The Nature Queen

The Nature Queen
05 Kisah Lee Na


__ADS_3

"Kenapa kalian gak duduk di tempat masing-masing?" tanya Bu Yui secara tiba-tiba.


"Eh.. Maaf Bu" ujar Xie Mi.


Mereka bertiga, akhirnya duduk di tempat masing-masing.


' Dari mana dia tahu nama asli keluarga Gue? Siapa dia? Eh, tunggu.. Nama belakang dia Hannabi. Kayak, pernah dengar deh? Nanti Gue tanya sama bokap Gue' batin Yao Shi.


"Yao Shi, Loe gak papa?" tanya So Yun pada Yao Shi yang tengah melamun.


"Gak papa" ujarnya sambil menggelengkan kepala karena setengah terkejut.


So Yun hanya keheranan.


"Aneh gak biasanya Loe kayak gini. Loe gak banyak pikiran, kan?" tanyanya Lagi.


"Bener Gue gak papa, kok" ujar Yao Shi meyakinkan So Yun.


So Yun menghela napas lega.


"Syukur deh kalo gak papa"


Sementara di sisi lain..


' Siapa Ivee sebenarnya? Kenapa dia tahu nama Gue? Emm apa mungkin dia baca di seragam Gue kali ya? Bisa jadi sih. Tapi, apa maksud perkataannya tadi?' batin Chan Yi.


Ivee tersenyum mendengar suara batin dari Chan Yi.


'Suatu saat pasti kau tau semuanya. Kalian semua tunggu permainan dari ku' batin Ivee yang ditutup olehnya agar tak ada yang tahu apa yang dia ucapkan dalam hatinya.


Ivee tersenyum misterius, seperti sedang merencanakan sesuatu.


Sementara itu, pelajaran masih berlanjut. Hari ini sangat berbeda, setelah kedatangan Ivee.


"Anak-anak hari ini kita jam pelajaran bahasa Inggris. Sesuai janji kemarin, hari ini presentasi perkenalan diri dengan bahasa Inggris" ujar Bu Yui.


"Aduh,, kenapa Bu Yui ingat lagi" bisik So Yun.


Sedangkan, Chan Yi dan Yao Shi tenggelam di pikiran masing-masing.


"Yao Shi, kamu sebagai ketua OSIS maju kedepan sebagai contoh!" tunjuk Bu Yui.


Yao Shi tidak bersuara sama sekali. Dia termenung, sedang memikirkan perkataan dari Ivee tadi.


" Yao Shi, kamu dengar ibu tak?" tanya Bu Yui.


Yang di tanya hanya terdiam. So Yun yang bersebelahan mejanya dengan Yao Shi menegurnya.


"Ssstttt.... Yao Shi.... Bu Yui panggil Loe, tuh"


" Eh, iya Bu"


Yao Shi tersentak seketika.


" Kamu ibu panggil kenapa gak dengar?" tanya Bu Yui.


" Maaf, Bu. Aku kurang fokus karna banyak tugas OSIS yang belum selesai" bohongnya.


Bu Yui hanya menghela nafasnya.


" Ok Ibu maklumi. Sekarang kamu maju presentasi bahasa Inggris Ke depan" pintah Bu Yui.


" Baik, Bu"


Yao Shi maju kedepan.


" Hi my name is Yao Shi Qiu. You can call me Yao Shi. I have a happy family. I'm mom and dad's only child. my father owns this school. my father is the director of this school. My father's name is Dirga Wo Xie Qi. father once met an Indigo prince. At that time my father helped the prince. The prince was hit by a car and a lot of blood was pouring out. In the end, his father took him to the hospital. after realizing, he ordered to build a school and named Hannaku. My mother's name is Yao Yin Shi. mother died long ago when I was born..." ( Hai nama saya Yao Shi Qiu. Kamu bisa memanggil saya Yao Shi. Saya memiliki keluarga yang bahagia. Aku anak tunggal ayah dan ibu. Ayahku pemilik sekolah ini. ayah saya adalah direktur sekolah ini. Nama ayah saya adalah Dirga Wo Xie Qi. ayah pernah bertemu seorang pangeran Indigo. Saat itu ayahku membantu pangeran. Sang pangeran tertabrak mobil dan banyak darah yang mengucur. Pada akhirnya, ayahku membawanya ke rumah sakit. setelah sadar, ia memerintahkan untuk membangun sebuah sekolah dan diberi nama Hannaku. Nama ibuku adalah Yao Yin Shi. ibu sudah lama meninggal saat aku lahir... )


Tak terasa air mata Yao Shi menetes.


