
" semakin kamu mencintai nya semakin kamu akan melukai nya, jangan buang energi mu untuk hal yang tidak menguntungkan anak iblis... Hahahahaha"
"akh!!! "
teriak prince yang terbangun dari tidurnya.
Mimpi itu muncul lagi di benak prince. Ia masih merasa terbelenggu oleh bayang bayang ayah angkat nya. Trauma kekerasan itu menghantui nya tanpa akhir.
ia menggosok matanya dan beranjak dari kasur lalu menghampiri cermin. prince menatap tajam dirinya sendiri.
"sudah berapa bulan ini, aku tidak menemukan tanda tanda perubahan pada dirinya."
Gumam pria itu seraya memikirkan sesuatu tentang Alena.
"apakah dia tidak mendapatkan gen dari ayah nya?"
"tidak mungkin! Aku harus memastikannya lagi."
ucap nya dalam benak.
tiba tiba Mr ren mengetuk pintu kamar prince.
"permisi tuan, apakah anda sudah tidur? "
"masuk"
Ucapnya sambil duduk dengan tenang.
Mr ren pun masuk dengan sopan. Dan berkata
"seperti nya ada hal yang ingin saya sampaikan perihal tuan besar. "
ucap Mr ren dengan wajah sedikit khawatir.
"ada apa dengan orang itu."
" tuan besar sudah menemukan 'taring iblis' yang baru. Ia sudah mempersiapkan segalanya untuk kembali ke dunia bisnis."
prince sedikit terkejut. tapi ia menutupi nya dan meminta Mr .ren untuk terus menyelidiki setiap perkembangan ayahnya yang bernama RITTCHER WILL itu.
Lalu ia menanyakan Alena.
"dimana gadis itu,?"
"nona sedang tidur dikamar nya tuan, "
"baiklah..."
"maaf tuan akhir akhir ini saya sering melihat nona memegang kepalanya dan menahan sakit. Seperti nya itu efek dari racun yang belum pulih. Terlebih nona seperti memaksakan diri untuk mengingat masa lalu nya."
"baiklah Mr ren terima kasih."
jawab prince yang terlihat sangat serius.
Mr.ren pun pamit untuk pergi.
Setelah Mr. Ren menutup pintu, prince memutar kursi nya menengadah kan kepalanya keatas sambil memikirkan sesuatu. Ia sedikit lega dan tidak percaya jika ayahnya bisa mendapatkan mutan.apakah ayahnya juga mengembangkan sel miliknya atau menemukan mutan liar lain sejenis dirinya.
Masih banyak pertanyaan yang belum prince temukan jawabannya. Sedangkan ia tidak bisa mengulur waktu untuk segera menghancurkan sel ini dalam tubuhnya.
Ia hanya ingin menjalani kehidupan normal bersama kayazumi yang sebenarnya entah ia cintai atau benci. Karena prince masih bingung antara perasaan dan rasa sakit yang terus membayangi nya.
Prince terlihat memejamkan matanya, ia tertidur di kursi nya. Lalu bermimpi
" Willson, anakku... ibu sangat mempercayai mu. Kamu anak yang baik. Lupakan lah kebencian mu.. kamu tidak akan melukai orang orang yang kamu cintai. Meskipun kamu telah membunuh ibu, aku tetap menyayangi mu. Hahahaha"
"Akhh!!
Prince membelalakkan matanya untuk kedua kalinya lagi. Ia tidak percaya apa yang ia mimpikan sekarang, keringat nya bercucuran hebat.Kenapa ibunya berkata seperti itu,padahal sudah jelas ibunya mati di racun oleh ayahnya.
Ia pun menghela nafas panjang saat tiba tiba pandangan nya teralihkan kan oleh bayangan seseorang yang sedang mematung di lantai 1.
Prince melihat dari lantai atas kamar nya berada. Ia pun segera dengan hati hati keluar dari kamar nya seraya membawa pistol untuk berjaga jaga.
Dengan setelan piyama ia mengendap endap perlahan saat sudah berada di lantai 1,ia melihat pintu kamar Alena terbuka. Dengan cepat prince memburu kearah kamar itu, bersiap menembak. Tapi ia tidak melihat siapa pun didalam, dimana Alena?
Jlebs!
Lalu ekspresi prince berubah, ketika sesuatu menembus pinggangnya. Benda tajam itu dengan paksa dicabut lagi. Secepat kilat prince menoleh ke arah orang yang menusuk nya.
