
readers tolong support dan vote nya ya....
karena dukungan kalian sangat berarti bagi author....love you all~
000000
"Gawat! Aku harus menyembunyikan ponsel ku. "
Gumam alena dengan cepat menyimpan ponsel nya di balik baju.seraya mempercepat langkah nya.
Dari kejauhan mark melihat kedatangan alena yang terlihat sedikit gelisah.
"Ada apa? Apa buku nya sudah ketemu?"
Tanya mark menatap alena yang langsung membereskan buku bukunya.
Tapi alena malah balik bertanya padanya.
"Kelas terakhir, kapan dimulai aku harus segera pulang."
"Apa yang terjadi? Seperti nya kelas terakhir akan telat.kalau kau sedang terburu-buru biar aku antar pulang."
"TIDAK! maaf, maksud ku aku bisa pulang sendiri tidak apa lebih baik kau ikut kelas terakhir. Kalau begitu aku pamit ya."
Alena berjalan dengan cepat meninggalkan mark setelah berpamitan dengan nya.
Mark yang masih bingung menatap kepergian alena tanpa berkedip.
000000
Di halaman belakang kampus.
Prince terlihat bersiap untuk pergi dengan mengendarai motor elite nya.ia meraih helm hendak memakai nya tapi ia terhenti ketika melihat seorang anak laki-laki sedang duduk di ranting pohon berusaha meraih ranting lain agar bisa menuju ke atas untuk mengambil Layang-layang yang tersangkut di dahan pohon itu.
Ia pun menghampiri anak itu dan menahan tangan nya.
"Biar ku ambilkan. Tetap diam di situ."
Ucap nya seraya Menurunkan sang anak dari sana .
Anak itu mengangguk menuruti perkataan prince w.
Perlahan prince melihat sekitar, ia memastikan tidak ada orang di sana.lalu dengan mudah prince melompat ke atas pohon yang tinggi itu tanpa tenaga yang kuat. seakan badan nya terasa ringan.
Setelah berhasil meraih layangan itu.prince berjongkok dan memberikan nya
"Terima kasih pangeran baik.kau sangat hebat!"
Prince tersenyum mendengar ucapan anak itu lalu ia mengusap kepala nya dengan lembut.
"Sama sama,"
Anak itu pun berlari ke sebrang jalan lalu pergi setelah melambaikan tangan pada prince dengan senyum tulus nya.
Di sisi lain.
Mark sedari tadi melihat mereka dari jendela perpustakaan seraya tersenyum simpul.
000000
"Sebaiknya aku tidak usah pulang, pasti dia akan menuntut ku! Bagaimana ya ...aku harus pergi kemana..."
Alena ternyata sedang duduk di atas kloset toilet wanita.ia mengunci pintunya dan mengigit jarinya memikirkan cara agar bisa menghindari prince w.
TOK TOK TOK!
alena terkejut mendengar ketukan pintu itu. Ia dengan cepat menutup mulut nya dan mematung sesaat.
"Aku tahu kau ada di dalam."
"Mark?"
Bisiknya
"Alena? Ini aku..."
Ucap mark yang ada di balik pintu itu.
Alena membuka pintu nya dan melihat mark sedang berada dihadapannya lalu tersenyum dan berkata.
"jalan-jalan yu"
Ucap nya sambil menarik pergelangan tangan alena dengan lembut.
Alena Menurut saja mengikuti Pria itu,ia bingung kenapa mark bisa tahu keberadaan nya. mereka pun pergi ke suatu tempat.
000000
Prince mencoba menghubungi alena tapi tidak aktif.
Lalu ia meminta mr ren untuk mencari keberadaan alena. Sementara ia bergegas menuju rumah.
Di perjalanan pulang prince tidak sengaja melihat mark dan alena dari kejauhan, mereka masuk ke dalam taksi . Tatapan prince teralihkan oleh tangan mark yang sedang menggenggam tangan alena.ia pun tersenyum smirk lalu pergi melanjutkan perjalanan nya.
Didalam taksi alena masih terdiam, ia melihat ke arah luar jendela memikirkan jika mr ren bisa dengan mudah menemukan mereka. Ia tidak mau kalau mark ikut terseret ke dalam urusan nya.
"Berhenti di sini saja....maaf mark aku tidak bisa pergi dengan mu."
Mendengar itu Mark tersenyum ke arah alena ia pun berceloteh dengan santai.
"Pacar mu sudah menunggu mu ya...tenang saja aku bisa mengantar mu pulang. Ini jalan ke arah rumah mu bukan?"
Alena heran mendengar ucapan mark. Ia masih diam menatapnya.
"I..iya,"
"Baguslah aku hanya menerka ternyata benar, haha"
Bisik nya seraya tertawa kecil.
000000
Prince melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. 30 menit kemudian ia pun sampai di depan rumah alena.
Setelah turun dari motor ia masuk ke dalam rumah itu dan melempar helm yg sangat mahal itu ke sembarang arah.
__ADS_1
Kemudian menjatuhkan tubuh nya ke atas kasur.
