
Beberapa hari kemudian, tepatnya dikota Gloria. Yaitu kota bagian dari kekaisaran, dimana dikota tersebutlah adalah markas besar atau markas utama pasukan penyidik.
(peta lengkap)
Disana pula sebagai kediaman dari komandan pasukan penyidik. Berbeda halnya dengan kota Maria, Rose, dan Flora. Yang juga sebuah markas besar, namun dipimpin oleh ketiga Mayor pasukan penyidik. Dan juga, adapun beberapa kota kecil atau bahkan hanya sebuah kastil jauh diluar kota-kota besar tadi. Hanya digunakan sebagai markas cabang atau markas kecil.
Saat itu, komandan pasukan penyidik yang bernama Date Yoshiki. Tengah bermeditasi dibelakang kastil. Tiba-tiba salah satu anak buahnya datang menemuinya.
“komandan, wakil komandan Erwin .S. Napoleon. Telah menunggu anda didalam ruangan anda.” Ujar pria yang diketahui bernama Kojima Hyuga.
“mau apa dia menemuiku?, bukan kah dia itu sangat membenciku?. Tidak seperti biasanya.” Balasnya.
“aku tidak tau. Tetapi..., sepertinya dia membawakan informasi yang sangat penting.”
“yaya... aku akan menemuinya.” Iapun berdiri dan kembali mengenakan jubahnya yang berwarna coklat itu.
Iapun kembali menuju ruangannya.
Didalam ruangannya terdapat 3 orang yang telah menunggunya. Mereka bertiga mengenakan jubah coklat yang sama. Akan tetapi terdapat perbedaan dibagian dada dan bahu mereka. Tidak lain itu adalah tanda pangkat atau jabatan yang tengah mereka sandang sekarang.
Iya benar, mereka bertiga adalah beberapa orang yang memiliki jabatan paling atas dipasukan penyidik. Diantara mereka adalah Erwin sang ahli siasat, wakil komandan pasukan penyidik. Dan sisanya adalah orang-orang penyandang jabatan dibawah Date dan Erwin, ketiga Mayor pasukan penyidik. Salah satunya adalah Kojima Hyuga.
“ada apa ini?, kenapa kalian semua berkumpul? Apakah ada sesuatu yang penting?” Date bertanya-tanya.
Erwinpun berdiri dan memberikan selembar kertas.
Date yang kebingungan dengan kertas tersebutpun bertanya “apa itu?, apakah surat pengunduran dirimu?”
“sayangnya tidak...” bantah Erwin. “aku hanya akan melaporkan padamu. Bahwa, pasukan unit 11 telah diserang secara tiba-tiba dan terbantai tanpa sisa.” Jelasnya.
“apa?!, kau pasti bercanda... unit 11 itu sebanyak 10.000 personil. Tidak mungkin terbantai hanya dengan satu hari saja.” Kojima terkejut.
“jika kau tidak percaya... maka lihatlah isi kertas tersebut.” Ujar Erwin.
Datepun membuka kertas tersebut. Yang ternyata itu adalah sebuah foto. Dimana didalam foto tersebut, ketika Shin dan Ashura tengah mengamuk melawan pasukan tempo hari lalu. yang ternyata itu adalah unit 11.
“siapa mereka?” tanya Date.
“mereka adalah Lucifer bersaudara. Mereka berdualah pelaku pembantain unit 11. Bahkan, bukan hanya itu... mereka juga yang bertanggung jawab atas hancurnya dan pembantaian salah satu desa dilembah neraka. Demi keserakahan mereka sendiri.” Jawab Erwin.
“desa dilembah neraka?!, bukankah itu desa dari Ras Lucifer itu sendiri!. Berarti mereka membantai sesama Rasnya sendiri..?!” Kojima terkejut.
“benar sekali... maka dari itu unit 11 bertujuan untuk menghentikan mereka berdua. Akan tetapi, malah mereka juga ikut terbantai. Jadi...., bagaimana Komandan?” kata Erwin memancing amarah dari Date.
