The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
33. Menyesal


__ADS_3

Arthur masuk ke dalam kamarnya, tiba tiba pria itu teringat tentang clara, dia langsung meraih ponselnya dan mencari nomor kontak sang kekasih.


“pantas aku tidak bisa menghubungi kakak, ternyata kak Arthur mengganti nomor kakak” betapa terkejutnya Arthur bukan suara clara yang dia dengar melainkan suara violetta, rasa cemas langsung menghampiri Arthur.


“kenapa ponsel clara ada padamu?” tanya Arthur dingin.


“kenapa? Kakak mau marah padaku? Clara sendiri yang memberikan ponselnya padaku, dia tidak mau mengangkat telepon dari kakak” ujar violetta, tentu saja Arthur tidak percaya dengan apa yang violetta katakan padanya, mau apapun itu Arthur tidak akan pernah percaya.


“berhenti berbohong, dimana clara!” ucap Arthur sekali lagi.


“Aku disini kak, aku clara yang kamu cari sudah aku bilang dia mencuri tubuhku, karena dia jiwaku masuk ke dalam tubuh violetta, aku adalah clara sebenarnya” ujar clara.


Akhirnya Arthur dapat menjawab pertanyaannya yang selama ini muncul dalam kepalanya, ternyata jiwa clara dan violetta berpindah, makanya Arthur menyukai clara yang sekarang.


“berikan ponsel ini sekarang juga pada clara! Atau aku akan menghancurkanmu!” ancam Arthur.


“Aku clara kak, kenapa kakak tidak pernah bisa mencintaiku, saat aku di tubuhku, kakak memilih violetta tapi saat aku di tubuh violetta kakak malah memilih clara?” tanya violetta.


Arthur mengepalkan tangannya geram, dia tidak mau berlama lama berbicara dengan violetta tapi dia terpaksa karena penasaran kenapa malam malam seperti itu violetta bisa memegang ponsel milik kekasihnya.


“kamu tanya kenapa? Karena aku menyukai jiwa yang ada dalam tubuh itu bukan cangkangnya” dengan terpaksa Arthur meladeni pertanyaan violetta.


“Apa jadinya jika aku berada di tubuh wanita yang kakak cintai? Apa kakak tetap tidak akan menyukaiku?” lirih violetta.


“tidak akan, aku hanya akan menyukai wanita yang menarik perhatianku, bukan wanita murahan yang mengejar ngejarku” ujar Arthur tegas.


“sekarang katakan dimana clara” ujar Arthur lagi.


“dia tidur, ahh! Bagaimana jika aku mencekiknya? Saat dia mati kakak pasti akan menjadi milikku bukan?” kata violetta penuh ancaman.

__ADS_1


“JANGAN BERANI KAU MENYENTUH KEKASIHKU! SEDIKIT SAJA KAU MELUKAINYA AKU AKAN MENGHANCURKANMU!” ancam Arthur dengan nada tinggi.


Violetta langsung mematikan telepon clara, Arthur semakin panik, dia kembali menelpon clara tapi ponsel itu sudah dimatikan oleh violetta.


...🧃🧃🧃🧃🧃...


Pagi pagi sekali Arthur datang ke rumah clara, sebenarnya sejak tadi malam dia ingin datang, Arthur sangat takut dengan apa yang dibilang oleh violetta, tapi Arthur yakin clara tidak semudah itu membiarkan dirinya berada dalam satu ruangan dengan violetta. Tapi walau Arthur percaya dengan clara tetap saja dia masih cemas.


Pria itu tidak bisa tidur sebelum memastikan clara baik baik saja, berkali kali dia menahan dirinya untuk tidak langsung pergi ke rumah clara malam itu juga. Takut orang tua clara akan terganggu dengan kedatangannya, mungkin bisa saja akan membuat pertunangannya batal.


Karena itu pagi pagi sekali Arthur datang ke rumah clara untuk memastikan kekasihnya itu baik baik saja.


“loh Arthur, kenapa datang kesini pagi pagi sekali?” tanya mommy quenby heran.


“clara nya ada mom, Arthur mimpi buruk tentang clara, makanya Arthur datang pagi pagi sekali ke sini” bohong Arthur.