"Alena?"
Tanya prince keheranan saat melihat Alena yang senyum menyeringai kepada nya.
Tanpa menjawab ucapan prince ia kembali menusuk dada prince tanpa ragu.
Jlebs!
Prince terduduk di kasur Alena sembari menangkis serangan Alena secara terus menerus. Untuk tusukan ke 5 prince menahan tangan Alena.
"Kamu sudah mengingat nya?"
Ucapnya pria itu tak berdaya.
"Matilah sayangku, biarkan darahmu mengalir dan mengering. Aku akan menggantikan kekuatan mu"
Bisik Alena seraya menjilat darah prince yang tersisa di pisau dapur itu.
Prince merasa ada yang aneh dengan Alena, mata gadis itu berubah hitam. Ia terlihat lebih liar dan menyeramkan.
Darah prince sudah mengalir tanpa henti. Ia masih berusaha menahan Alena tanpa perlawanan. Saat Alena akan kembali menusuknya, prince memejamkan mata. ia ingin sekali rasanya mati di tangan orang yang ia benci sekaligus dicintai nya. Tapi tiba tiba pisau itu jatuh,
Trangg!
Alena pingsan dan menindih tubuh prince yang masih memejamkan mata dengan tangan terbuka lebar
Merasakan tubuh Alena, prince membuka mata nya. Ia melihat situasi gadis itu, dengan menahan rasa sakit prince membenarkan posisi tubuh Alena. Ia dengan cepat membaringkan tubuh gadis itu di atas kasur.
Sementara ia beranjak ke kamar mandi Alena dan membersihkan darah di tubuh nya.
Perlahan ia membuka piyama nya dan menatap cermin melihat tusukan yang berada di pinggang, dada,perut,dan leher. Pria itu dengan telaten membersihkan dan memperban lukanya sendiri. Seperti sudah terbiasa.
Setelah selesai, prince kembali ke kamar dan duduk di samping Alena. Ia memandang gadisnya tanpa henti , merasa bingung dengan sikap gadis nya saat itu.
beberapa saat ia pun membaringkan tubuhnya di samping Alena.
Lalu menutup matanya untuk tidur.
oooooo
Keesokan paginya,
Alena membuka mata nya perlahan, ia langsung terkejut melihat prince yang sedang tidur di samping nya.
"HAH!"
Teriak nya seraya memundurkan diri.
Prince masih tertidur dengan tenang, saat dengan cepat Alena menarik selimutnya yang dipakai prince
"Kenapa kau tid..."
Alena menghentikan kicauan nya ketika melihat tubuh prince yang penuh perban,ia juga tidak memakai pakaian.
Gadis itu merasa aneh, ditambah ia melihat kedua tangan nya terdapat darah yang sudah mengering semakin membuat nya bingung.
__ADS_1
Prince terbangun, ia membuka matanya singkat. Dengan tatapan datar dan melihat kearah Alena yang sedang kebingungan.
"Sudah bangun?"
Tanya prince sambil membetulkan posisi terduduk.
Tanpa basa basi Alena menanyakan soal luka yang dilihat nya.
"Kenapa itu? Bukan, maksud ku kau kenapa bisa...tangan ku juga..."
Ucap Alena terbata bata sangking bingung nya.
"Bersihkan tangan mu sana, sebagai balasan buatkan aku sarapan pagi."
Jawab prince dengan singkat.
"Jawab dulu pertanyaan ku"
Ucap Alena dengan ekspresi serius.
"Aku lapar, setelah makan akan aku ceritakan"
Jawab prince.
Alena pun hanya bisa diam, ia beranjak dari kasurnya saat itu juga kakinya menendang sesuatu.
Trangg,
"Pisau?"
Tanya Alena menatap pisau itu terlihat darah kering yang masih menempel.
Lalu ia menoleh ke arah prince, prince hanya diam. Dan kembali menanyakan makanan nya.
" lapar , mana sarapan ku"
Alena mengambil pisau itu,lalu pergi ke dapur kemudian mencucinya dan membuat kan sarapan untuk prince.
Beberapa menit kemudian Alena kembali dengan supkrim, roti dan susu.
"Ini,"
"A..."
Prince membuka mulutnya, memberikan isyarat untuk di suapi.
Sebenarnya Alena malas, tapi melihat luka itu rasanya ia tidak tega.
