THE PAST

THE PAST
TIARA PUTRI NOVITASARI


__ADS_3

Tiara Putri Novitasari


Ia anak bungsu dari tiga bersaudara kakak-kakaknya sudah berumah tangga dan hidup bahagia dengan keluarga


masing-masing.


Bisa di bilang Tiara ini anak sundulan yang jaraknya lumayan jauh dari kakak-kakaknya dan takdir Tiara menjadi anak bungsu yang harus merasakan keadaan yang pelik.


Ayah dan Ibu Tiara berpisah sejak Tiara masuk SMA. Perdebatan diantara kedua orang tua Tiara tidak bisa di hindari saat Ibu Tiara memergoki Ayah Tiara sedang makan malam bersama rekan kantornya.


Waktu itu Tiara mencoba mempercayai Ibunya jika itu hanya sebuah makan malam biasa antar rekan kerja.


Anak perempuan yang kebanyakan berpihak kepada Ayah membuat Tiara terus membela Ayahnya dan menjelaskan dengan sedikit emosi kepada Ibunya bahwa itu tidak ada hubungan lebih.


Ibu Tiara sudah geram dan mencari tahu kebenaran suaminya bahwa itu  adalah jelas sebuah perselingkuhan. Di malam perayaan ulang tahun pernikahan mereka, Ayah Tiara tidak hadir saat makan malam dirumah dan saat itu hanya di hadiri oleh anak-anaknya saja.


Semua terbongkar karena firasat seorang istri terutama seorang Ibu memang begitu kuat, Ayah Tiara sudah telanjur jatuh cinta dengan rekannya itu lalu satu bulan dari itu pengadilan mengetuk palu dan mengesahkan perceraian kedua orang tua Tiara.


Sebagian dari orang tidak akan pernah bisa merasakan perasaan Tiara saat itu. Murung dalam kamar membenci semua keadaan tidak menghiraukan perkataan orang bahkan Tiara sering keluar masuk BK karena seringnya berbuat ulah.


Hidup Tiara merasa kacau, teman perlahan menjauh semua hancur bagi Tiara sampai akhirnya Tiara masuk kuliah dan hidup bersama Tantenya. Selama bersama Tantenya Tiara mulai damai ia sedikit berubah ia juga masih enggan untuk bertemu dengan orang tuanya tapi dengan Kakaknya ia masih mau.


Makin membaik saat di perkuliahan, Tiara mengenal teman baru ia mengenal lawan jenis baru dan sampai dia diberi


apartement oleh Tantenya karena jarak rumah ke kampus lumayan jauh.


Anwar


"Aku beruntung banget kenal kamu Tiara" Anwar mengelus manja punggung tangan Tiara yang mulus saat itu.


Tiara menjalin hubungan dengan Anwar sejak semester II di kampus, mereka satu fakultas dan dengar-dengar Anwar adalah playboy fakultas disana.

__ADS_1


"Anwar itu baik, dia mau nganter aku pulang sama bawain aku makan ke apartement" ucap Tiara saat duduk di


kantin bersama teman-teman lainnya.


Salah satu teman Tiara adalah teman dekat Anwar saat SMP dan Anwar memang sudah terkenal suka ganti-ganti perempuan, SMP saja sudah playboy bagaimana saat kuliah ini.


Tiara benar-benar jauh dari orang tuanya, untuk kebutuhan hidupnya ia bekerja. Dan saat pengambilan nilai ia meminta untuk pergantian jam di jam malam lalu paginya ia buat untuk bekerja.


Tiara merasa tenang saat benar-benar tidak menghiraukan urusan orang tua mereka terlebih keluarga mereka, Ibu Tiara kabarnya sudah menikah lagi-lagi Tiara tidak peduli dan Ayahnya juga bahkan menikahnya dengan rekan kantornya itu.


Melihat hal seperti itu Tiara makin yakin dengan dirinya sendiri bahwa keluarga yang dulu Tiara banggakan bukanlah keluarga yang tepat untuk ia pulang dan rumah Tiara bukan rumah yang harus menjadikan ia benar-benar pulang.


Sendiri di apartement selalu mengharapkan kekasihnya itu ada saat ia merasakan hari libur atau kesempitan waktu mereka. Tiara anggap semua memang indah di awal dan berubahnya ia menjadi yang lebih baik lagi tidak ada hasilnya.


Itu pertama kalinya Tiara memperjuangkan hubungannya, ia selalu mencari, menghampiri bahkan berkorban besar untuk kekasihnya memang seharusnya begitu tapi tidak untuk Anwar. Anwar hanya berbuat manis saat Tiara marah kesal kecewa dan selalu mengulanginya lagi, saat Tiara pulang ke apartement ia merebahkan tubuhnya dan terbesit dipikirannya bahwa apa yang dikatakan temannya waktu itu mungkin benar.


Bukan mungkin, tapi iya!