Mommy quenby tertawa kecil, “owalah, bentar ya” baru saja mommy quenby ingin berjalan, clara sudah terlihat turun dari tangga bersama violetta. “nah itu dia” tunjuk mommy Quenby.


“mas!” panggilan pertama tidak membuat Arthur bergerak sedikit saja. “Mas!” panggilan kedua masih belum membuat Arthur bergerak. “Clara sesak!” teriak clara ketiga kalinya.


Arthur baru melepaskan pelukannya, “mana yang sesak sayang? Apa yang sakit?” Arthur sibuk memeriksa tubuh clara dari bawah sampai atas, dia tampak heran dengan syal yang clara gunakan, tapi saat tangannya hendak menarik syal itu clara langsung menahannya dan menggeleng pelan.


Arthur langsung tau maksud tatapan clara dan gerakan yang clara lakukan, dia langsung menatap sinis wanita yang sejak tadi berdiri beberapa langkah dibelakang clara, dialah violetta, Arthur yakin wanita itu melakukan sesuatu pada clara.


“Kenapa mas ada di sini pagi pagi?” bukannya menjawab pertanyaan Arthur, clara malah bertanya balik kepada Arthur.


“Arthur bilang dia mimpi buruk tentang kamu, makanya dia datang kesini pagi pagi, itu tandanya Arthur sangat menyayangimu clara” bukan Arthur yang menjawab melainkan mommy quenby. “sayang, cepat bawa tunangan kamu sarapan bersama kita, mommy sudah masak banyak ini” tambah mommy quenby.


‘mommy berubah, dulu mommy tidak pernah memanggilku dengan sayang, mommy juga tidak pernah baik pada Arthur, mommy malah memaksaku untuk menjauh dari Arthur, kenapa mommy berubah mom, kenapa?’ lirih violetta dalam hatinya.

__ADS_1


.


Semua orang saat itu kumpul bersama untuk menyantap sarapan bersama. Violetta duduk di sebelah Daniel senentara itu Arthur duduk di sebelah clara.


“Ra, kok pakai syal?” tanya daddy Damien heran.


“Tenggorokkan ara sakit dad, kalau pakai syal rasanya nyaman dan hangat” bohong clara sementara Arthur sudah mengepalkan tangannya geram, dia yakin dibalik syal yang clara kenakan ada bekas cekikkan.


“Ya ampun sayang~ kok gak bilang mommy” mommy Quenby cepat cepat beranjak dari kursinya dan pergi menuju dapur. Tidak lama wanita paruh baya itu keluar dengan membawa termos sedang dan diletakkan dihadapan clara.


“apa ini mom?” tanya clara heran.


“itu air madu hangat ditambah lemon, habiskan itu biar tenggorokkan kamu enakkan” ujar mommy quenby sambil kembali duduk.


“makasih mom” ucap clara senang.


“untuk Daniel mana mom?” Daniel segera menengadahkan tangannya ikutan meminta termos yang diberikan pada adiknya.


“emang kamu sakit?” tanya mommy quenby.


“enggak sih, tapi masak cuma ara aja yang diperhatikan Daniel juga mau dong” ujar Daniel.


“ihhh abang irian, sadar bang udah gede jangan irian sama adek sendiri, iya kan dad?” ledek clara.


“Iya, benar itu” kekeh daddy Damien.


Semua canda tawa keluarga itu terus di perhatikan oleh Violetta, marah, dendam, iri tentu saja menghampiri violetta, dia merasa dulu keluarganya tidak pernah sehangat itu, padahal dia saja yang tidak tau, karena dirinya keluarganya bahkan tidak sempat untuk sarapan bersama violetta terlalu sibuk dengan kebahagiaannya sendiri sehingga kebahagiaan orang sekitarnya tidak dia pedulikan.


Bahkan sampai panggilan sayang orang tuanya pun violetta tidak ingat, sehari hari dia hanya sibuk iri dengan apa yang tidak dia punya sehingga dia tidak tau kasih sayang yang ada disekitarnya itu sangat banyak tapi perlahan menghilang karena dia sendiri tidak suka berkumpul bersama keluarganya.

__ADS_1


...🍺🍺🍺🍺🍺...


__ADS_2