Perlahan ia pun menyuapi prince, prince terlihat menikmati makanan itu. Tapi ia tidak berani menatap mata Alena.
Alena merasa pria itu sedikit berbeda, setelah selesai makan prince menelepon Mr ren lewat telepon kamar alena.Ia menanyakan data lengkap yang semalam ia pinta,Dan meminta nya sedetail mungkin.
Mr ren pun terdengar mengiyakan tugas itu. Setelah menutup telepon prince menatap alena,
Gadis itu terlihat menggenggam kedua tangan nya gugup.
"Kenapa? "
Tanya prince merasa heran.
"Apa kau tidak merasa sakit?"
Ucapnya dengan perasaan ngilu
"Tidak, kau ingin melihat nya?"
"Cerita kan , kau sudah berjanji."
Elak Alena
"Apa?!"
Alena terlihat tidak percaya.
Prince tidak mempedulikan nya, ia terlihat beranjak dari kasur alena.lalu mendekat ke arah cermin. Dan perlahan membuka perban di leher nya.
Sedangkan Alena memburu kearah pria itu, Sambil terus memastikan kebenaran.
"Bukan aku yang melakukan nya, aku berani sumpah."
"Lalu siapa? "
Tanya prince dengan santainya seraya melihat luka di lehernya yang sudah menutup. Lalu membuang bekas perbannya ke tempat sampah.
"Aku tidak tahu lah, tanya saja pada dirimu sendiri."
Mendengar ucapan Alena. Prince membalikkan badan dan memegang tangan Alena.
"Bagaimana rasa darah ku? Enak kan?"
Bisiknya di telinga Alena.
"Apa maksud mu? "
"Aku tunggu 15 menit, kau harus sudah bersiap.."
Ucap prince Sambil mengacak rambut gadis itu dan melenggang pergi.
"Kau mau mengajak ku kemana?" Tanya Alena sedikit berteriak
000000
Prince masuk kedalam Kamarnya dan meminta Mr,ren untuk menyiapkan mobil. Mr. Ren pun menyegerakan hal itu.
Sementara Alena masih penasaran dan terduduk di atas kasur.ia mencoba mengingat kejadian semalam, tapi tidak berhasil.
"Aku masih penasaran,"
Gumam nya sambil memakan roti di atas meja.
20 menit pun berlalu, Alena berjalan keluar kamar dan ia melihat prince di ruang tamu dengan tatapan kesalnya lalu berkata.
"Ini sudah lebih dari 15menit"
"Hehe, lebih 5 menit saja"
Tanpa membalas ucapan Alena, prince langsung menggandeng tangan Gadis itu dengan kasar.
Mereka berjalan menuju mobil yang sudah berada di depan mansion.
Prince langsung mendorong Alena untuk masuk.
"Hey! Kau bisa sedikit lembut tidak?!"
Prince masih tidak menjawab ocehan Alena. Ia lalu masuk kedalam mobil dan duduk di samping Alena.
Kali ini prince sendiri yang membawa mobil. Alena terdiam menatap terus kearah prince,ia tidak tahu kemana mereka akan pergi.
Sementara Mr,ren melihat kepergian mereka dengan wajah tenang nya.
Di perjalanan yang panjang Alena merasa pernah melalui jalan ini tapi ia tidak ingat, ia terus memperhatikan jalan. Ketika ucapan prince menyadarkan nya.
"Kau tahu kita akan kemana?"
"Tidak, " jawab Alena sesuai keadaan.
__ADS_1
"Bodoh, "
Bisik prince yang masih bisa terdengar suaranya oleh Alena.
"Apa?!" Tanya Alena mendesak
Prince tidak menjawab.
Setelah perjalanan kurang lebih 1 Jam ia sampai di pelabuhan.
"Tunggu,seingat ku di sini tidak ada pelabuhan . Maksud ku aku pernah kesini tapi belum pernah melihat pelabuhan. Apa ini bangunan baru?"
"Jangan banyak ngomong, jaman sudah berubah mana Mungkin kau ingat."
Ucap prince memberhentikan mobilnya.
"Nah kau tahu itu, perubahan jaman juga bisa merubah ingatan kan"
Jawab Alena seraya keluar dari dalam mobil.
Prince hanya diam mendengar ucapan Alena ia pun menyusul.
Lalu melihat gadis itu sedang melongo menatap kapal pesiar yang megah di hadapan nya.