"Haaaaa.....badan ku pegal pegal, "
Tiba tiba ada panggilan dari mr ren.
"Hallo tuan, seperti nya nona sedang menuju ke rumah bersama pria itu."
"Baguslah.... terima kasih."
"Baik tuan, "
15 menit kemudian mereka pun tiba di depan rumah alena.
Mata alena melorot ketika melihat prince w berada di sana sedang bersandar di motor seraya menghisap tembakau nya . Mark menatap ke arah Prince w tanpa ragu ia pun tersenyum, melihat kedatangan mereka Prince membuang tembakau dan menginjaknya sambil melangkah ke arah mereka berdua.
"Hallo, saya mark teman kampus alena."
Ucap mark melayangkan senyuman nya sambil menyodorkan tangan ingin berjabat tangan.
Prince w menatap sinis ke arah tangan pria itu. Tanpa basa basi ia memukul wajah mark dengan tinju nya.
Wajah mark langsung saja terhempas ke samping.ia terlihat menahan rasa sakit itu dan mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Alena tercengang melihat kejadian itu.
Sontak saja ia langsung melihat keadaan mark. Lalu mark membetulkan posisinya dan tersenyum ke arah alena.
"Tidak apa apa, "
"Apa kau gila? Hah! Kenapa kau memukul nya?"
Teriak alena melotot ke arah prince w.
"Ikut aku, jangan pernah menemui dia lagi"
Ucap prince sambil menarik lengan alena bermaksud untuk mengajak nya masuk ke dalam rumah.
Tapi alena dengan cepat menangkis pegangan prince. Dan kembali ke arah mark.
"Apa kau tidak apa apa... Biar ku lihat"
Ucap alena sedikit khawatir.
"Tidak apa apa hanya luka kecil , tidak masalah. Sebaiknya aku pulang ya. Sampai jumpa."
Mark berlari kecil lalu menaiki taksi yang kebetulan lewat. Ia terlihat terburu buru sedangkan alena masih menatap kepergian nya.
Prince w yang sedari tadi membelakangi alena memasang wajah yang amat kesal. Ia berbalik dan meminta alena untuk menjauhi orang asing.
"Sudah ku katakan padamu.jangan pernah menemui siapapun."
Mendengar ucapan itu Alena merasa geram ia membalikkan badan dengan kasar dan berjalan ke arah prince w.
"Hey kau siapa?!, melarang ku ini itu harus melakukan ini itu. Kau pikir kau raja Aku ratunya? Cih!!! "
Alena meludah di hadapan prince ia sangat sangat kesal hingga melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Lalu ia pun berjalan masuk ke dalam rumah melewati prince w begitu saja.
Sementara prince menatap punggung alena hingga tangan nya perlahan mengepal.
000000
Mark terlihat menggerak gerak kan mulut nya Menetral kan tulang rahang yang terlihat syok tadi.
"Menarik"
Bisik mark seraya tersenyum kecil.
000000
Sudah 1 jam alena berada di dalam kamar mandi. Ia masih menatap cermin dan berfikir cara melarikan diri dari sana. Melihat sekeliling tidak ada jendela atau ventilasi udara yang besar. Ia hanya menemukan lubang lubang kecil.
Alena terlihat frustasi lagi, tapi ia teringat dengan ponsel nya. Saat ingin menyalakan nya ternyata batre nya habis ia pun menghela nafas panjang.
Tok tok tok!
"Sedang apa kau di situ?"
"Bukan urusan mu,"
"Buka pintu nya, kalau tidak akan ku dobrak."
"Aku sedang mandi! mau apa kau hah!"
Ucap alena mencoba mencari alasan.
Tapi prince yang sudah memasang cctv
Tidak mudah percaya begitu saja.
Ia menggoyang goyang kan gagang pintu dengan kasar. Hingga alena terlihat kaget.
"Mau apa kau bodoh!!"
BRAK!!!
prince w sudah terlanjur mendobrak pintu kamar mandi itu.ia melihat alena sedang menggenggam ponsel. Dan wajah melongo menatap ke arah pria itu.Dengan cepat prince w merebut barang itu dari tangan nya.
"Ponsel baru ya,"
"Kembali kan padaku!!!"
Alena mencoba mengambil ponsel nya. Tapi prince w dengan cepat mengangkat tangan nya ke atas. Ia memiliki tubuh yang tinggi sedang kan alena tidak dapat meraih tangan pria itu
Ia sangat berusaha berjinjit meraih tangan prince w.
Prince malah memeluk pinggang alena dan mendekap nya.
"Kau belum membayar hukuman ku 1 bulan yang lalu."
Bisik nya sambil menahan tubuh alena yang berontak.
"Kembali kan barang ku! Kau selalu mengambil semua yang ku punya , jangan bertingkah bodoh! Kembalikan!"
Alena terus berusaha meraih tangan prince hingga ia tak menyadari kalau tubuh mereka sudah saling menempel. Pandangan alena tertuju pada ponsel itu sedangkan prince malah menatap wajah alena dengan ekspresi yang berubah menjadi muram.
