THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
ALENA DI CULIK


__ADS_3

Prince sedang berdiri di tepian kapal, menikmati angin yang berhembus.dan memandang jauh ke laut lepas dihadapan nya.tak lama ia pun berbicara pada earphone yang terpasang di telinga kirinya.


"Apa kau sudah memblok akses pelacakan?"


"Sudah tuan"


"Bagus,"


"Maaf tuan, nona sudah bangun. Ia terus menangis seperti nya ia terlihat sangat frustasi."


Ucap salah satu pengawal nya melihat cctv dari ruangan yang di tempati Alena.


"Baiklah,"


Prince pun melangkah santai ke tempat tadi Alena berada.


Sampai di depan pintu, prince terdiam sebelum meraih gagang pintu kabin. Karena ia mendengar Alena sedang bergumam sambil menahan tangis nya.


"Kenapa dari dulu hingga sekarang hidup ku penuh dengan penderitaan? Kenapa!!! Semua orang tidak ada yang memahami ku. Aku berusaha keras untuk selalu terlihat kuat tapi nyatanya itu hanya sia sia. Hu...hu..huu"


Lirih gadis itu tenggelam dalam tangisannya.


"Ini semua gara gara iblis Sialan!!! Kehidupan ku semua nya hancur karena iblis itu, sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan nya!"


Klek,


Suara pintu terbuka, prince masuk dan menatap Alena dengan mata sinis nya.


Ia tersenyum smirk


Alena langsung menghapus air matanya . Dan menatap sinis kearah prince.


"Sudah bangun, apa kau lapar?"


Tanya pria itu menghampiri Alena perlahan.


Tidak ada jawaban, Alena memalingkan wajah nya kesamping.merasa tidak Sudi menatap orang itu.


Prince melirik ke arah tangan Alena yang terus gemetar tanpa henti.


"Kenapa kau bisa takut dengan laut? Apa yang membuatmu jadi takut?


Bisik prince seraya duduk dan meraih tangan Alena.


Dengan cepat Alena menangkis tangan prince.


"Jangan sok peduli !! Bukan urusan mu!!"


Teriak gadis itu seraya turun dari kasur, menjauhi prince lalu mencari pojokan dan duduk disana memeluk lututnya. Sambil menahan rasa takut di dirinya.


"Kau terlihat Menyedihkan... Aku hanya bertanya kapan kau punya phobia ini?"


"Apa untungnya bagiku jika aku menjawab? Toh aku masih berada disini"


Prince menghampiri Alena perlahan.


Baru saja satu langkah,Alena langsung berteriak keras agar prince tidak mendekati nya.


"Ku bilang jangan mendekati ku!!!"


Pura pura tuli, prince tidak mengindahkan ucapan Alena yang terlihat sangat marah. Ia terus mendekati gadis itu dan mengangkat badan Alena.


Alena berontak, tapi tenaga prince 2x lebih besar.ia sama sekali tidak merasa kewalahan.


Prince duduk di kasur sambil memangku Alena Di pahanya.


Sementara gadis itu masih berontak.


"Diam."


"Lepaskan aku, "


"Diam ! "


"Ku bilang lepaskan aku!!! "


Teriak gadis itu.


Prince tidak mendengar ucapan Alena, ia terus memeluk nya dengan erat.


"Kau tidak perlu selemah ini, kalau masih berontak aku lempar ke laut. "


"Lempar saja hah!! Lepaskan!!"


"AKU SERIUS!!"


teriak prince mengagetkan Alena.


Tiba tiba ponsel prince berdering.


Alena terdiam dengan ancaman prince, karena ia merasa sedikit tenang kali ini berada di dekapannya pria itu.


"Ya? "


"Maaf tuan, data lengkap tentang nona sudah saya kirim."


"Baiklah, jangan lupa untuk terus mengupdate informasi pria itu"


Ucap prince sambil menatap wajah Alena dengan tatapan datar.


Merasa risih Alena memutar bola matanya dengan cepat.


"Siap tuan, "


Jawab mr. Ren bersamaan prince yang menutup telepon nya.


Prince kembali memeluk perut Alena dari belakang. Dan menyusupkan kepala nya di Tunggak Alena.


"Sekarang kau sudah merasa lebih tenang?"


Tanya prince dengan suara halus.


"...."


Alena tidak menjawab.


