THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
GADIS ITU MILIK KU


__ADS_3

Sesampainya di cafetaria alena langsung di sambut oleh lucy ,ia memeluk nya dengan erat dan mengekspresikan kebahagiaan nya.


"Kyaaa... ternyata kau benar kembali bekerja, senang nya!!!" Seru lucy memburu ke arah alena.


Alena menerima pelukan lucy ia pun ikut bahagia menatap wajah berseri sahabat nya itu.


Tapi pandangan nya teralihkan oleh seseorang yang baru saja keluar dari ruang dapur.


"Mark?"


Gumam alena seraya menatap pria itu sedang berjalan ke arah mereka.


"Iya, dia akan jadi partner kerja kita...yeayy lebih banyak orang lebih menyenangkan!"


Seru lucy dengan bahagia nya.


"Halo, kita bertemu lagi"


Sapa mark menatap alena dengan senyum ramahnya


Setelah berbincang sebentar mereka pun kembali ke tugas masing masing sedangkan alena masuk ke ruangan bos untuk memberikan surat absen nya beberapa hari lalu.


"Selamat siang....maaf bos , hah tidak ada orang?"


alena tidak menemukan bos nya disana.


Kring kring...


Tab alena tiba tiba berdering.


Prince w menghubungi alena dan menagih perjanjian nya.


"Nyalakan vc nya. "


"Aku tidak mau! Kau pikir aku anak mu!Yang benar saja kau harus memantau ku saat bekerja! Aku tidak peduli hukuman apa dari mu. Selamat tinggal"


Bentak alena seraya menekan power off pc itu.


BRAKK!!!!


prince w terlihat membanting laptop ke lantai ketika panggilan itu terputus begitu saja.


Wajah nya pun memerah menahan emosi , ia menekan kedua kening nya dan terkekeh sejenak.


"KAYAZUMI ALENA kau memang sangat bandel"


bisik nya menatap ke arah udara kosong


000000


Beberapa tamu sudah bergantian masuk ke cafe itu, sementara alena dan mark terlihat sibuk mengurusi dessert di dapur.


Tangan alena tiba tiba saja menyentuh pan panas yang baru saja ia angkat.


"AW! PANAS"


mark menoleh ke arah sumber suara dan melihat alena yang sedang meniup telapak tangan nya.


Refleks ia meraih tangan alena dan melihat keadaan luka bakar itu.


Karena canggung alena pun menarik tangan nya kembali dengan cepat.


"Ini akan membekas, tunggu akan ku ambilkan obat."


"Tidak perlu, aku sudah biasa dengan luka kecil seperti ini."


Sanggah alena menahan niat baik mark.


"Baik lah..."


Ucap mark dengan suara kecil


"Okee kembali bekerja, "


Ucap alena dengan semangat.


000000


"Tuan seperti nya ada orang baru di sekitar nona, ini data yang saya peroleh ."


Prince membaca isi pesan yang baru saja masuk dari mr .ren


Ketika prince membuka isi data itu ,ia tersenyum kemudian terkekeh lalu tertawa kecil.


"Lihat saja kalau sampai kau mengambil gadis ku"


Bisik prince menatap foto mark yang memakai baju agen pemerintahan.


000000


Malam hari itu hujan, beberapa menit lagi cafe akan tutup. alena nampak duduk di salah satu meja sambil menatap ke arah luar jendela. Ia sedang memikirkan kan ibunya.


Mark muncul ,lalu memberikan secangkir coklat panas untuknya.


"Kelihatannya kau sedang sedih,"


"Tidak,"


Bantah alena seraya menerima cangkir dari mark.


"Apa aku boleh tanya sesuatu?"


"Hmm, tentu saja"

__ADS_1


Jawab alena setelah menyeruput minuman itu.


"Kalung itu apa kau yang membuat nya?"


"Kalung? Tunggu, oh ini.... Ini kalung dari nenek ku saat ia masih hidup."


"Ah maaf,"


"Tidak apa apa .. lagi pula ini sudah jadi kenangan lama."


"Boleh ku lihat?"


"Boleh, "


Alena melepaskan kalung yang di hiasi dengan bandul peluru perak itu.


"Ini seperti peluru dari senapan pemburu kuno apa nenek mu seorang pemburu?"


Ucap mark seraya memperhatikan bandul itu.


"Bukan , "


Jawab alena dengan wajah sedikit bingung.


Mengingat kenangan tentang neneknya.


"Boleh kah ini untuk ku? "


Pinta mark sambil tersenyum.


"Tidak mungkin!"


Alena merebut kalung itu dari tangan Mark.


Mark tersenyum kecil melihat tingkah alena.


"Hey! Kalian tidak akan pulang? Ini sudah jam berapa?"


Alena menoleh ke arah suara lucy ia beranjak dari duduk nya berjalan ke arah loker.


Ia kembali melihat tablet pc yang sedari tadi dia matikan. Beberapa saat ia pun memutar bola matanya tidak peduli.


mark menghampiri alena bermaksud menawarkan diri untuk mengantar pulang.


"Apa kau ada yang mengantar pulang?"


"Ada"


Dengan cepat alena menjawab, karena tentu saja mr ren sudah menunggu nya di seberang cafe.


"Baiklah kalau begitu ."


Ucap mark menoleh ke arah lucy.


Teriak lucy yang sudah berada di pintu.


Di susul mark yang menghampiri nya.


"Hm baiklah hati hati di jalan ya!!!"


Seru alena sengaja memperlambat gerakan nya.


