
Alena membuka mata nya, ia melihat mr ren di sampingnya lalu menatap ke sekeliling. Seperti nya ia sedang berada di rumah sakit.
Mr ren merasa sedikit khawatir menatap ke arah gadis itu.
"Maaf nona seperti nya tuan muda lepas kendali dan melupakan obatnya."
"Obat ? Apa dia sedang sakit?"
"Seperti nya anda sudah melihat perubahan nya akhir akhir ini.tuan muda kami harus selalu menyuntikan obat khusus pada pada tubuhnya. Tapi kali ini kami sedikit ceroboh karena waktu yang mendesak. Jadi saya harap anda memaklumi nya"
"Memakluminya,Aku hampir mati oleh iblis itu."
Gumam nya seraya mengubah posisi untuk duduk.
"Tapi tuan muda sudah meyakinkan anda pada kami, menurut jadwal tuan muda tidak akan pulang 1 bulan kedepan. ini karena ada urusan yang harus ia tangani di prancis."
"Syukurlah, aku bebas"
Bisik nya dalam hati.
"Tapi tuan muda memberikan ini untuk ada, ia meminta agar anda selalu membawa nya kemana pun anda pergi tidak terkecuali."
Mr ren menyerahkan tablet pc prince w pada alena.
"Tuan muda akan menghubungi mu 1x24 jam maka anda harus selalu standby memberi kabar jika sebelumnya tidak dapat menerima panggilan. Maaf nona seperti nya saya masih ada urusan,semoga anda lekas sembuh . Jika ada hal yang anda perlu kan silahkan hubungi saya.Saya mohon pamit."
Mr ren membungkuk lalu keluar dari ruangan itu.
Alena melongo mendengar penjelasan mr ren ,ia merasa kalau sekarang ia hanyalah seorang budak.
"Dia pikir dia siapa , kenapa dia harus terus menguntit ku seperti penjahat.oh aku lupa kau memang bandit! Bandit psikopat."
Ucap nya seraya melepaskan tablet itu dari tangan nya.
Clik.
Dari pc itu muncul notifikasi
Alena melirik ke arah tab itu dan matanya melotot ketika melihat foto dari pengirim pesan itu.
"Lucy!
Teriak nya meraih gadget itu dengan kecepatan tinggi.
" Alena, sudah beberapa hari ini kau tidak masuk kerja ,apa kau sakit atau kau akan resign? Aku sudah menghubungi mu selama ini... Tolong jangan resign T.T aku akan di pihak mu jika kau mau kerja lagi di sini okk! Aku merindukan kan mu huhuhu"
Setelah membaca beberapa isi pesan yang lain dari lucy alena langsung menghubungi nya.
"Halo,
"Halo, alena! Kau kemana sajaaaa...aku mencari mu dan menghubungimu selama ini kenapa kau tidak memberi kabar? Sekarang kau dimana? Kau akan kerja lagi kan? Cepat katakan kau dimana..."
Alena di beri pertanyaan bertubi tubi oleh sahabat nya itu.
Tapi ia dengan tenang meminta lucy datang ke rs. setelah menyampaikan kalo beberapa hari ini dia sakit parah.
Lucy pun mengiyakan kan bergegas menemui alena. Mereka pun mengakhiri panggilan nya.
"Maaf,seperti nya aku belum bisa memberitahu mu yang sebenarnya."
Bisik alena menatap ke arah layar tablet itu.
1jam kemudian lucy tiba dengan seseorang yang belum pernah ia lihat sebelumnya nya.
Tok tok tok ...
Lucy membuka pintu dan melihat alena yang sedang tersenyum lalu ia memburu ke pelukan nya.
Mereka saling bertanya kabar dan lucy menanyakan kenapa alena bisa sakit seperti ini.
"Aku , aku... Hanya harus cuci darah akhir akhir ini.jadi aku tidak bisa bekerja beberapa hari lalu maaf aku tidak menghubungi mu terlebih dahulu karena ponsel ku hilang, tapi sekarang sudah kembali."
"Begitu ya... Tapi yang terpenting sekarang adalah tidak terjadi apa apa padamu. Syukurlah aku masih bisa bertemu dengan mu, karena ku sangat khawatir huuhuuuu"
Ucap lucy seraya menangis memeluk sahabatnya itu.
"Sudah tidak apa apa, jangan menangis."
Bisik alena lalu pandangan nya teralihkan oleh pria di samping lucy.
"Tunggu , siapa dia? Seperti nya kau sudah punya pacar baru"
"Enak saja....dia junior ku di kampus. Pacar ku sedang sibuk jadi aku memintanya mengantar ku. "
"Oh begitu..."
Alena tersenyum ke arah pria itu tanpa ingin memperkenalkan diri. Tapi pria itu malah menyodorkan tangan nya lalu memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Halo aku mark. Salam kenal...."
Mark pun tersenyum manis ke arah alena.
Gadis itu pun mengangkat tangan nya ragu.
"Alena,"
Ucapnya membalas senyuman nya
000000
3 hari kemudian alena pulang ke rumah nya , ia di antar oleh mr ren. Badan nya sudah sangat bugar, senyum bahagia juga nampak di wajah nya pagi itu. Setelah sampai di depan rumah, seperti biasa mr ren pamit dan meninggal kan alena disana.
"Waaaaaaa... Apa kabar rumah, apa kau merindukan ku? "
Brugh!
Alena melemparkan dirinya ke ranjang yang selama ini di tinggalkan nya.
"Ah nyaman nya...."
Kring kring...
Tiba tiba tablet itu berdering, alena melihat panggilan masuk video.
"Ikh.....kenapa dia menghubungi ku ganggu saja,"
Alena mengangkat panggilan itu dengan malas.