Terasa hening saat ini, mereka berdua membisu. Prince menarik nafas panjang,ia lalu merebahkan tubuhnya ke belakang.alena pun ikut tertidur, punggung nya kini berada di atas perut prince.


"Ih mau apa kau!?"


Seru Alena berusaha melepaskan diri.


"Apa hidup mu sangat menderita saat itu kayazumi?"


"....."


Alena tidak menjawab lagi, ia merasa bahwa curahan hati nya tadi di dengar oleh prince.


"Aku minta maaf, ku pikir dulu setelah aku masuk ke laboratorium iblis itu, kau pergi dengan kehidupan bahagia."


"laboratorium iblis?"


Bisik Alena mengulangi ucapan prince.


Ia terlihat sangat bingung dengan ucapan pria itu.


Krrrrrrhh...


Suara perut alena berbunyi,


Membuat prince sedikit terkekeh.


Pria itu lalu beranjak dari posisinya.


"Tolong kirim makanan kesini"


Ucap prince ke arah earphone nya.


"Baik tuan"


Jawab pengawal nya dari balik earphone itu.


Alena terduduk dan masih tertegun memikirkan ucapan prince tadi.


"Tadi kau bilang laboratorium? "


"Laboratorium iblis adalah laboratorium kakek mu. "


"Apa?! "


Alena kembali termenung.


Ia pernah mendengar kabar tentang kakek nya yang seorang ilmuwan tapi ia merasa sama sekali belum pernah bertemu langsung dengan kakeknya.


"Tapi aku...."

__ADS_1


Tok tok tok ..


"Permisi tuan ,"


Pengawal kapal itu membawakan satu Rak beroda dengan berbagai jenis makanan yang tersedia disana.


Alena yang kelaparan menatap makanan itu dengan air liur yang hampir menetes.


"Berapa menit lagi kita sampai?"


Tanya prince ke pengawalnya itu.


"Sekitar 40 menit lagi tuan."


"Ok"


Setelah mengantar makanan ,Pengawal itu menunduk kan kepalanya dan pamit untuk pergi.


Tanpa di perintahkan alena langsung mengambil smoothies dan meminum nya.


"Asam,"


Bisik Alena seraya memasang ekspresi lucu keasaman.


Tanpa di duga prince tertawa kecil.


Alena sedikit terkejut.


"Kau bisa tertawa?"


Tanya Alena tak menyangka.


Prince kembali ke mode serius nya, lalu menatap Alena dengan tatapan tajam.


"Perut mu masih kosong, kenapa minum itu?"


Ucap nya tanpa ekspresi.


"Terserah aku lah"


Elaknya dengan tegas.


Prince mengambil gelas Alena yang masih di genggam nya dan meminum sisa smoothies itu dengan cepat.


"Hey!"


Seru Alena meratapi smoothies nya yang sudah lenyap.


Prince menyimpan gelas nya kembali. Dan melirik wajah Alena ia melihat bekas smoothies di bibir gadis itu yang masih belepotan. Tanpa aba aba,prince langsung mengelap dengan jarinya.


Alena terkejut, tapi ia malah menatap wajah prince. Dan terdiam melihat aksi prince.


"Kenapa? Apa aku terlihat bersinar?"


Ucap pria itu yang masih fokus pada aktivitas nya.


Alena tersadar dengan ucapan prince,ia langsung memundurkan kepalanya.


"Jangan merasa sok tampan!!"


"Itu kau sudah mengakuinya..."


Bisiknya menatap Alena dari dekat


"Ihhh"


Alena tidak menghiraukan ucapan prince,ia lalu kembali makan


oooooo



40 menit kemudian kapal sudah sampai di dermaga.


Alena juga sudah menyelesaikan makannya.


"Ayo turun,"


Ajak prince mengulurkan tangan nya.


Alena tampak ragu, ia perlahan melongok dari arah pintu tanpa menghiraukan tangan prince.


Prince menatap sinis ke arah alena, ia pun pergi melewati gadis itu Yang sedang berdiri di bibir pintu.


Langkah prince terhenti ketika ujung kemeja yang ia kenakan tertahan sesuatu.


Bisik Alena dengan suara hampir tidak terdengar.


Prince menoleh kebelakang, terlihat Alena sedang menarik baju nya dengan wajah menunduk.


"Ha? Aku tidak dengar"


Mendengar ucapan itu, Alena langsung menatap prince


"Aku takut ! Bagaimana aku bisa turun bodoh!!"


