The Last Zenova

The Last Zenova
Chapter 7 2 vs 10.000


__ADS_3

Telah 2 hari lamanya semenjak pembantaian desa ras Lucifer. Kini Shin beserta Ashura telah memulai bentrok dengan pasukan kekaisaran. Mereka berduapu juga mendapatkan sebuah julukan pada saat itu. Yaitu, Lucifer bersaudara.


Meskipun telah beberapa kali terjadinya bentrokan. Tetapi, pihak pasukan kekaisaran tidak terlalu mengkhawatirkan Lucifer bersaudara tersebut. Karena bagi mereka, Shin dan juga Ashura akan dengan mudahnya dihabisi layaknya semua orang didesa.


Sehingga mereka hanya mengutus pasukan penyidik saja. Tidak seperti pada pembantaian saat itu yang dilakukan oleh pasukan perang kekaisaran.


Disuatu hari, ketika beberapa dari pasukan penyidik tengah berpatroli dibeberapa mil camp mereka. Secara tiba-tiba mereka diserang oleh Shin dan juga Ashura.


“itu dia!, Lucifer bersaudara..!” seru pasukan penyidik.


Akhirnya bentrokanpun tak dapat dihindari.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Lucifer bersaudara itu tuk mengalahkan mereka. Hari demi hari pasukan penyidik terus berjatuhan sehingga membuat sang kapten unit tersebut harus memutar otak. Bagaimana cara mengalakan Lucifer bersaudara tersebut.


“tak berguna!, kenapa mereka semua bisa-bisanya dikalahkan hanya oleh dua orang saja!” amarah sang kapten.


“mereka berdua sangat kuat kapten. Informasi yang saya peroleh, bahwasanya mereka memiliki senjata Crypton dan juga memiliki kemampuan Gear tinggkat tinggi.” Ulas bawahannya.


“apa?!, apakah itu benar?” tanya sang kapten.


“benar kapten. Bahkan salah satu diantara mereka berdua, tepatnya seorang yang mengenakan topi adalah pengguna Axcel api tipe Mityc.” Jelasnya.


“sial..!!, aku tidak menyangka mereka bisa sekuat itu.” Kesal sang kapten. “lalu informasi apa lagi yang kalian tahu dari mereka berdua?” lanjutnya.


“aku memiliki informasi yang menarik...” ujar seseorang yang berada diluar tenda rapat.


Saat orang itu masuk kedalam, serentak semua orang disitupun terdiam dan memberinya hormat.


“wa-wakil komandan, Erwin. S. Napoleon!” sang kapten terkejut.


Orang tersebut adalah wakil komandan pasukan penyidik atau orang kedua dipasukan penyidik. Ia tak memiliki kemampuan sekuat orang lain. Bahkan kemampuan bertarung dan Gearnyapun biasa-biasa saja. Akan tetapi, ia memiliki kepintaran yang luar biasa. Semua rencana atau strateginya sangat luar biasa. Sampai-sampai ia diberi julukan Sang ahli siasat.


Keahlianya tersebut tidaklah main-main. Dimana ia mampu memenangkan peperangan melawan 50.000 pasukan hanya dengan 500 pasukan saja. Tentu itu semua tidak luput dari strategi yang ia kemukakan. Tak peduli dengan cara kotor ataupun bersih, baginya kemenanganlah yang berbicara.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Semua orang didalam tendapun sangatlah penasaran dengan informasi yang dimiliki oleh sang ahli siasat tersebut.


“menurut para korban yang selamat, Lucifer bersaudara itu memiliki dua tujuan.” Ujar Erwin.


“dua tujuan?” semua orang bertanya-tanya.


“tujuan pertama mereka adalah membalas dendam. Kemudian, tujuan kedua dan yang paling mereka prioritaskan adalah..., menyelamatkan wanita yang dibawa oleh pasukan perang.” Tutur Erwin. “karena itulah aku memiliki sebuah rencana.”


Disisi lain Shin dan Ashura tengah beristirahat. Mereka juga sesekali berbincang mendiskusikan strategi untuk esok hari.


“apakah itu sudah jelas untukmu?” tanya Shin.