Beberapa saat Date hanya terdiam, dan sedetik kemudian iapun tersenyum. “Erwin, berhentilah memanggilku komandan. Karena aku tau.... bahwa kau hanya bersandiwara saja.”
“apa maksudmu?”
“kau...., hanya ingin membuatku marah. Hanya hal sepele seperti ini saja. Kau itu hanya ketakutan, karena kau itu lemah!” Date mengolok-olok Erwin. Kemudian iapun berdiri dari atas kursinya dan berjalan menuju pintu keluar. “tenang saja... biar kutangani langsung mereka dengan mudah.” Lanjutnya.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Dua hari kemudian.
Shin dan juga Ashura, baru saja selesai memakamkan seluruh warga desa. tepat dibelakang kuil suci. Namun, mereka sengaja memisahkan makam Alisa ditempat biasa mereka sering berkumpul bersama. Tepatnya diatas bukit desa, dibawah satu pohon apel. Yang dimana itu adalah buah kesukaan Alisa.
Setelah selesai, mereka berduapun berjalan kembali menuju desa. Ditengah perjalan mereka membahas tentang pemakan Alisa.
“apakah menurutmu Alisa akan kesepian disana sendirian?” tanya Ashura cemas.
“tenang saja, itu adalah tepat paling ia suka disini. Terlebih ia sendiri pernah berkata bahwa ia ingin sekali tidur disana.” Jawab Shin sembari memandang langit.
Seketika Shin teringat kembali dengan Alisa, disaat kebersamaanya berdua dibukit tersebut. “kau tau, Shin. Jika suatu saat desa kita ini hancur... dan para warga desa pergi mengungsi, aku ingin sekali tinggal disini dan tidur dengan tenang.”
__ADS_1
“benar sekali..., apa lagi disana ada buah kesukaannya..” ujar Ashura tenang.
“hey... kalian berdua.” Ucap seseorang. Shin dan Ashurapun terkejut dengan kehadiran seorang pria didepan mereka secara tiba-tiba.
“siapa kau?” tanya Ashura.
“bukankah di-dia itu....?! cih, bersiaplah Ashura!. Dia sangatlah kuat.” Ujar Shin bersiap.
“apa..?!, memangnya siapa dia itu?” Ashura terkejut.
“dia itu adalah komandan besar dari pasukan penyidik,”iblis bermata satu” Date Yoshiki.” Seru Shin.
“oohh...~, rupanya kau mengetahui tentangku yah..” sambung Date, kemudian iapun mengeluarkan satu batang rokok.
“cih.., akan aku selesaikan dengan cepat!” tanpa basa-basi lagi, Ashurapun melompat dengan sangat tinggi “Fire ball” Ashura mengeluarkan banyak bola api dari kedua tangannya.
Bola api itu mengarah pada Date dan langsung menghantamnya dengan cepat. Ashura mengira bahwa serangannya tersebut tepat mengenai Date. Akan tetapi..., “a-apa..?! di-dia menghilang?. Kemana dia?!” Ashura sangat terkejut. Sebab serangannya tidak mengenai Date. Karena, secara tiba-tiba Date tidak ada disana.
“aaahhh..~, kau itu sangat brutal sekali...” seketika Date telah berada ditempat lain sembari menghisap rokoknya yang kini telah menyala.
“terimakasih apinya.. akhirnya aku bisa me-nyalakan rokokku.” Lanjutnya.
Sontak itu membuat Ashura sangat terkejut. Tak ada manusia didunia ini yang dapat bergerak secepat itu. Sebab kecepatan itu bagaikan teleportasi.
“mustahil..!!, bagaimana dia bisa bergerak secepat itu?. Apakah dia pengguna Axcel teleportasi?” Ashura keheranan.
“sayangnya kau salah.., aku bukanlah peng-guna Axcel. Aku hanya seorang pendekar pedang biasa..” balas Date. Kemudian iapun mencabut satu pedangnya.