Teriak Alena sangat kesal


"Kiss me first."


Ucap prince tenang


"Tidak! Untuk apa aku melakukan nya kau yang membawa ku kesini. "


"Yasudah aku turun ,kau tunggu saja di sini sampai besok "


"Hey bagaimana mungkin! Aku begini gara gara kau. Kenapa aku harus bersusah payah seperti ini"


"Sudah ku bilang cium dulu,"


"TIDAK!"


"baiklah, bye~"


Prince melepaskan pegangan Alena lalu pergi,ia perlahan menuruni tangga menuju kabin bawah.


"HEY TUNGGU DULU!


Alena dengan rasa takut cepat cepat menyusul prince tapi kembali berbalik arah ke kamar, karena lupa dengan sepatunya. Setelah meraihnya Alena terburu buru menuruni tangga.


Terlihat prince sudah berada di bawah tangga sambil melihat kedatangan Alena dari atas.


"Jangan lihat sekeliling fokus pada langkah mu!"


Seru prince mencoba membuat Alena tetap tenang.


Entah mengapa Alena malah melakukannya, gadis itu melihat sekeliling. ia merasa pusing lalu Kakinya gemetar hingga ia pun terpeleset dari tangga.


Prince yang melihat kejadian itu tidak sempat menahan tubuh Alena,ia panik dan langsung pasang badan.gadis itu pun lalu jatuh menindih tubuh nya.


Mata Alena terpejam , ia kemudian membuka matanya lalu melotot dengan ekspresi kaget. Karena bibirnya sedang menempel dengan Lekat pada bibir prince.


Ia langsung bangun dengan cepat dan langsung terduduk.


Sedangkan prince masih tertidur, ia juga perlahan bangun.


Terlihat bibir bawah prince terluka karena benturan yang cukup keras.


Alena menelan ludah melihat kejadian itu dan langsung minta maaf dengan singkat.


"Aku minta maaf,"


"Kau cukup brutal ya"


Ucap prince menatap Alena, perlahan ia mengelap darah dengan jempol nya.


Alena malah merasa risih dan kembali memalingkan wajahnya.


"Itu kecelakaan"


"Sudahlah, kemari "


Punggung prince sudah berada di depan Alena, ia berniat menggendong nya.


Awalnya Alena nampak ragu,tapi ia pun perlahan meraih pundak prince.


"Pegang yang erat"


Ucap prince beranjak dari posisinya dan pergi melangkah meninggalkan kapal dengan langkah yang tenang.


oooooo


"Kau sudah ingat?"


Tanya prince yang masih menggendog Alena

__ADS_1


"Ingat soal apa?"


Prince sudah melewati dermaga , kini ia berjalan menyusuri jalan kecil menuju sebuah desa kecil di pulau itu.


"Soal ..."


"Turunkan aku, aku sudah tidak takut lagi."


Alena pun sedikit berontak berniat untuk turun dari punggung prince.


Prince pun menurunkan nya.


"Rasanya aku pernah datang kesini, asri sekali."


Alena pun berjalan lebih dulu karena melihat keindahan sekitar ia menjadi antusias.


Mendengar pernyataan gadis itu,Terlihat prince menarik garis senyum di bibirnya.


"Suatu hari aku akan membawa mu ke tempat 'rahasia' kita"


Alena menoleh ke arah prince dengan alis yang mengrenyit, tanpa menjawab ucapan prince.


Prince pun menatap Alena lalu menggandeng tangan gadis itu lalu mempercepat langkahnya.


Setelah 10 menit berjalan mereka sampai di sebuah bangunan serba putih bernuansa Eropa. Disana terlihat prof Sino sedang menunggu kedatangan mereka. Ia tersenyum ke arah prince.


"Selamat datang tuan, maaf membuat mu repot repot datang kemari. Karena ada hal yang belum saya selesaikan. Sekali lagi saya minta maaf"


"Tidak apa-apa,lagi pula aku memang ingin kesini. Sudah lama sejak di renovasi semuanya nampak berbeda."


"Sesuai keinginan anda tuan, kami sudah merubah nya tanpa merusak bentuk bangunan ini"


"Baiklah, soal bagian hutan sudah di urus?"


"Sudah tuan, silahkan~"


Prof. Sino mempersilahkan mereka untuk masuk.


