
To readers~
maaf sekali atas keterlambatan up soal nya author ada halangan beberapa hari lalu huhuhu Semoga kedepan nya lebih semangat lagi! Fighting!!!!
Terima kasih selalu atas dukungan kalian. terus support , like , dan vote nya yaaaaa big love you all~
000000
Kilas balik ~
Prince w adalah seorang manusia biasa yang hidup damai bersama keluarga nya di sebuah desa. Dimasa kecilnya Sang ayah adalah seorang pengrajin besi dan sang ibu hanya seorang penjual roti .
Suatu hari sang ayah di datangi seorang rentenir yang menagih janji atas pelunasan hutang keluarga prince w yang ternyata bernama asli NAKI. Naki kecil sering melihat kedua rentenir itu datang dan mengacak acak rumah nya jika sang ayah belum bisa membayar. Hingga waktu itu tiba naki di culik oleh kedua orang itu, saat ia mengantarkan roti pesanan pelanggan.
Lalu Mereka mengirim dirinya ke sebuah tempat yang penuh dengan bau antiseptik. Ia merasa bingung , disana banyak anak anak yang juga seusianya, saling menatap satu sama lain dengan ekspresi takut. Sebagian ada yang menangis dan berteriak. Ada yang terus diam tak bersuara. Lalu ketika seseorang membuyarkan pandangan naki. Ia melihat pria tegap berpakaian putih mengusap kepalanya dan membawa dirinya ke suatu ruangan.
Pria tua itu tersenyum dan mengikat masing masing kedua tangan naki ke samping kursi.
Mata bocah itu di tutupi oleh kain hitam. Lalu tiba tiba ia merasa sensasi tusukan jarum menembus lengan kirinya. Jarum itu cukup lama menancap di sana. Hingga tubuh naki terasa lemas beberapa saat. Lalu ia kejang kejang dan pingsan.
Setelah sadar ia sudah terbaring berada di dalam ruangan kosong sendirian. Matanya kini tidak tertutup lagi, ia memfokuskan tatapan nya kesekitar ruangan. Pikiran nya masih linglung kemudian ia turun dari kasur itu dan mencoba membuka pintu untuk keluar.
Tiba tiba saja rasa gejolak aneh dalam tubuhnya muncul. Ia merasa haus dan emosi, kuku nya memajang dengan cepat taring di giginya muncul perlahan matanya bersinar merah penuh emosi penghancuran. Ia melompat kesana kemari dengan ringan nya dan mencakar lalu mencabik cabik tempat itu dengan penuh amarah. Teriakan dan geraman keluar begitu saja dari mulut nya.
"Haus....."
Lirih nya seraya kembali menghancurkan apa yang ada.
Seseorang terlihat tersenyum senang di balik kaca yang ada di hadapan naki. Ia menonton pertunjukan itu dengan tepuk tangan kepuasan.
"Turunkan sekarang!"
Teriak pria itu memberi arahan.
BYURRRRR!!!!
Darah segar mengalir dari atas pipa dan membasahi seluruh tubuh naki. Naki terlihat menjilat dan menghisap darah yang jatuh ke bawah lantai.ia seperti hewan buas yang baru menemukan air setelah kehausan parah.
Setelah puas meminum darah itu, ia merasa tenang tapi tiba tiba ia menangkap tatapan pria itu dari balik kaca transparan dan menerkam nya mencoba menghancurkan kaca itu. Si pria pun terkejut dan menyuruh asistennya menembak kan obat bius ke arahnya.
Bletssszzz!
Anak panah pun menancap ke arah tubuh kecil yang seakan terlihat kekar itu.seketika ia pingsan dan tak sadarkan diri.
000000
Di desa kedua orang tua naki terus mencari keberadaan anaknya yang sudah 5 hari menghilang tanpa jejak.hingga hari ke 6 seseorang mengantarkan naki ke rumah, sontak saja kedua orang tua nya sangat senang. Ia melihat anak nya pulang dengan selamat. Naki tersenyum dan memeluk kedua orang tuanya ia bahagia bisa kembali ke rumah. Meskipun ia masih mengingat atas apa yang ia alami. Kecuali saat ia berubah menjadi iblis bertaring.
