The Love Story Of The God Of Death ( BL )

The Love Story Of The God Of Death ( BL )
Part 4: dewa kematian


__ADS_3

~Aldrick~


setelah suasana hening selama sepuluh menit tiba tiba HP milik Akira berbunyi, aku berpikir ada pesan atau telefon tapi setelah Akira menekan nekan ponselnya beberapa kali tiba tiba ada suara dari ponsel akira


"target telah dikonfirmasi, Akira sang dewa kematian apa kah kau menjawab pesan ini kalau sudah laksanakan tugasmu target harus mati sebelum jam sebelas" suara sistem : )


aku lumayan terkejut, dewa kematian apa apaan itu, bukankah dewa kematian itu tidak nyata


"maaf menganggumu, tapi aku akan pergi kok" ucap Akira sambil memasukkan ponselnya ke saku celana


sebelum Akira pergi aku sempat menanyakan beberapa pertanyaan padanya "apa yang dia maksud mati sebelum jam sebelas"


"oh itu" ucapnya sambil agak kaget dengan pertanyaanku



satu juta tahun yang lalu suku siluman mendapatkan anugerah khusus yaitu satu dari seratus siluman akan dipilih sebagai dewa kematian, tugas utama dewa kematian suku siluman adalah menghabisi siluman atau manusia yang umurnya sudah habis


biasanya cara cara menghabisi nyawa dipilih oleh neraka jadi para dewa kematian hanya mampu membunuh orang tersebut dengan cara yang telah ditentukan oleh neraka


sebagai bayaran atas pekerjaan mereka neraka memberikan hadiah atau imbalan berupa hidup kekal dan uang neraka dan juga uang dunia


para dewa kematian hanya bisa terbunuh bila dewa kematian yang lainnya menghabisinya dengan senjata pedang bintang


sedangkan untuk imbalan para dewa kematian akan diberi satu juta uang neraka fungsi uang neraka adalah untuk membeli barang atau senjata dari neraka sedangkan hadiah uang dunia adalah lima ratus dolar setiap satu nyawa


cara untuk menjadi dewa kematian adalah mati mengenaskan dalam keadaan masih ada dendam yang terpendam sangat kuat dan faktor keberuntungan karena neraka hanya menerima seratus dewa kematian saja



Akira langsung berlari tak mempedulikan ku yang sedang bingung akan kata katanya "Akira apa kau tak memikirkan dosenmu yang sedang bingung dengan kata katamu?" ucapku dalam hati


.


.


.


.


.


ke esokan harinya


ke esokan harinya aku kembali mengajar seperti biasa tapi ada satu keanehan murid yang biasanya semangat dan tampa rasa lelah tertidur pulas di dalam Kelas "EIJI AKIRA"


"**eh iya pak"


"sekarang ini waktu pelajaran bukan tidur**"

__ADS_1


"iya pak"


"**Eiji sekarang jawab pertanyaan ini, siapakah pelukis lukisan monalisa"


"Leonardo Davin vinci"


"benar, dan jangan tidur di kelas lagi"


"baik pak**"


hah dia benar benar mengantuk, apa karena tugasnya sebagai dewa kematian, sudah lah


setelah pelajaran selesai aku melihat Akira berjalan ke kantin dan membeli spageti, setelah selesai makan dia langsung tertidur di meja kantin kampus tampa mempedulikan siswa siswa lain


setelah jam kampus selesai ketika aku menuju milikku yang terparkir di parkiran kampus aku melihat Akira tidur di bangku taman kampus


" yaelah ini bocah gak sadar apa dia tidur di mana" ucapku dalam hati


aku langsung berjalan mendekatinya dan membangunkan di dari tidurnya dengan naifnya dia mengatakan


"oh pak Aldrick, ku kira siapa, pak ini masih jam empat aku bangun jam enam nanti" dengan suara serak khas orang bangun tidur


dan setelah menjawab pertanyaanku dia langsung kembali tertidur pulas


aku yang geram langsung mengendongnya dia sih tak merespon apapun tapi setelah aku menaruhnya di dalam milikku baru dia bangun dan mengatakan "kita mau kemana?"


aku tak menghiraukan pertanyaannya dan dia langsung kembali tertidur pulas


setelah sampai ke arpartemenku aku langsung mengendongnya, melewati tangga, membuka pintu apartemen, setelah terbuka aku langsung menaruh dia di atas tempat tidur


setelah jam enam dia bangun dengan sendirinya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka


aku pun juga sudah selesai memasak makan malam dan juga aku sedikit mengejeknya "jadi matahari terbenam adalah matahari terbit bagimu"