"Dari tadi mereka mengoceh tentang tempat ini, sebenarnya ini tempat apa sih?"


Gumam Alena dengan suara sangat kecil.


Prince menoleh kearah Alena, lalu berkata


"Ganti pakaian mu"


"Ha? Untuk apa?"


"Jangan banyak komentar, ganti saja. Dengan ini"


Prince memberikan baju operasi pada Alena.


Alena terlihat bingung dan sedikit takut.


"Aku tidak sakit, kenapa aku harus.."


Ssssttt.....


Bibir Alena dengan cepat di tutup oleh telunjuk prince, lalu matanya yang tajam menatap sinis.


"Ganti sekarang"


Alena langsung mengangguk dan bergegas pergi untuk mengganti pakaian nya.


oooooo



Dari kejauhan prince menatap gadisnya sedang terbaring di mesin scan untuk kedua kalinya.


Ia memperhatikan dengan seksama ke arah layar monitor untuk memastikan apakah ada yang salah dengan otak Alena. Prof Sino juga memperhatikan setiap hasil scan secara langsung itu.


"Tuan, seperti nya tidak ada masalah dengan otak nona. DNA nya pun tidak terdeteksi adanya gen itu"


"Hmm , Apakah dia punya penyakit mengigau?"


"Maaf, maksud nya apa tuan?"


"Kemarin malam tanpa sadar , dia menusuk ku beberapa kali dengan pisau. "


"Apa?! Maaf tuan..."


Prof,Sino sangat terkejut mendengar ucapan prince.


"Aku hanya masih bingung, "


Gumam prince sambil tanpa henti menatap Alena di balik ruangan kaca.


"Tidak apa tuan saya akan menyelidikinya lebih lanjut. Sebagai penjagaan saya sarankan untuk memberikan obat tidur sebelum nona tidur agar tidak terulang kejadian yang sama. "


"Baiklah "


"Saya mohon pamit tuan"


Ucap prof,Sino seraya meninggalkan ruangan itu.


oooooo


Alena pun terbangun setelah pemeriksaan yang dilakukan secara dibius, karena prince ingin mengetahui keadaan otak gadis itu ketika tertidur.


Gadis itu memegangi kepala nya lalu melihat prince yang sudah berada di hadapannya.


"Kau pusing?"


Tanya prince tanpa ekspresi.


"Tidak , aku hanya merasa seperti linglung "


Jawab Alena yang melihat prince menyodorkan pakaian nya.


"Ganti pakaian mu, aku akan membawa mu ke suatu tempat."


Alena meraih pakaian nya. Ia pun pergi ke tempat ganti.


Sementara Prince masih terduduk di ranjang scan.


Di atas meja Ia melirik kalung Alena yang sama dengan miliknya dulu. Lalu meraihnya


"Kalung persahabatan ini"


Gumam prince tersenyum tipis.


Tak lama Alena datang dan menghampiri prince


"Itu milik ku. "


Alena langsung merebutnya.


"Kau masih menyimpan nya? "


"Tentu saja lah..."


Pip pip,


Suara panggilan masuk ke earphone prince.


"Halo ?"


"Maaf tuan, apa anda sudah melihat data yang saya kirim?"


Terdengar suara Mr ren disana prince pun menjawab pertanyaan nya


"Belum,aku masih sibuk.ada apa?"


"Maaf tuan, tidak ada apa-apa hanya saja..."


BOOM!!!!!!!!!!


"Akh!!! "


Teriak Alena reflek menutup telinga nya mendengar ledakan hebat yang berasal di dermaga.


"Suara apa itu tuan?!"


Mr ren merasa sangat khawatir


Tanpa menjawab prince langsung menutup panggilan nya dan berlari memburu keluar untuk melihat situasi.


Alena yang bingung melihat kepergian prince. Ia hanya terdiam tanpa menyusul perginya pria itu, terlihat kepulan asap hitam mengepul di udara dan api pun menyambar ke atas.


Kapal pesiar prince meledak hebat, alena terpaku melihat peristiwa itu tak menyangka.


Tanpa ia sadari seseorang bertopeng sedang mengintai dari arah belakang dan tiba tiba membekap mulut nya.


Alena berusaha berontak tapi ia terbius lalu pingsan.

__ADS_1


oooooo


Terimakasih untuk kalian yang selalu setia menunggu update an cerita ini. Love you~


__ADS_2