
" Gue mati tabrak lari dan pelakunya masih berkeliaran, bagaimana gue bisa tenang? Tujuan gue minta tolong sama Ivee ialah menangkap pelakunya. Kalau soal Bu Yui, loe semua akan tahu nanti. Gue tau semuanya darimana? Putri Sei lee jawabannya. Dia sudah kembali"
Seketika sosok arwah Lee Na menghilang. Chan Yi dan Hyun terkejut mendengar kabar tentang Putri Sei Lee. Sementara itu, Ivee hanya tersenyum.
' ini baru permulaan, kalian semua hanya bisa ikuti jalan ceritanya' batin Ivee yang kekuatan batinnya dikunci olehnya.
Tak lama kemudian.....
Tetttt...
Bel jam istirahat sekolah Hanaku berbunyi.
"Eh, laper nih. Ke kantin yuk!" ajak Hyun sambil memegang perutnya yang keroncongan.
Sontak Chan Yi dan Ivee terkekeh mendengar perkataan Hyun.
" Ini siapa yang sakit, siapa yang lapar?" tanya Ivee.
Hyun memasang muka cemberut.
" Sudah, lebih baik kita ke kantin aja!" saran Chan Yi.
Belum sempat keluar pintu UKS, banyak siswa membopong seseorang yang tak sadarkan diri ke UKS.
"Feng Li.. Dia kenapa?" tanya Hyun.
" Sudah loe jangan banyak tanya, mending kita bawa aja ke dalam!" pintah Chan Yi.
Feng Li dibaringkan ke tempat tidur yang ada di UKS. Hyun langsung mengambil obat pertolongan pertama. Sedangkan, Chan Yi memeriksa Feng Li. Sementara, itu Ivee menonton. Hyun memang anggota UKS. Sedangkan, Chan Yi menjadi anggota UKS karena adiknya.
" By the way, dia kenapa?" tanya Ivee ke salah satu siswa yang membopong Feng Li tadi.
" Gue tadi lewat depan Perpus, Gue lihat pintu Perpus setengah terbuka. Terus gue cek dulu ke dalam, eh nemuin Feng Li sudah tergeletak di lantai" jelasnya.
Ivee tersenyum.
' Ini ulahnya' batin Ivee.
Tak lama kemudian, Feng Li sadarkan diri...
__ADS_1
" Loe kenapa? Tumben Loe pingsan di Perpus? Gak makan Loe?" tanya Hyun.
"Isshhh... Loe ya, dah tahu Gue baru sadar Loe tanya terus kayak gitu. Bagi gue relax 5 menit napa!" pintah Feng Li manyun.
Hyun hanya cengingiran.
Mereka akhirnya membagi waktu 5 menit untuk Feng Li. Sementara itu, siswa yang membawa Feng Li ke UKS sudah keluar.
" Gue tahu kenapa Feng Li pingsan tadi. Itu pasti ulah Lee Na deh" ujar Ivee.
" Dari mana Loe tahu itu ulah Lee Na? Eh, dan dari mana Loe tahu dia namanya Feng Li? Kan Loe anak baru" tanya Chan Yi.
Ivee menghela nafas.
" Soal tahu nama dia, kan tadi Hyun tanya sambil nyebut nama dia. Terus, tadi pas banyak orang di sini. Gue tanya dia kenapa. Kalau gak percaya mending tanya ke orangnya deh!" tutur Ivee kesal.
' Manis juga' batin Chan Yi.
" Eehmm.. Jadi tanya gak nih?" tanya Feng Li.
Sontak mereka pun mendekati Feng Li.
" ....Gue?" potong arwah Lee Na yang muncul tiba-tiba.
Sontak Feng Li ketakutan.
" Lho Loe bertiga kok gak takut sih?" tanya Feng Li.
" Seorang Pangeran Serigala kok ketakutan. Coba lihat di tangan kanan Loe, ada apa!" pintah arwah Lee Na.
Sebuah gelang dengan corak sakura melingkar di lengan Feng Li. Semua mata tertuju ke gelang tersebut.
" Bukannya dia itu keturunan serigala? Terus, bagaimana bisa Gelang Hanna bisa sama Feng Li?" tanya Chan Yi.
