
Prince sedang duduk di samping ranjang alena dan terus menatap ke arah gadis itu tanpa berkedip.membuat alena merasa canggung ,ia sesekali menatap nya balik dan mengalihkan pandangannya.
"Berhenti melihat ku seperti itu, "
"...."
Prince tidak menjawab, ia terus menatap ke arah mata alena dengan ekspresi cinta. Meskipun wajah itu masih terlihat kaku.
"Hey! Pergi saja lah daripada memandangi ku terus seperti itu!"
Prince mendekat kearah alena dan berbisik kecil.
"Aku ingin bercumbu dengan mu. Boleh?"
Wajah alena langsung memerah, ia mendorong tubuh prince agar menjauh darinya.
"Apa? Kau gila ya"
"Iya, sudah ku bilang aku gila. "
Prince malah semakin mendekati wajah alena dan langsung mencium bibir nya dengan liar.
"Mm..."
Lenguhan nya menguasai setiap bagian bibir alena.
Sejenak prince menghentikan ciuman itu, ia meraih satu pil merah di atas meja yang terlihat seperti sebuah obat.
"Ini vitamin yang harus kau habiskan"
Ucapnya seraya mengigit vitamin itu dan mengoper nya dari mulut ke mulut.
Vitamin itu terasa manis, semakin manis ketika prince kembali memainkan lid*h nya di dalam mulut alena.
Alena memejamkan matanya sesaat menikmati setiap gerakan yang mereka lakukan. Hingga vitamin itu habis dan larut , prince masih melanjutkan kegiatan itu. Tangan nya perlahan masuk ke dalam balik baju alena. Tapi alena tidak menahan gerakan prince ia malah semakin terhanyut kedalam hipnotisnya, tangan alena tanpa sadar melingkar di leher prince w ia semakin menjadi jadi merasa kan gairah dari sentuhan pria kekar itu.
Alena mendekap leher prince mencoba mengimbangi aksi prince w yang memang sudah liar dari awal. Pria itu merasakan perbedaan dari alena, ia terlihat menyukai reaksi gadis nya itu. lalu perlahan melepaskan ciuman nya dan berkata.
"Aku mau hari ini,"
Bisik nya menyentuhkan hidung nya ke hidung alena.
Prince menatap dalam alena dengan ekspresi horny. Alena menatapnya balik, entah mengapa dengan cepat ia mengangguk menyetujui nya.
"Baiklah .."
Gumam nya dalam benak
"Hahahaha!"
Prince tiba tiba tertawa, membuat alena kebingungan, tawa itu semakin keras, hingga ia pun terbangun dari tidurnya.
"Mimpi apa kau? Se*s? "
Tanya prince yang sedang duduk di samping ranjang nya.
Ucapan pria itu membuat alena sangat malu. Dan berdalih
"Tidak !"
Alena mengusap usap kedua matanya dan mengatur posisi duduk.
"Dari tadi kau terus melengguh, menikmati sesuatu. "
"kau salah paham, aku sedang bermimpi menikmati makanan yang lezat"
"Makanan lezat seperti apa?"
__ADS_1
Bisik prince seraya mengigit vitamin merah yang ada di tangan nya.
Alena melotot ke arah prince w , prince pun menatap nya balik dengan ekspresi polos.
"Kau mau apa?!"
Tanya nya dengan gelagat waspada.
"Vitamin mu harus cepat di minum"
Ucap nya mendekati alena dan bermaksud memberikan vitaminnya.
"Jangan! Aku bisa sendiri "
alena merebut vitamin itu dari mulut prince dan meminumnya dengan air gelas yang ada di atas meja.
Prince terdiam melihat tingkah alena yang semakin canggung dan aneh.
" Kenapa kau meminum obat ku? Ini vitamin mu"
Ucap prince mengangkat tangan nya menunjukan vitamin alena yang berupa pil merah.
"Hah? "
Alena terkejut dan refleks menusukan jari ke dalam mulutnya. Agar obat itu segera di muntahkan
"Ueeeekk, ohok ohok..."
Prince hanya menatap nya dengan senyum sinis.
"Sudahlah, lagi pula itu hanya suplemen, kandungan nya tak jauh beda dengan vitamin mu. Tunggu....kenapa kau mengambilnya dari mulutku. Apa kau pikir aku akan...."
Bisik prince menatap curiga pada alena . Ia mendekati wajah gadis itu dan tersenyum menggoda.
"Buang pikiran mesum mu."
"Bukan kah kau yang berfikiran mesum?"
"Tidak, "
Alena mengalihkan tatapan nya dari wajah prince.
Tapi prince w malah mengangkat dagu gadis itu.
"******* mu sangat merdu, aku ingin mendengar nya lagi. Bagaimana jika ku buat kau menikmati nya sekarang?"
Bisik prince w seraya memasukan jempol nya kedalam mulut alena.
Alena menggigit jempol prince w dengan keras, tapi pria itu langsung melepaskan tangannya dan menindih tubuh alena .
