
Keesokan harinya di siang hari alena sudah berada di atas ranjangnya dengan baju tidur yang telah berganti bersih.tiba tiba saja kedua matanya terbuka dan terperanjat dari tidur nya. Ia melihat sekeliling,lalu berfikir sejenak mengingat sesuatu yang terjadi.
Tapi kemudian Alena menatap ke arah jendela karena mendengar suara mobil yang baru saja datang.
prince w keluar dari mobil itu, ia merapikan jas nya dan terlihat sangat sehat. Alena mengerenyitkan dahinya merasa heran kemudian ia memastikan pandangan nya tidak salah.
Tak di sangka prince w menangkap tatapan alena dari bawah sana. Lalu tersenyum smirk kepadanya.
Dengan cepat alena berbalik memalingkan wajah nya.
"Hah? Apa aku tidak salah lihat? Tapi kenapa dia bisa.."
Alena terus memikirkan kejadian kemarin ia bertanya pada dirinya sendiri. apakah semua itu hanya mimpi atau benar terjadi.
Klek..
Seseorang membuka pintu kamar alena, terlihat prince w masih dengan setelan rapi nya masuk kedalam kamar itu. Meskipun sudah bisa menebak tapi
Alena sedikit terkejut menatap kedatangan prince w.
"Cepat bangun, aku akan mengajak mu ke suatu tempat."
Ucap prince w menghampiri alena lalu mengangkat dagu nya perlahan.
Alena tidak menjawab ucapan prince , ia malah menatap ke arah dada pria gagah itu.
Prince menyadari tatapan alena, lalu ia melonggarkan dasi kemudian membuka kancing kemeja nya sendiri.
"Ma..mau apa kau?"
Tanya alena yang merasa sedikit risih.
"Lihat,"
Prince menunjukkan luka di dadanya yang sudah menutup, hanya tersisa guratan dari bekas luka di kulit nya.
Ia menarik tangan alena dan menempelkan nya di sana.
Alena malah meraba luka itu merasa kan bahwa itu nyata. Kemudian ia beralih menatap wajah prince lalu tersadar dan menarik tangan nya kembali.
"Ke..kenapa bisa..."
Gumam alena pada dirinya sendiri.
"Apa kau sudah mengingat semuanya?"
Tanya prince menatap ke arah alena.
"Maksud mu mengingat kau tertancap anak panah? Iya aku mengingat semuanya harusnya aku yang terkena busur itu."
Mendengar jawaban alena , prince mengalih kan pandangan nya.
"Sudah lah . Orang bodoh seperti mu memang tidak pantas Mengingat apapun."
Jawab prince seraya membetulkan pakaian nya lalu melangkah mundur dari ranjang alena.
"Jadi apa yang harus ku ingat? Seharusnya kau tidak perlu menghalangi busur itu. Biar aku mati saja. Beres"
Bentak alena menatap sinis ke arah prince w yang merasa seolah menjadi pahlawan.
Prince hanya melirik sinis pada alena.
"Jika 5 menit kau belum selesai. Akan ku seret kau ke lantai bawah."
Ancam prince w meninggalkan kamar alena.
Alena tidak menghiraukan ucapan prince w. Ia malah memikirkan semua kejadian kemarin. Banyak sekali hal yang tidak ia ketahui,tapi dirinya bagian dari orang yang dia kenal. Alena semakin di buat bingung dengan semuanya. Karena ia merasa sangat kesal akhirnya ia terang terangan meminta penjelasan dari prince w.
"Aku harus meminta semua penjelasan dari nya . Kali ini aku harus membereskan semua nya lalu pergi menjauh dari tempat ini selamanya."
Beberapa menit kemudian alena turun ke lantai bawah. Terlihat prince w sedang duduk menunggu alena dan sesekali meminum kopi nya.
Alena berdiri di hadapan prince masih memakai baju tidur, dan sendal bulu yang imut.
Prince memejamkan mata nya menahan kesal melihat ulah alena.
"Tadi kau dengar apa yang aku bilang?"
"Iya, aku akan ikut tapi ada satu syarat."
"Tidak ada negosiasi dengan ku. Ikut sekarang juga"
Prince menarik tangan alena dan menyeret nya masuk kedalam mobil.
"Aww ...sakit sekali!"
Alena memegangi tangan nya yang kesakitan.
Prince w pun masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah alena.
"Kau akan membawa ku kemana?"
"Pulang"
"APA?! KAU SERIUS?"
Wajah alena seketika berubah senang.
Prince tidak membalas ucapan alena.
"Yess akhirnya aku bisa pulang."
Bisik alena dalam benaknya.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan kosan alena. Ia pun memburu keluar dari mobil prince w.
