
Setiap yang Mella lakukan dalam mengerjar
cita-citanya aku selalu dukung dan tidak pernah sedikitpun aku mematahkan
semangat Mella dan pada sampai Mella harus hadir di perdana pameran lukisannya
di gedung pemerintahan kota. Acara itu juga ada unsur kerja sama dengan UKM
kampus kita jadi bakal banyak mahasiswa yang akan hadir disana.
Aku mengerti dengan hal seperti ini, dimana
keadaan memang mengharuskan pacarku untuk merubah penampilannya tapi tidak
selamanya. Sore itu aku sedang membantu Ayah mertua untuk memindahkan lemari
yang lama ke gudang, maklum Wella dan Mella tidak mau harus keluar tenanga
banyak.
Setahun lagi aku dan Mella akan pergi
meninggalkan dunia perkuliahan dan dunia yang sudah kita buat di bawa pohon
beringin itu. Setelah membantu Ayah mertua aku duduk di halaman rumah Mella
sambil menemani Mella melanjutkan lukisannya, ia melukis yang sedang
menggambarkan dirinya sedang merubah penampilan dan bisa membayar semua omongan
pedas dari orang-orang selama ini.
Aku juga bingung sampai kapan akan membiarkan
pacarku dalam hal yang seperti ini. Bukan karena cemburu bukan karena takut ia
akan jatuh di pelukan lelaki lain. Jika itu benar terjadi mungkin aku sama
Mella tidak akan sedekat ini, aku akan selalu diberi pertanyaan tentang pakaian
dandanan yang akan melekat di tubuhnya.
“Kok ngeliatin aku kayak gitu si” Mella
terheran karena tatapan ku memang berbeda
“Aku terlalu egois ya buat kamu?”
“Masalah diriku?” Mella menjawabnya sambil
meletekan alat lukisnya. “Semua itu ada masanya Titan, aku juga mau seperti
yang lain mencoba belajar setidak sedikitlah” tambah Mella sambil memegang
tanganku. Tiga tahun aku membiarkan pacarku menuruti segala apa yang aku mau
tidak sedikitpun dia menolak ataupun membantah dan sampai di titik sekarang pun
ia juga masih tidak berani melanggarnya.
Mengalihkan pembicaraan, Mella menunjukan foto
yang ada di galeri ponselnya tentang lukisan yang akan dipajang di pamerannya.
Nyaris sempurna, wajahku di lukis dengan sempurna dan lekukan bibirku pun ia
bisa membuatnya seakan memang aku selalu melakukan itu padanya.
Selepas itu aku makan malam bersama keluarga
Mella. Mella sempat berbicara kepadaku jika ia sangat bersyukur memiliki kedua
orang tua yang sayang padanya, sama sayang sekarang aku juga merasakan itu.
Maafkan aku kalau aku masih egois sama kamu.
“Tan, minggu depan kamu dateng kan?” Ibu
mertua yang ramah kepadaku
“Dateng dong Ibu nanti Papa sama Mama juga
bakal dateng” jawab ku sambil menyantap ayam goreng buatan pacar. Sejauh ini
kami semua masih berada di posisi yang baik-baik saja Mella juga masih fokus
dengan cita-citanya dan aku fokus dengan usaha yang sedang kami jalankan.
Usaha yang sudah ku jalankan bersama Mella
sejak dua minggu menjalani hubungan dan sekarang masih berjalan dengan
sempurna. Mella sebagai produksi aku yang bagian pemasaran. Ini kenapa aku
tidak mau kehilangan Mella, jika aku harus melakukan usaha tidak bersamanya
mungkin sekarang perempuan yang bersama ku akan menikmati hasilnya saja.
Sudah lah, sudah malam juga aku sedang
berpamitan kepada kedua mertua aku dan Kakak ipar yang sedang sibuk dengan
kerjaannya. Minggu depan aku akan bertemu lagi dengan Mella tanpa aku mengikut
campuri urusan Mella tentang penampilannya, semoga aku bisa menerimanya.
“Ehhmm, Muaachhh” ku beri kecupan di kening
Mella agar ia makin bisa percaya dengan aku jika tidak sedang mempermainkannya.
Tiga tahun memang lama tapi bagi Mella untuk mendapat keyakinan dari aku begitu
susah.
Titan... Titan...
