
Di dalam mobil menuju sekolah, Arthur langsung membuka syal yang clara gunakan. Hampir saja Arthur menerjang violetta yang duduk di samping johny jika tidak ditahan clara.
“Itu bekas cekikan sayang, pasti dia yang melakukannya bukan” Arthur berbicara sambil menatap sinis punggung violetta, gadis itu sendiri tidak berani menatap kebelakang karena takut, tadi saat mau pergi sekolah, Arthur izin ingin mengantar clara sekolah, tapi karena ada violetta kedua orang tua clara menyuruh mengantar violetta sekalian, dengan terpaksa Arthur mengiyakan permintaan dari mertuanya, kalau violetta sendiri juga terpaksa ikut, karena tidak ada jalan lain selain ikut, mobil yang mengantar dia ke rumah clara sudah pergi duluan saat mengantar violetta ke rumah clara.
“iya tapi apa gunanya mas mukul dia yang ada kalau dia nuntut mas yang kena, udah gak penting sekarang, ara gak bakal sampai kena lagi untuk yang ke dua kalinya, jadi tenang ya” kata clara berusaha menenangkan Arthur yang sedang emosi.
“aku sudah memberi peringatankan sebelumnya, jadi liat saja, aku bakal menghancurkan keluargamu” ancam Arthur pada violetta.
“gak boleh, apa gunanya mas menghancurkan keluarga dia, dia gak bakal sadar, orang seperti dia gak bakal sadar jika dimarahi oleh orang tua, atau keluarganya bangkrut dia juga gak bakal peduli, dia memang salah tapi keluarganya tidak salah, kecuali keluarganya ikut campur dalam masalah yang dia sebabkan baru mas bisa menghancurkan keluarganya, jadi aku mohon jangan lakukan apapun” pinta clara, calara itu dengan lembut memberikan pengertian pada Arthur.
Sebenarnya karena merasa bersalah sudah merebut tubuh violetta, clara salsabila masih memiliki rasa kasihan pada violetta, lagi pula tadi clara sadar dengan tatapan violetta pada mommy quenby, daddy Damien dan abang Daniel, tampak sekali rasa penyesalan dari tatapan gadis itu, dan lagi clara bisa melihat tangan violetta saat ini bergetar mungkin karena takut.
“tapi sayang, dia bisa saja melakukan hal itu lagi” sanggah Arthur.
“aku yang tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, aku hanya lengah, aku tidak akan lengah lagi” ujar Clara sambil mengelus lengan kekasihnya dengan lembut.
Arthur menatap kekasihnya dan mengelus bagian leher clara yang ada bekas cekikan, “apa sakit?” tanya Arthur.
Clara menggeleng, “sudah tidak lagi, ini hanya bekas saja” ujar clara.
“Aku melakukan itu karena aku ingin minta tubuhku kembali” suara violetta tiba tiba keluar, “dia mengambil tubuhku, dia mengambil kasih sayang keluargaku, dia mengambil semuanya dariku, wajar jika aku marah padanya dan bertindak seperti itu” lanjut violetta.
Johny langsung menoleh melihat violetta, dia yang memang sejak awal tidak mengerti apapun yang terjadi, langsung kebingungan dengan ucapan violetta, tapi beberapa detik kemudiandia balik fokus menyetir.
__ADS_1
Clara tersenyum, “tubuh? Tubuh apa yang kau maksud? Tubuh ini adalah tubuhku, ini adalah kesempatan kedua yang diberikan padaku, aku tidak peduli apapun yang kau katakan, ini tetap adalah tubuhku” ucap clara.
‘cckkkiittttt’ johny menghentikan mobilnya secara mendadak, untung saja semua orang tidak ada yang terluka.
“johny! Apa yang kau lakukan!” maki Arthur, dia sudah emosi karena tidak bisa membalas apapun pada violetta yang sudah menyakiti orang yang dia sayangi, sekarang dia dkejutkan dengan sikap asistennya yang hampir mencelakai mereka.