"pak kau ini" ucapnya sambil agak marah


"kalau dimuat kampus begini jangan pakai kata pak, panggil saja aku Aldrick " ucapku sambil tersenyum


"baik pak, maksudku Aldrick dan terimakasih untuk di izinkan mengidap di sini"


"**ah tenang bukan masalah lagi pula kau cuma dua jam disini, dan aku mau tanya apa kau tidak punya rumah"


"eh, tidak, aku bekerja dimakan hari, pergi ke kampus pada jam enam, jam pelajaran selesai pada jam sebelas, selesai makan siang jam setengah satu dan mulai tidur jam satu dan bangun pada jam enam malam**"


" ini anak apa gak ngantuk" kataku dalam hati


"**lalu apa kau tidak ngantuk"


"tidak, hanya saja tadi aku kedinginan jadi ngantuk 😒😒"

__ADS_1


"jadi itu yang terjadi apa kau tidak punya hari libur"


"punya tapi aku tidak mempedulikannya dan tetap bekerja karena aku tidak punya rumah"


"bagaimana kalau kau tinggal di sini"


"tinggal di sini"


"ya, tinggal di sini jadi kau tidak harus tidur di kursi taman, dan bagaimana kalau hujan"


"eh, benar juga sebentar lagi kan musim hujan"


"karena kau muridku dan aku dosenmu jadi aku membantumu dari pada kau jadi tanaman yang disiram air hujan"


"benar juga aku tak memikirkannya"


"dasar kau ini berpikiran pendek"


"pak dari pada anda mengocehiku lebih baik kalau aku pergi bekerja saja"


"jangan panggil aku pak aku tak setua itu**"


ini anak benar benar, dia orang pertama yang berani mengejekku, bahkan anggota keluargaku saja tidak ada yang berani mengejekku, tunggu biasanya aku punya murid itu kalo gak nakal ya gak sopan tapi yang satu ini emang paling aneh bukanya gak sopan sama gurunya tapi terlalu sopan


dia bilang barangnya ada di tas hitam besar yang itu tapi kok aku jadi penasaran apa isi tas yang selalu ada dilokernya itu ya


karena rasa penasaranku yang tinggi aku pen membuka tasnya, "apa ini"


aku terkejut ketika melihat isi tasnya hanya ada dua baju, sebuah video game, boneka kelinci dan buku buku pelajarannya


sungguh apa bajunya cuma baju sekolah dan sebuah baju biasa "apa cuma ini bajunya"


aku pun merasa kasihan, jadi aku pergi ke pusat perbelanjaan dan membelikanya beberapa baju baru dengan menggunakan ukuran baju baju lamanya, aku pun membelikanya beberapa topi dan gelang sebagai aksesoris, aku pun membelikanya sepatu, aku melihat ukuran sepatunya saat dia tertidur pulas tadi


aku pun juga membelikanya makanan dan juga aku membeli bahan bahan makanan karena ada tambahan penghuni


pada saat aku melewati toko aksesoris aku melihat sebuah anting dan kalung yang dijual sepaket aku pun membelinya dan merasa kalau dia memakainya akan terlihat sangat imut




setelah membelinya aku pun langsung pulang ke rumah ketika perjalanan pulang aku pun berpikir bahwa akn berbahanya bila akira bekerja sendiri dan bagaimana kalau aku ikut dengannya sebagai dewa kematian, setelah aku sampai ke rumah aku langsung memasak makan malam yang ke dua dan menunggu akira pulang


saat Akira pulang aku langsung menyuruhnya makan, tampa ku suruh pun dia sudah memakan habis masakanku dan mengatakan "enak sekali aku jarang makan makanan enak seperti ini"


aku pun langsung menarik tangannya dan mengatakan "aku ingin mencoba menjadi dewa kematian apa kah bisa!! "


dia agak terkejut dengan kata kata ku dan memudahkan minuman yang sedang dia minum "pfuf, apa, kau mau menjadi dewa kematian"

__ADS_1


maaf ceritanya saya gantung lagi emang udah kebiasaan yohohoho, supaya autor jadi tambah semangat buat novelnya kalian jangan lupa like dan komentarnya biar jadi tanda kalo kalian pernah baca novel ini, ser you later 😊😊😊


__ADS_2