekuatan Mutiara Suci. Sehingga tubuhnya dapat menjadi zirah yang kuat atau tak dapat diserang oleh sembarang orang. Kecuali, dengan lawan alaminya dan pengguna gear tingkat 2 yang mampu mem-berikan sebuah perlawanan.
“baikalah, aku akan mulai serius kali ini. bersiaplah..!!, Teknik api... Fire storm!!” seketika api yang disekubur tubuhnya menjadi membesar dan menjadi sebuah seburan api yang sangat besar dan panas.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Api itu membakar hangus apa saja yang diterjangnya tanpa tersisa. Hanya hitungan detik saja semua pasukan itu terbakar. mereka hanya bisa menjerit dan menunggu hingga tubuh nya menjadi abu.
Norman yang menyaksikan semua pasukannya tewas terbakar menjadi sangat marah. Kemarahannya itu tak dapat lagi ia bendung. Sehingga tanpa fikir panjang lagi ia langsung melompat dan menyerang Ashura.
“takan ku biarkan iblis sepertimu hidup didunia ini!” Norman melapisi bilah pedangnya dengan Gear tingkat 2 sehingga pedangnya tersebut diselimuti oleh aura hijau.
Ashura yang menyadarinya langsung berusaha menahan serangan tersebut.
Benturan antara Gear pun tak bisa dihindarkan. Mereka berdua sama-sama kuat. Saking kuatnya hingga membuat gelombang yang cukup dasyat.
“sudah kuduga. Hanya Gear tingkat 2 lah yang mampu melawan Axcel tipe Mityc..” kata Norman.
“ternyata Gelar Laksamana Pertama itu bukan hanya title semata yah....” sahut Ashura dengan tersenyum.
Sudah jelas setiap orang yang memiliki gelar Laksamana Pertama di angkatan laut, bukanlah orang biasa. Kekuatan mereka bisa dibilang berada diatas rata-rata.
setelah saling beradu Gear, Normanpun berusaha menyerang kembali dengan jurusnya “death skull”. Akan tetapi, serangan itu dapat dengan mudahnya tangkis oleh Ashura dengan kekuatan apinya yang telah dilapisi oleh Gear juga.
pertarungan itu berlangsung cukup begitu lama. Dimana Norman habis-habisan menyerang, sedangkan Ashura hanya menangkis dan menghindari setiap serang Norman.
Meski begitu, nampak pertarungan tersebut di dominasi oleh Ashura meski hanya sekedar bertahan saja.
“sial..., dari tadi dia hanya bertahan saja dan sengaja membuatku kehabisan tenaga..” gumam Norman.
“apa ini! kau sudah lelah yah rupanya. Padahal ini baru saja dimulai.” Kata Ashura yang merendahkan Norman.
Norman yang tak terima dirinya direndahkan, ia pun terpancing emosi dan menyerang secara membabi buta. Ashura yang sengaja memancing amarahnya tersebut. Memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membalikan serangan.
Dan benar saja, rencana itu berhasil. Setiap serangan Ashura tak dapat dihindari ataupun ditahan oleh Norman. Sebab kali ini ia benar-benar telah kehabisan tenaganya.
Akibatnya ia mendapatkan luka bakar yang serius disekujur tubuhnya. Disetiap serangan Ashura kini disertai oleh panasnya api yang membara.
“bagaimana? Apakah kau sudah menyerah.” Ashura mengintimidasi Norman.
Dengan wajah yang kesal Norman menatap dengan penuh kebencian.
“lihat saja kau bocah sialan! Akuuu..., tidak. kekaisaran pasti akan melenyapkanmu!. Kau tidak akan bisa lari lagi dan terimalah akhir dari batasanmu itu!!” balas Norman dengan kondisi setengah sekarat.
“batasanku..??” gumam Ashura.
Seketika Ashurapun melompat dengan sangat tinggi kemudian ia mengangkat satu tangannya. Ia menciptakan suatu bola api yang sangat besar dan panas. Bola itu seperti matahari yang sangat bersinar.
“tak peduli seberapa besar halangan dan rintangan yang akan ku hadapi kelak. Karena aku.... PASTI AKAN MELAMPAUI SEMUA BATASANKU..!! TEKNIK API PEMBAKAR JIWA SONNE..!!!” Ashurapun menyerangnya menggunakan teknik tersebut.
“SIALAAAAANNN.....!!!!” teriak Norman.
BOOOMMMM..!!!
Ledakan yang dihasilkan dari Ashura itu sangatlah besar. saking besarnya ledakan tersebut hingga menyerupai letusan gunung berapi. Langit dipenuhi olah gumpalan hitam yang menggulung, biru langitpun juga berubah menjadi merah membara. Menandakan serang dari Ashura itu amatlah luar biasa.
__ADS_1
Ashurapun berdiri dengan wajah yang cukup puas dan dengan berseri iapun berkata “aku berhasil!! Kakak, Alisa, Kakek, semuanya... akhirnya aku berhasil melampaui batasanku.”