
Malam pertama adalah malam yang ditunggu tunggu oleh para pasangan suami istri tapi tidak buat Arthur. Karena di malam pertama Arthur dia harus menerima nasib istrinya tertidur karena kelelahan, jangan ditanya apa Arthur kecewa, dia sama sekali tidak kecewa karena baginya cukup clara sudah berada di dekatnya baik dia mau tidur atau bangun tidur. Sudah bisa melihat wajah tidur istrinya Arthur sudah bersyukur dan sangat senang.
“morning baby” sapa Arthur begitu clara membuka matanya.
Clara tersenyum cerah membalas sapaan Arthur, “morning”.
“baby mau apa? Sarapan sudah suami kamu buatkan, air hangat untuk mandi juga sudah di siapkan, lalu baju ganti juga sudah suami kamu ini siapkan” ujar Arthur.
Clara tertawa gemas mendengar penuturan Arthur, “ kenapa mas yang menyiapkan semuanya, harusnya ara yang menyiapkan semua itu untuk suami ara” kata Clara dengan suara seraknya.
Arthur mengelus pipi clara dengan lembut dan clara balik memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Arthur pada pipinya, “pokoknya suami ini mau memanjakan istrinya bak ratu, jadi istri tidak boleh protes” ujar Arthur.
Clara kembali membuka matanya sambil tertawa kecil, “dari tadi panggil diri sendiri suami emang mau dipanggil?” tanya clara.
“mau sayang, panggil mas mulai hari ini dengan sayang atau suami” angguk Arthur cepat.
Clara mengeratkan pelukannya pada Arthur dan kembali memejamkan matanya, “baiklah suamiku sayang, ara masih sangat mengantuk, jadi biarkan ara tidur seperti ini sebentar”
Arthur semakin mengeratkan pelukannya, dan mencium puncak kepala clara berkali kali, senyum lebar terus mengembang di bibirnya, “lama lama juga boleh sayangku, suami ini akan sangat senang sekali, tapi sayang ada yang membuat mas penasaran selama ini” gumam Arthur pelan.
“Hmmm? Penasaran apa?” clara berbicara masih dengan posisi yang sama, malah dia semakin menenggelamkan kepalanya pada dada bidang sang suami.
Senyum Arthur semakin mengembang karena istri kecilnya mau bermanja pada dirinya, rasanya Arthur ingin waktu berhenti hingga dia tidak perlu melakukan apapun dan hanya memeluk clara seharian di kamar, “Siapa antagonis ke dua dan bagaimana akhir cerita novel yang kamu baca sayang?”
Clara kini menjauhkan kepalanya dari dada Arthur, dan mengangkat kepalanya menatap wajah Arthur, “apakah itu penting?” tanya clara penasaran.
“penting sayang, karena mas bisa siap siap dan menjauh dari antagonis itu” kata Arthur penuh antusias.
Clara tertawa kecil lalu mencubit gemas pipi Arthur, “udah gak perlu, antagonisnya udah ara usir jauh jauh” ujar clara santai.
Tampak kerutan pada kening Arthur, karena dia tidak mengerti dengan ucapan clara, “siapa sayang? Siapa itu?” tanya Arthur semakin penasaran.
“Helena, sahabatmu yang kamu kira menyukai chris” ungkap clara.
__ADS_1
Arthur sempat terdiam beberapa saat sebelum kembali membuka mulutnya, “benarkah? Dia akan menjadi antagonisnya? Apa dia menyukaiku?” seru Arthur tidak percaya.
Clara menganggukkan kepala beberapa kali, “Helena sebenarnya menyukai kamu, tapi kamu selalu waspada pada wanita, jadi dia menggunakan cara itu agar bisa dekat denganmu, saat pertama kali bertemu dengannya, Helena berencana membuat ara disalahpahami dengan suami ara, dia memasukkan obat tidur dalam minuman ara, tapi ara yang sudah tau tentang itu jadi menolaknya, dan rencananya gagal” ungkap clara.
“kapan itu sayang?”
