The Love Story Of The God Of Death ( BL )

The Love Story Of The God Of Death ( BL )
Part 5: apa dia sudah gila?


__ADS_3

~Akira~


apa dia memintaku menjadikanya seorang dewa kematian, apa dia sudah gila banyak orang yang ingin keluar dari kutukan ini dia malah memintaku mau menjadikanya seorang siluman terkutuk yang hidup abadi dengan banyak kesalahan


"kau mau menjadi dewa kematian "


"ya"


"kau yakin"


"ya"


"apa kau sekarang dalam keadaan sadar "


"ya"


"apa kau sudah gila "


"tidak"


"ah si*l aku kehabisan pertanyaan "


"kau mau kan"


"baiklah besok bangunlah lebih awal"


"baik lalu kau"


"aku masih mau melakukan sesuatu"


"baiklah "


akhirnya aku bisa menyingkirkannya, dia berisik dan agak gila, aku saja ingin lepas dari kutukan ini dia malah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam masalah besar hah sudahlah, dia yang mengingingkanya dan juga aku tidak akan bertanggung jawab untuk itu


.


.


.


.


.


§ ke esokan harinya lebih tepatnya jam lima pagi §



setelah aku bangun dari tidurku aku pun pergi ke ruang tamu dan melihat sesuatu yang tidak bisa di jelaskan oleh hukum manapun, aku melihat Akira bermain game sampai pagi hari, yah tentu saja aku memarahinya


"kau ini, apa kau bermain game semalaman" ucapku sambil berteriak


"hah, aku baru bermain selama empat jam apa salahnya" jawabnya sambil menunjukkan mata anak anjingnya"


"kau menyuruhku bangun pagi tapi kau sendiri malah begadang" ucapku sambil agak membentaknya


"oh ya, aku ingat tapi kita harus sarapan dulu" jawabnya

__ADS_1


"baiklah"


aku langsung memasak sarapan dan Akira bersih bersih rumah, setelah aku selesai memasak dan Akira selesai bersih bersih rumah kami pun sarapan bersama


setelah sarapan dia membawamu masuk ke sebuah dimensi seperti dunia lain tapi aku tidak tau dimana penampilan dari tempat itu sangat mewah, tempat itu besar dan berlapis emas disana banyak sekali permainan yang berhubungan dengan perjudian


Akira juga memberi tau aku bahwa tempat ini adalah tempat para dewa kematian berkumpul bersama dan beristirahat


"apa kau menyukai tempat ini, ini adalah kasino yang berada di atas neraka tempat semua dewa kematian berkumpul dan ini juga akan segera menjadi tempatmu" ucap Akira


"Akira kita mau pergi ke mana" jawabku


"mendaftarkanmu" ucapnya sambil melempar kertas dan pena ke arah ku


"isi itu" ucapnya lagi sambil meminum segelas minuman yang berwarna merah


"sudah, lalu apa yang kau minum" tanyaku


"oh ini, darah jalan rubah pasir butuh darah untuk tetap hidup" jawabnya dengan santainya


"huek" aku yang mendengar itu langsung muntah tapi Akira langsung merebut kertas yang ada di tanganku dan memberikannya ke seekor burung gagak


"apa yang kau lakukan? " ucapku sambil mengusap mulutku


"kau akan jadi bawahanku dan kau harus mematuhiku mengerti" aku yang bahagia langsung mengangguk pertanda setuju dan Akira langsung mengeluarkan kami berdua dari kasino itu


"bagaimana serukan " ucapnya sambil agak tersenyum


"**ayo kita pergi ke tugas pertama "


"ke mana"


"eh emangnya sekarang jam berapa"


"pukul sembilan malam"


"semalam itu"


"bila ada manusia yang pergi ke kasino dia pasti lupa pulang karena keasikan "


"benarkah**!!! "


.


.


.


.


