
📩‘bukannya anda yang tidak bisa bertemu saya kalau bukan hari libur, anda kan masih siswa sekolah’
Clara menepuk jidatnya sendiri saat membaca pesan yang dikirimkan oleh pemilik perusahaan tempat dia mengirim proposal.
“bodoh, kenapa aku harus bertanya hal seperti itu sih” umpat clara.
📨‘Maafkan saya tuan dion, baiklah hari minggu saya akan datang ke sana, jam berapa kira kira saya bisa ke sana?’
📩‘Jam 10’
“ni orang pasti marah karena aku plin plan tadi, dasar clara” gumam clara pelan pada dirinya sendiri.
📨‘Baiklah terima kasih atas kesempatan yang anda berikan pada saya, saya akan datang tepat waktu’ balas Clara. Selesai membalas pesan itu clara berlonjak bahagia karena berhasil membuat rencana hidupnya.
Clara sama sekali tidak tau sejak kedatangan dirinya ke dunia itu, sejarah telah berubah dan clara sama sekali tidak tau, karena tujuannya hanya untuk menikmati kehidupan miliknya bersama keluarga yang dia miliki.
“Yes! Daddy putrimu ini akhirnya bisa berguna” sorak clara bangga karena berhasil maju selangkah demi masa depannya. Dulu clara tidak peduli sama sekali dengan proposal obat dan alat Kesehatan yang dia buat karena seberapa keras dia berusaha, tidak akan ada tempat dia bisa bermanja dan berbangga hati, keluarganya sudah tiada, kekasihnya tidak pernah mendengarkan apa yang dia bicarakan, clara yang ceria perlahan berubah menjadi pemurung dan pendiam.
Tadi sepulang sekolah dia sudah mengurus hak paten atas hasil karya yang dia buat, karena itu Clara dengan percaya diri mengirim pesan pada Dion pria pemilik A.D.S karena clara menyelidiki perusahaan itu, tapi clara sama sekali tidak tau jika Dion adalah pemeran utama dalam novel yang di abaca alias Dion adalah Arthur.
Sebenarnya hak paten itu butuh proses yang lama untuk menyelesaikannya, tapi clara yang membutuhkan semuanya secara cepat harus mengeluarkan uang extra untuk uang dalam, agar semuanya cepat selesai, karena itu clara bisa mempercepat semua urusannya.
...🍻🍻🍻🍻🍻...
__ADS_1
Hari minggu seperti janji yang sudah dia buat dengan Arthur Clara sampai di gedung yang dia yakin sebagai tempat kantor utama milik perusahaan A.D.S.
Clara tampak takjub dengan besar gedung itu dan juga pertahanannya yang luar biasa padahal itu adalah hari minggu.
Berbekal uang jajan yang diberikan orang tua dan proposal asli yang ada di tangan, Clara memberanikan diri melangkah memasuki pagar gedung A.D.S corporation. Dia memang sengaja tidak minta diantar karena bilang ingin jalan jalan bersama Violetta dan nanti di jemput di depan gank rumah, tapi yang ada begitu sampai depan gank rumah Clara langsung naik angkutan umum untuk sampai ke gedung A.D.S.
Clara memang orang kaya raya, tapi dia dulu pernah merasakan hidup sebagai orang susah jadi dia tidak pernah merasa malu menggunakan angkutan umum atau bus kota sekalipun.
“permisi pak” Clara menyapa satpam yang berjaga di depan gedung kantor A.D.S.
“Ya mbak ada urusan apa ya?” jawab satpam itu sopan.
“Saya clara, saya disuruh pak Dion untuk ke sini, apa saya boleh masuk dan bertemu beliau” tanya clara dengan sopan.
“sebentar ya mbak, saya liat daftar tamu dulu” satpam itu segera berbalik ke pos jaganya dan segera kembali kehadapan clara untuk membuka pagar yang sejak tadi terkunci. “silahkan masuk mbak, langsung saja naik lift nya soalnya ini hari minggu resepsionisnya tidak ada, tekan saja tombol yang angkanya paling atas itu adalah ruangan direktur utama, pak dion sudah menunggu mbak clara di ruangannya” ucap satpam itu sopan.