“iya, aku mengerti. Aku akan berusaha sebaik mungkin.” Jawab Ashura.


“baguslah..., kita tidak tahu dimana Alisa berada. Setiap pasukan yang kita hadapi tak memiliki informasi apa-apa.” Ulas Shin.


“aku merasa sedikit khawatir padanya. Aku takut ia kenapa-kenapa.” Ucap Ashura.


Shinpun menjadi tampak sangat kesal “jika itu terjadi..., maka aku takan segan tuk menghabisi mereka!”


“kau benar sekali, kakak.”


“semoga saja, besok takan ada hal buruk yang terjadi.” Ujar Shin dengan setengah cemas.


Keesokan harinya. Seperti biasa Shin dan Ashura tengah bersembunyi menunggu pasukan penyidik tiba. Terungkap bahwa Lucifer bersaudara tersebut menggunakan taktik griliya.


Namun, Shin merasa ada yang tidak beres. Ia tak menemukan satupun pasukan penyidik di hutan tersebut. “ada apa ini?, apakah mereka tengah merencanakan sesuatu?” pertanyaan itulah yang ada didalam kepala Shin.


“kakak, aku merasa ada yang tidak beres..” ujar Ashura.


“kau benar sekali. Tampaknya mereka telah membuat rencana yang tak terduga.” Tanggapan Shin.


“apa mungkin, mereka semua mundur?”


“kurasa itu tidak mungkin. Karena, pasukan kekaisaran terkenal dengan kegigihannya. Jadi sangatlah mustahil jika mereka semua mundur begitu saja.” Ulas Shin.


Karena mereka tidak juga melihat pasukan penyidik. Merekapun memutuskan untuk pergi menuju camp musuh. Dan sungguh tak terduganya camp tersebut kosong tak ada orang satupun. Camp tersebut telah ditinggalkan oleh pasukan penyidik.


“ya-yang benar saja...?!, mereka benar-benar mundur.” Ashura terkejut.


Sementara itu Shin tengah berfikir dan menganggap hal tersebut sangatlah mencurigakan. “ini benat-benar aneh?. Tiba-tiba mereka mundur begitu saja. Tapi, dilihat dari jejak kaki dan jejak bekas kereta kuda diatas tanah. Tampaknya mereka menuju timur. Dan anehnya mereka tidak mundur ke barat yang sudah jelas terdapat markas cabang dari angkatan laut kekaisaran. Kenapa mereka ketimur? Dan ada apa disana?”


Ashura yang tengah berjalan-jalan memeriksa camp tersebut menemukan sekucup kertas. Yang bertuliskan suatu tawaran pada mereka berdua.


“kakak!. Kemarilah dan lihat ini!” seru Ashura.


Ketika Shin membacanya ia sangat amat terkejut. Sebab, isi dalam kertas tersebut adalah sebuah surat untuk mereka berdua. Mereka diminta untuk datang ke timur 800 meter dari camp tersebut. Mereka juga menjanjikan akan menyerahkan Alisa disana.


“kakak.. lebih baik kita jangan kesana. Aku yakin, ini semua pasti sebuah jebakan.” Ashura beranggapan itu hanya jebakan belaka untuk mereka berdua.


“tapi..., jika itu benar bagaimana?. Aku tidak mau kehilangan Alisa. Aku ingin kita bertiga selamat dari semua ini!” Shin tetap berpegang teguh dan ingin pergi kesana.

__ADS_1


Ashurapun tak dapat melarangnya. Iapun mau tidak mau harus ikut bersama kakaknya tersebut.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Singkat cerita Shin beserta Ashura tiba ditempat tersebut. Diatas tanah yang lapang, tampak banyak pasukan terdiri dari pasukan penyidik dan pasukan perang dari kejauhan.


“sudah kuduga ini sebuah jebakan!” ucap Ashura.


Pasukan tersebut berjumlah 10.000 orang. Tentu itu jauh terbalik dibandingkan dengan mereka yang hanya berdua saja.


“wahai Lucifer bersaudar!, aku tau kalian pasti datang untuk menyelamatkan wanita ini. jadi...., jika kalian ingin wanita ini selamat. Bermohonlah pada kami dan jangan melawan.” Seru sang kapten dengen menyeret paksa Alisa yang tampak lelah dan lemas.