Hari demi hari naki lalui dengan hidup normal. Hingga saat ia pun berjalan di hutan hendak mengantar kan roti seperti biasanya. Naki melihat seekor kelinci hutan yang gemuk sedang makan rumput dengan lahap. Ia tersenyum dan menghampiri kelinci itu dan mengelusnya.
"Lucu sekali, apa tidak ada yang punya ? Bolehkan aku membawa mu pulang?"
Tanya nya pada kelinci lucu itu.
Kelinci hanya diam dan terus mengunyah.
"Badan mu gemuk sekali, sangat lembut"
Bisik naki seraya menciumi badan kelinci itu dengan gemas.
Tiba tiba ia hilang kendali dan menggigit nya tapi ia kembali sadar lalu kelinci itu pun kabur dari genggaman naki,karena merasa terancam.
"A..apa yang ku lakukan,"
Bisiknya lalu berlari ke arah rumah.
"Kenapa kau kembali naki?"
"Ibu aku tidak bisa mengantar rotinya. Aku takut. "
"Ada apa? Coba ceritakan pada ibu,"
Bisik nya seraya mengelus kepala naki dengan lembut.
"Aku takut melewati hutan dan bertemu kelinci. Jadi aku tidak mau kesana lagi."
Sang ibu tersenyum kecil mendengar cerita anak nya.
"Kelinci hutan itu baik baik dan menggemaskan, kenapa harus takut bukan kah kau sangat menyukai nya dari dulu"
"Iya, maksud ku aku takut jika aku akan memakan nya. "
"Tentu saja boleh di makan. Tapi sayang kan jika hewan selucu itu di makan?"
"Oh jadi boleh di makan...?"
"Tentu, jadi kau tidak usah takut lagi ya .."
"Iya bu, aku tidak akan takut lagi."
000000
Setelah percakapan panjang dengan sang ibu , keesokan harinya naki kembali mengantar roti dan bertemu dengan kelinci itu lagi.
"Hai... Wah kau semakin gemuk saja. Kata ibu ku aku boleh memakan mu loh, coba kemari."
Naki mengangkat kelinci itu dan menggigit nya tanpa ragu. Tanpa ia sadari taring di giginya muncul perlahan menusuk tubuh kelinci itu.
Crooootttt ..
Darah segar muncrat di wajah dan kulit nya yang putih itu.
Naki terus menghisap darah kelinci itu dengan puas.
Setelah selesai ia mengelap mulut nya dan menghela beberapa saat dan mengubur kan kelinci itu.
"Kelinci yang lucu aku tidak suka daging mu , tapi ternyata darah mu lebih nikmat. Terima kasih ya ."
Semakin hari semakin banyak hewan yang ia mangsa. Hingga ia pun merasa sangat puas ketika hasrat itu terpenuhi.
Saat ia pulang setelah mengantar roti ia melihat ibu nya tersungkur di hadapan nya. Lalu naki dengan cepat menolong sang ibu untuk berdiri.
"Eh bocah tengik, kau masih hidup?"
Teriak rentenir itu yang masih datang kerumahnya setelah menjual nya ke tempat aneh.
"Mau apa kalian kemari!!!!! Jangan ganggu kami lagi!"
Teriak naki memelototi pria itu.
Dorrrr!!!!!
Tiba tiba suara tembakan terdengar dari dalam rumah naki. Sang ibu terkejut dan memburu kedalam rumah lalu berteriak ketika melihat suaminya tersungkur bersimbah darah di dadanya.
Naki menyusul ibu nya kedalam dan melihat situasi itu,
"Ayah!"
Teriak nya memburu ke arah ayahnya.
"Dia terus melawan , jadi ku tembak saja"
Ucap enteng salah satu pria rentenir itu.
Seraya menghampiri temannya.