“maafkan saya tuan” ucap johny sambil menoleh menatap violetta. “berikan apa yang ada di tanganmu” johny menengadahkan tangannya pada violetta.
“a-apa?!” tanya balik violetta dengan sedikit ketakutan.
“Cepat berikan atau aku yang akan mengeledah apa yang sedang kau sembunyikan” ulang johny sekali lagi.
“ada apa john?” Arthur akhirnya ikutan penasaran dengan benda yang johny maksud.
“VIOLET! Cepat berikan alat perekam itu pada Johny.
“Ti-tidak ada, a-aku tidak menyembunyikan apapun, u-untuk apa aku merekam ucapan clara” elak Violetta.
“Violet cepat berikan pada johny!” maki Arthur.
“Nona tolong berikan pada saya, atau saya akan bertindak lebih brutal, selagi saya masih meminta secara baik baik, tolong anda hargai atau anda akan di tuntut karena berniat mencelakai tuan dan nona muda” ancam johny.
Perlahan violetta mengeluarkan ponsel yang dia sembunyikan dibalik tasnya, dan memberikan pada johny, memang ponsel itu sedang merekan semua pembicaraan mereka di dalam mobil, violetta ingin clara keceplosan untuk mengatakan bahwa itu bukan tubuhnya dan jiwanya berpindah kedalam sana, dengan begitu dia bisa membuktikan pada keluarga yang dia tinggalkan jika dia adalah clara yang sesungguhnya.
__ADS_1
Tapi semuanya langsung ketahuan oleh johny. Pria itu merupakan asisten terlatih sejak dia kecil, mata pria itu sangat ahli dalam melihat setiap gerakan orang lain, dia bahkan selalu waspada dengan penembak jitu atau hal hal lainnya yang memiliki kemungkinan akan mencelakai tuannya.
Johny dengan cepat menghapus semua rekaman bahkan sampai sampah rekaman itu juga sudah johny hapus tanpa jejak.
“tolong jangan melakukan hal seperti ini lagi nona” ujar johny sambil mengembalikan ponsel milik Violetta. “tuan muda, dan nona clara maafkan kelakuan saya tadi yang mengerem mendadak” lanjut johny.
“tidak masalah lanjut jalan john” ucap Arthur, pria itu mengganggam tangan clara yang saat ini bergetar, sepertinya clara syok dengan apa yang barusan dilakukan violetta. Hanya dengan mengganggamnya Arthur berharap clara berhenti ketakutan. “violetta jika sekali lagi kau berniat menyakiti kekasihku, liatlah, bukan keluargamu yang aku buat hancur, tapi dirimu yang aku buat menghilang dari dunia ini selamanya, tanpa jejak, jangan panggil aku Arthur Dion Stanley jika aku tidak bisa melakukan hal yang baru saja aku sebutkan, menghilangkanmu dari dunia ini sangat mudah buatku” ancam Arthur pada violetta.
Violetta hanya diam tidak berani mengangkat kepalanya atau mengatakan apapun, dia sudah pernah mendapatkan kemarahan Arthur berkali kali, karena dirinya sendiri yang sudah hidup berkali kali, dan sudah banyak hal yang dia lakukan untuk mencelakai clara, tapi tidak ada yang berhasil dia lakukan dan ujung ujungnya dia berakhir masuk penjara.
.
Sampai di depan gerbang sekolah, violetta langsung berlari begitu keluar dari mobil Arthur.
Kini tinggal tiga orang dalam mobil itu, Arthur menggenggam kedua tangan clara dan mencium tangan kekasihnya, “sayang, kamu tidak apa kan?” tanya Arthur lembut karena saat ini clara masih bergetar di dalam genggamannya.
“hmm tidap apa” ucap clara pelan.
“jangan berbicara apapun padanya, dan jangan meladeni apa yang dia katakan, diam saja dan laporkan pada mas, mas yang akan membalasnya, kita tidak tau apa lagi niat yang ingin dia lakukan” ujar Arthur.
Clara mengangguk pelan mengiyakan ucapan Arthur.
...🍹🍹🍹🍹🍹...
__ADS_1