
Mata Titan tertuju kepada gadis sederhana yang sedang duduk di bawa pohon beringin yang tumbuh besar di area parkiran
kampusnya. Hampir setiap hari Titan melihat gadis itu duduk sendirian sambil
sibuk dengan beberapa buku dan laptopnya. Rasa penasaran Titan dengan gadis itu
terpecahkan saat Titan memberanikan diri untuk duduk si sampingnya sambil
membawa minuman dingin untuknya.
Malu, perempuan itu terus menundukan kepalanya sambil tersipu malu. Wajah perempuan itu hampir tidak keliatan karena tertutup poni dan kacatamata yang ia kenakan di tambah pipinya yang merona karena Titan yang berusaha mendekatinya.
Gadis yang dianggap tidak modis oleh mahasiswa lainnya membuat gadis itu harus berjuang sendiri di kampus, berusaha memahami sendiri mengejar dosen untuk mendapat pengarahan yang lebih jelas dan semua harus berakhir di bawah pohon beringin ini.
“Enak aja disini tenang juga nggak keganggu
sama omongan anak-anak yang lain”
“Coba kamu percaya diri aja belajar berbaur
dengan yang lain”
“Harus dengan cara yang seperti apa lagi?”
Titan tersenyum mendengar suara lirih gadis itu yang perlahan sudah menggetarkan hatinya. Dengan senyuman yang ditambah makin lebar, Titan mengulurkan tangannya untuk memberi sapaan yang lebih menyenangkan lagi bagi gadis itu.
...
Pertama Titan dulu ya yang berbicara
Itu awal mula bagaimana aku bisa berkenalan
dengan gadis yang selalu di pandang dengan sebelah mata oleh mahasiswa/i lainnya. Entah kenapa saat sering melihat dia di bawa pohon beringin hatiku selalu dipaksa untuk mengarah kepadanya dan hadir untuk mengisi harinya dengan segala tawa serta emosi tentunya.
Aku Titan, anak fakultas ekonomi bisnis dan
yang sekarang sedang ku gandeng tangannya ini Mella Adisti perempuan yang sudah ku miliki dua tahun belakangan ini. Katanya ia sudah merasa lebih tenang jika
ada aku di sampingnya. Sekarang dia lebih percaya diri untuk menghampiriku di depan gedung fakultas kami berbeda prodi, teman.
Aku lebih tersadarkan jika bukan hanya sebuah fisik yang bisa menjamin kenyamanan dan perasaan yang tumbuh dengan keasliannya. Mella banyak sekali mengajarkan aku rasa bersyukur ia tidak pernah meminta atau membuang uang untuk hal yang tidak berguna untuknya.
Bersyukur memiliki perempuan seperti Mella dan keluargaku juga sangat sayang dengan Mella. Aku juga sempat berfikir jika Mella
tidak hadir di tahun kuliah ku ini mungkin aku sekarang menjadi anak yang tidak punya rasa syukur lebih. Mella segalanya untuk aku, Mella ibu kedua bagi aku.
__ADS_1
Mella
Mella
Semuanya tentang Mella sampai kapanpun aku hanya mau kamu sayang.
“Masa selamanya kamu bakal melihat aku dengan dandanan yang seperti ini Tan?”
“Kamu sudah mulai terpengaruh ya sama kakak tingkat kamu?” aku mulai resah dengan keluhnya Mella yang akhir-akhir ini suka bergaul dengan kakak tingkat yang lebih terpandang dandanannya.
“Aku janji Tan aku hanya merubah dandannya saja kamu bakal tetap mengenal Mella saat seperti ini” Aku pernah berkata pada Mella, sedikitpun kamu merubah dandanan ataupun tampilan kamu semuanya akan terasa berubah dan itu yang aku takutkan.
“Pulang aja yuk Mama nunggu dirumah katanya mau masak bareng kamu” aku tidak suka jika Mella terus merengek untuk hal itu.
Aku suka kamu yang begini Mella kenapa kamu harus berusaha keras untuk merubahnya. Aku membawa Mella pulang dan melakukan hal yang sangat bermanfaat untuknya dari pada ia terkena hal negatif seperti kakak tingkatnya.
Di bandingkan dari mantanku yang
sebelum-sebelumnya Mella memang sangat berbeda, lagi-lagi aku harus menceritakan bagaimana istimewanya aku bisa memiliki Mella. Tanpa punya rasa malu aku pernah mengatakan kepada Ayah Mella jika ingin segera menikahinya tapi alhasil aku hanya diberi jawaban dengan tertawanya yang seakan itu terdengar seperti konyol.