Dia mengusap air matanya.


"... Ok Guys, anyone want to ask me?" tanya Yao Shi. (Ok Guys, ada yang mau nanya?)

__ADS_1


Ivee mengangkat tangannya.


" there's something wrong with your story. where did the indigo prince come from? and what is the purpose of the prince telling your father to build this Hannaku school?" tanyanya. (ada yang salah dengan ceritamu. dari mana pangeran indigo itu berasal? dan apa tujuan pangeran menyuruh ayahmu membangun sekolah Hannaku ini?)


" I don't know that. father never spoke to me about the indigo prince again" jawab Yao Shi. (Saya tidak tahu itu. ayah tidak pernah berbicara kepadaku tentang pangeran indigo lagi )


" I have another question. How did your father know he was an indigo prince?" tanya Ivee lagi. (Saya punya pertanyaan lain. Bagaimana ayahmu tahu dia adalah seorang pangeran indigo? )


Yao Shi hanya menggelengkan kepalanya.


" Sudah kalau kamu gak tau gak papa" senyum Ivee.


Sedangkan Chan Yi dan Hyun tercengang dengan semua pertanyaan yang di lontarkan Ivee.


" Kak.. Lancar kali Ivee bertanya menggunakan bahasa Inggris" heran Hyun.


Chan Yi hanya menggeleng.


' Mari kita lihat siapa Ivee, sebenarnya? Identitas keluarga dia tidak di ketahui' batin Bu Yui sambil menyeringai.


" Ok, Yao Shi. Kau boleh duduk ke tempatmu!" pintah Bu Yui.


"Baik, Bu"


Yao Shi kembali ke tampat duduknya.


" Hmm... Ivee boleh kamu maju untuk menceritakan keluargamu menggunakan bahasa inggris!" pintahnya.


" Baik, Bu"


Belum sempat maju ke depan Ivee hanya berdiri. Dia seperti hendak maju tapi di tahan sama orang. Namun, tidak kelihatan.


" Kenapa Ivee...." perkataan Bu Yui terpotong.


"Heeeeehhhhhh....." teriak Ivee seperti kerasukan.


Matanya Ivee bersinar, berubah menjadi coklat muda, seperti matanya Lee Na. Satu kelas Riuh dengan kejadian itu.


Ivee melesat dan mencekik Bu Yui.


"Jangan tanya aku siapa, Ratu! Kamu kira aku tak tau siapa kamu? Aku Lee Na..." setelah berkata seperti itu Ivee berubah menjadi normal dan tak sadarkan diri.


Bu Yui shock dengan kejadian tadi. Ditambah lagi dengan perkataan Ivee barusan mengenai identitasnya.


' Siapa Ivee sebenarnya?Apa maksud perkataannya tadi? Apa iya tadi arwahnya Lee Na yang merasukinya?Tapi, hanya keturunan Klan Indigo yang bisa di rasuki arwah penasaran. Kalau itu Lee Na, darimana dia tahu kalau aku seorang ratu?' batin Bu Yui.


Bu Yui sempoyongan karna energinya terkuras hampir habis.


" Mari Bu, aku bantu" ujar salah satu muridnya.


Sedangkan, Ivee di tolong sama Chan Yi dan Hyun.


" Uhukk uuhuk, bawa Ivee ke UKS !" pintah Bu Yui.


Chan Yi membawa Ivee ke UKS. Hyun pun ikut menyusulnya.


Di UKS......


" Kak, apa Ivee belum sadar juga?" tanya Hyun yang muncul dari pintu secara tiba-tiba.


" Huft... Baru aja Gue baringkan dia, bagaimana dia sadarkan diri?" tanya balik Chan Yi.


Hyun hanya cengingiran tak bersalah.


Chan Yi mengambil minyak di kotak obat. Dia hendak membuat Ivee sadarkan diri. Dioleskan minyak tersebut dekat hidungnya agak banyak.


" Haciww...." bersin Ivee.


Ivee membuka matanya. Mata ungunya elegan melengkapi wajah cantiknya.


Deg...


' Kenapa jantung Gue berdetak?' batin Chan Yi.

