The Nature Queen

The Nature Queen
10 Kisah Lee Na


__ADS_3

" Yang Mulia Ratu Qia Jie, ada apa gerangan memanggil saya?" tanya Xie Mi sambil memberikan hormat.


" Putri Meangmeang. Akhirnya kau datang. Aku memanggil mu, karena ada hal penting yang aku bicarakan dengan mu" ujar Bu Yui sambil tersenyum.


" Apa itu, Ratu?" tanya Xie Mi pada Bu Yui.


Bu Yui berjalan menghampiri Xie Mi.


" Putri Meangmeang, Klan Indigo yang merupakan salah satu musuh yang membuat ayah mu meninggal, keturunannya telah muncul. Kau cari kesempatan yang tetap untuk menghacurkan Klan itu. Ingat, Klan Indigo juga salah satu pendukung Putri Sei Lee!" tegas Bu Yui.


Xie Mi mengepalkan tangannya. Mata merah delimanya menyala terang. Bu Yui yang menyadari hal tersebut, hatinya tersenyum senang. Xie Mi meredakan amarahnya dan menengok ke arah Bu Yui berada.


" Ratu Qia Jie. Menyangkut dengan Ivee, saya awalnya curiga dialah Putri Sei Lee. Sebab, sebelumnya saya melihat arwah Lee Na adalah sebuah bayangan semata" ujar Xie Mi.


" Hm, tapi waktu di kelas tadi arwah Lee Na adalah arwah asli, atau jangan-jangan Lee Na adalah reinkarnasi dari Putri Sei Lee. Terus semala ini Lee Na belum mati, dan dia kerja sama dengan Ivee" tebak Bu Yui.


" Bisa jadi Ratu. Putri Sei Lee dia kan Putri Alam"


Bu Yui mengangguk dan berpikir keras. Ia berbalik dan menatap ke arah Xie Mi.


' Hm, ada benarnya juga perkataan dari Putri Meangmeang. Lebih baik aku menyuruhnya agar meminta kakaknya Pangeran Xie Zhen Qing, menghadapi pendukung Putri Sei Lee itu' batin Bu Yui.


" Putri Meangmeang, untuk masalah ini lebih baik kau minta bantuan pada kakak mu Pangeran Zhen!" pintah Bu Yui.


" Baik Yang Mulia Ratu" ujarnya sambil memberikan hormat kepada Bu Yui.


Xie Mi akhirnya pergi dari Sekolah Hannaku, ia hendak mencari kakaknya yang berkelana entah di mana. Sementara itu, Chan Yi dan adiknya Hyun sampai di jalan Sakura. Mereka hendak pergi ke Danau Annasa. Danau yang menyimpan kenangan mereka bertiga yaitu, Putri Sei Lee, Pangeran Chan Yi, dan Pangeran Hyun.


" Putri Sei Lee, maafkan aku yang tak sengaja hampir menduakanmu! Aku menyesal" lirih Chan Yi teringat masa lalunya saat di Danau tersebut.

__ADS_1


Tak terasa air matanya menetes, dan jatuh ke kelopak bunga yang menempel di karenakan tertiup angin di baju Chan Yi. Tiba-tiba, angin berhembus dengan kencang menerpa semua Kelopak Sakura yang sudah berguguran.


" Kak, lihat itu!" seru Hyun sambil menunjuk Kelopak Sakura yang diterpa angin.


Angin membawa Kelopak Sakura mengelilingi Danau Annasa. Kelopak Sakura seolah-olah sedang menari karena liupan angin. Chan Yi dan Hyun sangat kagum melihat hal itu.


" Kak, Gue ingat perkataan Putri Sei Lee di sini. Bahwa, Sakura sudah seperti ibunya" ujar Hyun.


" Iya, Gue juga ingat itu. Perkataan misterius Putri Sei Lee Kini terjawab" ujar Chan Yi sambil menunjuk ke arah Danau Annasa.


Hyun mengangguk pelan dan beralih melihat ke arah Danau Annasa. Tiba-tiba, kelopak Sakura tersebut menyerbu serta, mengelilingi Chan Yi dan Hyun. Menyeret mereka berdua ke atas tengah Danau Annasa. Kelopak Sakura yang terkena tetesan air mata Chan Yi jatuh ke Danau Annasa. Beberapa detik kemudian, percikkan air menyembur dari Danau Annasa mengenai Chan Yi dan Hyun. Begitu menyegarkan terkena air tersebut, sesegar ingatan dan kekuatan mereka berdua telah pulih. Terbesit juga, sebuah gambaran keberadaan Putri Sei Lee selama ini.


