
Serangan demi serangan terus Shin luncurkan pada Date, dan Date hanya bisa menahan setiap serangan Shin tersebut dengan keenam pedangnya. Meskipun begitu, Date benar-benar kewalahan dan telah terdesak.
“apa ini..?!, kenapa dengan waktu sesingkat itu. Dia berubah menjadi sangat kuat..” gumam Date terengah-engah. “siapa kau sebenarnya?” Date bertanya.
Namun, belum saja Date mendapatkan sebuah jawaban dari Shin. Iapun terkena sebuah hantaman yang sangat cukup keras pada perutnya, Datepun kembali terpental.
Setelah mendapatkan serangan tersebut. Datepun merasakan efeknya dan memuntahkan darah dari mulutnya. Padahal saat itu, Date telah melapisi tubuhnya dengan Gear tingkat tinggi. Yang dimana itu takan membuatnya terluka meskipun ditebas dan ditusuk oleh seribu pedang sekaligus.
Dari situlah Date berfikir bahwa serangan Shin tersebut, bukanlah Gear tingkat tinggi yang biasanya. Dengan bertatih-tatih Datepun melontarkan pertanya-annya kembali “kau ini... tidak hanya pengguna Gear tingkat tinggi saja. Tapi, apakah kau memiliki kekuatan Axcel juga?”
Shinpun menjawabnya sembari berjalan mendekati Date. “entahlah...., akupun juga masih belum mengetahui kekuatan ini. maka dari itu...” Shin pun mengambil ancang-ancang, bersiap akan meninjunya dengan sekuat tenaga.
“akan ku coba untuk memusnakanmu..!!” seketika tangan kanan Shinpun mengeluarkan sebuah aura kegelapan yang sangat kuat. Kepalan tangannyapun semakin menguat. Dan siap untuk memusnahkan apa saja yang ia tinju.
Jalankan Date hanya terdiam menunggu ajalnya yang sebentar lagi menjemput dirinya. “MUSNAHLAH...!! FINAL BLAASSTTT...!!” Shin melancarkan tinjunya tersebut mengarah tepat pada wajah dari Date.
Akan tetapi...
“BERHENTII..~!!” tiba-tiba seseorang berteriak secara tegas. Dan buummhhh...!!.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Beruntung, serangan Shin tersebut sengaja meleset tepat samping kepala dari Date. Jika tidak, Date saat itu juga akan tewas. Sebab saking dasyatnya serangan Shin tersebut.
Bukit saja yang berada 100 meter dibelakang Date. Terkena dampaknya hingga hancur tak tersisa. Padahal saat itu, bukit tersebut hanya terkena hembusan angin dari serangan tinju Shin.
Pada saat itu, Date hanya diam membisu melihat kekuatan yang sangat luar biasa dari Shin.
“untung saja aku datang dengan tepat waktu..” ujar seseorang tersebut, yang ternyata adalah Ragna.
“kau...?!, bukankah kau orang yang waktu itu diwilayah kerajaan Rulid?” Shin terkejut.
Begitu juga dengan Date. Ia benar-benar amat terkejut melihat sosok Ragna tersebut.
“Ragna Seven, tidak. maksudku... mantan jendral kekaisaran. Sang Cerberus ganas, Ragna Seven”
“Date, rupanya kau masih ingat dengan nama itu.” Balas Ragna.
“tentu saja..!!, aku takan bisa melupakan kejadian hari itu. Hari dimana kau dengan ganasnya membantai seluruh anggota keluarga kekaisaran..!!” sentak Date penuh amarah.
“kau sepertinya masih begitu naif sekali. Percis seperti dulu.”
“apa..?!” sahut Date kesal.
“sebenarnya apa ini..?, kenapa kau tiba-tiba datang menghentikanku?” tanya Shin.
“aku kemari hanya ingin menyudahi pertaru-ngan yang tak ada gunanya ini.” jawab Ragna.
“apa maksudmu!, kami bertarung demi membalaskan dendam seluruh Ras kami...” protes Ashura.
“Ashura, kau baik-baik saja?” Shin khawatir.
“aku hanya sedikit kesakitan.., tapi aku baik-baik saja.” Ujar Ashura.