Naki berdiri dengan cepat dan menantang pria itu tanpa ragu.
"Berani nya kalian menembak ayahku Akan ku bunuh kalian!"
Teriaknya memburu ke arah mereka.
"Anak kecil yang merepotkan mati saja lah,"
DORRRR ...
__ADS_1
Naki pun tertembak tapi ia malah menyeringai dan menerkam pria itu lalu mengigit leher nya dengan buas.
Salah satu rekan nya terkejut ketakutan dan kabur setelah melihat wujud naki yang menyeramkan. Sang ibu pun tak kalah kaget melihat anaknya yang berubah seperti itu, ia terus memeluk suami nya yang sudah terbujur kaku seraya menghindar dari hadapan naki.
"Siapa kau!"
Teriak sang ibu menatap takut ke arah anaknya.
Naki tidak menjawab ia menoleh ke arah ibu nya dengan tatapan iblis itu dan mencoba mendekati sang ibu.
Tapi dengan cepat ibunya menodongkan pistol ke arah naki. Seketika ekspresi naki berubah marah dan mengamuk.
karena sangat ketakutan ibu nya menembaki naki dengan brutal merasa bahwa dia bukan anaknya.
"Pergi kau iblis ! Kau bukan anak ku"
Teriak nya sambil menembaki tanpa henti.
Naki tidak bisa mengontrol emosi nya ia sangat marah dengan aksi ibunya. karena dorongan pertahanan diri tanpa sadar naki pun mengigit leher ibunya. Sang ibu pun meregang nyawa di tangan nya.
Melihat ekspresi ibunya, naki lalu tersadar ia kembali ke wujud manusia.
Dan menangis sejadi jadinya melihat sang ibu yang sekarat.
"Maafkan ibu naki,ibu belum bisa menjadi ibu yang baik. Anak sendiri pun tidak ku kenali. Aku pantas mati."
"Ibuuu... tolong jangan tinggalkan aku , kenapa bisa begini... aku akan membawa mu ke rumah sakit."
"......"
"Ibu!!! Ibuu!!!!!"
Sang ibu pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Suasana rumah itu sangat mencekam.darah berceceran dimana-mana,
naki masih terduduk dengan tatapan kosong hingga tiba tiba seorang kerabat datang mengantarkan uang roti, ketika melihat apa yang ada di hadapannya ia pun berteriak ketakutan.
Naki berlari ke arah hutan setelah mendengar teriakan bibi itu,ia tidak mau melukai orang orang lain karena rasa panik dan terancam nya yang kini sedang memuncak.
"Hey kenapa kau kabur. Kau membunuh mereka?!!! Pembunuh!!!! Pembunuh!!!"
Bibi itu pun menghubungi orang orang dan mulai mencari keberadaan naki sebagai buronan. Karena di pedesaan jarak rumah mereka berjauhan hingga sulit untuk saling tahu kabar.
Sementara naki bersembunyi di dalam hutan.ia selalu berhasil kabur dari kejaran itu. Meskipun ia tertembak dan terluka ia akan segera lekas pulih dengan cepat hanya dengan meminum darah segar.
Naki selalu membuat persembunyian yang aman dan ia makan apa yang bisa di makan di sana.
Saat hari itu tiba dimana ia sedang berburu mangsa untuk di makan.ia bertemu seorang pemburu hewan, penasaran dengan naki ia mencoba menyapa nya tapi ketika melihat senjata api. Naki pun berlari secepat mungkin menghindari nya hingga ia tak memperhatikan pijakan dan terjatuh ke dalam jurang. Si pemburu kehilangan jejaknya, lalu naki menemukan rumah pohon kayazumi. Disitulah pertemuan pertama mereka.
000000
Di pulau zen,
Prince terlihat duduk di sofa seraya sesekali meneguk gelas bir di tangan nya.
"Ibu, ayah, sedang apa kalian"
Lirih nya menatap gelas bir yang ia goyang goyang kan.
Tok tok...
Seseorang mengetuk pintu ruangan itu.