Sebelum prince turun dari mobil nya ia menyampaikan sesuatu pada mr ren.
"Ingat jangan sampai ada yang menemui ku disini. Terutama si iblis tua itu."
Bisik nya di samping mr ren.
"Baik tuan muda.semua nya akan aman terkendali."
Ucap mr ren setelah menurunkan beberapa koper dari bagasi mobil.
"Wahhh akhirnya nya aku pulang!!!!! Senang nya..."
Alena menghampiri pintu kosan ,tapi ia cukup heran ketika melihat bentuk gagang pintu yang berbeda.
__ADS_1
"Hah ? Apa ini benar kosan ku?"
Alena melangkah mundur memastikan dan melihat pagar di depan.
"Aduh ,"
Ia menabrak badan prince w yang sedang berdiri di belakang nya.
" Sedang apa kau, masuk"
Seru prince w mendorong kecil tubuh alena.dan pergi melewati nya begitu saja kemudian ia membuka pintu dan masuk ke dalam.
Di ikuti mr.ren yang membawakan koper di belakang prince w.
"Hey! Itu rumah ku, kurang ajar "
Teriak nya mencela prince dan berlari kecil menyusulnya.
Saat alena masuk ke dalam tiba tiba ia sangat syok. Melongo tanpa berkedip.
Ia melihat ruangan kamar itu menjadi 3 kali lipat lebih luas dari sebelumnya. Juga banyak barang barang mewah di sana. Ranjang dan lemari pakaian yang usang sudah berganti menjadi model terbaru. Lalu ac yang sudah terpasang belum elektronik lain nya bertebaran di sana.
"Seperti nya aku salah kamar"
Gumam nya menatap sekeliling.
Prince Perlahan duduk di sofa yang lembut, ia meminta alena berhenti untuk bertingkah bodoh.
"Jangan bertingkah kampung an"
Ucap nya seraya menerima kunci dari mr ren.
Kemudian mr ren pamit dan meninggal kan mereka berdua di sana.
"Tunggu, maaf kenapa dia tidak pergi?"
Tanya alena menahan langkah mr ren.
"Maaf nona,tuan muda akan tinggal bersama anda disini mulai sekarang,"
"AAPA?!"
"saya mohon pamit tuan , nona"
Ucapnya membungkuk kan badan lalu pergi keluar rumah itu.
Setelah kepergian mr .ren suasana terasa hening, prince menatap sekeliling ruangan. Dan meminta alena membereskan isi koper nya. Sementara ia membuka jas dan kemejanya.
"Kenapa tidak kau bereskan sendiri?! Eh eh tunggu, kau mau apa?"
"Mandi, buka baju mu kita mandi bersama."
Ucap prince yang kini sudah bertelanjang dada.
Alena kaget mendengar ucapan prince w.
"Kau gila !"
Serunya seraya menyilang kan kedua tangan nya di dada.
"Kenapa kau masih malu? Meskipun kau telanjang bulat pun bukan masalah, kau sudah terikat dengan ku."
"Aku harus membereskan barang barang mu kan..."
Bantah nya seraya membuka koper agar terlihat sibuk tapi saat ia membuka koper tiba tiba
"Akhh!!!"
Alena melihat beberapa pistol dan senapan laras panjang di dalam koper itu.
"Kenapa kau membawa barang seperti ini. Keterlaluan!"
Teriak nya pada prince dengan ekspresi ketakutannya.
Prince menghampiri alena dan menatap nya sangat dekat.
"Kau ingin mati begitu saja? Sebelum aku mati, lebih baik aku membunuh lebih dulu."
Bisik nya di samping telinga alena.
Alena memejamkan matanya dan memalingkan wajah, ia pun kembali melihat bekas luka di dada prince.
Karena merasa risih alena melenggang pergi meninggalkan prince ke arah dapur.
000000
"Wah luar biasa, dulu rumah ini sangat
sempit bahkan dapur ku tidak seluas ini.
Gumam nya menatap sekeliling dapur ia pun membuka pintu kulkas dan melihat isi nya apakah ada sesuatu yang bisa ia masak.
Melihat banyak sekali bahan makanan di sana. Alena pun memasak makanan kesukaan nya.
Beberapa menit kemudian Prince yang sudah selesai mandi sedang mengeringkan rambut, tapi ia tidak melihat alena di sana lalu mencari nya ke dapur.
"Sedang apa"
Tanya prince w yang tiba tiba saja muncul di belakang alena.
"AAAAA!!! kau ini setan ya ? Muncul tiba-tiba mengagetkan orang"
"Iya aku memang setan."