Tak lama kemudian, Chan Yi dan Hyun berubah menjadi peri yang menawan. Kedua orang tersebut, matanya berubah warna menjadi hijau zamrud. Warna mata khas dari Klan Peri. Sayap mereka mengembang, terbang ke arah tepi danau. Saat turun seketika sayapnya menghilang, dan baju bangsawannya bertukar kembali menjadi seragam sekolah Hannaku.


" Jadi, selama ini Lee Na adalah Putri Sei Lee. Juga, yang di kubur itu bukan Lee Na, terus dimana sekarang keberadaannya?" tanya Chan Yi.


" Ini juga termasuk beruntung, walau telat mengetahui hal ini. Karena dia tunangan Loe" jawab Hyun dengan enteng.


Chan Yi mengangguk mengiyakan jawaban dari Hyun. Sementara disisi lain, Ivee dan Feng Li sudah berada di Jalan Sakura.


"Ivee ! Apa maksud perkataan loe, drama sebentar lagi akan berakhir? Loe mau membuka penyamaran gitu?" tanya Feng Li memecahkan keheningan.


"Maksud Gue, peran Lee Na akan berakhir. Lagi pula, Gue harus menemui Pangeran Klan Indigo untuk memberitahu tentang adiknya, dan kabar tentang kematian Anaknya Putri Diana Hannabi,  Xia Nara Hannabi" tutur Ivee.


Feng Li yang sedang menyetir tersentak, mendengar penuturan dari Ivee barusan.


"Bagaimana bisa? Setahu Gue, Klan Indigo gak akan mati, kecuali dibunuh"


"Benar Putri Nara dibunuh oleh Pangeran Vampire Zhen Qi. Saat itu, Gue datang terlambat. Maka sebab itu, Gue menjadi Ivee sampai sekarang" ujar Ivee jelas.

__ADS_1


Feng Li mengangguk dan beralih untuk menyetir. Namun, matanya tertuju pada mobil yang terparkir di depannya. Ia pun menghentikan mobilnya, dan memarkirkannya di sebelah mobil tersebut. Feng Li turun dari mobilnya, dan memeriksa mobil di sebelahnya.


"Bukannya ini mobilnya Hyun, ya? Kenapa dia kesini?" tanya Feng Li.


Ivee pun ikut turun. Ia menghampiri kakak angkatnya, Feng Li.


"Biar Gue tanya sama Sakura" perkataan misterius terucap dari Ivee.


Feng Li hanya menyerengitkan dahinya untuk bisa mencerna perkataan Ivee yang aneh itu. Ivee menggerakan tangannya. Tangan Ivee dikelilingi kilauan cahaya yang indah. Kilauan tersebut mengenai kelopak Bunga Sakura yang sudah lepas dari pohonnya. Kelopak tersebut tercampur dengan kilauan cahaya, dan membentuk sebuah gambaran Chan Yi dan Hyun.


"Mereka berdua pergi ke Danau Annasa" ujar Ivee.


Ivee lalu menjentikkan jarinya. Seketika, kelopak Bunga Sakura kembali ke semula. Feng Li yang melihatnya takjub.


"Kekuatan Loe sudah pulih?" tanyanya.


"Iya, kekuatan Gue beransur pulih setelah kecelakaan Lee Na waktu itu. Gue hampir mati, kalau saja Sakura tidak menolong Gue" jelas Ivee.


"Ok, kalau gitu mau ngejalanin rencana kita?" tanya Feng Li.


Ivee mengangguk. Mereka berdua menyusuri Jalan Sakura, dan berhenti di tempat kejadian kecelakaan Lee Na waktu itu. Ivee memejamkan matanya selama 5 detik. Tak lama kemudian, bayangannya berada di depan Ivee.


"Kamu jadi Lee Na saat kejadian kecelakaan waktu itu!" pintahnya.


Bayangannya mengikuti perintah dari Ivee.


"SAKURA BANTU PUTRIMU INI MENGUNGKAP KECELAKAAN LEE NA !" teriak Ivee.


Angin sepoi-sepoi menjawab teriakan dari Ivee. Suasana di Jalan Sakura berubah seperti waktu kecelakaan. Bayangannya yang menyerupai Lee Na berbalik dan menuju ke tikungan Jalan Sakura. Ivee dan Feng Li mengikutinya. Saat sudah melewati tikungan Jalan Sakura, sudah ada sebuah sepeda yang dulu biasa dikendarai sama Lee Na. Lee Na menaiki Sepeda tersabut.

__ADS_1


__ADS_2