Kapan kamu mau mencoba melihat pacarmu menuju
dunianya yang lebih baru. Itu hanya soal penampilan dan riasan di wajahnya
harusnya aku juga bisa mendapatkan keuntungan dari itu bisa melihat Mella
__ADS_1
dengan pandangan “good looking”
Laki-laki kok bimbangan kayak gini, tegas dong
Titan. Hehe maaf lagi meyakinkan diri sendiri diatas motor kesayanganku.
...
Alasan aku kenapa mau melukis wajah Titan
adalah aku ingin semua orang tahu semua pengunjung yang ada di pameran bisa
melihat wajah tampan Titan dan makna yang sebenarnya aku tumpahkan di dalam
lukisan itu. Nanti malam aku akan hadir di acara itu bertemu dengan banyak
orang bertemu dengan banyak teman-teman dan sekarang aku sedang mempersiapkan
diri di depan cermin sambil membayangkan bagaimana nanti aku tersenyum ikhlas
di hadapan mereka.
Wella sudah memanggilku untuk segera datang ke
kamarnya. Malam ini keluarga ku akan menggunakan pakaian yang dibuat serasi
oleh Mama Titan dan pakaian ku akan
serasi dengan Titan. Ada untungnya Wella bekerja di bagian kecantikan dan
fasion malam itu semua yang akan melekat di wajahku akan di kerjakan oleh
Wella, jangan kaget memang ku suka memanggilnya dengan sebutan nama biar beda
aja hehe.
Titan tidak mengabari ku sejak pagi, ia sedang
sibuk dengan usaha kita. Aku kasih tahu deh. Aku dan pacarku membuka semacam
home made berbagai macam jenis dan yang sering laku itu tas kanvas yang aku
lukis sendiri dan hari ini Titan sedang sibuk untuk pengiriman, sebenernya hari
ini aku juga ada beberapa tas dan sepatu yang harus aku gambar berhubung ini
hari spesial ku jadi Titan yang sedang menjadwalkan untuk penundaan beberapa
pengiriman itu.
“Titan gak marah kalau kamu dandan?” Wella
sedang menggunakan alas bedak di wajah aku
“Ya nggak mungkin juga Well di acara kayak
gini aku mau polosan, Titan pasti ngerti lah” jawab ku sambil melihat gerak
gerik Wella di cermin. Wella sudah lama bekerja di kecantikan dan fasion jadi
bagi dia begini itu sudah hal yang biasa, bahkan sebentar lagi dia akan di
the year di New York.
Aku
mencoba bertanya kepada Wella tentang beberapa produk dan keguanaan yang akan
melekat di wajahku ini. Tidak begitu rumit untuk pemakaian dan harganya juga
tidak begitu mahal. Sepertinya aku akan mencoba hal ini setelah masuk kuliah
dua minggu lagi. Umurku yang sudah berkepala dua harusnya sudah pantas untuk
menggunakan yang seperti ini, bagaimana aku bisa meyakinkan Titan.
...
Crew galeri masih mempersiapkan lukisan yang
akan di panjang di setiap sudut ruangan pemerintah kota. Disana juga sudah
banyak mahasiswa/i yang hadir untuk membantu pelaksanaan. Tidak hanya dari
Universitas Titan saja, kabarnya Universitas satu kota yang ada disana.
Deg-degan bukan main.
Titan sedang dalam perjalanan menuju galeri,
ia sudah menuntaskan semua pengiriman tas dan beberapa sepatu. Ia sudah sangat
siap menyambut lukisannya yang akan di panjang di setiap sudut ruangan
pemerintah kota. Disana juga sudah banyak mahasiswa/i yang hadir untuk membantu
pelaksanaan. Ia juga sudah sangat siap melihat Mella berada di samping
lukisannya sambil menyapa pengunjung lainnya.
“Malam ini teman Papa datang juga?” Titan yang
sedang memastikan untuk hal itu
“Sepertinya jadi karena anak beliau juga ada
ikatan UKM jadi pasti datang” Jawab Rizal, Papa Titan
“Nanti Papa kenalin juga lah biar usaha kamu
sama Mella makin berkembang pesat”
“Iyaa kan enak nanti sudah ada usaha buat
modal nikah” tambah Nina, Mama Titan yang sibuk memposting foto terbarunya
malam ini.
