
Setelah sekian lama diperjalanan. Pada akhirnya Shin berhasil sampi ditempat pertemuan dengan adiknya, Ashura.
“apa?!, bukankah seharusnya aku datang terlambat. Dimana Ashura? Apakah dia juga sama denganku?” Shin penuh dengan pertanyaan.
Ia mencari-cari Ashura disekitaran tempat tersebut. Hingga akhirnya Ashurapun memanggilnya sendiri.
“kau terlambat sekali, kakak. Aku sudah 3 hari menunggumu disini.” Keluh Ashura.
“kenapa kau berada diatas pohon?, cepat turunlah kemari!” seru Shin.
Ashurapun melompat kebawah dan sedikit memperlihatkan Axcelnya kepada Shin.
“sepertinya Axcel mu itu api yah.., cocok sekali dengan gaya bertarungmu seperti seekor naga.” Tanggapnya.
“bukan hanya api biasa. Melainkan api tipe Mityc.” Ujar Ashura.
“tipe Mityc yah. Kau pasti telah menjadi sangat kuat.” Pujian Shin.
“oh iya, sebelumnya aku ingin memberitahumu satu hal.” Ashurapun menceritakan apa yang ia alami saat mendapatkan Axcel tersebut digunung Thamuz.
Ashura menjelaskan bahwa dirinya sempat bertarung dengan seorang Laksamana pertama angkatan laut kekaisaran. Demi memperebutkan Axcel tersebut.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Sedikit info, Laksamana pertama di angkatan laut. Berada dipangkat ke 4, dimana tingkatan tersebut diisi oleh orang-orang yang sangat kuat. Kursi Laksamana pertama juga hanya memiliki 6 kursi saja. Itupun sangat sulit. Dan diatasnya terdapat pangkat Laksamana. Dimana pangkat ini hanya diisi oleh 3 orang saja, dan 3 orang itu memiliki kekuatan penghancur yang sangat dasyat.
__ADS_1
Meski tingkatan Laksamana saja sudah sangat kuat seperti itu. Akan tetapi diatas mereka masih terdapat 2 tingkatan yang lebih tinggi dan juga lebih mengerikan.
Setelah mendengar cerita tersebut. Shin merasa tertakjub kagum pada adiknya, Ashura. Sebab selevel Laksamana pertama saja Ashura mampu mengalahkannya.
“kau hebat sekali, Ashura!. Mungkin..., kau telah melampauiku.”
“tidak juga. kakak yang yang lebih hebat dariku. Sampai-sampai bisa menolong putri kerajaan.” Gurau Ashura. “tapi.., seperti apa wujud Axcel tipe Beast itu?” lanjut Ashura penasaran.
“mereka cukup kuat dan tak boleh di-remehkan. Wujud mereka sudah seperti monster atau siluman. Tubuh mereka seperti setengah manusia dan binatang.” Jelas Shin.
Setelah asik saling menceritakan pengalaman mereka berdua. Merekapun memutuskan untuk segera menuju kampung halaman. Sepertinya, Shin tidak menceritakan semuanya pada Ashura. Dimana ia mendapatkan Axcel dewa yang belum ia ketahui tipe apa. Untuk sementara waktu Shin memutuskan untuk merahasiakan dirinya yang telah menjadi Zenova atau manusia setengah dewa.
Diperjalanan mereka telah merasa tidak sabar untuk kembali. Terlebih Ashura, ia ingin segera memamerkan apinya kepada para anak-anak di desa agar dapat menghibur mereka. Ashura dikenal sebagai orang yang sangat lembut dan perhatian pada anak-anak. Ia selalu menghibur dan sesekali membuat pertunjukan atraksi pada anak-anak.
Dan Shin selalu menemani Alisa diklinik ataupun membantu alisa untuk menemuka obat-obatan di hutan. Sesekalipun Shin dan Alisa sering berkebun bersama petani lainnya.
Bisa dibilang Shin dan Ashura sangat disayangi dan juga dihormati oleh penduduk desa. Begitu juga sebaliknya. Benar-benar desa yang indah dan penuh kegembiraan.
Namun, semua itu telah berakhir untuk selamanya.
“a-apa maksunya ini?” Shin sangat amat terkejut.
“mustahil... apakah aku salah lihat!” Ashurapun serupa.
Mereka benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini. dimana tepat didepan gerbang menuju desa dipenuhi dengan mayat-mayat bergeletakan seperti telah terjadi sebuah perang besar.
Bukan hanya itu, mereka juga melihat desa yang telah hancur terporak-poranda. Asap hitam juga masih terlihat mengepul kelangit jingga.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Tampak diatas tumpukan mayat tersebut terdapat sebuah bendera yang tak asing lagi bagi mereka.