Agar mereka bisa segera menjauh dan tidak melihat keberadaan mr .ren.


Terlihat mobil mr .ren sudha standby di sebrang jalan menunggu kedatangan alena. Alena pun menghampiri mobil itu dengan hati hati lalu secepat nya masuk ke dalam.


"Mr .ren bisakah besok aku pulang pergi tanpa di antar? Aku takut mereka akan mengetahui nya"


"Maaf nona, selain permintaan tuan prince. Saya tidak bisa menyetujui permintaan lain."


Alena menatap malas ke arah mr ren lalu menyenderkan punggungnya dengan santai.


"Menyebalkan."


Bisik alena dalam benaknya.


000000



Sesampainya di rumah alena membuang tubuh nya ke kasur dan menatap langit-langit. Ia merenung sejenak.


Prince melirik layar monitor nya sambil mengerjakan beberapa data pekerjaan nya.


Beberapa saat pandangan nya teralihkan oleh gerakan alena yang meniup telapak tangan nya.


Prince menyimpan berkas di tangan nya. Lalu fokus ke arah layar monitor.


"Ada apa. "


Dengan cepat ia menghubungi mr ren.


"Ada apa dengan tangan nya?"


Tanya prince w sedikit penasaran.


"Oh itu, tadi nona bilang itu karena pan panas yang tidak sengaja ia sentuh."


Jawab mr ren. Dengan tenang.


"Tetap awasi pria itu . Berikan laporan sesering mungkin."


Ucap prince w dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan akan saya usaha kan..."


"Ok"


000000


"Seperti nya luka ini cukup besar. Ah besok juga mungkin akan sembuh."


Gumam alena berjalan ke arah kamar mandi.


Seperti biasa ia mandi meskipun layar monitor prince masih mengarah ke tempat itu.


Beberapa hari berlalu , alena seperti biasa pergi bekerja tanpa pernah menghubungi prince w. Ia meninggal kan pc itu di dalam laci rumah. beberapa minggu ia dan mark semakin dekat dan sering membalas chat karena alena telah membeli ponsel baru.


alena merasa leluasa karena prince tidak memberikan perintah apapun pada mr ren sebab ia sedang mengembangkan kembali obat penghilang mutasi gen itu dan kesibukan nya berbisnis dengan paman nya.


Hingga 1 bulan pun berlalu, alena sudah ceria seperti sedia kala. Ia juga kembali ke kampus nya.


Terlihat alena sedang membaca buku bersama mark,Di perpustakaan


Suasana sangat sunyi dan tenang .tapi alena memohon ijin untuk mengambil beberapa buku lagi.


"Tunggu ya , ada buku lain yang harus ku ambil."


Bisik alena beranjak dari duduk nya perlahan.


"Hmm.oke"


Jawab mark dengan isyarat jari nya.


Alena pun berjalan ke lorong buku yang berjejer rapi mencari buku tentang bisnis, tapi ia menemukan buku tentang mutasi genetik.


Ia merasa penasaran dan melihat isi buku itu sejenak.


Setelah melihat bab 1 , tiba tiba telinganya menangkap suara bisikan.


"Itu aku,"


Bisik suara berat seorang pria di telinga kanan alena.


Sontak gadis itu menoleh ke arah belakang, betapa terkejutnya ketika ia melihat prince w sudah berada di belakang nya . Sedang melepas kacamata hitam, lalu tersenyum smrik pada alena.


"Ke...kenap..."


Alena terbata bata ingin mengucapkan sesuatu, tapi prince w langsung membungkam mulut nya dengan tangan.


"Jangan berisik.ikut aku "


Prince membawa alena ke tangga exit. Karena perpustakaan itu berada di lantai 2.


"Euh!!!"


Alena melepaskan bungkam an tangan prince w.


"Mau apa kau kesini?!"


Teriak alena merasa sedikit takut.


Prince w mendekat ke tubuh alena dan mengangkat dagu gadis itu.


"Menghukum mu karena pelanggaran."


Bisik prince w menatap mata alena.


Alena menangkap tatapan mata prince w yang sudah lama tidak ia lihat. Lalu menangkis tangan prince w


"Hah? Apa hak mu menghukum ku!"


"Kau istri yang tidak penurut.seperti apa Hukuman yang kau inginkan?"


Bisik prince w menyusup tanpa ragu kearah leher alena.Lalu menghirupnya.


"Apa apaan kau!"


Bentak alena seraya menarik diri untuk menghindari aksi pria itu


Tanpa ragu prince langsung mengecup bibir alena singkat.lalu menatap nya.


Alena membalas tatapan prince w dan secepat kilat menamparnya .


PLAK.


"Karena menampar ku ,maka bayaran nya akan sangat mahal"


Setelah mengucapkan kalimat itu, prince w langsung menc*um bibir alena dengan brutal.


Alena terlihat berontak tapi tidak bisa melawan karena kedua tangan nya di tahan oleh prince.


000000


Setelah puas mencumbui istrinya prince w mengajak alena untuk pulang bersama. Tapi alena menolak karena ia ada kelas terakhir.


Prince w pun hanya bisa menatap kepergian alena dengan wajah sinis nya.


"Hm, sampai mana kau akan jatuh pada manusia itu,"


Gumam prince seraya menatap punggung alena.


Prince merogoh saku celana nya dan mengambil satu batang tembakau dari kotak. Lalu hendak membakarnya,tapi ia mengurungkan kan niat itu kemudian ia meremas dan membuang nya dengan kasar sebelum ia pergi menuruni tangga exit.



000000

__ADS_1


__ADS_2