“Alisa..~” teriak Shin cemas.


“sialan..!!, apa yang kau lakukan padanya!” Ashura sangat marah.


“tenang saja, kami meperlakukannya dengan baik sekali. Jadi.., tunggu apa lagi! bersujudlah kepadaku dasar kalian manusia rendahan!”


“cih, jangan harap kami akan bersujud diha-dapanmu!” tolak Ashura.


“begitu yah.., baiklah kalian akan tau akibat-nya!” kapten itupun menendang kepala Alisa dengan keras hingga jatuh ketanah. Alisa hanya bisa menahan rasa sakitnya tersebut.


Ashura semakin marah dan kesal pada mereka. Jalankan Shin yang melihat Alisa terluka, tak dapat menahan dirinya. Secara tiba-tiba Shin langsung bersujud tanpa fikir panjang lagi.


Ashurayang melihanya pun tak percaya bahwa kakaknya tersebut bersujud kepada orang-orang seperti mereka.


“apa yang kau lakukan kakak!” protes Ashura.


“sudahlah cepat kau bersujud juga, Ashura!. Apakah kau mau Alisa mendapatkan penderitaan dan rasa sakit yang lebih lagi.” sentak Shin.


Ashura mengalihkan pandangannya kepada Alisa yang tengah disiksa oleh sang kapten pasukan tersebut. Dikarenakan iapun tak ingin melihat Alisa terus seperti itu, akhirnya Ashurapun meletakan kepanya keatas tanah dan bersejud bersama Shin.


Sontak semua pasukan tersebutpun tertawa terbahak-bahak melihat Lucifer bersaudara yang tangguh itu. Kini bersujud pada mereka semua.


“bagus sekali... teruslah kalian bersujud seperti itu.” Ujar sang kapten. “ayo kalian, beri sedikit pelajaran pada mereka berdua!” sang kapten menyuruh beberapa pasukannya untuk memukuli Shin beserta Ashura.


...\=\=\=∆\=\=\=\=...


Shin dan Ashurapun terpaksa harus menerima-nya dengan tanpa perlawanan sedikitpun. Al hasil pasukan tersebut menghajarnya tanpa apun sedikitpun. Alisa yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menangis.


Setelah beberapa lama pasukan tersebut menghajar Shin dan Ashura. Akhirnya sang kaptenpun memerintahkan kepada pasukannya untuk berhenti. Tampak Shin dan juga Ashura telah babak belur dan mendapatkan luka yang cukup serius.


“baiklah, karena aku ini seseorang yang baik dan juga pemaaf. Jadi, akan kuserahkan wanita ini..” iapun melepaskan Alisa, dan Alisapun langsung berlari menghampri Shin dan Ashura.


“.....dengan keadaan mati.”


Sang kapten itupun menarik pelatuk pistolnya dan Alisapun tertembak dan jatuh terkapar. Shin dan Ashura yang menyaksikan hal tersebut tepat dihadapan mereka. Langsung berlari menuju Alisa.


“Alisaaa...~!”


...\=\=\=∆\=\=\=...


Pada saat itu juga Alisa tengah sekarat tepat diatas pangkuan Shin. Dengan sekuat tenaga Alisa berusaha berbicara. “a-aku senang... bisa... melihat ka-kalian.. a-apakah ... kalian telah me-menyelesaikan... misi kalian?” tanya Alisa.


“iya kami telah berhasil.. kami berhasil menyelesaikan misi tersebut.. tapi... tapi...” jawab Shin meneteskan air mata.


“jangan seperti itu, Shin.... senyumlah... untuk yang terakhir kalinya aku ingin melihat wajahmu, dan aku tidak ingin melihat wajah sedih. Aku ingin melihatmu tersenyum... jadi kumohon, oke?”


“apa yang kau bicarakan!, lihat aku sudah tersenyum.... jadi kau harus bertahan!” balas Shin.


Seketika Alisapun memuntahkan darah dari mulutnya.. “maafkan aku.... maafkan aku....”


“Alisa, bertahanlah... kau harus hidup... kau harus hidup...!!” seru Shin semakin meneteskan air matanya.