"Jangan berpura pura, aku tau kau juga ingin melakukan nya."
"Apa maksud mu?!"
"Maksud ku ini...."
Prince w perlahan menyatukan jemari tangan nya pada jemari alena hingga telapak tangan mereka bersatu.
Alena menoleh ke arah tangan nya ia merasa tersipu tapi berusaha menyembunyikan ekspresi nya.
"Ya tuhan pria ini benar benar...."
Bisik nya di dalam hati.
Kemudian prince mengecup bibir alena. Lalu menatap nya.
"Setelah kau pulih aku akan menyerang mu. Ok"
__ADS_1
Prince beranjak dari posisi nya dan berdiri di samping kasur ia merapikan jas nya.lalu meminta alena untuk lebih banyak istirahat. Karena besok mereka harus kembali ke kota.
Alena pun terduduk dan mengangguk kan kepalanya.
Lalu prince meninggalkan alena sendirian di sana tak lupa pria itu pun mengedipkan satu matanya sebelum menutup pintu kamar alena.
"Kenapa dia terlihat sangat......akhhhhhh!!! Jangan tertipu alenaaaaaaa'
Teriaknya dengan frustasi memejamkan kedua matanya.
000000
"Jaga dia dengan baik, "
Ucap prince seraya memasuki mobil jeep yang sudah terparkir didepan.
"Baik tuan, saya akan selalu berada di sampingnya"
"Hm.."
Jawab nya mengangguk.
Ia pun menyalakan mobil dan bersiap untuk pergi ke arah hutan di pulau itu.
"Apakah anda tidak membutuhkan pengawal untuk..."
"Tidak perlu,aku terbiasa sendiri."
"Baiklah tuan , mohon jaga keselamatan anda."
BRUMMMM!!!!
Mobil pun pergi melesat kedalam pulau melewati hutan yang sangat lebat. Dengan cepat prince w menghilang seakan di telan kegelapan malam.
Mr .ren kembali masuk ke dalam markas. Lalu membuka pintu ruangan alena, ia menatap jam di dinding dan menyimpan obat di samping kasur alena. Gadis itu masih tertidur setelah memakan obat prince yang tidak sengaja ia makan.
Kemudian seseorang mengetuk pintu terlihat pria tinggi memakai topeng mendekati mr ren memberikan sesuatu lalu pergi dengan senyap. Mr ren seperti sudah menyadari nya. ia menerima barang dari pria itu lalu memasukan nya kedalam saku.
000000
Mobil prince terlihat berhenti di sebuah banker kecil yang di tutupi semak belukar. Ia pun turun dari mobil lalu menekan sandi dan masuk kedalam nya. Di sambut dengan tangga yang menurun ia pun melangkah tanpa ragu mengikuti arah tangga itu.
Beberapa menit kemudian ia sampai di sebuah pintu besi . Lalu prince menggeser ventilasi kecil di pintu itu. Dan menyapa seseorang di dalam sana.
"Hai KAYAZUMI KAI, apa kabar?"
Sapaan prince malah di jawab dengan suara rantai yang bergejolak di dalam ruangan itu.
"Aku membawa anak mu yang cantik itu,apa kau ingin melihat nya?"
"Iblis sialan! Jangan pernah menyentuh anak ku! Kita sudah membuat perjanjian. Aku sudah membebaskan mu dari kakek sekarang apa lagi yang kau mau? "
"Hahaha , tenang saja aku tidak akan menyakiti nya justru aku akan merawat nya dengan baik. Seperti apa yang dia lakukan dulu pada ku."
"Lepaskan aku! Aku tidak akan pernah mempercayai siluman mutan seperti kau! "
"Hey hey hey, ingat lah baik baik. Orang tua sampah seperti kalian tidak akan bisa menjaga nya. Hingga saat itu tiba aku akan membuat mu menerima kepahitan lebih dari pada apa yang ku rasakan. Bye bye sampai jumpa."
"Mau kemana kau iblis sialan!!!! Jangan ganggu anak ku !!! Dia tidak bersalah bajing*n!"
Teriak pilu dari seorang pria yang ternyata ayah kandung kayazumi. Alena tidak mengetahui bahwa sebenarnya selama masa kecil ia hidup dengan keluarga palsu.
Sang ayah asli adalah mutan murni yang di pungut oleh kakek alena. Ia tidak bisa mati meskipun dalam keadaan ekstrim. Hal yang bisa membuat mereka mati adalah racun zombie yang di miliki pemerintahan.
Sementara Sang ibu alena nyonya REINA yang mati karena mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan alena. Ia tidak bisa menahan rasa sakit ketika melahirkan anak campuran itu.
Tak lama berselang
__ADS_1
Pemerintah mengendus praktik ilegal kakek kayazumi lalu ia di masukkan kedalam penjara dan di hukum mati tepat setelah Prince w berhasil melarikan diri dan di temukan oleh ayah angkatnya yang berasal dari prancis.
000000