
di sebuah lorong rumah sakit yang gelap seorang pria sedang megejar seorang pria yang berjalan lima belas meter didepannya
"doktor Evariste, doktor Evariste"pria itu berteriak teriak memanggil orang itu sambil menarik nafas karena capek berlari
"ada apa dokter mose?" pria itu menjawab dengan dingin
"dokter Evariste orang yang ingin anda lihat sudah dikirim ke sini" ucap pria itu dengan ekspresi agak ketakutan
"bagus, aku sudah lama menunggunya" jawab pria itu sambil tersenyum sinis
"silakan lewat sini" pria yang bernama mose hanya mengantarkan dokter Evariste ke tempat tujuannya dan langsung pergi meninggalkan dokter Evariste sendirian bersama seseorang yang sedang di rantai
"oh, jarang sekali aku bertemu orang yang pendiam sepertimu, biasanya orang yang dikirim kediri akan berteriak teriak seperti hewan"ucap Aldrick
"apa gunanya aku berteriak histeris kalau gak ada gunanya"ucap subyek1349
"8.18.15.3.15.4.8.12.5. 9, aku dengar kau membunuh semua dokter yang mengurusmu sebelumnya"kata Aldrick agak lantang
"lalu apa urusannya denganmu" jawab subyek 1349 dengan sinis
__ADS_1
"ya itu ada hubungannya denganku, aku adalah dokter yang akan mengurusmu mulai sekarang"ucap Aldrick agak merendahkan
"apa peduliku, kau dokterku, pelanyanku, budakku, masterku, bosku, aku gak peduli"ucap subyek 1349 seakan tak peduli
"ternyata anjing yang susah dijinakkan ya"ucap Aldrick merendahkan subyek 1349
"aku tak mau jadi anj*ng kalian meski aku mati" ucap subyek 1349 dengan nada menghina
"hmm, baiklah sekarang kau memang bukan anjingku tapi besok kau akan jadi anjingku sepenuhnya"ucap Aldrick memanaskan keadaan
......keesokan harinya......
"aku datang anjing kecilku"ucap Aldrick sambil membuat pintu
"mengapa tak berbicara bukankah aku sedang menyapamu"ucap Aldrick lagi
tapi sepertinya subyek 1349 sedang tidur hingga tak menjawab panggilan Aldrick
"eh, ternyata sedang tidur benar benar manis" kata Aldrick yang akan mengelus kepala subyek 1349
__ADS_1
tapi tangan subyek 1349 langsung menepis tangan kanan Aldrick dan mengambil permen yang ada di tangan kiri Aldrick
Aldrick lumayan terkejut dengan sikap subyek 1349 yang terkesan lebih suka sendirian dan tak suka disentuh orang lain, Aldrick juga terkejut dengan perbandingan sikap subyek 1349 dengan subyek yang lainnya, bila subyek yang lainnya menangis dan menjerit tapi subyek 1349 malah tenang dan seakan sudah tau nasibnya
"menarik sangat menarik, aku belum pernah bertemu dengan orang seperti dirimu,dingin tak berperasaan " ucap Aldrick kagum dengan sikap subyek nomor 1349
"ini sarapan untukmu"Aldrick menyodorkan nampan makanan yang berisi makanan kepada subyek 1349
anehnya subyek 1349 makan dengan lahap tampa curiga ada racun di makanan tersebut
"apa kau tak curiga aku menaruh racun atau obat di dalam makanan itu" ucap Aldrick mengigatkan
tapi sepertinya ucapan Aldrick hanya berlalu seperti angin yang berhembus keluar dari jendela
"heh dia gak mendengarkanku" ucap Aldrick yang agak kesal dengan sikap subyek 1349 yang seperti boneka
hari hari dingin tanpa pembicaraan, tak disangka Aldrick sudah merasakannya selama dua minggu, kebosanan berkepanjangan,sampai suatu hari
"ah siala*n aku bosan sekali lebih dari mengurusi si bajing**n subyek 1235" ucap Aldrick didalam hati, tiba-tiba suara ledakan keras terdengar dari luar rumah sakit
__ADS_1
bagi yang sudah membaca novel ini jangan lupa tekan like dan berkomentar, tinggalkan tanda kalian sudah membaca novel ini 🤗🤗🤗