Ya memang aku masih anak kuliahan yang belum pantas untuk menikahi Mella tapi setidaknya aku sudah memberi label pada Mella kalau dia sudah miliku selamanyaa. Tapi beruntungnya lagi orang tua Mella mengizinkan anaknya untuk lebih sering bermain kerumah ku, contohnya sekarang ini.
Mama sudah nunggu kedatangan menantunya untuk membuat makan malam dirumah. Seperti ini saja rasanya sudah seperti berkeluarga dengan Mella. Istri tersayang yang bisa sayang dengan kedua orang tuaku.
Bagaimana aku bisa mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya tentang Mella jika semua ini hadir karena apa adanya Mella.
Biarkan waktu yang memberitahu aku sayang kamu pokoknya Mell.
...
Saatnya Mella yang berbicara
Dua tahun sama Titan bukan waktu yang
sebentar, dua tahun yang mengajarkan aku bagaimana harus tahu diri dengan keadaan yang seperti ini. Titan sering berkata kepadaku kalau sedikitpun aku merubahnya semua akan berubah.
Titan tidak pernah merasakan berada di
posisiku yang seperi ini, setiap hari harus menerima perkataan kasar menyakitkan hati karena sebuah penampilan yang kurang modis, tidak bisa menjadi wanita yang sebenarnya untuk memoles wajah seperti yang lain, untuk menghampiri pacarku saja harus menyiapkan nyali yang kuat
Wella, kakak kandungku sering membawa contoh jualannya kerumah. Berbagai macam jenis kosmetik dan katanya bisa menyulap wajahku ini menjadi perempuan yang layak dipandang. Pernah suatu waktu aku dan Titan sedang bermain di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota, awalnya kita kesana hanya belanja bulan yang sudah biasa kita lakukan untuk kebutuhan dirumah
Titan. Melihat salah satu gerai kosmetik membuat aku ingin menghampirinya dan
mencoba beberapa warna lipstick yang sedang trend saat ini.
__ADS_1
“Tan, ini yang kemarin Mbak Citra kasih tunjuk ke aku” kataku yang tak berdosa ini
Wajah Titan berubah seolah ingin memarahiku di tempat umum seperti itu. Titan sangat tidak menyukai jika aku terlalu terbuai
dengan hal yang mengarah ke perubahan. Sering menanyakan hal ini dan Titan
tidak pernah mengungkapkan alasannya ia hanya ingin melihat apa yang ada diriku
sebenarnya.
Terima kasih Titan kamu memang makhluk tuhan yang dihadirkan untuk menjadi penyemangat hariku. Jika kamu tidak menghampiriku di pohon beringin itu mungkin sekarang aku tidak mempunyai dua orang tua yang sayang banget sama aku. Selalu siap pasang badan untuk aku dan mau menerima aku seperti ini. Semoga suatu saat nanti kamu bisa mengerti kalau aku ingin lebih menjadi yang lebih baik untuk kita dan keluarga kita.
Satu-satu ya Titan, kita wujudin bersama.
Sayangku sama seperti rasa syukurku yang tidak pernah ada habisnya. Tidak pernah ada rasa takut jika aku selalu bersama kamu, aku juga berusaha untuk melawan keinginan aku yang terus berubah dan ingin menjadi orang lain. Ini pasti akan terjadi Tan
...
Memang kadang harus begitu, mencoba mencintai diri sendiri dulu lalu orang lain juga akan merasakan cinta itu pada dirimu.
Titan dan Mella mampu membuat dunia baru untuk mereka di bawah pohon beringin
dan tidak jarang juga teman-teman Titan tidak menyukai kehadiran Mella.
Mella seperti itu karena ia ingin mengejar
segala cita-citanya menjadi seorang pelukis terkenal. Ada beberapa lukisan
Mella yang dipajang dikamar Titan untuk mengingat selalu bahwa karya yang
sedang ia pandangi adalah karya dari makhluk tuhan yang paling apa adanya.
Dunia yang mereka ciptakan di bawah pohon
beringin mampu mengantarnya sampai ke tiga tahun berjalannya hubungan Titan dan
Mella.
“Happy annversary Mella Mellow” ucap Titan di kamarnya sambil membawa kue berserta lilin yang sedang menyala
“Tiga tahun Titan, kamu ada untuk Mellow”
jawab Mella yang terharu menatap lilin dan kuenya itu
Sepertinya mereka ingin membuat dunia yang
__ADS_1
lebih baru. Siap kah?