Kedua kalinya Tiara merasa hancur melihat orang yang ia sayang yang ia banggakan harus mematahkan hatinya untuk kedua kali.


Anwar bermesrahan dengan perempuan lain di rumah makan itu, seakan tanpa dosa seakan tanpa punya rasa bersalah Anwar membelai rambut perempuan itu dengan manja sama persis yang Anwar lakukan kepada Tiara


saat mengantar makanan ke apartement.


Tiara tidak akan tinggal diam langsung seketika itu juga Anwar disiram air mineral saat mengantarkan makanan ke meja Anwar. Seharusnya Tiara percaya dengan teman-temannya dan tidak seharusnya ia berjuang lebih untuk Anwar yang sudah tega nyakitin hatinya. Anwar nggak lebih dari Ayahnya yang sudah menghianati Ibu dan keluarganya. Kepercayaan yang selalu di salah gunakan membuat Tiara memilih untuk tidak menaruh hati kepada


lawan jenis manapun dan semenjak itu hidup Tiara tenang dengan kesendiriannya dengan kuliah dan bekerjanya.


Lama kemalaman Tiara mampu berdamai dengan dirinya sendiri sampai ia bertemu dengan Titan di lift. Itu sudah jauh setelah kejadian dari Anwar dan kabarnya sekarang Anwar sudah menikah karena pergaulan buruknya yang telah menghamili anak orang.


Setelah lulus kuliah, Tiara pikir ia juga bisa berdamai dengan keluarganya tapi ia selalu terbayang dengan kejadian saat di pengadilan suara ketuk palu di pengadilan dan Tiara masih nggak bisa untuk berdamai dengan itu.

__ADS_1


Tante Tiara yang selalu sayang dengannya menganggap Tiara sudah seperti anaknya sendiri dan semenjak diberikannya apartement itu saudara sepupu Tiara sering berkunjung saat Tiara libur kerja dan kuliah.


Sekarang Tiara tidak tahu bagaimana keadaan orang tuanya dan ia damai dengan orang-orang baru kecuali dengan Anwar. Ia mencoba mencari teman baru dengan ingin dianggap ada oleh mereka.


Tiara sudah melihat kehadiran Titan saat turun dari taxi, saat itu Tiara baru saja keluar dari supermarket untuk mengambil pembayaran salad buahnya. Tiara melihat Titan sangat sederhana dan entah kenapa Tiara ingin cari perhatian dari Titan dan terjadilah di lift.


Perjalan hidup seseorang sangat beragam dan menurut Tiara jika ia tidak ikut dengan Tantenya mungkin Tiara akan lebih buruk dari sekarang. Bersyukur ia masih punya Tante yang sayang dengannya.


Sebelum Titan datang ke kota itu dan pindah ke apartement, Kakak-kakak Tiara datang berkunjung ke apartement bersama keluarga mereka masing-masing. Ramai dengan keponakan bahagia mendengar suara tawa dan


tangis kopanakan Tiara tapi disana muncul seseorang yang begitu rindu dengannya begitu ingin mencium aroma tubuh Tiara.


"Ini Ibu Tiara... Ibu rindu denganmu"


Ibu Tiara datang bersama menantunya dan berdiri di depan pintu kamar Tiara.


Tidak ada yang bisa mengelak dengan keadaan yang seperti ini, diperlihatkan keadaan Ibunya yang sudah menua sambil menggunakan syal di lehernya dan membawa kotak makanan di tangan kanannya. Tiara berusaha menghilangkan bayangnya ketika di pengadilan suara ketukan palu itu, Tiara lawan dengan perlahan mengajak Ibunya masuk lalu duduk disampingnya.


Tiara sudah dewasa bukan saatnya lagi untuk meronta dan meninggikan egonya demi kesenangan diri sendiri. Orang tua terutama Ibu yang lebih penting.


Ibu memeluk Tiara dengan air mata yang terus turun di pipinya dan dibaju Tiara. Kulit Ibunya sudah tidak semulus dulu lagi itu tandanya Tiara makin dewasa Tiara harus benar-benar bisa berdamai dengan hal ini.


"Sekarang waktunya kamu untuk memaafkan Ayah kamu ia juga sama dengan Ibu rindu dengan kamu, maafkan kami ya Tiara semua ini ulah dari keegoisan kami" Ibu Tiara membelai lembut rambut Tiara yang terurai dan air mata yang ikut serta turun.


Damai, kita hanya perlu damai untuk hidup lebih tenang. Tidak perlu terburu pelan-pelan semua pasti setuju jika apapun itu pasti butuh proses yang panjang.


Setelah bertemu Titan di lift dan di kamar Titan, tetap Tiara ingin dianggap ada dengan Titan.


Mungkin nanti ada ucapan khusus dari Titan sekarang ini ucapan dari kami


Selamat datang Tiara!

__ADS_1


__ADS_2