“Mas ingat saat chris tertidur padahal dia sudah banyak tidur saat siang harinya” clara mencoba mengingatkan memori Arthur tentang hari pertama mereka datang ke bali.
“Apa chris yang terkena jebakannya?” tebak Arthur.
“benar, chris yang meminum jebakan itu, dan ara terlalu malas untuk memikirkan rencana lainnya, jadi ara ingin kita menikah cepat” ujar clara.
“emang kalau kita tidak menikah apa lagi rencananya?”
“hmmm kalau rencananya berhasil suamiku ini akan marah besar, dan meninggalkanku di bali jadi ara harus pulang sendiri, terus selama berbulan bulan mas akan mabuk mabukan hingga Helena kembali mendekati mas tapi tetap tidak berhasil karena mas Cuma cinta pada violetta_”
“kamu sayang, clara mas Cuma cinta sama clara” ralat Arthur.
Arthur terkikik geli, “baiklah lanjutkan sayang” ujar Arthur sambil merapikan rambut clara.
“jadi sangking marahnya Arthur yang sedang mabuk sampai memperkosa violetta, setelah itu Arthur baru tau bahwa kemarahannya selama ini salah karena itu hanya jebakan untuk membuat Arthur salah paham dengan violetta, saat itu Arthur merasa bersalah karena telah memaksa violetta dan dia meminta maaf terus berkali kali_”
Ucapan clara terhenti karena Arthur kini mencium bibirnya, “oke sudah cukup, aku tidak akan menjadi Arthur di dalam novel, aku akan percaya apapun yang terjadi di kemudian hari, karena itu jika sesuatu kepada kita di kemudian hari kita berdua harus saling percaya dan berbicara dengan jujur, ini bukan di dalam novel lagi sayangku, kita hidup dan bernapas, ini adalah kehidupan kita tidak ada yang bisa mengatur kita, ini adalah kehidupan yang kita pilih” ujar Arthur.
Clara mengangguk dan membalas mencium singkat bibir Arthur.
...🍸🍸🍸🍸🍸...
Clara tertawa senang saat berjalan berdua bersama Arthur di pinggir pantai, ini adalah bulan madu mereka dan sepertinya mendorong chris untuk mendekati Helena lebih dulu memberikan dampak yang sangat bagus.
Karena saat ini Helena tidak muncul bersama chris, entah kemana kedua pasangan itu, tapi itu adalah keuntungan buat bulan madu clara dan Arthur.
“pak su, liat ada kerrang yang cantik” tunjuk clara pada kerang yang baru saja dia lihat.
__ADS_1
Dua orang itu segera berjongkok dan bermain pasir bersama.
“yank, kamu suka kerrang kerrang seperti ini?” tanya Arthur.
“indah bukan? Tapi ara Cuma suka melihatnya saja, tidak mau di bawa pulang” kekeh clara.
Arthur ikutan tertawa dan mencubit gemas hidung istrinya, “mas ingin melihat anak anak kita yang mirip dengan kamu sayangku” ujar Arthur tiba tiba.
“kenapa tiba tiba?” tanya clara penasaran.
Arthur menggelengkan kepalanya, “entahlah, saat melihatmu tertawa mas tiba tiba ingin melihat versi kecil dirimu yang tertawa, pasti lebih manis dan imut” ujar Arthur.
“jadi yang versi dewasanya gak manis dan imut gitu” goda clara.
“yang dewasanya lebih seksi dan menawan” kekeh Arthur.
“Ada-ada aja, ayo kita ke kamar lagi” ajak clara.
“mau kemana sayang?” tanya Arthur heran.
Clara menghentikan langkahnya dan menatap Arthur, “Tapi katanya mau liat versi kecil ara, ayo kita buat versi kecilnya sekarang” kekeh clara.
“Yuuuhuuuu” sorak Arthur dengan suara kencang, tanpa meminta persetujuan clara Arthur langsung menggendong clara bak princess dan segera berjalan cepat menuju kamar dimana mereka menginap, clara hanya bisa menutup wajahnya karena malu dilihat oleh para tamu dan orang orang lainnya.
...🥃🥃🥃🥃🥃...
bonus pict
__ADS_1