Kemudian ia masuk.
"Tuan muda, seperti nya tuan besar sudah mengetahui rencana anda untuk menyerangnya diam diam."
"Kenapa? Aku sudah tahu , yang paling utama adalah kel mutan itu dulu. Aku harus menghabisinya tanpa sisa satu pun."
"Bagaimana dengan nona,"
"Hmmmm, masalah gadis itu biar kan saja aku yang atasi ."
Ucap prince w dengan mata yang sudah setengah tertutup karena mabuk.
"Dimana dia ,"
Jawab mr ren dengan sopan.
Prince beranjak dari sofa dan menyimpan gelas itu dengan kasar di atas meja, lalu pergi ke ruangan alena.
000000
"Ternyata susah juga, ku kira ini mudah"
Bisik nya perlahan membuka perban itu dengan hati hati.
"Kenapa melakukan hal sembarangan?
Ucap prince masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu nya dengan tenang.
"Bau anggur"
Bisik alena dalam benak nya.
Prince menghampiri alena dan mencoba membantunya.
"Aku bisa send....."
"Diam,"
Ucap dingin Pria itu
Alena terdiam dan menurut saja. Karena ia pikir jika bermasalah dengan orang mabuk akan lebih kacau.
Prince pun perlahan membuka perban di kepala alena dengan lembut.
"Kau mabuk, "
Tanya alena perlahan
"Hmm, "
"Ada ap,"
Alena berusaha menatap wajah prince.
"Jangan menengadah"
Bisik prince yang terus menyelesaikan pekerjaannya dengan hati-hati
"....."
Suasana pun hening sesaat,
"Sudah,"
Bisik nya menatap alena dengan mata masih memerah karena pengaruh bir.
"Pria sialan akan ku bunuh kau!"
Bentak prince dalam hati nya seraya menatap luka alena yang sudah menutup.
"Kau mabuk sebaiknya tidur saja."
alena meminta prince untuk istirahat saja, karena ia melihat wajah nya yang sangat merah seperti nya mabuk berat.
"Baiklah , "
Bisik prince yang langsung tidur di pangkuan alena.
"Hey , kenapa kau tidur sini?"
"Aku ingin tidur disini"
Ucap prince w tanpa menatap ke arah alena.
Wajah nya menghadap perut alena,
__ADS_1
"Tapi aku tidak..."
Prince malah menyusupkan wajahnya mengosok gosok kan wajah nya ke perut alena.
"Hey geli bodoh"
Prince mengalihkan tatapan nya menengadah menatap wajah alena yang ada di atas.
"Apa kau ingin yang lebih geli?"
Tanya prince w tersenyum nakal ke arah gadis nya.
"TIDAK!"
alena langsung memalingkan pandangannya Ke depan.
Prince pun tak terima ia malah mamasukkan kepala nya ke dalam perut alena, dan langsung mencari target yaitu pegunungan indah.
Ekspresi wajah alena tiba tiba berubah. Ketika prince w baru saja melakukan hal nakal.
"He... hentikan, kau ....akh, prince..."
"......."
Prince tidak menjawab apapun,
Wajah alena semakin merona, ia pun mendorong tubuh prince w dengan kuat.
"Ku bilang ..hentikan! Akh!"
Prince keluar dari dalam baju alena dan tersenyum smirk menatap ekspresi alena yang sangat menggoda.
"Minggir!"
Alena mendorong tubuh prince w dan menekuk kakinya agar prince w tidak dapat tidur di pangkuan nya lagi.
Ia merasa malu dan menutupi wajahnya dengan lutut.
"Kenapa kau seperti itu,"
Tanya prince tersenyum sinis.
"Bodoh, "
Jawab alena dengan kesal.
"....."
Tidak ada jawaban dari prince, ia pun mengangkat kepalanya. Saat itu wajah prince sudah berada tepat di depan wajah nya.
"MY GOD! "
Teriak alena yang terkejut melihat wajah prince.