Alisapun memegang pipi Shin “Shin...., aku mencintaimu... lebih dari apapun di dunia ini... ”


“aku..., aku juga mencintaimu, Alisa. Aku mencintaimu lebih dari seratus kali... seribu kali.... sejuta kali... milyaran kali...” kata Shin dengan memegang pipi Alisa balik.


“terimakasih, Shin. Selamat tinggal....” Alisa tersenyum. Kemudian tangannyapun jatuh dan ia menghembuskan nafas terakhirnya diatas pangkuan Shin.


“hey... Alisa.., Alisa... Alisaaa...~!” teriak Shin memeluk tubuh Alisa yang telah terbujur kaku. Melainkan Ashura hanya bisa menangis dibelakang Shin.


“hahahaha~, kalian semua tau. Wanita itu benar-benar sangat nikmat sekali!” seru kapten pasukan tersebut.


“benar sekali kapten...”


“kami merasa iri pada mu kapten, tidak bisa merasakan nikmatnya wanita itu..”


Ujar para pasukan tersebut.


“apa maksudmu...?!” sentak Ashura.


“tidak ada, kami hanya memperlakukannya layaknya kepada wanita pada umumnya.. tentu saja setiap malamnya aku selalu memperkosanya didepan semua pasukanku..!! hahaha..~” balas sang kapten dengan tertawa.


“sialan kau..!!” Ashura benar-benar sangat marah kali ini. hingga kepalan tangannya mengeluarkan api yang membara.


“takan kumaafkan..!!”

__ADS_1


Seketika Ashura terdiam setelah mendengar perkataan dari Shin. Ia juga merasakan suatu aura kegelapan yang sangat kuat menyelimuti Shin.


“kalian semua..., AKAN KU MUSNAHKAN..!!!” tegas Shin dengan marah.


Tiba-tiba aura kegelapan tersebutpun menyebar keseluruh area sana. Membuat seluruh pasukan menjadi gemetaran. Tanahpun menjadi membentuk retakan yang cukup besar akibat berguncang. Serta angin disekitaranpun menjadi ganas.


“ke-kekuatan apa ini..., ini sudah tidak seperti manusia lagi..” sang kapten terkejut.


“ini bukan Gear tingkat tinggi saja. Tapi, aku juga merasakan sesuatu yang lain dari kakak.. a-apa jangan-jangan ini kekuatan Axcel miliknya?!” kata Ashura.


...\=\=\=∆\=\=\=...


Dari jauh terdapat 4 orang yang juga merasakan kekuatan Shin tersebut.


“kekuatan ini..?! tidak salah lagi..”


“ada apa, bos?” tanya seseorang.


Jauh diselatan “ternyata ada yang kelima rupanya..” gumam seorang wanita.


“ibu, aku merasakan ada sesuatu hal yang tidak beres..”


Dari barat “sepertinya ini akan menjadi semakin menarik.” Ujar seseorang didalam istana kekaisaran.


Dan di suatu tempat tak diketahui, tampak seseorang tersenyum setelah merasakan kekuatan Shin tersebut.


Kekuatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah kekuatan Axcel dewa. Yaitu, kekuatan manusia setengah dewa atau “Zenova”. Tanpa disadari Shin telah membangkitkannya.


“cih, kalian semua jangan takut..!! ingat ini. kalian adalah pasukan kekaisaran yang sangat tangguh. Jadi, jangan sampai kita dikalahkan hanya oleh 2 orang yang telah babak beluk itu!” seru sang kapten bertujuan untuk membakar semangat pasukannya.


“ayoo seraaanngg...~” teriak pasukan tersebut.


Seluruh pasukan yang berjumlah 10.000 tersebutpun mulai menyerang kepada Shin dan Ashura.


“Ashura..., mengamuklah. Jangan sampai satu orangpun tersisa!” tegas Shin. Kemudian iapun berlari menuju pasukan tersebut dengan sangat cepat. Dan iapun menebas dan mekul pasukan tersebut tanpa ampun.


Ashura yang melihat sifat kakaknya yang jauh berbeda itupun, hanya berdiri melihatnya beberapa saat. Setelahnya, iapun mengeluarkan kobaran api disekujur tubuhnya dan terbang menuju ribuan pasukan didepannya.