Date adalah seorang pendekar pedang dengan aliran 6 pedang. Meskipun memiliki aliran pedang yang sangat unik dan langka. Tetapi, hanya satu pedang yang paling menonjol. Pedang tersebut adalah “Akai Gesshoku” atau “gerhana bulan merah”
“Ashura..~, berhati-hatilah... pedang itu adalah salah satu dari 47 senjata Crypton. Pedang itu memiliki aura yang sangat kuat untuk membunuh. Semakin banyak pedang itu terkena darah. Maka, semakin kuat dan tajam. Pedang itu juga termasuk pedang tertajam ke 4.” Jelas Shin.
“sial..., jadi dia bukanlah orang biasa yah..!” gerutu Ashura.
Huusshhh... treennkkk..!!
Beruntung, Shin berhasil menahannya menggunakan pedang miliknya.
“terimakasih kakak...!!, Tinju apiii..~” Ashura menyerang balik.
Namun, sama halnya seperti sebelunya. Date kembali menghilang dari hadapan mereka. “dia melakukannya lagi..!” ujar Shin.
“kemana sekarang dia..?!” kata Ashura.
“teknik satu pedang. Thunder Strike..~” tiba-tiba Date menyerang dari atas mereka.
“cih.., Tornado api..!”
Serangan mereka berduapun saling ber-benturan sangat kuat. Masing-masing serangat merekapun juga dilapisi oleh Gear tingkat tinggi. Hingga menyebabkan sebuah retakan diudara dan percikan petir.
Meskipun sama-sama kuat. Akan tetapi, tak terduganya kekuatan Ashura masih kalah oleh kekuatan dari Date. akhirnya Ashurapun harus terkena serangan dari Date.
“aarrrgghh..!!~” teriak Ashura.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Dengan sedikit kesakitan, Ashura berdiri kembali sembari memegang pundaknya yang berdarah.
“Ashura, kau baik-baik saja..?” tanya Shin cemas.
“tenang saja, aku tidak apa-apa. Untung saja aku sedikit menghindar.” Jawab Ashura.
“Ashura... jangan menyerangnya sendirian. Kita harus menyerangnya secara bersama-sama.”
__ADS_1
“baiklah kakak, ayo kita kalahkan orang itu.” Ashura bersemengat.
Kemudian Shin dan Ashura pun mengeluarkan kekuatannya dengan serius. Sekujur tubuh Ashura mengeluarkan api yang membara. Melainkan Shin, ia kembali mengeluarkan auranya yang sangat kuat.
“sepertinya kalian sudah mulai serius...., baiklah aku juga akan mulai serius.” Datepun membuang rokoknya dan mencabut keenam pedangnya sekaligus. Dimana masing-masing tangannya menggenggam tiga pedang dengan sela-sela jarinya. Sehingga seolah-olah pedang tersebut seperti sebuah cakar yang tajam.
“baiklah... ayo kita mulai...”
Huusshhh.. treennkkkk.... bruukkhh... crashh..
Pertarungan mereka terjadi sangat hebat. Ketiganya memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat luar biasa. Saking dasyatnya mereka bertarung. Hingga membuat udara dan juga tanah retak. Itu menandakan bahwa ketiganya memiliki Gear Dewa pengusa atau Gear tingkat tertinggi.
Pertarungan itu berlangsung lama. Sangat sulit memperkirakan siapa yang akan menang. Namun, pada akhirnya secara mengejutkan Date mampu mengimbangi Lucifer bersaudara tersebut. Tentu itu bukanlah hal yang biasa. Sebab satu orang saja diantara mereka berdua. Sudah sangatlah kuat, terlebih lagi jika mereka berdua bersama. Sudah pasti mereka menjadi 2 kali lebih kuat.
Dengan tangguhnya, Datepun berhasil melukai Shin dan juga Ashura. Ashura menjadi yang paling banyak mendapatkan luka.
“sepertinya, meskipun kalian berdua menyerangku secara bersama. Tapi, tetap saja kalian bukanlah tandinganku.” Intimidasi Date kepada Shin dan Ashura.