" Putri Sei Lee memberi tahu. Feng li jati dirinya itu Pangeran Fei Xie Liu Xiang, yang biasa di panggil Pangeran Liu Xiang. Anak dari Ratu Liu Na yin Xiang yang berenkarnasi bersama ibunya. Sayangnya, ibu dan anak terpisah karena suatu sebab. Dia belum menyadari siapa dirinya. Chan Yi Loe pernah mendeteksi Feng Li, tapi gagal kan? Itu karna Loe pernah Lupa jati diri Putri Sei Lee siapa. So, Putri Sei Lee menyuruh Gue memakaikan Gelang Hanna itu ke dia. But, he just saw me, he immediately fainted..."
Arwah Lee Na menghilang seketika.
" Masuk akal sih... Tapi gimana caranya mengaktifkan Gelang Hanna itu?" tanya Hyun.
__ADS_1
"Tunggu, Gue baru ingat... Kalau Gelang Hanna bisa aktif dengan kekuatan Putri Sei Lee. Selain itu, Air serbuk Bunga Sakura juga dapat mengaktifkannya. But, tidak ada yang bisa meracik air Bunga Sakura dengan benar" jelas Chan Yi.
Kroukk....kroukk...
Terdengar bunyi dari perut Hyun. Sontak mereka tertawa bersama.
" Gue lapar, loe pada nggak lapar ya?" tanya Hyun sambil cengingiran.
" Gue juga lapar tapi masih lemes nih. Gue nitip roti ya !" timpal Feng Li.
" Gue juga ya ! Gue di sini temani Feng Li. Takut nanti Lee Na muncul dia pingsan lagi" ujar Ivee.
Hyun menganggukkan kepala, tanda ia setuju. Sementara, Chan Yi mau tak mau juga setuju ucapan Ivee. Mereka berdua pergi ke Kantin. Satu persatu kelas mereka lewati. Mereka berdua tenggelam di pikiran masing-masing yang terkunci. Mereka berdua sengaja mengunci kekuatan pikirannya. Agar tak ada yang mengetahui pikiran masing-masing.
" Kak, Loe suka ya sama Ivee? Terus si Putri Sialan mau di kemanain?" tanya Hyun membuka kesunyian.
Chan Yi otomatis menjitak adiknya itu.
" Sekali lagi loe menjelekkan calon kakak ipar loe, gue hukum loe !" ujar Chan Yi kesal.
" Ya maaf... Lagian loe lihat Ivee kayak lagi jatuh cinta aja sama dia" gerutu Hyun.
Sementara itu...
".....Aaaaaaa..."
Terdengar suara erangan Feng Li kesakitan. Ia memegang kepalanya yang memutarkan sebuah gambar yang buram. Lama-kelamaan gambar tersebut semakin jelas. Erangan kesakitannya kini tak terdengar lagi. Sebuah gambar yang berisi sebuah kenangan yang tak asing terlintas di kepala Feng Li.
' ..Jaga dirimu baik-baik Nak. Diengkarnasi mu ini, kita tak tahu siapa sejatinya kita. Kelak, jika kamu kembali. Bantulah Putri Sei Lee, Anak ku Pangeran Fei Xie Liu Xiang..'
Pesan seorang ibu di dalam gambar tersebut. Membuat terngiang di benak Feng Li. Ia membuka kedua matanya yang berubah sepenuhnya berwarna Silver. Disertai sebuah taring muncul di giginya. Sebuah kekuatan tlah mengalir di pembuluh nadinya. Seolah ia terlahir kembali. Feng Li memejamkan matanya sekali lagi. Ia menetralisir kekuatannya yang baru kembali. Gigi taringnya hilang seketika.
Namun, ia juga mendapatkan gambaran tentang orang lain, yang belum ia ketahui. Feng Li membuka matanya. Kedua matanya yang berwarna hijau zamrud kembali semula.
" Selamat datang Pangeran Liu Xiang.. Tolong jaga semua hal yang loe ketahui ! Jangan loe beritahu ke semua orang, bahwa loe telah kembali !" ujar Ivee.
Feng Li pun tersenyum dan mengangguk ke arah Ivee dan arwahnya Lee Na.
Arwah Lee Na menghilang lagi..
__ADS_1