THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
PERTAMA KALINYA


__ADS_3

Prince terlihat duduk di sofa seraya mengscroll tablet pc yang ia pegang.sedang kan alena masih merasa kan nyeri di pergelangan kakinya. Karena merasa ingin buang air,ia pun perlahan mencoba berjalan dengan hati-hati.


Prince w melirik Alena dari sudut matanya, ia langsung menaruh gadget itu dan menggendong tubuh alena menyamping.


"Kemana?"


"Aku bisa sendiri,aku ingin buang air kecil.turunkan aku!"


"Diam, jangan membuat ku memperparah keadaan."


Seru pria itu yang langsung membawa alena ke dalam kamar mandi.


Ia pun mendudukan alena di kloset dan berdiri di hadapan nya.


Alena menatap tajam pria itu.


"Mau apa kau berdiri di situ?"


Tanya alena melihat prince w yang malah menatap dirinya.


"Membantu mu membuka celana."


"APA?! YANG BENAR SAJA,keluar "


"kenapa? Kau malu? Aku sudah melihat seluruh tubuh mu. Aku sudah hafal semua nya. Kenapa kau harus malu."


Alena merasa geram atas ucapan prince w ia pun berteriak.


"KELUAR!"


saat alena berteriak prince w malah semakin mendekati nya.


Dan berjongkok di hadapan alena .


"Tanda lahir yang seksi, "


Bisik prince seraya memegang pinggang alena.


Alena melotot dan langsung menendang tubuh prince w dengan kaki yang satunya.


Prince w pun terduduk ke belakang lalu tertawa terkekeh. Tapi seperti biasa kembali memasang wajah datarnya


"Lain kali aku ingin melihat nya dengan jelas ya honey."


Bisik prince w seraya beranjak dari posisinya itu.


Ia berjalan ke luar kamar mandi sesaat sebelum menutup pintu ia pun mengedipkan sebelah matanya ke arah alena.


Sedangkan alena menatap nya dengan wajah marah.


000000


"Kenapa dia bisa tahu kalau aku punya tanda lahir di pinggang, padahal ini tidak bisa terlihat kecuali aku telanjang bulat."


Alena tampak berpikir keras, hingga ia menemukan jawaban nya dan melihat ke atas langit langit kamar mandi.


Benar saja gadis itu melihat benda sangat kecil di sudut ruangan.


"BRENGSEK KAU!!!!"


teriaknya dari dalam kamar mandi.


Suara itu terdengar keras hingga prince w pun tersenyum smirk seraya menyeruput minuman nya.


Alena keluar dari kamar mandi memaksa kan langkah nya yang kesakitan. Dengan tergesa gesa ia sampai di hadapan prince tanpa basa-basi langsung menanyakan cctv itu.


Brak!


"Untuk apa kau memasang cctv di rumah ku?! "


Tanya nya seraya menggebrak meja makan hingga minuman prince berceceran keluar dari gelas nya.


Prince menatap gadisnya dan tersenyum samar.


"Siapa tahu kau membawa pria ke rumah ini, ini bisa menjadi bukti kalau kau berselingkuh."


Jawab prince yang bukan itu jawaban sebenarnya.


"Iya , aku boleh membawa pria mana pun ke rumah ku . Aku boleh bercinta dengan pria yang ku mau . Itu hak ku! Atas dasar apa? kau hanya tunangan palsu ku! "


PRANK!!!!


prince melempar gelas minuman itu hingga alena berteriak


"Akh!"


Teriaknya seraya menutup kedua telinganya.


Prince memasang cctv itu bermaksud agar alena bisa terpantau jika musuhnya mendadak menyerang gadis itu. Karena prince tidak bisa menjaga nya saat ia pergi.


"Oh begitu, kau ingin bercinta dengan pria lain? Seperti apa pria yang ingin kau tiduri ? Gaya seperti apa yang kau sukai?! "


Serunya nya seraya membuka dasinya yang ketat dengan kasar lalu menggiring alena untuk mundur. Hingga ia mendorong alena ke atas ranjang dan menindih nya.


Alena berontak dari belenggu prince dengan cepat pria itu mengangkat kedua tangan alena ke atas lalu ia membuka resleting celana nya.


Mata alena seakan meloncat keluar ketika melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Nampak pedang prince w yang terlihat kekar dan berotot sedang berdiri di hadapan alena.


Gadis itu akan berteriak tapi prince w membungkam mulutnya dengan cepat.