Masih dengan ekspresi tenang prince w tanpa memalingkan tatapan nya meminta gadis itu untuk tidak bertemu dengan para teman teman nya.
"Jauhi teman teman mu. Apalagi pria itu, mereka berbahaya"
"Kenapa tiba tiba saja kau bilang seperti itu, justru kau lebih berbahaya dari mereka. Aku tidak mau."
"Patuhi perintah ku.kalau kau ingin hidup."
"Ha? Kau selalu mengancam ku untuk mati. Tapi kau juga selalu membantu ku apa maksud mu sebenarnya? Kalau kau ingin membunuh ku bunuh saja sekarang. Kenapa kau harus repot-repot lalu menikahi ku juga?!"
"Karena aku menyukai gadis seperti mu yang sangat menarik dan menggoda membuat ku bergairah untuk menghukum mu lebih dan lebih."
Bisik prince w seraya memasukan jempol nya kedalam mulut alena dengan ekspresi horny nya.
Alena menatap wajah prince ia melihat ekspresi itu, dan merasa bulu kuduk nya berdiri meskipun jempol prince masih berada di sana.
"Bagaimana ? Kau mau malam ini,"
Tanya prince dengan lembut.
Alena melepaskan tangan prince, ia pun menolak dengan lantang.
"Tidak, ku bilang tidak."
"Bagaimana kalau aku memaksa?"
"Kau gila ya! Hal itu harus atas dasar suka!"
"Aku menyukai mu. Jadi boleh saja"
Ucap prince tanpa basa basi lalu mencoba memeluk alena.
"Tapi aku tidak menyukai mu kan,"
Mendengar ucapan alena ,prince berhenti sesaat dan tersenyum smirk pada gadisnya. Ia menatap kedua mata alena dan memasang wajah sinis.
"Aku tidak peduli."
Kemudian ia mencium paksa alena dan memeluknya dengan erat .
000000
Keesokan harinya alena terbangun, ia tersadar menatap dada bidang yang terpampang di depan wajah nya.
"Dia tidak memakai baju,?
Gumam alena yang langsung dijawab oleh suara berat prince w
"Hm...aku kepanasan, "
Alena terperanjat,dan melepaskan diri dari dekapan prince w.
"Kenapa kau suka sekali menyombongkan dirimu itu, ih"
Bisik alena beranjak dari ranjang.
Prince memperhatikan gelagat alena,ia terlihat sedang meminum air putih seperti kehausan. Lalu prince tersenyum kecil menatap ke arah leher jenjang gadisnya itu.
Alena pun menoleh ke arah prince dengan ekspresi aneh.
"Kenapa kau? Masih mabuk? Dasar gila"
Alena pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.tanpa mempedulikan tingkah pria iblis itu.
"Satu... Dua..."
Prince menghitung angka berbisik lalu
BRAKK!!!!
Suara pintu di buka dengan kasar
"Apa ini hah?!"
Teriak alena menunjuk ke arah lehernya.
"Kenapa? Kau tidak suka?"
Ucap prince seraya memakai kemeja polosnya dengan asal, lalu mendekat ke arah alena.
Kini prince sudah berada di depan wajah gadis nya.
Alena memalingkan wajahnya karena merasa jadi canggung.
"malu? Padahal semalam kau sangat menikmati nya. Masih untung aku tidak menyerang mu. Cepat pergi mandi ! Kita harus segera pulang"
Prince membalikan tubuh alena ke arah kamar mandi dan mendorong nya Dengan lembut.
Alena pun masuk kedalam, lalu ia bersiap untuk mandi.setelah membuka semua pakaian nya. Alena kembali terkejut dengan tanda merah yang tidak hanya ada di leher tapi di dada dan perutnya juga.
"Kenapa aku tidak menyadari nya !!!! Bodoh"
Gumam alena menatap cermin dengan kesal.
"Seperti nya aku harus mencari kelemahan orang ini agar aku bisa membuat nya sedikit tunduk"
__ADS_1
Tambahnya lagi.
000000