The Nature Queen

The Nature Queen
08 Kisah Lee Na


__ADS_3

" Loe dapet info dari mana?" tanya So Yun.


" Bokap Gue. Dia kan sering lewat jalan itu kalau pulang kerja" ujar Yao Shi enteng.


" Loh bukannya hari minggu libur ya?"


" Nggak ada libur bagi Bokap Gue. Bokap Gue kalau mau libur, kalau lagi cape itu pun hari cuti nasional" tutur Yao Shi kesal.


So Yun mengusap bahu Yao Shi.


" Yang Sabar ya!"


" Biasa aja kali. Oh, ya. Nanti habis sekolah rencana sakuranya!" pintah Yao Shi.


So Yun mengangguk pasrah.


" Ya udah, yuk ke KepSek! Nanti kita telat masuk kelas Bu Yui marah lagi" ujar Yao Shi lagi.


So Yun mengangguk. Mereka berdua keluar dari Ruang OSIS dan pergi ke Ruang Kepala Sekolah.


Murid kelas Yoseisaku telah masuk ke kelasnya. Piano dan Gitar di masukan ke dalam Ruang kelas Yoseisaku. Ya, hari ini ada praktek menyanyi di depan kelas. Adanya Piano dan Gitar menjadi pengiring nyanyian Murid kelas Yoseisaku.


" Anak-anak hari ini ada praktek menyanyi....." perkataan Bu Yui terpotong.


Tokkk took tok....


Terdengar bunyi ketukan dari luar. Semua orang memandang ke arah pintu tersebut. Dua siswi masuk ke kelas Yoseisaku. Mereka adalah Yao Shi dan So Yun.


" Maaf Bu! Kami terlambat. Tadi kami habis pergi ke Kepala Sekolah untuk menyerahkan Laporan OSIS" jelas Yao Shi.


" Baik. Yao Shi kamu boleh duduk! So Yun seperti biasa kamu maju duluan untuk praktek menyanyi!" pintah Bu Yui.


" Baik Bu" jawab Yao Shi dan So Yun bersamaan.


Yao Shi pergi ke bangku kelasnya dan So Yun melangkah tempat duduk yang di sediakan untuk praktek menyanyi. Kali ini, ia memilih piano untuk pratek menyanyinya.


" Lagu ini aku berikan untuk Kekasihku, Hyun" ujarnya sambil tersenyum manis.


"CIIIEEEE!!" sorak teman sekolahnya.


So Yun mulai memainkan piano untuk mengiringi lagu yang akan dinyanyikannya.


( Lavina - Pilihan Hatiku )


So Yun mengakhiri nyanyiannya. Semua murid kelas Yoseisaku bertepuk tangan untuknya. Begitu pun Hyun, senyum telah terukir di wajahnya. Ia tersanjung dengan lagu yang dibawakan oleh pacarnya itu.


"Baik, So Yun kau boleh duduk!" pintah Bu Yui.


" Selanjutnya, Hyun maju ke depan!"


Hyun pun maju. Ia mengambil gitar dan duduk ditempat yang disediakan. Jarinya mulai memetik gitar.


" Lagu ini untuk mu So Yun, sayang"

__ADS_1


So Yun tersipu malu mendengarkan ucapan dari Hyun. Hyun kini mulai memainkan lagunya.


( Petra Sihombing - Mine [Indo Versi] )


Musik pun berakhir, semarak tepuk tangan dan sorakan terdengar. Wajah Hyun sangat sumringah.


" Kalian berdua mengingatkan ibu waktu masa muda saja" ujar Bu Yui.


Hyun menoleh ke arah Bu Yui, ia tersenyum kepadanya.


" Ibu bisa aja" ujarnya.


" Baiklah, kamu boleh duduk ke tempat mu!"


Hyun pun mengangguk dan pergi ke tempat duduk. Tatapan Bu Yui menuju pada Chan Yi.


" Chan Yi, sekarang giliran kamu maju ke depan!" pintahnya.


" Baik Bu!"


Chan Yi lalu maju ke depan. Ia mengambil gitar untuk di mainkannya. Sorakkan dari murid Yoseisaku pun bergema. Semua antusias melihat Chan Yi akan bernyanyi, terutama Xie Mi yang dari awal naksir padanya.


" Chan Yi, lagunya buat siapa? Pasti buat aku ya?" tanyanya.


Ivee yang mengetahui hal tersebut hanya bisa tersenyum kecut.


' Menyebalkan' batin Ivee.


" Lagu ini aku persembahkan untuk orang yang aku cintai. Dia tidak ada disini. Tapi dia tetap di hati ku. Kini dia menghilang. Tapi, aku pasti akan menemukanmu, Kasih" ujarnya.