Memang saat ini tidak ada siapapun di gedung besar itu selain satpam yang berjaga, dan hanya ada beberapa cleaning servis yang terlihat sedang membersihkan gedung itu.
‘Tenang clara seperti biasanya kamu pasti bisa menunjukkan kepintaranmu, semua ini demi keluargamu, mereka membutuhkanmu clara’ batin clara terus berucap hal yang sama, sebenarnya gadis itu sangat cemas dan takut walau umur aslinya sudah masuk kepala 3, clara tetap saja bisa cemas, karena saat ini dia membawa tubuh anak remaja berusia 17 tahun.
Bocah kecil kalau clara menyebutnya dulu, karena dia ingat yang paling susah diatur itu adalah remaja remaja seusia 17 tahun itu, karena mereka sudah mulai puber.
.
__ADS_1
Saat pintu lift baru terbuka clara di sambut dengan pria berwajah kaku tapi terlihat sangat menghormatinya.
“Selamat pagi nona, silahkan ikut saya” ucap pria itu dan langsung membalik badannya tanpa menunggu clara menjawab pertanyaannya.
Clara dengan sedikit tergopoh gopoh berlari kecil mengikuti pria itu, kebetulan saat ini dia menggunakan tas selempang yang besar untuk membawa proposal aslinya. Ada satu hal yang dia sayangkan clara tidak bisa membuat contoh obatnya karena dia tidak punya uang untuk membuat contoh itu, uangnya sudah habis dia gunakan untuk membuat hak paten atas karya yang dia punya, dari membayar hak paten hingga uang tambahan lainnya.
“Tuan, nona clara sudah hadir” ucap pria berwajah kaku itu.
“Permisi, pak dion selamat pagi, dan teman pak dion selamat pagi” Clara menunduk hormat pada dua orang yang dia lihat sedang duduk di sofa dan sedang berdiskusi kecil, dia yakin pria yang terlihat dengan sejuta kewibawaannya dan menggunakan kacamata adalah pria bernama dion, gadis itu segera memperlihatkan senyum menjual pada calon pembelinya.
“Ternyata kamu benaran anak SMA ya, bagaimana saya bisa yakin jika proposal kamu itu benaran bisa menghasilkan uang?” sindir Arthur, diam diam pria itu mengulum senyum melihat wajah polos Clara.
“pertama saya sarankan pak dion untuk membuat beberapa butir obat yang ada dan mengujinya pada hewan dulu baru manusia, saya yakin ini akan berhasil” ucap clara penuh keyakinan.
‘seandainya aku memiliki waktu yang panjang aku tidak akan terburu buru seperti ini untuk memperkenalkan obat ciptaanku, dia pikir kalau bukan karena terdesak aku bakal mau menjual ulang karyaku, ini sudah terbukti efektif tau’ umpat clara dalam hati, garis bawahi dalam hati karena dia tidak mungkin mengumpat di depan wajah pria kaya dan sok berkuasa itu.
“bagaimana kalau ada efek samping, dan malah terjadi kematian” tanya pria yang tadi duduk dihadapan dion.
“Kalau orang yang menggunakannya sudah sesuai dengan petunjuk yang saya berikan maka tidak akan ada kematian, tapi kalau tetap ada setelah petunjuk obat yang saya berikan, anda bisa melaporkan saya ke polisi, saya bersedia dihukum mati, seperti kita mengkonsumsi obat sakit kepala jika sedang sakit kepala maka akan ada efek yang bagus tapi kalau kita mengkonsumsi itu tanpa sebab kemungkinan pasti ada efek samping yang mengerikan, begitu juga dengan obat yang saya ciptakan, kalau cara pemakaiannya sesuai dengan petunjuk yang saya berikan maka tidak akan ada efek sampingnya” balas clara tegas.
...🥂🥂🥂🥂🥂...
Bonus pict
__ADS_1
Clara