“membalaskan dendam Ras kalian?, lalu kenapa kalian malah membantai seluruh Ras kalian itu. Dan kalian juga telah membantai bawahanku!” tegas Date.
“haahh..?!, kalianlah yang dengan kejamnya membantai seluruh Ras kami..” Ashura menyangkalnya.
__ADS_1
“sudahlah Ashura. Tidak ada gunanya kita berdebat dengan orang-orang licik seperti dia.” Ujar Shin.
Shinpun berjalan mendekati Date dan hendak menyerangnya kembali. Akan tetapi, doorrr~. Seketika Ragna menembak kearah tengah-tengah antara Date dan Shin, bermaksud untuk menghentikan Shin.
“kenapa kau masih saja menghalangiku..!!”
“tenanglah anak muda, sudah kubilangkan. Pertarungan ini tidak ada gunanya. Sebab kalian semua telah ditipu dan dijebak.” Jelas Ragna.
Pada akhirnya Ragna menjelaskan kepada mereka bertiga apa yang telah terjadi sebenarnya.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Ragna menjelaskan, bahwa Date. Sebenarnya telah ditipu oleh wakil komandanya sendiri, yaitu Erwin sang ahli siasat. Semua itu dilakukan sebab, Erwin yang haus dengan kekuasaan. Sehingga ia ingin merebut kursi komandan tertinggi pasukan penyidik.
Bukan hanya itu saja. Sifat keadilan yang dipegang oleh Date, juga dianggap sebuah ancaman bagi kekaisaran. Mereka takut jika Date mengetahui perbuatan busuk kekaisaran. Date akan membelot beserta pasukan penyidiknya.
Maka dari itulah, mereka semua berusaha untuk menyingkirkan Date.
Setelah mendengar penjelasan dari Ragna itu. Date tetap saja tidak mempercayainya. Baginya, kekaisaran adalah pemerintahan yang baik dan benar untuk menjaga tatanan dunia.
Ragnapun tak kehabisan akal. Ia memanggil seorang wanita yang kepalanya ditutupi oleh kerudung. Ragna meminta untuk menujukan siapa dirinya kepada Date. Dan alangkah terkejutnya Date, setelah melihat orang tersebut.
“mu-mustahil.... ra-rambut itu?!”
“salam kenal... namaku adalah, Laura. Laura Goldhaar.” Kata wanita itu, yang diduga bernama Laura.
Shin dan juga Ashura, begitu takjub dengannya. iya, yang dimaksudkan adalah warna dari rambut Laura yang sangat begitu berkilau seperti emas.
Dialah Laura Goldhaar. Seorang keturunan asli anggota keluarga kekasisaran. Yang diisukan telah terbantai habis oleh para pengkhianat. Dan seorang putri yang dulu berhasil diselamatkan oleh Ragna, 8 tahun yang lalu. Kini putri itu berumur sekitar 2 tahun lebih muda dari Shin dan juga Ashura.
Laura menceritakan semuanya kepada Date. Alhasil Datepun mempercayainya dan merasa sangat kecewa terhadap kekaisaran.
“jadi dia sama sekali tidak bersalah yah..” gumam Ashura.
“aku minta maaf. Karena, aku hampir membunuhmu barusan.” Ujar Shin.
“tidak. akulah yang seharusnya meminta maaf. Karena aku telah menuduh kalian membuat kejahatan.” Balas Date.
“jadi... dalang dari semua ini adalah kekaisaran...” kata Ashura.
“tak bisa ku maafkan!” tegas Shin.
“mereka semua itu...” Date kesal.
“HARUS DIMUSNAHKAN..!!” ujar kompak mereka bertiga.
Melihat kesempatan itu, Ragna dan juga putri Laura. Mengajak Shin, Date, dan juga Ashura. Untuk bergabung dengan pasukan Revolusi.
“baiklah..., aku akan bergabung. Tapi sebelum itu..” kata Date, dengan mimik wajah serius.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Dimalam harinya.
Date berjalan menuju gerbang kastil Vear. Yaitu, markas cabang Pasukan penyidik. Yang diduga Erwin berada didalam markas tersebut.
Didepan gerbang tersebut. Terdapat 10 orang penjaga, yang langsung menyambut kedatangan Date.
