
setelah terdengar suara ledakan, tiba tiba ada lima mobil yang mengangkut sekitar lima puluh orang terparkir di parkiran rumah sakit, pintu mobil itu pun terbuka dan seluruh penumpangnya keluar berlari masuk menuju rumah sakit, sontak para dokter dan perawat berlari keluar rumah sakit melalui pintu belakang karena melihat orang orang itu membawa senjata api
"cih si*l padahal para dokter itu punya tanggung jawab tapi mereka meninggalkannya begitu mendengar suara tembakan" ucap Aldrick sambil menendang kursi yang tadi ia duduki
banyak dokter dan perawat yang melarikan diri meninggalkan para subyek karena ketakutan, tapi beberapa dokter masih melaksanakan tanggung jawab mereka untuk menjaga para subyek tetap di sel mereka, ketika para dokter sedang panik para subyek malah tertawa bersama sama
"akhirnya kita akan bebas dari tempat si*alan ini" ujar salah satu subyek sambil tertawa keras
"akhirnya denganku dengan si bajing*an itu bisa ku balaskan" kata seorang subyek sambil menangis haru
tapi ada salah satu subyek yang malah bersikap biasa saja dan tersenyum puas "akhirnya mereka datang, aku benar benar lelah menunggu mereka"
sementara itu Aldrick mencoba mengatur nafasnya agar tidak panik dalam situasi yang buruk ini, tapi subyek 1349 malah bersikap santai santai saja sambil meminum susu yang sudah disiapkan oleh perawat untuk camilan
"bagaimana ini bagaimana, apa yang harus ku lakukan" kata Aldrick sambil memegang rambutnya
"cih, situasi begini aja udah panik coba ada bom jatuh" kata subyek 1349
Aldrick agak panik karena dia menganggap pita suara subyek nomor 1349 itu sudah putus" kau kau bisa bicara lagi"
"sejak dulu bisa dan aku gak pernah berubah jadi orang bisu" kata subyek nomor 1349 sambil minum susu rasa strawberry
__ADS_1
"apa kau sudah gila situasi seperti ini dilarang panik" ucap Aldrick membentak
"tunggu dan diam saja"
"diam apa kau gila"
subyek nomor 1349 langsung menaruh satu jarinya di atas bibir Aldrick
aldrik agak kaget dan malu dengan sikap subyek nomor 1349 yang terkesan aneh, tapi tiba tiba hati Aldrick malah menjadi lebih tenang
beberapa orang bertubuh besar pun naik ke lantai lima belas gedung rumah sakit ini dan berjalan menuju ujung lorong lantai lima belas dan membuka pintu ruangan tersebut
"tuan anda sudah bisa keluar sekarang" ucap pria berbadan besar tersebut
mereka pun pergi dari gedung itu di ikuti dengan keluarnya para subjek yang lainnya
"ledakkan bangunan menjijikkan ini sekarang" pria misterius itu mengatakannya dengan agak jijik
"baik " ucap para orang yang mengeluarkan pria misterius itu, bisa kita simpulkan bahwa orang banyak itu adalah anak buah pria misterius itu
Aldrick mulai panik karena gedung rumah sakit ini akan segera diledakkan
__ADS_1
ketika ledakan sampai ke ruang lantai empat belas, subyek nomor 1349 langsung menarik tangan Aldrick sambil berlari menjauh dari gedung itu
Aldrick lumayan kaget akan sikap subyek nomor 1349 yang menyelamatkannya "kenapa kau menyelamatkanku, bukankah subyek dan para dokter itu musuh"
"kenapa aku harus menganggapnya musuh kalau kau memberiku permen"ucap subyek nomor 1349 dengan santainya
"permen???"
"karena sekarang aku sudah menyelamatkanmu, harusnya kau berterima kasih dengan memberiku permen"
Aldrick yang kaget akan keterangan subyek nomor 1349 langsung memberikan semua permen yang ada di sakunya untuk subyek nomor 1349 "ini ini milikmu"
"yay, Terimakasih"
"makan pelan pelan jangan sampai tersedak"
"oh ya, aku ingatkan jangan pernah berurusan dengan hal semacam ini lagi kalau gak mau ada masalah dalam Hidupmu" kata subyek nomor 1349 sambil menekankan kata hidupmu
"baik" Aldrick mengangguk tanda mengerti
lalu subyek nomor 1349 berlari melawati kegelapan seperti pasir yang ditiup angin
__ADS_1
karena kalian sudah selesai membaca bab ini, bagaimana kalau kalian tinggalkan like atau komentar sebagai tanda kalian pernah membaca novel ini, see you later 🤗🤗🤗