The Reason I Became Villian

The Reason I Became Villian
37. Arthur Kalah Debat


__ADS_3

Clara menatap sinis kekasihnya yang sedang bersorak riang dengan dua bukti rekaman yang dia punya, gadis itu hanya bisa menghela nafas panjang tanda pasrah.


“Baiklah kita menikah, tapi beri clara waktu untuk loncat kelas dan mengikuti ujian kelulusan anak SMA kelas 3” ujar clara pasrah. Dia memang sudah memperhitungkan jika dirinya keceplosan clara tidak mau lagi bersekolah di SMA itu, clara ingin loncat dan mau langsung mengambil S1 kedokteran, baginya sekolah sekarang sudah tidak menyenangkan.


Di sekolah dia hanya sendirian karena violetta telah mengambil seluruh teman temannya, pada dasarnya clara memang sangat sulit bersosialisasi, dia terlalu sibuk dengan penelitian dan pekerjaannya sebagai dokter hingga dia bisa dimanfaatkan orang lain tapi kini gadis itu sudah berubah, dia tidak semudah itu dimanfaatkan lagi, dan tidak mudah percaya dengan orang lain lagi.


Alhasil sekarang dia selalu menyendiri di perpustakaan setiap jam istirahat, teman temannya memang tidak mengerjai clara tapi tidak ada juga yang berbicara dengannya.


“Kenapa mau loncat kelas sayang?” tanya Arthur.


“Katanya mau menikah, lagi pula clara ingin segera keluar dari sana, sekolah sudah tidak mengasikkan lagi, tapi pasti memerlukan uang yang banyak kan?” lirih clara.


“masalah uang itu biar mas yang hadapi, tapi kamu yakin mau langsung kuliah? Udah tanya orang tua kamu?” ulang Arthur, kalau masalah uang Arthur malah bersedia memberikan uang pada clara untuk segera menamatkan sekolahnya.


“Nanti ara bicara sama orang tua, dan ujian kelulusan itu dilaksanakan 2 bulan lagi, setelah ujian itu kita menikah ara gak masalah, boleh ya” bujuk clara.


“baiklah, biar mas yang urus semua dokumen disekolahmu untuk loncat kelas, tapi kamu siap menjawab soal soal ujian kenaikan kelaskan?”


“aku adalah seorang dokter, sudah 2 kali aku melewati masa SMA jadi tidak masalah” ucap clara.


“sayang apa kamu masih belum mau menceritakan tentang masa lalumu?” tanya Arthur penasaran.


Clara diam sejenak, sebenarnya saat ini gadis itu sedikit takut dengan efek domino, seperti aileen yang muncul dan clark dua orang yang pernah menjadi masa lalunya dan muncul di hadapannya walau dua orang itu sekarang tidak mengenal clara.


“mas baru bertemu dengan masa laluku” gumam clara pelan.


“maksudnya sayang?” Arthur tidak mengerti dengan ucapan clara padanya.


“ara pernah bilangkan kalau kehidupan di sini dengan kehidupan clara dulu sama aja, hanya satu perbedaannya yaitu clara salsabilla tidak ada di dunia ini, dan dulu clara seumuran dengan tamu yang datang tadi yang bernama aileen, dia adalah sahabat clara di dunia clara dulu” ungkap clara akhirnya.

__ADS_1


Mata Arthur langsung melotot tidak percaya, tapi dia sama sekali tidak memotong ucapan clara dan hanya diam mendengarkan.


“Mungkin karena efek domino, dia datang kesini dan menunjukkan proposalnya yang tadi, kalau dulu clara langsung melarangnya untuk melanjutkan penelitian itu dan clara memberikan penelitian lain milik clara untuknya, tapi sekarang clara tidak memberikan apapun pada dia, lagi pula dia tidak mengenal clara” lanjut clara.


“Apa kamu ingin membantunya?” tanya Arthur, dia mengira clara masih menganggap aileen adalah sahabatnya.


Clara menggelengkan kepalanya pelan, “tidak, tidak akan, dia wanita ular, walaupun tampak baik, tapi dia sangat berbisa dan bisa mencelakai sekitarnya” ujar clara.


“apa yang dia lakukan padamu sayang?”


“dia menghianatiku, dia merebut tunanganku dan bermain api dibelakangku” ungkap clara akhirnya.