Keluarga Titan hadir tidak lengkap, kurang
Zafran adik kandung Titan yang masih sibuk dengan latihan basketnya. Agak susah
__ADS_1
dibilangi sih Zafran itu tapi itu sudah menjadi hal yang biasa dan Mella juga
tidak akan mempermasalahkan hal itu melihat Adik iparnya sudah biasa juga.
SELAMAT DATANG DI GALERI PEMERINTAHAN KOTA
TAHUN 2019
Sudah ramai pengunjung, Rizal mencoba mencari
parkiran mobil yang harus diarahkan sampai di ujung gedung yang jaraknya
lumayan jauh dari pintu masuk gedung.
“Semua orang akan melihat hasil karya kamu
Mell dan orang-orang juga akan melihat aku di galeri ini” ungkap Titan dalam
hatinya lalu ia berjalan menuju pintu masuk gedung bersama kedua orang tuanya.
Mata Titan sudah berkeliaran di penjuru
ruangan untuk mencari kekasihnya yang akan menyambutnya sebagai orang lebih
spesial malam ini.
Rizal dan Nina sudah keburu membawa Titan ke
kerumunan teman-temannya yang hadir juga bersama anak-anaknya dan mereka
mebicarakan hal yang sangat basa basi. Titan tidak tenang jika belum bertemu
dengan istri tercintanya. Ia mencoba menghubungi Mella melalui ponselnya.
“Mellow disini Titan” suara itu khas banget
untuk di telinga Titan.
...
Aku
mendekatkan diri kepada beberapa pengunjung yang hadir, menceritakan,
menjelaskan ini semua atas tangan Tuhan yang ia ciptakan dan menghasilkan
lukisan yang seperti ini. Saat aku menyapa Titan tadi ia lebih banyak diam dan
sering berbicara bersama Ayah. Aku ingin kamu memuji ku Titan di malam spesial
ku ini, ini sudah yang sangat sederhana Wella bikin untukku.
Aku sedikit tidak nyaman dengan sikap Titan
malam ini, tidak sabar ingin ku ajak ke sudut ruangan dan ku introgasi
habis-habisan. Sepertinya aku sedang berada di keadaan dilema. Titan tidak
ingin melihat aku seperti ini tapi keadaan yang memaksa harus seperti ini.
Di sudut ruangan lainnya mahasiswa lain dari
kampusku datang aku tidak berani untuk menghampirinya sepertinya mereka akan
lebih menyakitkan hatiku dengan penampilan yang seperti ini, huft semua serba
salah.
“Aku belum ngomong banyak sama kamu” terkejut,
Titan muncul di belakangku dengan suaranya yang khas
“Kalau kamu malu atau nggak enak hatimu
mending nggak usah Tan, aku juga harus ngisi acara ini” Aku sudah merasa Titan
memang sedang tidak nyaman denganku
“Kamu jangan buat aku makin marah disini ya
Mel?”
“Marah? Mending kamu nggak usah dateng Tan
kalo ujungnya cuma mau marahin aku dan makin mempermalukan aku disini” Gak bisa
ditahan emosiku. Aku lihat Titan menghelas nafas sambil meninggalkan aku ia
berjalan menuju ke arah Wella dan mungkin mereka sedang membicarakan sesuatu
atau mungkin Titan akan memarahi Wella yang sudah mendadani aku seperti ini.
...
Selamat datang lagi di galeri Mella dan
teman-teman lainnya. Memang malam ini malam yang spesial untuk Mella dan
seharusnya spesial untuk Titan yang wajahnya sudah di lukis oleh kekasihnya
itu. Titan sedang bingung dengan dirinya sendiri ia berusaha berdamai tapi rasanya
tidak suka melihat Mella yang berpenampilan berlebihan.
Mella juga bingung dan sepertinya Mella
memilih untuk tidak berdekatan dulu dengan Titan mereka berdua sedang di
hadapkan oleh keegoisan yang tinggi. Mella melanjutkan mengisi acaranya dan
Titan lebih mendekat kepada teman-teman Papanya yang kebetulan hadir di tempat
itu juga.
Tidak ada yang bisa menebak sifat Titan yang
sekarang. Mella berkata dalam hatinya ini hanya sebentar Titan untuk malam ini
saja, aku harap kamu bisa makin mengerti.
***
__ADS_1