
" So Yun, ada apa? Kenapa kalian ngumpul di sini?" tanya Siswi berambut panjang terurai. Namanya Yao Shi Qiu. Biasa di panggil Yao Shi. Dia anak pemilik sekolahan Hanaku. Yao Shi, anak yang tomboy. Dia Ketua Osis sekaligus, ketua geng CUTE GRIL.
" Ada mainan baru ya, So Yun?" tanya gadis berambut pendek. Sebut aja Xie Qing Meang. Biasa di panggil Xie Mi. Dia salah satu anggota geng CUTE GRIL.
So Yun menghampiri Yao Shi, dan Xie Mi. Ia langsung memeluk Yao Shi. Ia berpura-pura nangis.
" Huuuwaaaaa.... Yao Shi, Si Cupu nyelakain Oppa Hyun," ujarnya.
Yao Shi melepaskan pelukannya. Ia menatap So Yun, yang tengah mengucek matanya.
" Jangan nangis, So Yun!! Gue akan kasih pelajaran dia,"
Yao Shi berjalan ke arah Lee Na, yang tengah merapikan dirinya. Ia langsung menjambak rambut Lee Na. Terus, menyeret Lee Na begitu saja. Tangan Lee Na memegang tangan Yao Shi. Ia merasa marah, malu, dan kesakitan yang bercampur aduk di hatinya. Yao Shi mendorong Lee Na, hingga jatuh di kaki Hyun.
" Minta maaf!! Kalau gak, Gue gunting rambut Loe," ancamnya.
Lee Na menyapu rambutnya, dengan tangan kanannya. Ia menatap ke sekelilingnya. Tangan kirinya mengepal. Ia memberanikan diri untuk membalas, walau kalah jumlah.
Lee Na menatap tanah ia pijaki, sambil tersenyum sinis.
" Hhh....Sebelum Gue minta maaf. Gue tanya, apa salah Gue kali ini?"
So Yun yang sedari tadi menonton. Kini beralih ke arah Lee Na.
" Salah loe di sini, loe itu cuma numpang sekolah gratis. Loe pikir bangun sekolah ini gak pake duwit," katanya sambil mendorong Lee Na.
" Gue juga heran. Kenapa orang tua gue, nerima loe ada di sini? Loe itu cuma anak miskin yang gak jelas asal-usulnya. Jangankan asal-usulnya, rumah loe aja gak tahu dimana?" ujar Yao Shi.
Memang benar kata Yao Shi. Keluarga Yao Shi, menyembunyikan alamat rumah Lee Na dari Murid Hanaku. Karena, rumahnya dekat dengan Hutan Sakura. Keluarga Yao Shi takut, Murid Hanaku nekad pergi ke Hutan Sakura.
" Walau pun gitu, apa penting buat kalian ngurusin diriku ini? Lebih baik kalian urus tuh, diri Loe pada buat malu nyokap sama bokap kalian, gak? Beraninya bully orang kalau gak ada Guru atau Kepsek, doang" teriak Lee Na sambil melenggang pergi.
Lee Na pergi ke kelasnya. Sedangkan, Cute Girl terpaku dengan ucapan Lee Na.
' Siapa Loe sebenarnya, Lee Na? Di dunia manusia gak mungkin ada, manusia sepintar Loe. Loe pintarnya ketulungan melebihi Gue. Sebenarnya, Gue gak ada niat buat bully Loe. Gue cuma nutupin jati diri Gue, yang sebenarnya' batin Hyun.
Keesokkan harinya....
Seperti biasa, Murid Hanaku melakukan aktivitas setiap hari di sekolahannya. Pagi itu kelas Lee Na kedatangan Murid baru. Lee Na sekelas dengan Hyun, dan Cute Girl. Nama kelasnya ialah Kelas Yoseisaku.
" Selamat pagi, Anak-anak!" sapa Bu Zoufan Eufeng atau Bu Zou Yu. Beliau Kepala Sekolah Hanaku.
"Pagi.."
Suasana kini berubah riuh...
Para Murid, berbisik-bisik tentang cowok yang didekat Bu Zou Yu.
'Mampus gue. Ngapain Kakak gue ada disini' batin Hyun.
Cowok tersebut tersenyum.
" Hari ini kita kedatangan Murid Baru. Silakan, perkenalkan nama mu ke semua Murid di kelas ini!" pintah Bu Zou Yu ke Cowok tersebut. Tepatnya ia, Murid baru.
__ADS_1
Murid baru tersebut maju ke depan. Parasnya yang tampan, dan senyumnya yang manis, membuat Siswi di kelas tersebut berteriak histeris.
" Hallo.. Perkenalkan nama ku Xiao Chan Yi Yang. Biasa di panggil Chan Yi. Umur ku 18 tahun. Aku harap kalian mau berteman denganku," ujarnya.
Xie Mi mengangkat tangannya.
" Iya, Xie Mi. Ada apa?" tanya Bu Zou Yu.
Xie Mi menurunkan tangannya.
" Chan Yi, udah punya pacar belum? Kalau belum gue mau deh, jadi pacar loe,"
Semua Murid menyoraki Xie Mi.
"Diam!" pintah Yao Shi.