“diam kau..!, aku.. aku tidak akan kalah darimu!. Karena aku akan melampaui semua batasanku..!” Ashura tidak menerima perkataan Date tersebut. Dan ia kembali melancarkan sebuah serangan pada Date.
“fire burst..!”
Hwuuusshh...!!, Ashura pun mengeluarkan semburan api yang besar dari mulutnya. Seperti biasa Date kembali menghindar dengan kecepatannya. Tetapi, sekarang sedikit berbeda. Dimana Ashura juga menyerang kembali secara bertubi-tubi dengan cepat.
“takan kubiarkan kau lolos dariku..!!”
“a-apa..?!, mustahil. Dia bisa mengetahui pergerakanku.” Date terkejut.
“rasakan ini, cakar naga api..!” Ashurapun menyerang dengan kekuatan penuh.
Saat itu Date terlambat untuk menghindari serangan Ashura. Akibatnya ia mendapatkan luka yang cukup serius dibagian perutnya.
“bagus Ashura..!, kau berhasil.” Seru Shin.
“ternyata aku terlalu menganggap remeh dirimu..!!” ujar Date dengan sedikit membungkuk akibat rasa sakit dibagian perutnya. “sepertinya tidak ada cara lain selain menggunakan itu..” gumam Date.
Tiba-tiba Date menutup mata kanannya, dan kemudian ia membuka mata sebelah kiri yang telah ia tutup sejak dari awal. Saat itu, sontak Shin dan Ashura dikejutkan kembali dengan mata kiri Date yang sangat berbeda pada manusia umumnya. Dimana mata itu seperti mata iblis.
Mata itu bernama the core. Dimana memiliki kekuatan untuk mengendalkan ruang dan waktu dengan memperlambatnya. Bahkan bisa juga untuk menghentikan waktu. Sehingga membuat pemilik mata ini, tampak bergerak sangat cepat atau ber-teleportasi dimata orang lain.
...\=\=\=∆\=\=\=...
“pantas saja dia mampu berpindah tempat dengan sangat cepat.” Gumam Shin.
“baiklah....., selamat tinggal...” ujar Date. Seketika matanya pun memancarkan cahaya merah.
Setelah sadar akan itu. Shin, mencoba memperingati Ashura. Akan tetapi, ia terlambat.
Crashh.... desh.....
Dengan sekejap Ashurapun tertebas. Bukan hanya satu tebasan saja, melainkan 6 tebasan. Dan saat itu juga Ashurapun akan terjatuh ketanah.
Namun, secara mengejutkan. Didetik-detik Ashura akan jatuh, ia berusaha untuk menyerang Date.
“takan ku biarkan kau menang dengan mudah dariku..., fire gun!!” Ashura membentuk kedua jari layaknya sebuh pistol, dan kemudian menembaknya dengan api.
Date tak menyadari akan seperti itu, dibuatnya terkejut. Al hasil serangan tersebutpun berhasil mengenai punggungnya. Sehingga Date mendapatkan luka bakar yang serius.
Tidak puas akan itu, Date pun kembali terkena bogeman dari Shin pada perutnya. Iapun terpental dan menghantam rumah-rumah didesa tersebut.
“berani-beraninya kau melukai adikku!” tegas-nya. Shin melangkah mendekati Date yang tengah terkapar direruntuh.
Setelah cukup dekat. Tiba-tiba Date sudah berada tepat dibelakang Shin, dan hendak menyerangnya. Tetapi Shin menyadarinya, Shin mematahkan serangan Date. Dan kemudian membalikkan serangan. Date kembali terkena serang itu.
__ADS_1
Tampak kali ini Shin begitu kuat. Padahal saat itu Date tengah mengaktifkan the corenya sekaligus mengeluarkan kemampuan aslinya. Tapi tetap saja, serangan demi serangan Date. Selalu saja berhasil dipatahkan dan malah ia sendiri yang terkena serangan Shin.