__ADS_1


"Mmm... Siapa yang mengoleskan minyak di hidung gue sangat banyak? Baunya terlalu menyengat, ini menyiksa hidung Gue" keluh Ivee.


Chan Yi hanya cengingiran tak bersalah.


'Ivee kalau lagi kesal lucu juga, ehh... Sadar Chan Yi di hatimu itu cuma ada Sei Lee' batin Chan Yi


Ivee tersenyum mendengar batin Chan Yi sedari tadi.


" Ah... Sudahlah" ujar Ivee lagi.


" Ehemmm... Kayaknya nanti ada persaingan nie...hhehheeee" ujar Hyun sambil cengingiran.


Chan Yi melirik Hyun dengan sinis.


" Eh.. Ivee, apa benar Loe tadi liat Lee Na?" tanya Hyun mengalihkan topik menghindari lirikkan sinis dari kakaknya.


" Iya.. Dia ada di sini. Kenapa kalian tanya tentang dia?" tanya Ivee.


Chan Yi yang ada di dekatnya melihat Ivee dan mengerutkan dahinya. Ia penasaran dengan identitas Ivee.


" Siapa loe sebenarnya? Dalam sejarah hanya klan Elf, Klan Peri, dan Klan Indigo yang bisa berkomunikasi dengan arwah" tutur Chan Yi curiga.


" Gue dari keturunan Klan Indigo. Salah satu keturunan dari Putri Diana Hannabi"


Sontak kedua Peri itu terkejut mendengarnya.


" Kalau betul Loe Indigo, Loe bisa panggil arwah Lee Na ke sini!" pintah Hyun.


Ivee tersenyum.


"Apa loe berdua tak percaya sama gue?" tanya Ivee.


"Bukan gitu. Klan Indigo kan, di kabarkan sudah punah, dan keluarga kerajaan..." ucapan Hyun terpotong.


"..Oke akan gue buktikan, Gue itu keturunan Klan Indigo! " potong Ivee.


Ivee memejamkan matanya. Dia melafalkan mantra.


" Inrwioh Lee Na dintiolah" ucap Ivee dengan fasih sambil menjentikkan jarinya.


' Mantra itu kan, mantranya Klan Indigo. Hanya Klan Indigo yang bisa menggunakan mantra itu, dan melafalkannya dengan fasih' batin Chan Yi.


Tak lama kemudian.....


"Gue Di Sini Ivee. Kenapa Loe panggil Gue?"


Sosok Lee Na muncul di belakang Hyun. Sontak Hyun terkejut.


" Lee Na, jangan buat jantungan deh! Kenapa datang gak kasih kode gitu!" gerutu Hyun.


" Dasar Peri sialan, gue sudah jadi arwah, loe mau bully gue juga?"


Mendengar pertanyaan arwah Lee Na, Hyun hanya memanyunkan bibirnya.


Chan Yi hanya terkekeh.


'Kenapa perkataan Lee Na mirip dengan Putri Sei Lee' batin Hyun.


Ivee tersenyum mendengar batin Hyun.


" Ivee memang keturunan Indigo. Dia kesini ada tujuan mencari Pangeran Indigo yang tlah lama menghilang. Apa loe berdua meragukan dia?"


" Lee Na tenanglah dulu. Itu wajar bagi mereka mencurigaiku. Lagi pula, gue juga menyembunyikan identitas asli keluarga gue" tutur Ivee.


Chan Yi berdiri menghampiri arwah Lee Na.


" kenapa loe bisa jadi arwah gentayangan? Apa tujuan loe? Juga, kenapa loe tadi ngomong Bu Yui itu Ratu? Ratu apa maksud loe?" tanya Chan Yi bertubi-tubi.


" Gue mati tabrak lari dan pelakunya masih berkeliaran, bagaimana gue bisa tenang? Tujuan gue minta tolong sama Ivee ialah menangkap pelakunya. Kalau soal Bu Yui, loe semua akan tahu nanti. Gue tau semuanya darimana? Putri Sei lee jawabannya. Dia sudah kembali"


Seketika sosok arwah Lee Na menghilang. Chan Yi dan Hyun terkejut mendengar kabar tentang Putri Sei Lee. Sementara itu, Ivee hanya tersenyum.


' ini baru permulaan, kalian semua hanya bisa ikuti jalan ceritanya' batin Ivee yang kekuatan batinnya dikunci olehnya.

__ADS_1


__ADS_2