The Love Story Of The God Of Death ( BL )

The Love Story Of The God Of Death ( BL )
part 12: si budak kecil


__ADS_3

~Aldrick~


aku agak merasa aneh ketika Akira tidak menyukai ketika aku pulang, biasanya dia semangat karena ketika aku pulang aku akan memberikan ice cream cabai favoritnya tapi kali ini sangat berbeda dia tak mau bicara denganku dan tidak pulang ke rumah ketika malam hari


ketika aku akan pergi mencarinya dia malah pulang dan masuk lewat jendela


(terus pintu itu buat apa buat hiasan doang)


hasekura juga sering bertanya tentang akira yang bersikap aneh tapi karena aku juga gak tau kenapa jadi aku tak mengatakan apapun apa hasekura


aku juga bertanya pada tamak tentang perubahan sikap Akira yang mendadak dan masuk kata aneh, tapi yamaki menggelengkan kepalanya dan dari dalam hatiku aku berkata "apa roh masih bisa disebut punya kepala"


sampai pada suatu hari ketika aku pulang keruma setelah menyelesaikan satu operasi Akira duduk di kursi di dekat tv sambil bertanya "oh sudah pulang, Aldrick Evariste "


bagaimana dia bisa mengetahui nama keluargaku padahal aku telah memakai nama palsu untuk menutupi identitasku


"bagaimana kau mengetahui itu? "


"mengapa bertanya kepadaku tentu saja seorang tuan muda dari keluarga Evariste itu terkenal, bukankah perusahaan ayahmu itu yang terbesar di negara ini?"


"aku bertanya darimana kau mendengarnya dan kau kemana seminggu ini jarang pulang!!! "


"jangan kayak gunung berapi, kita kan sedang membicarakan topik santai kenapa bisa berubah jadi mencekam begini"


"jawab pertanyaanku, eiji akira "


"emang kau siapaku?"


"kau ini"


"ayah bukan, kakak bukan, paman bukan, kakek bukan, ipar apa lagi itu, oh iya kau kan si mata mata itu"


"jangan sembarang "


"itu emang kenyataannya"


karena amarahku sudah tak mampu aku kendalikan aku mengambil pistol yang ada di saku celanaku dan menembak kaki Akira , ketika kutembak kaki Akira ekspresi Akira malah terlihat senang dan sia tertawa terbahak bahak melihat kelakuanku


"si*l jadi si bocah penakut itu bisa berubah jadi begini, jadi rumor itu benar setiap anggota keluarga Evariste selalu menjadi setan yang tak dapat diampuni"


aku agak kaget mendengar perkataan akira yang menyinggung soal setan dalam kata katanya, karena puisi lama mengatakan bahwa keluarga Evariste hampir mendominasi dunia dengan tatapan setan mereka, jadi siapakah akira aku bertanya padanya dengan nada tinggi "jadi kau ini siapa dan apa hubunganmu dengan keluarga Evariste? "


"apa kau melupakanku?, Akira si iblis rubah pasir yang dulunya selalu ditindas dan pada akhirnya menjadi budak dan bahan percobaan keluarga Evariste khususnya Arletta Evariste "

__ADS_1


mengapa mengapa akira bisa mengetahui nama asli ayahku, bahkan adik tiriku tak mengetahui nama aslinya, tak disangka ayahku datang ke apartemenku dia menendang pintu dan melihat ke arah akira dan mengatakan "lama tak bertemu denganmu fox kau kemana saja selama lima tahun ini"