Merasa bosan prince pun melempar ponsel alena ke lantai. Dengan cepat alena memungut nya tanpa melihat situasi ia tersandung kaki prince w dan tersungkur ke lantai.
__ADS_1
Alena merasa kesakitan karena kaki nya keseleo, prince perlahan berjongkok dan mengangkat dagu alena.
"Sepenting apa pria itu?"
Bisik prince w menatap wajah alena dengan sinis.
"Maksud mu mark?! YA! DIA SANGAT PENTING BAGI KU! pria yang baik tidak seperti kau yang lebih mirip iblis. Paham!"
Prince w yang sedari tadi mencoba tetap tenang, mendengar ucapan alena ia langsung naik pitam.
Langsung saja prince menarik tangan alena dan menggotong tubuhnya dengan kasar lalu membawa nya ke ranjang dan melempar tubuh gadis itu dengan mudah.
Ia menarik kaki alena melihat keadaan nya tanpa berkata apapun. Kemudian menatap tajam ke arah gadis itu.
"Memohon lah, "
"Tidak, aku tidak butuh bantuan mu."
"MEMOHON LAH!!"
prince berteriak sangat keras hingga alena merasa ketakutan.
Ia menunduk lalu teringat dengan perubahan prince w sebelum nya.karena takut hal itu terjadi. Akhirnya nya ia pun menatap pria itu dan berkata.
"Tolong... "
Ucap nya dengan suara kecil.menatap ke arah pria itu.
"Bagus, gadis baik."
Prince menghampiri alena lebih dekat dan mengusap pipi nya. Lalu mencium tangan alena dengan lembut.
Kemudian ia beranjak untuk mengambil obat.setelah kembali mendapatkan salep khusus lebam ia pun mengobati kaki alena dengan hati hati.
Alena hanya terdiam, yang ia rasakan kali ini prince terasa berbeda. Gadis itu terus memandangi pria jahat yang sedang fokus mengobati kakinya itu.
Hingga ia tersadar ketika prince w berkata.
"Pria itu tidak baik, "
Bisik prince tanpa menatap ke arah alena.
"....."
Alena tidak menjawab apapun. Ia memalingkan pandangannya ke arah lain.
Prince beranjak dari posisi kaki alena dan menghampiri gadis itu. Dan mengangkat dagu gadis itu tinggi tinggi.
"Status mu adalah tunangan ku , jika suatu hari dia membuat kesalahan lagi Aku akan membunuhnya ...ok."
Alena menatap mata prince dengan rasa takut yang di tahan nya.
"Kenapa kau tidak mengatakan apapun ?"
Ucap prince w seraya mengusap bibir alena dengan jempolnya.
"Sebagai tanda terima kasih, cium aku"
Ucap prince menatap bibir alena yang sedang di usapnya.
Ia menghadap kan wajah nya di depan wajah alena.
Alena tiba tiba merasa canggung menatap wajah pria itu dari dekat. Tidak di pungkiri jika prince w sangat lah tampan darah campuran Prancis yang ia miliki sangat sempurna dengan mata indah yang tajam, hidung yang mancung ,dan bibir yang menggoda setiap kaum hawa. Dengan rahang yang tegas menghiasi seluruh wajahnya.di tambah perawakan nya yang tinggi dan berotot mempunyai Kharismatik yang kuat.
Alena yang masih normal melihat kaum adam seperti ini tentu saja ia tidak menampik kenyataan yang ada di depan nya.
"Cium aku,"
Bisik prince.
"Ti ..tidak, "
Ucap alena dengan ragu. Dan memalingkan kan wajah nya.
Ia berusaha menutupi rasa canggung itu.
Prince menyentuh dagu alena dan tersenyum sinis.
"Aku tidak ingin mengulang nya,"
Bisik prince menatap mata alena dengan lekat.
Alena masih terdiam meskipun ia dapat menghirup aroma tembakau dari nafas pria itu.
Terakhir kali mereka bertemu,prince w tidak pernah terlihat merokok sebelum nya.
Alena menatap bibir prince dan bertanya.
"Aku tidak suka pria yang merokok,"
Ucap alena yang malah membuat prince w tertawa kecil tapi seketika kembali memasang wajah datarnya.
"Aku tidak suka alasan,"
Bisik pria itu dengan cepat menarik leher alena dari belakang. Hingga hidung mereka pun bersatu.
Alena nampak tak berani menatap mata prince w ia memilih memejamkan matanya.
"Munafik,"
Bisik prince w sesaat sebelum ia menghempaskan badan alena ke samping.
Ia pun beranjak dari hadapan Alena,dan menghubungi mr ren lewat airpods nya.
"Mr ren tolong kirim sekarang apa yang tadi aku pesan."
"Baik tuan segera "
Ia pun mematikan panggilan nya, dan kembali menatap alena.
"Ku peringat kan jangan pernah percaya pada ucapan pria itu."
Bisik prince w dengan serius menatap ke arah gadis nya, sedang kan alena hanya membuang muka dan berkata.
"Mark seperti nya bisa membantu ku kabur dari iblis ini."
Bisik alena dalam benak nya.
__ADS_1
000000