' Huft.... Gimana bisa ketemu, kamunya aja mencintai satu cinta dalam dua orang yang berbeda?' batin Ivee yang sudah di kunci olehnya.


Chan Yi mulai memetik gitarnya. Kini, dia benyanyi.


( Syahid Wahyudin - Dear God [Indo Versi] )


Semua murid kelas Yoseisaku terharu dengan nyanyian Chan Yi. Chan Yi menatap Ivee. Bu Yui tersenyum dengan persembahan dari Chan Yi.


" Chan Yi kamu boleh duduk! Selanjutnya Ivee giliranmu tampil!" pintah Bu Yui.


' Dasar Pangeran ceroboh! Huh, kalau begitu apa boleh buat. Ini sudah terlanjur, maka lanjutkan saja. Mari bermain dengan permainannya' batin Ivee yang di tujukan ke Chan Yi.


' Maksud Loe?' batin Chan Yi.


Tak ada jawaban dari suara batin Ivee. Ivee mengambil gitar dari tangan Chan Yi. Sedangkan, Chan Yi kembali ke tempat duduknya. Hyun berantusias bertanya pada Chan Yi.


" Loe tadi nyanyiin lagu untuk Putri Sialan, tapi mata Loe ke Ivee? Aduh... Gue jadi kasihan sama calon Kakak Ipar, deh"


Ceeetakkk!!


" Sakit!!" rintih Hyun.


" Makanya, diem!" ketus Chan Yi.

__ADS_1


Sedangkan, Ivee menatap kosong ke seluruh ruangan.


" WOI, MURID BARU! NYANYI Loe!" teriak Yao Shi.


"Ck... Jangan bilang dia kerasukan lagi!" timpal So Yun.


Ivee tersenyum kecut. Ia menarik nafas panjang.


" Aku sudah lama nggak menyanyi" ujarnya.


" Sudah ku duga" ujar Yao Shi.


Ive akhirnya memainkan gitarnya. Dia mulai bernyanyi.


( Afifah Ifah'nda - Menembus Waktu )


Tidak hanya suara gitar yang mengiringi nyanyian dari Ivee. Tapi, suara musik yang entah dari mana asalnya mengikuti alunan nyanyian Ivee. Semua orang terpukau. Seperti sedang melihat konser langsung.


" Itu Ivee tadi?" tanya Yao Shi.


" OMG! Gue nggak salah lihat kan?" tanya So Yun.


' Akhirnya Loe ketemu juga' batin Xie Mi.


" Kak, kenapa Gue rasa lagu itu untuk Loe?" tanya Hyun.


" Aku rasa juga begitu. Apa dia, Tunangan Gue?" tanya Chan Yi balik.


Chan Yi dan Hyun saling berpandangan. Ivee tersenyum ke semua orang. Bu Yui merasa senang saat ini, karena dia menemukan orang yang sedang di cari.


" Ivee penampilanmu luar biasa. Bisakah kamu menyanyikan lagu sekali lagi untuk kami!" pintah Bu Yui.


Ivee mengangguk. Kali ini ia memilih alat musik Piano untuk mengiringi nyanyiannya. Suara piano mengikuti jarinya. Ivee menyanyi tanpa melihat piano yang sedang dimainkannya.


( Mahalini - Sisa Rasa )


Suara tepukan lagi kini terdengar, setelah Ivee selesai bernyanyi. Namun, tepukkan tersebut tak berlansung lama. Saat mengetahui Ivee mematung dengan tatapan kosong.


" Ivee Loe nggak papa kan?" tanya Chan Yi khawatir.


Mata Ivee berubah menjadi Coklat. Dia menatap lurus ke arah Chan Yi.


" Gue bukan Ivee, Gue Lee Na. Chan Yi, Dulu Gue suka sama Loe. Tapi, sayangnya takdir berkata lain. Sekarang, Gue sudah jadi arwah gentayangan"


" Ikhlaskan saja Gue, Lee Na? Lagi pula, Gue sudah ada tunangan" pintah Chan Yi.


Ivee yang dirasuki Lee Na mengambang ke arah Chan Yi. Semua orang histeris melihat hal tersebut.


" Gue Ikhlas, kok. Gue ke sini hanya mengingatkan Loe. Agar Loe jangan mencintai satu cinta dalam dua orang sekaligus"


Chan Yi menyeringitkan dahinya, tanda ia bingung dengan perkataan Arwah Lee Na barusan.


" Maksud Loe?"

__ADS_1


__ADS_2