"Ssssttt, bukan kah tadi kau bilang ingin bercinta?"


jantung alena terasa berdetak sangat cepat hingga nafas nya menjadi terengah engah.


Prince membuka bungkam an tangannya, langsung saja alena berusaha melawan nya.


"Lepaskan aku, aku tidak mau!!!! Tolong lepaskan,"


Ucapnya dengan ekspresi mengiba.


Prince mencengkram dagu alena dan berbisik.

__ADS_1


"Jika kau ingin aku melepas mu. Kau harus membuat dia tenang."


Bisik prince w sambil mengarah kan tatapan nya ke pedang miliknya yang sedari tadi menegang.


Alena menatap ke arah pedang itu ia menggeleng kan kepalanya, melihat respon alena seperti itu prince langsung membuka kancing celana alena tanpa aba aba.


"Jangan ... aku belum siap,aku mohon."


Pinta alena dengan suara lirih.


"Tenang aku akan melakukan nya dengan lembut, setelah itu kau akan merasa nyaman."


Bisik prince w yang langsung menghirup leher alena , gadis itu merasa geli juga ketika pedang milik prince yang keras itu terasa menyentuh daerah sensitif dari balik celananya.


"Oh tidak,"


Bisik alena dalam benaknya


Prince menatap wajah alena yang nampak memerah setelah beberapa kali ia menc*umi dan menghisap beberapa titik di leher gadis itu.


Prince menarik dasinya keluar lalu mengikat kedua tangan alena di posisi depan.


"Jangan...aku mohon, jangan..."


Ucap alena terus memohon pada pria itu.


Setelah mengikat tangan alena, prince memintanya untuk turun dari ranjang.


Tentu saja alena senang.


Alena pun turun dari ranjang itu tanpa berani menatap ke arah pedang yang sudah tidak terlihat karena entah kapan prince kembali memakai celananya.


"Berlutut,"


Pinta prince yang berada di hadapan Alena.


"....."


Tanpa jawaban alena perlahan berlutut dengan wajah yang sedikit bingung.


Sekarang prince berada di sisi ranjang. duduk menghadap ke arah alena yang sedang berlutut di hadapan nya.


Prince mengangkat dagu alena menengadah kan ke arahnya.


"Patuhlah, "


Bisik prince seraya mengecup bibir gadis itu.


Prince kembali menurunkan resleting nya dan mengeluarkan pedang nya yang ternyata masih menengang.


Jelas saja alena kali ini lebih terkejut karena posisi nya tepat berada di depan wajah nya.


Ia dengan cepat memundurkan kepala nya,tapi prince menahan leher alena.


"Buka mulut mu."


"Apa, maksud mu aku harus...."


Ucap alena yang baru sadar akan maksud prince w.


Bisik nya seraya menghadapkan pedang nya di depan mulut alena.


Prince mendorong pedang miliknya perlahan ke dalam mu*ut alena.


Terasa sesak dan penuh, alena hanya bisa pasrah. Ini maksud dari prince w membebaskan nya di ranjang tadi.


Prince menatap wajah alena dengan mata yang sedikit sayu.


Tangan berotot nya terus saja menggerakkan kepala alena lebih dan lebih.


Hingga waktu dimana saat itu tiba, prince memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya.


Alena menatap ke arah pria itu ia merasakan sesuatu baru saja masuk memenuhi mulutnya.


Ia pun tersedak dan batuk batuk seraya menjatuhkan tubuhnya.


Prince menggendong alena ke ranjang dan meraih tisue lalu mengelap bibir gadisnya yang belepotan oleh cairan itu.sedangkan alena menatap ke arah prince yang menatap nya dengan senyum smriknya.



Prince berjalan ke dapur dan mengambil minum untuk alena.Lalu meminumkan nya pada gadis itu.


Setelah menaruh kembali gelasnya. Prince memandang alena dengan seksama.


Membuat gadis itu canggung,


"Bagaimana rasanya?"


Bisik pria itu


Alena tidak mau menjawab apapun,ia mengarah kan pandangan nya ke arah lain karena merasa malu.


Prince mengusap bibir alena dengan lembut.hingga gadis itu pun berkata.


"Buka ikatan nya,"


Seru alena dengan wajah tanpa ekspresi.


"Tidak, aku ingin memakan mu."


Bisik prince w membuat alena berpikir jika pria itu akan menggigitnya lagi.


Saat alena ingin berkata kasar prince secepat kilat menyerbu bibir alena dengan buas, menc*uminya dengan nafsu,


Alena yang sudah terbiasa dengan perlakuan prince w ia tanpa sadar mengikuti ritme permainan prince w.