Arthur langsung tegak dan menarik clara ke sofa, pria itu langsung memeluk clara dengan erat, “mas tidak akan tergoda oleh wanita manapun, selamanya hati mas hanya untuk kamu, percayalah pada mas, di dalam novel kamu baca sendirikan kalau mas sudah mencintai seseorang mas akan sangat dalam mencintai orang itu?”


“tapi itu pada violet, bukan clara” lirih clara.


“apa bedanya” Arthur mengambil sebelah tangan clara dan meletakkannya pada dadanya, “rasakan sayang, detak jantung mas yang berdetak tidak seperti orang normal, kamu dokterkan, berarti kamu tau begaimana manusia normal, apa sekarang detak jantung mas normal menurut kamu?” tanya Arthur.


“kenapa? Apa tunanganmu dulu hanya menginginkan tubuhmu?” tanya Arthur.


Kepala clara mengangguk tapi bibirnya tidak mengucapkan satu patah katapun.


“tidak akan, mas tidak akan seperti dia” ujar Arthur.


“bohong, mas kan mau menikah karena ingin melakukan itu, mas juga mau tubuh ara” bantah clara.


“yahh tidak di pungkiri mas memang ingin menyentuhmu lebih, bahkan sekarang mas ingin mencium bibirmu, tapi mas akan buktikan mas akan bertahan sampai kamu membiarkan mas menyentuhmu, lebih selain hanya pelukan seperti ini, tujuan utama mas menikahimu, mas tidak mau ada pria lain yang menginginkanmu, kamu itu terlalu menarik untuk dibiarkan saja, semakin lama kamu dibiarkan akan semakin banyak orang yang mendekatimu, pokoknya mas mau memilikimu, masalah yang lain mas akan menunggu persetujuanmu” ucap Arthur.


“kalau gitu menikah setahun lagi” tawar clara sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


“Yank~ jangan gitu dong, kalau tunda 1-2 bulan lagi gak masalah, tapi kalau untuk nunda setahun lagi jangan dong” tolah Arthur.


“clara gak bakal lirik lirik cowok lain” ucap clara tegas.


“oh itu jelas, kamu tidak boleh melirik pria lain selain mas, mas tidak akan membiarkan itu terjadi, kamu hanya milik mas” ucap Arthur.


“kan udah jelas clara milik mas, tapi kenapa masih harus menikah cepat, clara masih 17 tahun masih terlalu muda untuk menikah, clara janji akan nurut sama mas, dan mendengarkan semua ucapan mas Arthur, janji” bujuk clara sekali lagi.


Arthur akhirnya menghela nafas sedikit panjang, “ara tidak mencintai mas?”


“cinta, tapi bukan berarti kita secepat ini menikah, ara masih 17 tahun” ulang ara sekali lagi.


“Kalau gitu mas boleh minta cium, mas tidak akan melakukan lebih, hanya cium saja”


Clara berpikir sebentar, lalu memajukan wajahnya dan mulai mencium bibir Arthur, toh dia sudah pernah berciuman dengan Arthur, dua orang itu memejamkan mata mereka, menikmati ciuman yang clara berikan, namun Arthur yang sudah tidak dapat menahan diri lagi menahan tengkuk clara dan mulai melanjutkan ciuman yang dimulai oleh clara dengan intens.


Lidah Arthur mulai masuk dan menyusuri rongga mulut clara, hingga lidah mereka saling membelit. Clara terpaksa membalas luma-tan bibir Arthur yang menuntut, walau Arthur adalah seorang pemula, dia sangat ahli dalam berciuman bukan karena latihan, mungkin karena insting sebagai pria yang tumbuh dalam dirinya.


Clara mendorong sedikit dada Arthur untuk memberitahu pada Arthur bahwa dirinya sudah kehabisan nafas, untung saja Arthur mengerti dan menjauhkan sedikit tubuhnya tapi mereka masih berpelukan.


“Apakah sudah?” tanya clara dengan nafas tersengal seperti orang yang habis berlari.


“belum, nanti aku akan memintanya lagi, ini adalah syarat yang harus kamu penuhi kalau mau menunda pernikahan kita” tawar Arthur.


Clara memperhatikan mata Arthur lebih lekat, “hanya ciuman tidak lebih kan?”


“hmm hanya ciuman lebihnya setelah kita menikah” angguk Arthur.


“baiklah” ucap clara pasrah.

__ADS_1


...🍻🍻🍻🍻🍻...


__ADS_2