.


setelah kami selesai mempersiapkan pakaian dan senjata untukku kami pun pergi ke rumah target pertamaku


kami sengaja memakai rompi anti peluru karena target kami hari ini adalah seorang penembak jitu


tampa basa basi Akira langsung masuk ke dalam apartemen orang itu dengan menggunakan jurus pasirnya sedangkan aku dijadikan umpan

__ADS_1


aku menembak tepat ke dada orang itu tapi gak ada reaksi kesakitan atau yang lainnya di wajah orang itu setelah orang itu mengambil pistol di tangan kananya Akira langsung menusuk dada orang itu menggunakan tangannya dan mengambil jantung orang itu


aku melihat jantung itu bahkan masih berdetak beberapa kali ketika berada di tangan Akira sampai berhenti


aku pun mulai berpikir apakah ini yang di bicarakan Akira bahwa orang hanya bisa mati dari cara yang dipilih oleh neraka


setelah mengirim jantung orang itu ke kasino kami mengganti pakaian dan mandi agar tak tercium bau darah yang menyengat


ketika kami akan pulang aku melihat ponselku berdering, ternyata apa yang dikatakan Akira semuanya benar uang yang dijanjikan oleh neraka masuk ke rekeningku lima ratus dolar setiap nyawa atau 54.807,00 Yen masuk ke rekeningku gila ini gajiku selama lima bulan aku dapatkan dalam satu hari


Akira agak terkejut dengan ekpresiku yang aneh "kau baik baik saja"


"**ya sangat baik sekarang aku kaya"


"hanya lima ratus dolar saja kau bahagia banyak yang telah mendapatkan Rangking A dan memiliki uang lebih dari satu milyar dolar "


"satu milyar"


"ya, aku saldo ku sekarang sepertinya lebih dari satu milyar, tapi karena kita satu tim jadi kita berbagi uang satu milyar dolar"


"gila uang siapa sebanyak itu"


"ya uang kita lah"


"benarkah itu uang kita bukan uang tampilan bank"


"ya bukan lah payah, dari pada kita bosan lebih baik aku beli ice cream saja deh**"


setelah kami selesai membeli ice cream kami pun pulang ke rumah, aku langsung memasak makan malam


"wah kira kira aku makan makanan lezat apa lagi" ucapnya sambil membuka kulkas dan menaruh ide cream yang kami beli tadi dan mengambil satu ice cream dam memakainya sambil menunggu makan malam yang sebenarnya sekarang sudah jam sebelas malam


"hey Akira apa kau tidak kedinginan makan ice cream pada malam hari" tanyaku


"mengapa harus kedinginan ice cream yang kumakan ini rasanya cabe" dia menjawab dengan polosnya


"apa cabe, kau tidak kepedasan " tanyaku sambil menunjukkan raut wajah panik


"aku tak menyangka si dosen killer ternyata punya sifat baik" jawabnya lagi


"apa katamu, aku dosen yang kejam" jawabku sambil agak membentaknya


"murid murid yang lain memanggilmu begitukan" ucapnya lagi


"benar juga sih" jawabku sambil berpikir kembali


"pak apa makan makanya belum siap aku lapar dan ice cream yang ada di tanganku habis" ucapnya sambil agak menggerutu


"sudah siap anjing kecilku yang baik"


setelah itu kami makan malam dan selesai makan aku dan akira menggosok gigi dan pergi tidur, tapi hari ini aku menyuruh Akira untuk tidur lebih awal, tentu saja dia menggerutu dan marah tapi aku langsung menggendongnya ke tempat tidur dan menyelimutinya


awalnya terlihat baik saja dan Akira mendengarkan kata kata ku tak disangka masalah yang sebenarnya baru muncul setelah ke esokan harinya


paginya ketika jam menunjuk pukul enam pagi aku bangun dan mencium bau alkohol yang menyengat dari ruang tamu dan melihat televisi yang menunjukkan game dan juga tulisan bahwa pemain telah bermain selama lima jam yang berarti ketika aku tertidur Akira bermain game dan anehnya dia meminum alkohol sebagai teman bermain gamenya


lantas aku pun marah dan meneriakinya "Akira apa yang kau minum itu!!! "

__ADS_1


"eh ini kan soda" jawabnya polos


sorry ceritanya autor gantung lagi tapi karena udah agak panjang autor akhirin aja jangan lupa like dan komentar biar autor tambah semangat 😁😁


__ADS_2