“kakak...., bendera itu...”
“iya.. itu adalah bendera kekaisaran Welt!” sambung Shin dengan penuh amarah.
(lambang bendera kekaisaran welt)
Karena begitu marahnya. Secara tiba-tiba Shin merasakan rasa sakit para penduduk desa. Dan rasa sakit itupun berubah menjadi aura kegelapan. Aura itupun langsung menyelimuti Shin yang tengah dipenuhi rasa marah, benci dan dendam.
Ashura saat itu merasakan energi dan aura negatif yang kuat pada diri Shin.
“ka-kakak.....” gumam Ashura.
Tak lama dari itu merekapun mendengar suara seseorang yang berusaha memanggil mereka.
__ADS_1
“kakak, sadarlah! Dengar masih ada yang selamat.” Ujar Ashura. Seketika Shin tersadar kembali dan mereka bergegas menuju suara tersebut.
Dan benar saja. Ada seseorang yang masih bernafas dan itu tidak lain dan bukan sang pemimpin Ras, kakek mereka berdua.
“kakek!, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Shin.
“maafkan kakek..., kakek harus berbohong pada kalian berdua..” jawabnya dengan terengah-engah.
“apa maksud kakek?”
“sebenarnya... kakek memberikan misi kepada kalian berdua... agar kalian selamat.. dan meneruskan tekad Ras Lucifer...” jelas kakek.
Sontak itu membuat Shin dan Ashura terkejut. Mereka tidak sadar akan hal tersebut.
“sebelumnya.. jauh hari sebelum kakek memberikalian misi.. kakek mendapatkan kabar dari seseorang.., bahwasannya Ras Lucifer akan dibantai habis. Karena bagi kekaisaran, Ras Lucifer adalah sebagai ancaman besar bagi mereka.”
“ja-jadi.. kakek berniat hanya menyelamatkan kami berdua saja..?” tanya Shin.
“kenapa kakek mementingkan cucu kakek saja... kenapa penduduk lain tidak kakek selamatkan.. apakah karena kami darah keterunan kakek?” protes Ashura.
“tidak..., kakek tidak hanya menyelamatkan darah keturunanku saja.. melainkan menyelamatkan darah keturunan lain... yahh.. itu adalah kau Ashura..”
“apa maksud kakek?, apakah dalam tubuhku ini tidaklah mengalir darah Ras Lucifer?” tanya Ashura.
“maaf, kakek tidak terus terang padamu... sebenarnya kau bukanlah dari ras Lucifer.. hanya saja kedua orang tua Shin memungutmu dari desa yang telah hancur. Dan setelah itu mereka memutuskan untuk mengangkatmu menjadi anak mereka..” jawab kakek.
Jelas itu membuat Ashura tersentak. Kemudian, setelah itu Shin teringat pada Alisa dan menanyakan keberadaannya.
“kakek.. dimana Alisa?, apakah dia selamat? Apakah dia tidak apa-apa?”
“Alisa selamat... mereka membiarkannya tetap hidup. Tapi.., mereka membawa Alisa keperkemahan mereka di utara.. cepat selamatkanlah dia.. sebelum terlambat..” seketika kakekpun menghembuskan nafas terakhirnya.
Kata-kata terakhirnya membuat Shin dan Ashura bertekad untuk pergi menuju utara dan menyelamatkan Alisa.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Sebelum itu merekapun bersiap-siap terlebih dahulu. Mereka pergi menuju tempat suci didesa tersebut. Mereka membawa senjata suci yang tidak lain adalah senjata Crypton. Dimana senjata Crypton tersebut hanya ada 47 didunia ini.
Shin membawa sebilah pedang bernama Heavenly Sword. Jalankan Ashura membawa sebuah tongkat logam bernama Ganggler, dan juga tidak ketinggalan Ashura juga memakai topi ciri khas para pesulap. Alasan ia akan menggunakan topi tersebut adalah untuk membalaskan dendam para anak-anak yang dulu ia hibur.
*(Heavenly Sword dan Ganggler)
“Ashura..., aku tidak peduli kau asli ras Lucifer atau bukan. Tapi, apapun rasmu itu kau akan tetap menjadi adikku. Dan Kau juga tetap salah satu dari dua ras Lucifer yang tersisa didunia ini.” tegas Shin.
__ADS_1
“iya, aku juga tidak peduli siapa sebenarnya aku ini. yang kini aku pedulikan adalah, membalaskan dendam kepada orang-orang yang telah merenggut kehidupan anak-anak!” balas Ashura.
kedua Lucifer bersaudara itupun memulai perjalanannya menuju utara. Untuk pergi menyelamatkan Alisa sekaligus membalaskan dendam warga desa.