Jawab prince w dengan santai nya lalu mengambil sendok yang sedang di pegang alena. Kemudian melahap isi sendok itu.
"Lumayan, bawa kan aku satu mangkuk"
Ucap nya memerintah alena
"Kau pikir aku pembantu mu? Bawa sendiri..minggir!"
Alena menabrak bahu prince, prince terlihat kesal . Ia pun menarik tangan alena ,dengan cepat mengangkat nya dan mendudukan nya di sebelah wastafel dapur.
Prince menatap wajah alena.
"Seperti nya ucapan ku yang lalu tidak kau dengar , apa aku terlalu baik akhir akhir ini?"
Bisik prince menatap tajam mata alena.
__ADS_1
Entah mengapa alena merasa sedikit risih, ia memalingkan pandangannya kesamping.
"Tidak , aku hanya..."
"Lihat aku! "
Prince mengangkat rahang alena agar wajah nya melihat ke depan.
"Tidak, aku hanya merasa kalau.....kalau aku tidak berhak di perlakukan seperti ini!"
Bentak alena menyembunyikan kecanggungan nya.
Alena merasa sangat gugup karena baru kali ini ia tinggal dengan seseorang apalagi dia pria yang adalah tunangan nya bahkan bukan orang yang dia kenal.
"Kau berhak menerima semuanya dari ku tanpa terkecuali, "
"Sekarang kau mau apa?! Lepaskan aku!"
Bentak alena menangkis tangan prince w.
"Suapi aku,"
"Apa kau bilang?"
Prince tidak menjawab apapun ia hanya langsung membuka mulut nya.
"Aish, yang benar saja. Tidak!"
Prince menggebrak rak di atas kepala alena, hingga ia merasa kikuk
"Buka mulut mu!"
Sanggah alena memegang sendok bersiap menyuapi prince.
Prince w pun membuka mulut nya dan memakan suapan dari alena.
Tapi ada yang membuat alena heran, kenapa pria tidak merasa kepanasan padahal sup ini baru saja di angkat dari panci.
"Kenapa berhenti,"
Tanya prince melihat alena yang sedang melamun.
"Eh iya ,"
Alena kembali menyuapi prince w.
Ia menatap wajah Pria itu melihat ekspresi nya dengan seksama.
Tiba tiba saja prince menc*um alena dan mengeluarkan sup itu di dalam mulut nya.
"Mmm ... Uekkk.. panas panas"
Alena memuntahkan isi mulut nya karena sup itu terasa sangat panas.
"Panas bukan, kenapa kau menyuapi ku seperti itu. Gadis licik!"
Prince pergi ke arah lain untuk mengambil air putih dan meminumnya. Ia melenggang meninggalkan alena yang masih terduduk.
Sementara alena masih berfikir ada yang salah dengan pria itu.
000000
Di malam harinya, alena sedang terduduk di sofa, ia melihat prince yang sedang mengutak atik tab pc nya kemudian ia meminta prince w mengembalikan ponsel nya.
"Tolong kembalikan ponsel ku."
"Tidak,"
"Apa maksud mu! Dengar, aku sedang malas berdebat."
"...."
"Hey kau dengar tidak!"
"Hmm,"
"Kembali kan ponsel ku."
"...."
Alena merasa kesal, ia terpaksa menghampiri prince w. Lalu ia tidak sengaja melihat isi tab pc pria itu,
Ternyata prince w sedang melihat video dokumentasi ibunya yang sedang di sandera.
Prince melirik ke arah alena , alena pun terkejut dan meminta maaf.
"Maaf, ponsel ku apa ...."
Prince w langsung melempar ponsel alena ke arah nya. Kemudian alena pun menangkap nya dengan cepat.
" Akhirnya nya, "
Alena langsung mengotak atik ponselnya.
Tapi ia merasa sangat kecewa.
"Kontak ku....semua nya hilang, hey!"
"Aku sudah menghapus semuanya, tidak ada yang perlu kau hubungi kecuali aku."
Ucapnya tanpa memalingkan pandangannya dari pc itu.
"Menyebalkan! Sebenarnya apa niat mu menjadi kan ku tawanan mu!"
"Tawanan?!"
"Iya, kau mengatur semua kehidupan ku! Aku tidak mau!"
"Oh ya, besok kau akan pergi ke kampus mu? Aku akan menjadi mahasiswa juga disana. Kau akan pergi bekerja aku juga akan bekerja ditempat mu Bekerja. Mohon bimbingannya"
Ucap nya dengan sangat tenang.
"Heeeeyyyyyyyy!!!!!"
Teriak alena dengan wajah kesalnya
Prince malah tersenyum smirk menatap alena yang frustasi.
000000
__ADS_1