Pria itu terlihat sangat bergairah saat ini.


" Kenapa perasaan ku seperti ingin lebih dari ini."


Ucap alena dalam hati nya.


Prince w seperti tak bisa membendung keinginan nan nya lagi. Hingga ia melenguh dan menidurkan alena , alena merasakan lagi sesuatu yang hidup di sana.

__ADS_1


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu.


TOK TOK .....


alena tersadar ia membuka matanya yang sedari tadi di pejamkan oleh servis an dari prince w. Lalu mendorong tubuh prince.


Prince membalik kan kepalanya menatap pintu itu dengan wajah sinis.


000000


"Tuan saya mendapat laporan, seperti nya situasi sudah aman anda bisa kembali ke rumah. Saya sudah mengurus semua mata mata dan menetralisasi kan pulau Zen sesuai perintah anda."


"Bagus, baiklah besok pagi kita berangkat ke pulau Zen."


000000


"Seperti nya ada yang salah dengan ku.kenapa terasa nyaman saat itu."


Prince kembali masuk ke dalam dan menawarkan makanan pada alena.


"Kau belum makan, apa yang ingin kau makan?"


"Apa saja, "


"Sup ayam? Atau cupcake buatan ibumu?"


Alena menoleh ke arah prince w, ia tercengang kenapa pria ini bisa tahu kalau ia sangat menyukai cupcake buatan ibunya.


"Kenapa... "


Prince menyentuh bibir alena dengan telunjuk nya


"Ssstt, sudah ku bilang kita saling kenal.


Aku akan memesan makanan yang lain saja. Ok"


Ucapnya mengscroll layar tablet nya dan memilih beberapa makanan.


Alena hanya menatap nya mencoba kembali mengingat apa saja yang ia ingat pada pria itu.


"Jangan menatap ku seperti itu, kau akan jatuh cinta lagi"


Ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


Alena menatap prince dengan serius kali ini ia bertanya.


"Aku tidak mengenal mu sama sekali, ibu ku juga tidak pernah berkata kalau ia pernah membuat kan cupcake untuk ku. Tapi kenapa kau bisa tahu kalau ibu ku selalu membuat nya untuk ku. Hanya aku yang sadar merasakan itu,semua keluarga ku tidak menyadari itu tapi kau... Siapa kau sebenarnya"


Prince menoleh ke arah alena setelah mendengar cerita gadisnya.


"Kau akan ku beritahu semua nya di waktu yang tepat."


Ucap prince menatap alena dengan tenang.


"Kenapa aku merasa seperti melupakan separuh ingatan ku. Atau aku yang menciptakan khayalan lain dan tidak pernah terjadi."


Prince terdiam mendengar semua ucapan alena ia hanya bisa mengatakan untuk tidak pernah percaya pada siapa pun kecuali dia.



000000



Keesokan pagi nya...


"Bangun, kita pergi hari ini."


Ucap prince menoleh ke arah alena yang sedang meregangkan badan nya.


"Kemana Ke rumahmu? Tidak aku tidak mau."


"aku akan membawa mu ke suatu tempat. Jangan tanya nanti kau akan tahu. "


Prince memasukan semua senjata simpanan nya kedalam koper.


"Kalau aku tidak ikut bagaimana? "


Mendengar ucapan alena, prince langsung menoleh ke arah nya dengan tatapan tajam.


"Baiklah! Ta..pi ada satu syarat,"


"...."


"Kau harus menceritakan semua yang kau tahu tentang diriku."


Prince melangkah ke arah Gadis itu lalu berbisik.


"Sudah ku katakan tidak akan pernah ada negosiasi dengan ku."


Alena memutar bola mata ketika suara prince terdengar dari telinganya.


"Dasar licik,"


Gerutu gadis itu memalingkan wajahnya menghindari prince w


" Hah?"


Tanya prince yang langsung mengangkat dagu alena.


"Apa?! "


Tatap nya dengan kesal.


Prince menatap mata alena dan hendak mencium bibir gadis cantik itu.


Tapi alena meloloskan diri dengan cepat. Dan turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.


melihat tingkah gadisnya itu


Prince w pun memejamkan kan matanya perlahan, kemudian tersenyum sinis menatap punggung alena.


000000

__ADS_1



terima kasih atas support dan vote nya...karena dukungan kalian sangat berarti bagi author... love you so much~ readers


__ADS_2