"Apa?"
"Sudah sehat?"
"Hmm,"
"Bagus,"
"Untuk apa kau menghubungi ku? Meminta ku selalu on. Kau pikir aku budak mu?
"Iya, apa kau sudah lupa?"
"Akan ku matikan panggilan nya,"
"Ha! kau terlalu mengatur ku !! Aku tidak akan mematuhi nya . Selamat tinggal"
Pip.
Alena menutup panggilan nya dengan kesal. Ia pun memblokir nomor itu tapi beberapa saat nomor itu menghubungi lagi.
"Baru saja aku memblokir nya, kenapa...ah masa bodoh "
Alena keheranan, ia menghiraukan panggilan itu dan pergi ke kamar mandi.
000000
"Sialan, kalau dia terus membantah ku mereka akan mudah menemukan ku. Kau ingin menguji ku ya gadis licik."
Bisik prince w tersenyum smirk dengan tatapan datar menatap ke arah layar monitor.
Ternyata prince w memasang cctv di setiap sudut rumah alena.lalu Ia melihat nya yang sedang bersiap untuk mandi.
000000
Setelah alena keluar dari kamar mandi, ia melirik tab itu bersamaan dengan munculnya panggilan masuk.
"Dia lagi, ah masa bodoh lebih baik aku makan..."
Alena kembali menghiraukan panggilan dari prince w . Ia berjalan hanya dengan memakai handuk ke arah dapur dan memanaskan makanan cepat saji ke dalam microwave.
Sambil bersenandung bahagia.
"La la la la.... Hari ini aku bahagia coba saja kau tidak pernah kembali ke sini . Mungkin aku sangat sangat bahagia.aku akan merayakan nya jika itu terjadi"
Gumam nya sambil berjalan ke arah sofa.
Di sisi lain prince masih mengamati nya dari layar laptop nya. Ia sangat kesal melihat tingkah alena yang tidak mempedulikan panggilan nya itu.
Lalu ia pun mengirim pesan ,
Clik.
Alena hanya melirik nya sesaat dan kembali menikmati burger nya.
000000
__ADS_1
"Sialan! Lihat saja jika aku pulang akan ku buat kau menyesali semuanya."
Gumam prince w mengepalkan tangan nya di atas meja kerja.
Tok tok...
Seseorang mengetuk pintu, terlihat pria berkebangsaan asing masuk ke ruangan itu dan menyerah kan koper berbentuk tablet yang sangat aneh.
Lalu prince tersenyum melihat benda itu.kemudian ia membuka nya.
"Apa dosis nya sudah kau naik kan?"
"Sudah tuan, anda tidak perlu khawatir . 1kali pemakaian obat ini sudah bisa menahan hingga 5 bulan rasa haus anda. "
"Hanya 5 bulan ? "
"Iya tuan, karena seperti nya semakin lama sel yang ada di tubuh anda semakin meningkat. Sel itu terus mencoba menguasai sel human di tubuh anda. Kami hanya bisa menahan nya dalam kurun waktu singkat. Tapi kami sedang mencari alternatif lain yang lebih mumpuni untuk anda."
Ucap pria berbaju putih itu menerangkan pada prince.
"Baiklah kalau begitu ,kau boleh pergi."
"Baik tuan,"
Ucapnya meninggalkan prince yang masih duduk di hadapan koper itu.
Ia perlahan meraih salah satu benda kecil berbentuk serum yang masih ada puluhan dalam koper itu. Lalu pria itu mengambil jarum anestesi untuk menyuntikan cairan itu ke tubuhnya.
Prince w meninggikan lengan baju nya dan menyuntikan benda itu tanpa ragu ke pembuluh darah di lengan nya.
Perlahan cairan kental itu masuk melewati jarum ke dalam tubuh nya lalu ia merasakan sensasi nyeri yang cukup kuat di sekujur tubuhnya.disertai perubahan warna bola mata yang singkat, tapi sensasi itu berangsur hilang ketika seluruh cairan itu telah menyebar ke dalam tubuh nya.
Suara telepon di ruangan itu berbunyi,
"Selamat siang tuan, tadi nona alena meminta ijin untuk pergi bekerja hari ini tapi saya menahan nya . Apa ia di ijin kan untuk pergi?"
Prince membetulkan posisi duduk nya dan melihat ke arah monitor.
Terlihat mr ren sedang berdiri di depan gerbang rumah bersama alena.
"Berikan ponsel itu padanya,aku ingin bicara."
"Baik tuan muda,"
Mr ren memberikan ponsel nya pada alena yang sedari tadi berdiri bersiap untuk pergi ke cafetaria.
"Halo,"
"Mau kemana kau?"
"Cafetaria,"
"Tidak boleh pergi,"
"Apa?tidak peduli aku akan pergi."
"Kalau kau pergi kau akan tahu akibatnya, tapi kalau kau keras kepala ada satu syarat."
"Syarat apa lagi hah?"
"Kau harus mengambil video kegiatan kerja mu. "
"Hah? Apa kau sudah tak waras!"
Teriak alena yang membuat mr ren memalingkan kan wajah nya.
Ia pun merasa malu lalu menjauh sedikit dari tempat itu.
"Yang benar saja!"
Alena mengurangi volume suara nya
"Yasudah kembali ke dalam rumah!!"
Mr ren akan selalu mengawasi mu."
"Dasar kau rubah licik!"
"Lebih tepat nya aku serigala"
Canda prince pada alena
"Masa bodoh ,"
Alena menyerahkan ponsel nya pada mr ren. Ialu ia kembali ke kamar dan mengambil tab itu dengan singkat memasukan nya kedalam tas .
000000
__ADS_1