Kini suasana kembali ke semula.
Chan Yi, Murid baru tersebut tersenyum.
" Gue dah ada yang punya. Dia jauh dengan gue. Tapi, gue tetap setia dengan dia"
' Emang Putri Sei Lee kemana, Kak?' batin Hyun.
Yang di tanya hanya tersenyum.
'Putri berenkarnasi menjadi manusia biasa, di dunia manusia' batin Chan Yi.
' Kok bisa, Kak?' batin Hyun.
Bu Zou Yu tersenyum dengan tingkah Murid-Muridnya. Ia memegang bahu Chan Yi.
" Chan Yi. Kau duduk di sebelah Hyun, ya. Karena, itu bangku kosong satu-satunya!" pintah Bu Zou.
Chan Yi menganggukkan kepalanya. Sesuai perkataan Bu Zou Yu, Chan Yi duduk dengan adiknya, Hyun.
' Kapan loe jelasin, Kak?' batin Hyun.
Chan Yi menatap adiknya sekilas. Lalu, mengalihkan pandangan ke depan.
' Nanti istirahat' batin Chan Yi
" Ok, Anak-anak kalian belajar sendiri dulu, Ya! Sembari menunggu Bu Yui Xuan Qi datang. Ibu permisi dulu," ujar Bu Zou Yu.
Tak lama kemudian, Bu Yui Xuan Qi datang. Beliau biasa di panggil Bu Yui. Bu Yui seorang guru sekaligus Wali Kelas tersebut.
" Pagi, Anak-anak!" Sapanya.
" Pagi, Bu Yui," jawab Murid-murid Kelas Yoseisaku.
Bu Yui menyapu pandangan ke seluruh isi ruangan. Seketika, pandangan Bu Yui berhenti pada satu tempat.
" Hyun. Yang di samping kamu murid baru, ya?" tanya Bu Yui pada Hyun.
__ADS_1
" Iya, Bu. Namanya Xiao Chan Yi Yang, biasa di panggil Chan Yi. Ia Baru pindah ke Sekolahan kita," jelas Hyun.
Bu Yui mengkerutkan dahinya. Matanya menatap Hyun dan Chan Yi. Bu Yui menyadari ada kemiripan dari kedua Muridnya itu.
" Tunggu. Kok, kalian berdua ada kemiripan, ya?"
" Masa sih, Bu?" tanya balik Hyun.
Hyun dan Chan Yi saling bertatapan.
' Dasar, Pangeran ceroboh. Kenapa gak nyamar, Loe?' batin Hyun.
' Sengaja' batin Chan Yi.
Hyun kesal dengan kakaknya itu. Chan Yi tersenyum dengan Adiknya yang sedang merajuk, karena dirinya.
" Mungkin mirip aja, Bu. Di dunia ini juga ada orang yang mirip kayak Artis," tutur Chan Yi.
Bu Yui menganggukan kepalanya.
" Baiklah, kita akan melanjutkan pelajaran hari ini. Kalian siapkan buku Matematikanya!" pintah Bu Yui.
Jam istirahat telah tiba...
Tanpa kata sepatah pun, Hyun langsung melenggang pergi meninggalkan Kakaknya begitu saja. Ia masih kesal dengan kejadian tadi. Chan Yi hanya mendesah. Ia mengetahui itu kebiasaan adiknya, kalau lagi marah.
Kini, Hyun bersama pacarnya di Kantin sekolah. Ya, siapa lagi kalau bukan So Yun.
" Honey, aku pesen makan dulu, ya,"
So Yun mengangguk. Hyun memesan makanannya. Saat, dia mau kembali ke tempat duduknya dengan So Yun. Dia menabrak Lee Na. Makanan yang di bawa Hyun, tumpah ke baju Lee Na. Hyun kecipratan air yang ia pesan tadi.
" Sialan, kenapa gue ketemu loe lagi," teriak Hyun.
So Yun langsung menghampiri Hyun.
" Oppa, gak papa?" tanyanya sambil membersihkan seragam Hyun.
" Gak papa kok. Kan, ada So Yun,"
So Yun tersipu malu.
" Udah, yuk. Kita pesen makanan lagi. Aku lagi males ribut sama Sialan," ujar Hyun.
Hyun dan So Yun langsung memesan makanannya. Sementara Lee Na mematung sedari tadi. Di sisi lain sosok mata menghampiri Lee Na. Dialah Chan Yi.
" Loe gak papa?" tanyanya sambil menyodorkan sapu tangan.
Lee Na menerima sapu tangan dari Chan Yi. Ia menganggukkan kepalanya. Sedangkan, Chan Yi pergi ke tempat Hyun yang tengah memesan makanannya. Chan Yi langsung menjewer telinga Adiknya itu, dan menyeret ke arah Lee Na yang tengah berdiri.
" Aduhh... Sakit Kak. Jangan dijewer kayak gini.. Malu tahu, kayak anak kecil," protes Hyun.
" Malu kok dijewer. Gak malu, loe bully anak orang tadi?"
__ADS_1
Chan Yi melepaskan jewerannya, saat sampai di tempat Lee Na berada.
" Minta maaf sekarang! Kalo gak, gue aduin Loe ke Ayah,"