"oh, serigala berbulu domba, kau masih sama seperti dulu tatapanmu membuatku muak saja pergilah dan aku akan mengampunimu"


pada waktu itu tubuhku membeku aku berpikir sangat keras bagaimana ayahku yang berusia empat puluh tahunan ini kenal dengan seorang bocah seperti Akira dan bahkan akira menyuruh ayahku yang terkenal kejam ini pergi


raut wajah yang ayahku tunjukkan agak berbeda dengan bayanganku, aku pikir dia akan marah atau apalah tapi dia malah menyetujui tantangan Akira untuk bertanding, aku tidak tau bertanding apa ku pikir pertandinganya akan seru ataupun menegangkan


tapi ternyata benar benar diluar bayanganku ayah malah menyuruh seorang bawahannya untuk mengambil sesuatu aku berpikir itu senjata magis atau apalah ternyata ayah mengeluarkan Pan catur dan menantang Akira main catur


boleh tanya apa yang sebenarnya terjadi di sini tadi Akira mengamuk dan sekarang jadi terlihat bahagia


(ini cerita mulai kagak waras)


aku melihat ayah dan akira saling mendominasi dan mengatakan hal hal membosankan tapi pada akhirnya Akira tetap saja menang dan ayah mengeluarkan sebotol alkohol dan melemparnya ke arah akira tapi Akira dengan cekatan menangkapnya seolah hal ini sudah biasa dan sering mereka lakukan


"hey fox bagaimana kabarmu akhir akhir ini"


"baik anakmu ini juga baik, semoga saja dia tak meniru sikap bajin*n pamanya"


"aku pun juga berharap begitu"


"apa pernikahan ke duamu lancar lancar saja?"


"lalu bagaimana dengan keinginanmu memilili empat anak apakah tercapai? "


"huk, jangan ngomong itu di depanku aku hanya punya dua anak satu anak kandung dan satu anak tiri"


"oh, sensei Aldrick Dan charlotta "


"apanya yang sensei "


"anakmu itu dosen loh"


"bagus akhirnya dia belajar cara memimpin"


"dosen sih cuma julukanya dosen killer"


"jangan bercanda kau"


"enggak"


^^^"ayah tolong jelaskan sesuatu sekarang aku benar benar binggung"^^^

__ADS_1


"anakmu butuh penjelasan ayahnya tuh"


"Aldrick begini Akira adalah bahan percobaan keluarga Evariste jadi dulu satu satunya teman ayah hanya akira saja"


^^^"lalu berapa usia akira"^^^


"umur iblis berbeda dengan manusia dan siluman biasa usia iblis satu tahunnya setara dengan sepuluh tahun, jadi akira itu seumuran denganmu"


^^^"aku gak paham sama sekali"^^^


...€ bruk €...


"dia pingsan"


"iya, dia pingsan"


"kau ayah yang buruk, masalah kayak gini malah kau sembunyikan dari putramu"


"dia masih belum mampu"


"kalau ayahnya sendiri tak mempercayainya maka dia tak akan mampu"


"apa urusanmu jomblo, kau bahkan tak tau bagaimana rasanya menjadi seorang ayah"


" apa yang kau bilang jomblo hanya karena aku belum pernah memegang tangan seorang wanita kau menyebut aku jomblo"


"mau bagaimana lagi kau memang jomblo "


"jaga kata katamu Arletta Evariste "


"apa yang harus ku jaga"


"si*llan"


pada akhirnya perkelahian tak dapat dihindari akira dan Arletta berkelahi, Aldrick yang baru saja bangun dari pingsanya harus melihat dua pria yang dia kenal berkelahi karena beda pendapat" jadi ini perasaan Akira ketika melihat aku berkelahi dengan hasekura" ucapku dalam hati


si*lnya hasekura juga ada di sini dari tadi menonton kami sambil makan kuaci aku yang bingung harus ngapain akhirnya ikut hasekura ngemil kuaci sambil melihat dia sahabat lama ini berkelahi


***okay sekian dulu novelnya karena kamu sudah membaca novel ini jangan lupa tinggalkan like dan komentar supaya autor makin semangat nulis novelnya sampai jumpa lagi , sayonara


cuma tambahan aja buat kalian yang penasaran sama visualnya yamaki


cus ini dia***

__ADS_1



__ADS_2