__ADS_1
“komandan, anda telah kembali..”
“syukurlah anda baik-baik saja.”
“apakah musuh telah habisi?”
Date hanya diam membisu. Sorotan matanya begitu tajam. Semua penjaga tersebut, secara tiba-tiba merasakan hal yang berbeda dari komandanya.
Huussshhhh...!!
Dengan sekejap Date telah berdiri dibelakang mereka semua. Sedetik kemudian, semua pun tercabik-cabik dan tewas seketika.
“musnahlah kalian semua..” ujar Date dengan mata the corenya merah menyala.
Dengan brutalnya, Date membunuh semua pasukan penyidik disana tanpa ampun. Sedangkan mereka, tak bisa berbuat banyak. Mengingat yang mereka hadapi adalah komandannya sendiri yang sangat jauh kuat dari mereka.
Seperti yang dikatakan sebelumnya. Semakin banyak pedang Akai Gesshoku tersebut terkena darah. Maka semakin tajam dan kuat pula. Ditambah, kini Date tak segan-segan membunuh. Tak butuh waktu yang lama, Datepun telah membunuh seluruh pasukan disana. Namun, sayangnya Erwin tidak ada disana. Sepertinya Erwin telah mengetahui akan kejadian tersebut. Sehingga ia mengantisipasinya.
Sementara itu, Kojima Hyuga baru saja sampai dikastil tersebut. Ia terkejut melihat terdapat banyak mayat dengan kondisi mengenaskan berserakan dimana-mana. Cipratan darahpun juga menghiasi setiap dinding kastil tersebut.
“sebenarnya apa yang telah terjadi disini..?!” ujar Kojima.
“apakah mereka telah diserang?”
“ini mustahil.... disini terdapat 30 ribu lebih pasukan!” kepanikan melanda seluruh pasukan Kojima.
“kalian semua cepat menyebar!, cari korban yang masih bisa diselamatkan!” perintah Kojima.
Setelah itu, salah satu bawahan Kojima menunjuk kearah menara. “Mayor Kojima, lihat diatas sana..!!”
Kojima terkejut. Ternyata itu adalah Date yang telah berlumuran darah disekujur tubuhnya.
“apa maksud dari semua ini?, komandan Date!” desak Kojima.
“kojima yah..., kau tak perlu tau maksud ini semua. Cepat katakan! Dimana Erwin berada.” Jawab Date.
“cepat katakan..!! mengapa kau melakukan semua ini!” Kojima sangat marah.
“dimana Erwin bera...”
“jawablah pertanyaankuuu!!!” dengan cepat Kojimapun menyerang Date.
Namun, dengan mudahnya Date menahannya. Dan terjadilah pertarungan pedang yang singkat. Dimana saat itu Date berhasil mengalahkan Kojima. Serta membuatkan luka tiga goresan, tepat pada wajah Kojima.
Tetapi, Date tidak membunuhnya karena suatu alasan. “Kojima, ini adalah pertarungan pertama kita. Dan akulah pemenangnya. Dipertarungan selanjutnya, semoga kau lebih menghiburku.” Setelah itu Datepun menghilang.
Kojimapun menjadi sangat membenci Date dan menaruh dendam padanya. Ia bersumpah akan membalas semuanya kepada Date.
Malam itupun, menjadi malam yang sangat mengerikan. Bagi pihak pasukan penyidik. Dan kejadian itupun dikenal dengan, teragedi bulan merah.
...\=\=\=∆\=\=\=...
Setelah kejadian malam tersebut. Datepun menepati janji pada Ragna. Untuk bergabung dengan pasukan Revolusi bersama dengan Shin dan Ashura. Pasukan Revolusi tersebut dikenal dengan nama Black Dove yang berartikan merpati hitam.
*bendera dari pasukan Revolusi.
__ADS_1
Disanalah berkumpulnya orang-orang yang menentang kekaisaran yang menguasai dunia dengan keji. Diantara mereka juga terdapat pula orang-orang kuat. Sehingga membuat kekaisaran sangat berhati-hati terhadap Black Dove ini.
Motto dari Black Dove adalah “membela kebenaran dan meraih kebebasan, meskipun itu dianggap sebagai penjahat.”