Perang tersebut sangatlah luar biasa, dimana Shin dan juga Ashura mampu mengimbangi pasukan sebanyak 10.000. amukan mereka berdua tidak bisa dihentikan. Pasukan penyidik serta pasukan perangpun berjatuhan. Banyak sekali korban dipihak kekaisaran.


“a-apa ini..?!, kalian semua cepat bunuh mereka berdua..!” teriak sang kapten ketakutan.


Namun sayang, ia telah kehilangan banyak sekali pasukan. Yang tersisa hanya tinggal beberapa ratus pasukan saja. Saking ketakutannya serta merasa dirinya telah terpojok. Sang kapten pun berusaha untuk kabur dari sana.


Tentu saja Ashura yang melihat itupun tak membiarkan kabur. “takan ku biarkan kau lari!, fire gun.” Ashura pun membentuk tangannya menjadi pistol dan menembakan api dari jari telunjuknya, kemudian sang kapten tersebutpun tertembak dan punggungnya terbakar. “jangan harap kau bisa lari dari kematianmu!” lanjut Ashura.


“tidak-tidak....~!, cepat padamkan api ini!” rengek sang kapten.


Pasukannya tidak menanggapinya dan sibuk mementingkan keselamatannya sendiri. “hey kalian!, cepatlah patuhi perintahku!” tegasnya. Namun tetap saja, mereka tak memperdulikan perintah kapten tersebut.


Sementara itu Shin semakin dekat dengan sang kapten yang telah terkapar tak berdaya.


Beberapa saat kemudian, semua pasukan tersebutpun telah terbantai. Hanya menyisakan satu orang saja, yakni sang kapten. Shin sengaja tidak langsung membunuhnya agar ia dapat menyiksanya terlebih dahulu.


“ampunilah aku..., semua ini bukanlah rencana dariku. Aku hanya diperintahkan oleh wakil komandan.” Rengek sang kapten.


“wakil komandan..?!, siapa dia?” tanya Shin dengan ekspresi dingin.


“Erwin, namanya Erwin .s. Napoleon...” jawabnya.


“begitu yah...”


“ja-jadi..., apakah anda mengampuniku..?” tanya sang kapten dengan ketakutan.


Setelah itu Shin menendang wajahnya dengan begitu keras. Hingga wajahnya berdarah. “maaf saja, akupun hanya diperintahkan oleh diriku sendri untuk membunuh kalian semua!” balas Shin.


Tampak pada ekspresi sang kapten sangat ketakutan pada Shin.


“tenang saja, aku juga akan membunuh wakil komandanmu itu. Tapi sekarang giliranmu terlebih dahulu.” Shin menginjak sikut lengan kapten itu hingga patah.


“aaaarrrgghhh...~” teriak kesakitan.


“kakak..!, jangan menyiksanya seperti itu.” Tegur Ashura.


Ashura merasa kakaknya tersebut berubah drastis. Ia merasa Shin telah berubah menjadi orang yang sangat kejam.


Lantas Shin hanya melirik dengan tatapan yang tak biasa. Sontak itu membuat Ashura terdiam sejenak.


“baiklah.., karena adiku yang meminta agar tidak menyiksamu seperti ini maka....” Shinpun mengangkat sang kapten tersebut dengan mencekik-nya. “selamat tinggal.” Lanjut Shin.


“tidaaaaakkk..~, aarrrgghhhh..~” teriaknya. Secara tiba-tiba apipun menyambar dan membakar seluruh tubuhnya ditangan Shin.


Ashura saat itu terkejut. “ba-bagaimana bisa?!” ia terkejut karena sang kakak mampu mengeluarkan api layaknya Axcelnya sendiri. Ia bertanya-tanya apakah Shin memiliki Axcel api yang sama dengannya?


Pada akhirnya peperangan tersebut dimenang-kan oleh mereka berdua.


Sementara itu, jauh disuatu tempat terdapat wakil komandan. Erwin, telah mengamati pertarungan mereka. “bagus..., dengan ini rencanaku akan berhasil.” Ujarnya dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2