"Sedang apa kau , masuk. Jangan membuang waktu"
Ucapnya mnarik tangan Alena.
Gadis itu terlihat ketakutan ,
"Kau mau membawa ku kemana , aku phobia air laut"
Serunya sambil melepaskan tangan prince.
"Ha? Kenapa kau..."
"Kau gila ya? Pergi saja sendiri!"
Alena pun berlari ke menjauhi pelabuhan dengan tangan yang gemetar. Ia pun berusaha menutupi nya sedangkan prince berlari menyusul Alena dengan raut wajah sedikit emosi.
Prince meraih pundak Alena
"Kau harus ikut , nanti kau akan menyadari semua nya."
"Sudah ku bilang aku tidak bisa."
Elaknya menghindari prince
"Aku tidak butuh keluhan mu. Ikut aku!"
Prince kembali menarik tangan Alena.
"Kau ini benar benar sangat gila ya, sudah ku bilang tidak bisa ya tidak bisa!"
Teriak Alena dengan suara sangat keras.
"Ini bukan soal aku tidak mau, jika aku mat.."
Tanpa bicara dan menghiraukan ucapan Alena Prince langsung mengangkat gadis lalu berjalan itu ke arah kapal.
"Iblis gila!!! Apa yang kau lakukan! Turunkan aku!"
Prince masih menggendog Alena di pundak nya. Sementara Alena masih berteriak dengan posisi kepala menghadap ke bawah.
"Tolong!!!! Tolong!!!"
Teriak Alena meminta pertolongan padahal disana tidak ada siapapun. Karena prince membuat pelabuhan pribadi,Jadi tidak sembarang orang bisa masuk kesana.
Perlahan teriakan Alena berubah menjadi tangisan.
"Aku serius !!! Aku tidak bisa~"
Lirih nya dengan suara terisak Isak.
Setelah sampai di pintu kapal prince langsung masuk dan mendudukkan gadis itu di sofa lalu mengunci pintu kapal dari dalam.
Sementara Alena langsung memburu ke arah pintu meski pun prince sedang berada di hadapan nya.
"Minggir aku mau keluar,"
Phummm.....
Terdengar tanda kapal akan berlayar.
Alena langsung terduduk lemas di lantai.sedangkan prince duduk di sofa tidak menghiraukan dirinya yang terlihat lemas.
Gadis itu kembali menangis menatap kebencian pada prince.
Ia perlahan mundur ke pojokan ruangan itu Lalu memeluk lututnya. Terlihat wajah Alena menyusup di kedua lutut dengan tangisan tanpa henti.
"Haaaaaaa.... kau harus belajar melawan rasa takut mu. Sampai kapan kau akan menjadi manusia lemah?"
Bisik prince menghela nafas panjang. Sambil duduk santai menikmati minuman.
Tangisan Alena terhenti,
Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap sinis ke arah prince.
"Lebih baik menjadi manusia lemah, daripada menjadi lebih kuat dengan sifat iblis dan menyedihkan seperti mu"
Ucap Alena dengan suara kecil.
"Hahahahaha, benarkah seperti itu?"
Jawab prince berdiri dari duduknya lalu mengambil segelas minuman untuk diberikan kepada Alena.
Ia menghampiri gadis itu perlahan berjongkok dan menyodorkan minuman.
"Nanti juga kau akan terbiasa, minumlah~"
Alena mengambil jus itu dan membuang isi nya ke arah wajah prince
Splash!!
"Pergi kau!"
Prince terdiam menerima perlakuan Alena.
Lalu berbisik
"Akan ku buang kau ke laut"
Mendengar ucapan pria itu, Alena melotot menatap prince ketakutan. Lalu berdiri dan berusaha menjauh, tapi dengan cepat prince memeluk nya dari belakang. Alena memberontak tapi prince Menyeret nya dan membuka jendela yang langsung menghadap ke lautan luas.
Alena terbelalak melihat lautan luas itu sangat dekat di hadapan nya.
"Lihat , kita akan pergi kesana."
Bisik prince menunjuk pulau yang masih terlihat samar.
Tenaga Alena tiba tiba melemah ia tidak memberontak, malah terkulai lemas setelah melihat laut lepas yang luas itu lalu pingsan.
Prince mengangkat dagu Alena dan menatap wajah nya heran.
"Ada apa dengan mu?"
__ADS_1
Gumam nya